1,721,542 research outputs found

    Perbandingan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa Dalam Pembelajaran Problem Based Instruction Dan Pembelajaran Problem Based Instruction Dengan Pendekatan Saintifik Pada Materi Pokok Aritmatika Sosial Kelas VII Semester Ganjil

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa materi pokok aritmatika sosial pada model pembelajaran matematika PBI dan PBI dengan pendekatan saintifik. Model penelitian eksperimen mengacu pada model PBI dan PBI dengan pendekatan saintifik. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII-E sebagai kelas eksperimen dan kelas VII-F sebagai kelas kontrol SMPN 11 Jember pada semester ganjil tahun akademik 2015-2016. Data penelitian diperoleh dari lembar validasi, lembar observasi aktivitas guru dan siswa, dan angket. Validitas instrumen secara berturut-turut adalah 0,5577; 0,5742; 0,8822. Tingkat keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol secara keseluruhan soal nilai Asymp.Sig. (2-tailed) 0,207. Tingkat keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol soal level C4 (menganalisis) nilai Asymp.Sig. (2-tailed) 0,029, soal level C5 (mengevaluasi) nilai Asymp.Sig. (2-tailed) 0,878, dan soal level C5 (mengkreasi) nilai Asymp.Sig. (2-tailed) 0,009. Perbedaan nampak dari model pembelajaran PBI dan PBI dengan pendekatan saintifik pada level soal C4 dan C6

    Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Scientific Approach dengan Discovery Learning Terintegrasi HOTS Materi Pola Bilangan Kelas VII SMP

    No full text
    Pergantian Kurikulum 2013 dengan menggunakan pendekatan ilmiah atau scientific approach pada pelaksanaan pembelajaran di Indonesia saat ini menjadi salah satu cara yang dilakukan pemerintah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Salah satu pendekatan pembelajaran yang berkarakter ilmiah adalah pendekatan discovery learning. Berdasarkan survey awal peneliti, guru membutuhkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dalam proses pembelajarannya di kelas pada sekolah-sekolah yang menggunakan Kurikulum 2013. Oleh karena itu, peneliti mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berbasis scientific approach, yaitu terdapat tahapan 5M (Mengamati, Menanya, Menalar, Mencoba, dan Mengkomunikasikan) dengan menggunakan model pembelajaran discovery learning dimana tahap-tahap discovery learning akan dimunculkan dari identifikasi masalah, pembuktian sampai dengan kesimpulan. Selain itu, akan diintegrasikan keterampilan berpikir tingkat tinggi dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan menganalisis, mengevaluasi serta kegiatan mencipta. Pengembangan perangkat pembelajaran dengan menggunakan model pengembangan Plomp yang terdiri dari 5 fase, yaitu: (1) preliminary investigation (investigasi awal), (2) fase design (desain), (3) fase realization/ construction  (realisasi/ konstruksi), (4) fase  test, evaluation, and revision (tes, evaluasi, dan revisi), dan (5) Fase implementation (implementasi). Penelitian pengembangan ini pada materi Pola bilangan di Kelas VII SMP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran memenuhi tiga kriteria, yaitu valid, praktis dan efektif sehingga perangkat pembelajaran ini diharapkan dapat digunakan sebagai salah satu alternatif untuk mengatasi permasalahan yang sering dihadapi guru maupun siswa

    Super Antimagic Total Selimut pada Amalgamasi Graf Roda dalam Mengasah Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi

    No full text
    Suatu selimut dari graf G adalah H={H1, H2, H3, ..., Hk} keluarga subgraf dari G dengan sifat setiap sisi di G isomorfik dengan H. Pelabelan super (a,d)-H-antimagic total selimut pada graf G dengan v titik dan e sisi didefinisikan sebagai fungsi bijektif V(G)E(G) ke bilangan bulat positif {1, 2, 3, ..., |V(G)|+|E(G)|} dengan sifat bahwa setiap subgraf dari G yang isomorfik dengan H dimana H juga subgraf dari G yang mempunyai total label sedemikian hingga bobot selimutnya membentuk barisan aritmatika. Pelabelan super (a,d)-H-antimagic total selimut dapat kaitkan dalam mengasah keterampilan berpikir tingkat tinggi berdasarkan taksonomi Bloom yang telah direvisi. Pada penelitian ini, akan dibahas mengenai pelabelan super (a,d)-H-antimagic total selimut pada amalgamasi graf roda dalam mengasah keterampilan berpikir tingkat tinggi

