50 research outputs found

    IbM Anak usia prasekolah di TK 'Aisyiyah Padang

    No full text
    Dalam mempersiapkan anak usia prasekolah untuk perubahan gaya hidup yang paling bermakna atau mulai sekolah, maka diperlukan kombinasi dari berbagai aspek pertumbuhan dan perkembangan anak yaitu biologis, psikososial, kultural, kognitif, spiritual dan sosial selama periode prasekolah (usia 3 sampai 5 tahun). Berbagai macam permainan yang dapat mengembangkan kemampuan anak, seperti bermain peran, puzzle, dan origami. Salah satu upaya untuk mengetahui perkembangan motorik halus dan kognitif anak usia prasekolah adalah dengan menggunakan terapi bermain: origami. Berdasarkan hasil observasi di Taman Pendidikan Kanak-Kanak Aisyiah Padang, dapat terlihat anak-anak masih belum dapat mengembangkan kemampuan mengenal benda dan membentuk benda. Anak dapat menggunting dan menempel kertas tapi belum rapi dan tidak sesuai dengan pola. Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan perkembangan motorik halus anak usia prasekolah dan daya kreativitas anak. Sasaran dari program ini adalah murid TK ‘Aisyiyah Padang. Metode pelaksanaan program IBM ini mencakup beberapa tahapan yaitu tahap persiapan meliputi: mempersiapkan izin lokasi, desain media edukasi yang tepat untuk anak dan alat permainan. Tahap kedua yaitu pelaksanaan meliputi identifikasi karakteristik anak, tahap pertumbuhan dan perkembangan dengan menggunakan KPSP, sosialisasi program kepada pihak sekolah, melaksanakan terapi bermain: origami, dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan. Tahap ketiga adalah tahap evaluasi mencakup penilaian perkembangan motorik halus anak 1 minggu setelah pelaksanaan kegiatan. Target luaran yang diharapkan dari penelitian ini adalah publikasi ilmiah dalam jurnal nasional yang terakreditasi, prosiding pada seminar ilmiah berskala nasional/internasional, rumusan pendekatan intervensi yang tepat dalam mengembangkan ketrampilan motorik halus pada anak dan pengayaan bahan ajar keperawatan anak

    Teknologi elektronis pengkajian nyeri kronis pada anak dan remaja

    No full text
    Chronic pain in children and adolescents is a problem that can affect every aspect of individual functions. The big change in the quality of life of a child dealing with chronic pain. Impaired function generally occurs ie sleeping, employment, social functioning and daily activities. Monitoring of chronic pain should be a concern to the clinician in monitoring the way the pain so as to provide effective care and treatment. Pain is a subjective thing and needs expressed by individuals who experience such pain. One method of assessment of chronic pain in children and adolescents that can be applied in clinical practice is the use of electronic pain diary that combines handheld hardware technology advances such as smart phones and PDAs with pain assessment software program innovations that have proven their quality index. In order to use this application to apply the necessary attention to the ethical aspects, financial aspects of the tools and training, aspects of change in perspective on the importance of understanding the chronic pain patient in order to change behavior. Keywords: chronic pain, pain assessment, electronic pain diary, technolog

    SERTIFIKAT ORAL PRESENTER THE 6th PINC

    No full text

    Penentuan durasi pemberian low-molecular-weight heparin secara SC pada pasien Sindrom Koroner Akut

    No full text
    Penggunaan Low-Molecular-Weight Heparin secara subkutan telah direkomendasikan pada penatalaksanaan Sindroma Koroner Akut. Namun efek samping pemberian LMWH berupa memar terlihat pada 20,6 % sampai 88,9 % (de Campos, da Silva, Beck, Secoli & de Melo Lima, 2013). Perlu diketahui durasi terbaik penyuntikan LMWH secara subkutan yang dapat diaplikasikan dengan kejadian dan luas memar yang rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perbedaan kejadian dan luas memar setelah 48 jam pada lokasi penyuntikan Low Molecular Weight Heparin secara subkutan pada pemberian dengan durasi 10 detik dengan durasi 20 detik. Penelitian quasi eksperimental dengan pendekatan posttest only Equivalen control group design ini dilakukan di Pusat Jantung Regional RS Dr M Djamil Padang. Sampel adalah 35 orang penderita Sindroma Koroner Akut yang mendapat terapi Low-Molecular-Weight Heparin berusia > 35 tahun, dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Variabel independen adalah penyuntikan LMWH secara subkutan dengan durasi 10 detik dan dengan durasi 20 detik sedangkan variabel dependen adalah kejadian dan luas memar pada area penyuntikan LMWH secara subkutan setelah 48 jam. Analisa data dilakukan secara deskriptif dan dengan menggunakan uji Marginal Homogenity. Derajat kemaknaan secara statistic ditetapkan pada nilai p=0,05.Hasil penelitian menunjukkan 54,29% responden dengan durasi penyuntikan 10 detik mengalami memar (2,86% mengalami memar besar) dibandingkan dengan 28,57% responden dengan penyuntikan 20 detik mengalami memar (2,86% mengalami memar besar). Terdapat perbedaan bermakna kejadian dan luas memar pada kedua kelompok. Durasi injeksi 20 detik dapat mengurangi kejadian dan luas memar pada penyuntikan LMWH secara subkutan. Kata kunci: Low molecular weight heparin, memar, durasi injeksi, 20 deti

