1,720,971 research outputs found
ANALISIS KEWIRAUSAHAAN SEBAGAI VARIABEL BARU PENENTU KINERJA USAHATANI DAN PENGUJIANNYA MELALUI MODEL SEM (STRUCTURAL EQUATION MODEL) [ ANALYSIS OF ENTREPRNEURSHIP AS NEW DETERMINANT FACTOR TO FARM PERFORMANCE AND THE TESTING IN THE STRUCTURAL EQUATION
Penelitian ini bertujuan untuk menguji (i) hubungan antara kinerja pertanian dan faktor penentu dalam Structural Equation Model (SEM) sebagai model fit, (ii) untuk menganalisis pengaruh kewirausahaan terhadap kinerja pertanian, (iii) untuk menguji apakah kewirausahaan dapat dimasukkan sebagai faktor produksi baru selain lahan, tenaga kerja, modal, dan manajemen. Penelitian ini dilakukan pada usahatani padi SRI (system of rice intensification) berada di Kabupaten Prambanan Kabupaten Sleman di Provinsi Yogyakarta karena sebagai pilot project untuk SRI. Data primer penelitian ini menggunakan diekstrak dari 125 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara langsung kepada responden berdasarkan daftar pertanyaan dipersiapkan. Penelitian ini menerapkan model persamaan struktural. Berdasarkan analisis ternyata ont bahwa: (i) model SEM adalah model fit, itu berarti bahwa model dapat dianggap sebagai model pembangunan untuk menggambarkan hubungan antara kinerja pertanian dan faktor-faktor penentu, (ii) entrepreneuship mempengaruhi pertanian kinerja, hasil analisis ini memperkuat keinginan untuk membuat kewirausahaan sebagai variabel baru dalam kinerja pertanian, (iii) kewirausahaan berpengaruh pada produktivitas pertanian, hasil adalah temuan baru sehingga kewirausahaan dapat dianggap sebagai faktor produksi baru, selain faktor-faktor produksi, tanah, tenaga kerja, modal, dan manajemen. Namun, hasil dari analisis ini adalah penting untuk dilanjutkan dalam penelitian pada komoditas lainnya. Kata kunci: Model persamaan struktural, kewirausahaan petani, kapasitas manajemen, kinerja pertania
TAFSIR AL-QUR’AN TENTANG TEORI PENDIDIKA ISLAM: Persepektif Pendidikan Islam Di Indonesia
Artikel ini berupaya membahas tentang pendidikan Islam ditinjaudari perpektif al-Qur’an dan realisasinya di Indonesia. Al-Qur’ansecara jelas memuat beberapa kalimat yang mengandung maknapendidikan, seperti darasa, rabb, ‘alima, dan faqiha.Manusia tentumembutuhkan segala pengetahuan sehingga dapat melaksanakanmandat Allah sebagai khalifah f al-ardhsecara tepat. Manusiaadalah makhluk yang efiien dalam menyampaikan gagasangagasannya kepada individu lain. Manusia juga memiliki bekalkecakapan yang memungkinkan dirinya untuk berpikir danberpengetahuan. Al-Qur’an juga menegaskan pentingnyamenggunakan kemampuan berpikir tentang dirinya sendiri,tumbuh-tumbuhan, bumi, langit, hewan dan sebagainya, sehinggatujuan pendidikan Islam dapat tercapai yang meliputi pencapaiankesempurnaan manusia yang puncaknya adalah kedekatan kepadaAllah Swt., dan perolehan kesempatan manusia yang puncaknyaadalah kebahagiaan dunia dan akhirat. Pendidikan di Indonesiasebenarnya telah banyak mengalami perubahan atau pembaharuanagar produk pendidikan tetap relevan dengan segala kebutuhanbaik kebutuhan dunia kerja ataupun prasyarat pendidikan lanjut.Namun meskipun perkembangan pendidikan di Indonesiasecara kuantitatif mengalami kemajuan, tetapi pemberdayaanmasyarakat secara luas sebagai cermin dari keberhasilan itu, masihsulit terealisasi, karena sistem pendidikannya masih terkungkung dalam paradigma-paradigma yang tunduk pada kekuasaan otoriterdan memperbodoh rakyat, terlebih ketika orde baru berkuasa
Model Pemberdayaan Potensi Lokalita Kontemporer Menuju Kemandirian Ekonomi Darmadji
Kemandiran ekonomi menjadi isu yang sangat penting tidak hanya dalam pembangunan nasional tetapi bahkan menjadi salah satu Agenda Pembangunan Global 2030 (sustainable development goals/SDGs). Selama ini, upaya menuju kemandirian ekonomi antara lain ditempuh melalui program pemberdayaan klasik yang masih bertumpu pada tiga pilar pendekatan enabling, protecting, dan empowering. Sebaliknya pemberdayaan  model kontemporer yang memadukan model pemberdayaan klasik dan model kekinian masih sangat langka. Pengabdian ini bertujuan memberdayakan petani berbasis pendekatan lokalita kontemporer menuju kemandirian ekonomi. Metode kegiatan dalam jangka pendek adalah menumbuhkan jiwa kewirausahaan ibu-ibu PKK melalui edukasi kewirausahaan, yang dipadukan dengan kegiatan backstopping, enabling, empowering dan protecting. