3 research outputs found
PEMBUATAN BUSANA AVANTGARDE DENGAN INSPIRASI TERRAIN
ABSTRAK Evitasari, Enno. 2016. Pembuatan Busana Avantgarde dengan Inspirasi Terrain. Tugas Akhir, Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Rosanti Rosmawati, M.Sn. (II) Dra. Sri Eko Puji Rahayu, M.Si. Kata Kunci: Busana Avantgarde, Terrain, Bahan Tekstil, Perawatan Busana avantgarde merupakan busana yang memiliki konsep dasar seperti busana kostum yang hanya pantas dikenakan pada acara tertentu, diantaranya digunakan untuk acara panggung atau fashion dengan tujuan untuk dipamerkan atau diperagakan sebagai hasil karya seni.Ciri khas busana avantgarde menggunakan bahan-bahan yang tidak lazim dan bentuknya tidak biasa (aneh). Busana avantgarde juga banyak digunakan pada saat pesta seperti pesta helloween, pesta ulang tahun, dan pesta kostum lainnya. Ide sebagaisumberinspirasidesainbusanaavantgardeadalahTerrain, yaitu perubahan alam, cuaca, dan iklim dari pergerakan air, kontur tanah dan bebatuan. Busanaavantgarde yang dibuat oleh penulisterinspirasidarikonturtanahterasering yang bentukdantekturnyaunikdanmemberikan rasa tenangdannyaman. Warna-warna pada Terrain meliputi (1) Warna silver, (2) Hijau lumut, (3) Kuning (emas), (4) Hitam, (5) abu-abu, (6) Coklat tanah, dan (7) Putih. Busana avantgarde yang dibuat terinspirasi dari bentuk susunan kontur terasering, maka konsep dari segi bahan tekstil yang digunakan diantaranya yaitu (1) Kain duchess, (2) Kain shantung, (3) Kain zephyr, (4) Kain fleece motif, (5) Kain jaquardsilk, (6) Kain satin, (7) Kain tile polos, dan (8) Kain Tilegliter. Pada busana avantgarde mengkombinasikan dengan bahan tekstil bermaterial seperti (1) Koin logam, (2) Accessories koin berbahan mika, (3) Aplikasi rumbai berbahan benang minilon, (4) Benang nylon, dan (5) Tali mendong. Bahandan accessories yang adapadabusanaavantgardeperluadanyaperawatankhususuntukmerawatbusanatersebut agar tetapbersihdanrapi. Berikutadabeberapacaramerawatbusanaavantgardedengantekniksusunanberbagaimacambahantekstildankoinlogamantara lain: (1) Menggantungkanbusanaavantgarde, (2) Menyimpanbusanaavantgardepadakantongpenyimpanan, (3) Menghindariperawatanmenggunakandrycleanpada bagian logam
Penerapan Metode Eksperimen Pencampuran Warna untuk Meningkatkan Kognitif pada Kelompok A TK PGRI 1 Pecalukan Prigen Pasuruan. Skripsi Prodi S-1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Universitas Nege
ABSTRAK Evitasari, Enno. 2016. Pembuatan Busana Avantgarde dengan Inspirasi Terrain. Tugas Akhir, Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Rosanti Rosmawati, M.Sn. (II) Dra. Sri Eko Puji Rahayu, M.Si. Kata Kunci: Busana Avantgarde, Terrain, Bahan Tekstil, Perawatan Kemampuan kognitif khususnya mengenal konsep pencampuran warna dalam hal mencoba dan menceritakan apa yang terjadi ketika warna dicampur masih rendah di TK PGRI 1 Pecalukan Prigen Pasuruan. Berdasarkan hasil observasi bahwa hanya 2 anak yang mengerti tentang konsep pencampuran warna. Hal ini disebabkan karena anak hanya dikenalkan macam-macam warna saja tanpa memperkenalkan warna primer dan warna sekunder. Selain itu metode pembelajaran yang diterapkan membuat pasif seperti metode pemberian tugas. Rumusan masalah peneliti yaitu (1) bagaimana penerapan metode eksperimen pencampuran warna dengan menggunakan lem kayu untuk meningkatkan kognitif pada anak kelompok A TK PGRI 1 Pecalukan Prigen Pasuruan? (2) apakah penerapan metode eksperimen dapat meningkatkan kemampuan kognitif pada anak kelompok A TK PGRI 1 Pecalukan Prigen Pasuruan? Rancangan penelitian yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menerapkan metode eksperimen. Penelitian ini dilakukan dikelompok A TK PGRI 1 Pecalukan Prigen Pasuruan. Instrumen yang digunakan peneliti untuk mengumpulkan data berupa lembar observasi, daftar cek, catatan lapangan dan dokumentasi. Peneliti terlibat dalam penelitian sebagai observer. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan kognitif anak dapat meningkat. Hal ini terbukti dari hasil belajar anak dari siklus I, pada indikator 1 yaitu membedakan dan membuat 2 kumpulan benda yang sama jumlahnya-yang tidak sama, yang lebih banyak-lebih sedikit, belum ada anak yang berkembang; indikator 2 yaitu mengenal perbedaan banyak-sedikit dan sama-beda, 3 anak yang berkembang; indikator 3 yaitu mencoba menceritakan apa yang terjadi jika warna dicampur, 21 anak berkembang; indikator 4 yaitu mengungkakan sebab akibat, 21 anak berkembang. Kemudian dilakukan siklus II perkembangan kognitif anak meningkat pada indikator 1, 19 anak berkembang; indikator 2, 22 anak berkembang; indikator 3, 22 anak berkembang; indikator 4, 22 anak berkembang. Menerapkan metode eksperimen berhasil meningkatkan kognitif anak kelompok A TK PGRI 1 Pecalukan Prigen Pasuruan, hal ini terbukti dari data yang diperoleh saat penelitian. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar guru memilih metode yang tepat dan kreatif dalam mencoba ide baru agar anak aktif dalam proses pembelajaran serta anak tidak merasa cepat bosan, misalnya dengan menerapkan metode eksperimen
Analysis of Teacher-Created Songs and The Value of Character Education AT KB IT H. Djoepri Jepara
Analysis Of Teacher- Created Songs And The Value Of Character Education AT KB IT H. Djoepri Jepara. Analyses the primary aspect, constituting: To begin with, the structure and form of music; Secondly, an analysis of the significance of character education as expressed in a composed song. Utilising a qualitative analytic research design and a multidisciplinary approach, these two facets of the Ministry of National Education Research and Development Centre For Curriculum are meticulously examined in relation to the fundamental form and structure of music. This writing\u27s data collection method includes interviews, documentation studies, literature reviews, and observational studies. This study employs the triangulation method to assess the validity of the data. Triangulation entails the subsequent stages: data reduction, data analysis, inference, and data presentation. Result of research: Initially, the musical structure of the song "Come In" comprises seven phrases, seventeen motifs, and two preceding and subsequent themes. Furthermore, an examination of the character education values embodied in the song, namely friendship and communication, religious values, discipline, and hard work. The author proposes the following recommendations for policy stakeholders: 1. Educators should strive to enhance the learning process by incorporating character education principles more deeply, preferably through the use of more humane (emotional) approaches; 2. Policy stakeholders should provide educational materials on learning songs appropriate for the preschool level; 3. Parents must encourage their children\u27s active participation in school affairs, particularly with regard to the inculcation of character education values