    Pengalaman emosional anak usia sekolah melalui menggambar

    No full text
    Hospitalisation is often stressful for children and sometimes are not able to verbally expressed. Drawing is a non-verbal communication techniques that can be used for exploring the emotional experience of children who are hospitalised with a non-threatening way. The purpose of this study was to determine the emotional experience of school-age children through drawing on the children’s ward of Dr. M. Djamil Hospital in Padang. This study used qualitative methods with phenomenological approach. The study found three main themes: (1) a variety of reasons participants about the image created, (2) participants’ response to a pleasant experience, and (3) participants’ response to the sad and painful experience. It can be concluded that the expression of the emotional experience of school age children who are hospitalised through the drawing can deliver their thoughts and feelings and their response to emotional experience in the hospital something that is not fun. Keywords: communication, drawing, emotional experienc

    Teknologi Elektronis Pengkajian Nyeri Kronis pada Anak-anak dan Remaja

    No full text
    Chronic pain in children and adolescents is a problem that can affect every aspect of individual functions. The big change in the quality of life of a child dealing with chronic pain. Impaired function generally occurs i.e., sleeping, employment, social functioning, and daily activities. Monitoring of chronic pain should be a concern to the clinician in monitoring the way the pain so as to provide effective care and treatment. Pain is a subjective thing and needs expressed by individuals who experience such pain. One method of assessment of chronic pain in children and adolescents that can be applied in clinical practice is the use of electronic pain diary that combines handheld hardware technology advances such as smartphones and PDAs with pain assessment software program innovations that have proven their quality index. In order to use this application to apply the necessary attention to the ethical aspects, financial aspects of the tools and training, aspects of change in perspective on the importance of understanding the chronic pain patient in order to change behavior

    Pengalaman Emosional Anak Usia Sekolah Melalui Menggambar Di Bangsal Anak Rs Dr. M. Djamil Padang

    No full text
    Hospitalisasi seringkali menimbulkan stres bagi anak dan kadangkala tidak mampu diungkapkan secara verbal. Menggambar merupakan teknik komunikasi non verbal yang dapat digunakan untuk mengeskplorasi pengalaman emosional anak yang dihospitalisasi dengan cara yang tidak mengancam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengalaman emosional anak usia sekolah melalui menggambar di bangsal anak RS Dr. M. Djamil Padang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian didapatkan tiga tema utama yaitu (1) berbagai alasan partisipan mengenai gambar yang dibuat, (2) respon partisipan terhadap pengalaman yang menyenangkan, dan (3) respon partisipan terhadap pengalaman yang menyedihkan dan menyakitkan. Dapat disimpulkan bahwa ungkapan pengalaman emosional anak usia sekolah yang dihospitalisasi melalui menggambar dapat menyalurkan pikiran dan perasaan mereka dan respon anak terhadap pengalaman emosinal di rumah sakit adalah sesuatu yang tidak menyenangkan

    Quality of life of acute lymphoblastic leukemia's children PedsQL 4.0 Generic Core Scale

    No full text
    This study was aimed to determine factors that associated with quality of life of acute lymphoblastic leukemia’s children who undergoing chemotherapy in Dr. M. Djamil Hospital, Padang. The quantitative study with cross sectional approach has been done to 25 children by consecutive sampling. Data collection was using PedsQLTM (Pediatrics Quality of Life) 4.0 Generic Core Scale and nurse’s role (Cronbach α = 0,90). The results revealed that there was a relationship between chemotherapy phase and nurse’s role with generic quality of life (p<0,05). Nurse’s role was a predominant factor of generic quality of life. Thus, it is necessary to increase role of nurse by giving education about treatment and management of chemotherapy side effects. Key words: chemotherapy phase, nurse’s role, generic quality of lif
    corecore