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa: (1) setelah diberi edukasi tentang kewirausahaan dan sekaligus dilakukan pendampingan, telah berhasil menumbuhkan dan semangat berwirausaha, dari semula yang tidak mencoba bertanam menjadi mau bertanam dengan menerapkan system pertanian hidroponik. Meskipun hasil dipercobaan pertama masih belum memusakan, namun mereka masih semangat untuk terus bersemangat berhidroponik. (2) sebagai upaya untuk menumbuhkan semangat dalam berhidroponik, maka telah disepakti untuk dilakukan loba pertumbuhan tanaman hidroponik antar RT. Tingginya semangt para ibu-ibu ini penting untuk terus dijaga dan ditumbuhkan. Oleh karena itu, kegiatan yang dilakukan selanjutnya adalah mendampingi mereka sampai berhasil menuju perbaikan ekonomi keluarga bahkan menuju pembentukan badan usaha ekonomi RW
MODEL PEMBERDAYAAN POTENSI LOKALITA KONTEMPORER MENUJU KEMANDIRIAN EKONOMI
Kemandiran ekonomi menjadi isu yang sangat penting tidak hanya dalam pembangunan nasional tetapi bahkan menjadi salah satu Agenda Pembangunan Global 2030 (sustainable development goals/SDGs). Selama ini, upaya menuju kemandirian ekonomi antara lain ditempuh melalui program pemberdayaan klasik yang masih bertumpu pada tiga pilar pendekatan enabling, protecting, dan empowering. Sebaliknya pemberdayaan  model kontemporer yang memadukan model pemberdayaan klasik dan model kekinian masih sangat langka. Pengabdian ini bertujuan memberdayakan petani berbasis pendekatan lokalita kontemporer menuju kemandirian ekonomi. Metode kegiatan dalam jangka pendek adalah menumbuhkan jiwa kewirausahaan ibu-ibu PKK melalui edukasi kewirausahaan, yang dipadukan dengan kegiatan backstopping, enabling, empowering dan protecting. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa: (1) setelah diberi edukasi tentang kewirausahaan dan sekaligus dilakukan pendampingan, telah berhasil menumbuhkan dan semangat berwirausaha, dari semula yang tidak mencoba bertanam menjadi mau bertanam dengan menerapkan system pertanian hidroponik. Meskipun hasil dipercobaan pertama masih belum memusakan, namun mereka masih semangat untuk terus bersemangat berhidroponik. (2) sebagai upaya untuk menumbuhkan semangat dalam berhidroponik, maka telah disepakti untuk dilakukan loba pertumbuhan tanaman hidroponik antar RT. Tingginya semangt para ibu-ibu ini penting untuk terus dijaga dan ditumbuhkan. Oleh karena itu, kegiatan yang dilakukan selanjutnya adalah mendampingi mereka sampai berhasil menuju perbaikan ekonomi keluarga bahkan menuju pembentukan badan usaha ekonomi RW
PENGUATAN UMKM RANDUAGUNG BERBASIS MANAJEMEN PEMASARAN
Randuagung merupakan salah satu desa di kecamatan Singosari yang memiliki potensi ekonomi untuk dikembangkan. Terdapat banyak usaha kecil berbasis produk pertanian yang digeluti oleh warga desa. Sebagai upaya untuk menumbuhkuatkan berbagai usaha kecil tersebut maka pemerintah desa setempat bereinginan untuk memiliki outlet penjualan produk UMKM khas Randuagung. Berkaitan dengan keinginan tersebut, maka kegiatan pengabdian yang dilakukan ini bertujuan untuk mewujudkan keinginan tersebut melalui penguatan disisi manajemen pemasaran. Kegiatan pengabdian ini terfokus pada penekanan di aspek menejemen pemasaran. Kegiatan yang dilakukan masih terbatas memberikan sarana dan prasarana penunjang pengoperasian pelayanan transaksi jual beli, yaitu memberikan bantuan yang digunakan untuk mendukung pengdaan computer. Kegiatan kedua adalah memberikan pendampingan dalam merumuskan berbagai rencana untuk memperbaiki tampilan di outletnya. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa para UMKM begitu bersemangan dengan adanya outlet penjulan produk UMKM mereka yang representative, letaknya strategis dan luas serta bagus. Terhitung ada 10 pelaku UMKM yang menaruh produk-produknya di outlet tersebut. Antosias parta pelaku UMKM antara lain ditunjukkan dari hamper penuhnya rak-rak yang ditempatkan sebagai tempat untuk memajang produk UMKM nya. Secara garis besar ada empat jenis produk yang dihasilkan warga setempat yaitu berupa makanan (camilan), minuman, kain-kaim batik, dan produk berupa beras. Perkembangan hasil lain yang sudah dicapai ditunjukkan oleh adanya perubahan nama pusat oleh-oleh yaitu “De’ BLOONJO†baik yang tertulis di banner maupun di billboard yang dipasang ditepi jalan.Â