    Nilai Kromatik Pewarnaan Titik r-Dinamis pada Graf Pm ʘ Fn Serta Kaitannya dalam Mengasah Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi

    No full text
    Misal G adalah graf sederhana, konektif dan tak berarah. Pewarnaan k-warna pada graf G, dapat didefinisikan sebagai pemetaan c : V (G) →S, dimana |S| = k, maka tidak ada warna yang sama yang diberikan pada dua titik yang bertetangga. k-warna r-dinamis adalah setiap k-warna c pada G memenuhi |c(N(v))| min{r, d(v)} setiap titik v di V(G), dimana N(v) adalah tetangga dari v dan c(S) = {c(v) : v ∈ S}. Nilai kromatik r-dinamis adalah nilai k yang minimal sehimgga G memenuhi pewarnaan k warna r-dinamis yang dinotasikam dengan χr(G). Dalam artikel ini akan dikaji mengenai nilai kromatik pewarnaan titik r-dinamis pada graf Pm ʘ Fn untuk mengasah keterampilan tingkat tinggi. Hasil penelitian ini diperoleh tahapan-tahapan Taksonomi Bloom revisi (tahap mengingat, memahami, menerapkan, menganalisa, mengevaluasi, dan mencipta) dari proses pewarnaan titik r-dinamis pada graf Pm ʘ Fn

    Analisis Super (a,d) – S3 Antimagic Total Dekomposisi Graf Helm dalam Mengasah Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi

    No full text
    Sebuah graf G(V,E) mempunyai H-selimut jika setiap sisi E pada subgraf G isomorfis dengan H. Sebuah (a,d)-H antimagic total selimut pada graf G adalah fungi bijektif dari {1, 2, …., |V(G)+|E(G)|} menyatakan seluruh subgraf H0 yang isomorfis dengan H dan mempunyai total w(H) dari barisan aritmatik {a , a + d, a + 2d,.....,a + (t-1)d}, dimana a dan d adalah bilangan bulat positif dan t adalah bilangan dari seluruh subgraf H0 yang isomorfis ke H. Setiap pelabelan disebut super jika {1, 2,....., |V(G)|}. Pelabelan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pelabelan Dekomposisi, sedangkan graf yang digunakan adalah graf Helm. Graf Helm konektif memiliki super (a,d)-S3 antimagic total dekomposisi untuk , namun d yang di temukan yaitu Sedangkan graf Helm diskonektif memiliki super (a,d)-S3 antimagic total dekomposisi untuk namun yang ditemukan yaitu . Penelitian ini dikaitkan dengan High Order Thinking Skills (HOTS) menurut taksonomi Bloom yang sudah direvisi oleh Andrson. Tahapan taksonomi Bloom tersebut yaitu mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta

    Pemodelan Numerik Penyebaran Semen Tulang Akrilik dengan Teknik Vertebroplasty

    No full text
    Kesehatan adalah hal yang selalu dijaga oleh masyarakat, perkembangan teknologi di bidang kesehatan selalu berkembang, dimana salah satunya adalah cara untuk menyembuhkan tulang dengan menyuntikkan semen tulang akrilik dalam teknik vertebroplasti. Salah satu faktor mengapa kebutuhan untuk perkembangan tulang yang sehat karena tulang akan menurun kemampuan untuk disebabkan oleh penuaan di mana gerakan manusia akan terhambat dan sangat berbahaya. salah satu faktor yang mempengaruhi proses injeksi semen tulang akrilik adalah sudut injeksi. Dalam penelitian ini dibangun model bentuk kecepatan penyebaran semen tulang bahwa masalah akan diselesaikan dengan metode volume hingga. Proses simulasi model yang akan dilakukan dengan menggunakan Matlab. Model ini akan dibangun berdasarkan tingkat kerusakan jaringan tulang dan sudut injeksi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa sudut injeksi mempengaruhi kecepatan penyebaran semen tulang, dimana semakin besar sudut injeksi kecepatan penyebaran semakin kecil dan hasil dari penelitian ini juga digunakan sebagai bahan ajar