PEMBUATAN MAKANAN SIOMAY BANDUNG, KUE BALOK, PEYEK KACANG, SAMBAL PECEL DAN MINUMAN SUSU KEKINIAN
Dengan adanya kasus Covid-19 yang muncul dan berkembang sehingga banyak yang menjadi korban, berdampak pada meredamnya penjualan bahan makanan jadi. Namun ketika akhir-akhir ini (sebelum pengabdian), penjualan baru mulai lancer atau ramai kembali. Namun demikian kondisinya masih relative, yaitu kadang-kadang ada pembeli, kadang-kadang tidak ada pembeli, sangat erat dengan kondisi pandemi covid. Dengan kondisi yang kurang banyak pembeli, pelaku pengabdian mencoba menawarkan untuk membuat makanan jadi dari luar daerah (Yogyakarta), yaitu bakpia, geplak Bantul dan lainnya. Namun mitra tidak tertarik untuk memproduksi, karena hanya menginginkan produk yang disajikan di Rumah. Untuk pelaku pengabdi menawarkan produk : Siomay Bandung, Kue Balok, Peyek Kacang, Minuman Susu Kekinian, dan Sambal pecel. Adapun tujuan pengabdian ini memampukan kegiatan ekonomi warga di RT 09 Perumahan Banjar Arum Asri, Banjararum, Singosari, Malang. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi contoh untuk menggiatkan kegiatannya sehingga pendapatnnya dapat meningkat. Dalam kegiatan pengabdian ini dengan melibatkan 1 mitra rumah tangg
The Testing of Entrepreneurship as The Attempt to Remodel The Factor of Production in The Rice Farming
The objective of this study was to test whether entrepreneurship can be included as a new production factor in farming business management. This study was intended to make improvement of classic economic factors of production. To achieve the purpose, the research was conducted on the rice farming at Pakis and Karangploso districts of Malang Regency, East Java. Methods analysis used were Structural Equation Modeling (SEM) with PLS smart program. Primary data was collected from the farmers by interviews based on a list of prepared questions. The analysis result showed that entrepreneurship had direct effect to increase on the performance of paddy farming. This result makes more reinforced to incorporate entrepreneurship as new factor of production in farm management. The classic theory of factor of production was important to be updated because there are many empirical facts that conceptually had influence to the farming production. One of empirical facts was internal potential that owned by every farmer which is called as entrepreneurship spirit.JEL Classification: D24, L26, Q1
PSIKOEDUKASI UNTUK MENINGKATKAN EFIKASI DIRI PENYANDANG DISABILITAS
Penyandang disabilitas mempunyai permasalahan yang sangat kompleks dalam hidupnya terutama terkait dengan kecacatan yang dimilikinya. Salah satu permasalahan yang dihadapai adalah mengenai penerimaan dirinya. Tidak mudah bagi penyandang disabilitas untuk dapat menerima dirinya. Berdasarkan hasil asesmen wawancara dan observasi, permasalahan yang dihadapi oleh para penyandang disabilitas dan lembaga yang menaungi para penyandang disabilitas adalah rasa malu dan tidak percaya diri dikarenakan kurangnya pengetahuan, keterampilan serta keyakinan pada penyandang disabilitas, yang berakibat pada efikasi diri pada para penyandang disabilitas. Untuk meningkatkan efikasi diri pada penyandang disabilitas salah satunya dengan psikoedukasi efikasi diri. Psikoedukasi bersifat fasilitatif dan rehabilitatif yang dilakukan sebanyak 5 sesi. Psikoedukasi yang diberikan dalam bentuk penyampaian materi, materi fasilitator dan motivator, pemutaran video, ice breaking, diskusi dan tanya jawab disertai dengan angket pre-test dan post-test guna mengukur efikasi diri sebelum dan sesudah psikoedukasi. Tujuan pemberian intervensi ini adalah untuk meningkatkan penerimaan diri pada penyandang disabilitas dengan materi motivasi sehingga diharapkan dapat meningkatkan keyakinan diri dan usahanya atau tidak menyerah ketika dihadapkan pada suatu permasalahan. Dan didukung dengan pembekalan keterampilan dari materi fasilitator. Dimana hasil dari intervensi menunjukan adanya peningkatan efikasi diri pada komunitas disabilitas dengan peningkatan mean sebesar 0,1277
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
- …