    Pengembangan Soal Matematika Tipe PISA Pada Konteks Masyarakat Untuk Mengukur Kemampuan Literasi Matematika Siswa SMP

    No full text
    Penelitian ini mengembangkan perangkat berupa soal matematika tipe PISA pada konteks masyarakat guna mengukur kemampuan literasi matematika siswa SMP. Literasi matematika merupakan kemampuan seseorang untuk merumuskan, menerapkan dan menafsirkan matematika dalam berbagai konteks masalah, termasuk kemampuan melakukan penalaran secara matematis dan menggunakan konsep, prosedur, dan fakta untuk menggambarkan, menjelaskan dan memperkirakan fenomena. Terdapat empat konteks dalam literasi matematika, salah satunya adalah konteks masyarakat. Permasalahan yang sering dimunculkan pada konteks ini, seperti sistem voting, kebijakan publik, transformasi umum, demografi, statistik nasional, dan masalah ekonomi. Metode yang digunakan pada pengembangan perangkat ini merupakan metode 4D, Thiagaradjan. Tahap-tahap 4D adalah pendefinisian, perencanaan, pengembangan, dan penyebaran. Perangkat yang dihasilkan pada penelitian ini adalah berupa lembar kisi-kisi soal, paket soal, alternative jawaban soal, pedoman penskoran, dan pedoman nilai pelevelan. Berdasarkan hasil validasi, perangkat yang dikembangkan memenuhi kategori “baik” dengan nilai 3,29. Nilai reliabilitas soal yang dikembangkan seluruhnya lebih besar dari 0,6 dan kurang dari 0,8. Sehingga soal yang dikembangkan masuk dalam interpretasi reliabilitas tinggi. Berdasarkan kevalidan dan kereliabilitasan yang diperoleh pada perangkat yang dikembangkan, maka dapat dikatakan perangkat siap dan layak untuk digunakan. Perangkat yang dikembangkan diujicobakan di SMP Negeri 11 Jember kelas VIII-D. Berdasar ujicoba tersebut, diperoleh 16,667% siswa berkemampuan literasi matematika level 2, 10% siswa level 3, 46,667% siswa level 4, dan 26,667% siswa level 5

    Pengembangan Paket Soal Model PISA Konten Space and Shape untuk Mengetahui Level Literasi Matematika Siswa SMP

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan hasil pengembangan berupa konversi level kemampuan literasi matematika, kisi-kisi soal model PISA, paket soal model PISA. Ketiga tahapan uji coba adalah one-to-one , group, dan field test. Tahapan one-to-one yang diujikan pada 4 siswa kelas IX, tahapan group diujikan pada 8 siswa kelas IX, dan tahapan field test diujikan pada seluruh siswa kelas IXA. Siswa yang diambil pada setiap tahapan adalah siswa yang berbeda. Ketiga tahapan ini menghasilkan koefisien validitas paket soal A yang terdiri dari 8,33% sangat rendah, 8,33% rendah, 25% sedang, 33,33% tinggi dan 25% sangat tinggi, sedangkan pada paket B terdiri dari 33,33% rendah, 50% tinggi, dan 16,67% sangat tinggi; reliabilitas paket soal A  sebesar 0,87247 dengan interpretasi sangat tinggi sedangkan paket B sebesar 0,78634 dengan interpretasi tinggi; tingkat kesukaran pada paket A terdiri dari 83,33% soal kategori sedang, dan 16,67% soal kategori sukar, sedangkan paket B terdiri dari 33,33% soal kategori mudah, 58,33% soal kategori sedang, dan 8,33% soal kategori sukar; daya pembeda paket soal A terdiri dari 8,33% jelek, 16,67% cukup baik, 25% baik dan 50% sangat baik, sedangkan paket soal B terdiri dari 16,67% jelek, 8,33% cukup baik, 33,33% baik dan 41,67% sangat baik; level literasi matematika seluruh siswa yang diuji adalah 50% siswa berlevel di bawah 1, 7,14% siswa berlevel 1, 9,52% siswa berlevel 2, 16,67% siswa berlevel 3, 2,38% siswa berlevel 4, 4,76% siswa berlevel 5, dan 9,52% siswa berlevel 6. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa paket tes ini sudah dapat disebarluaskan

    Super (a,d)-Aop Anti Ajaib Total Dekomposisi Graf Shackle Generalisasi Antiprisma untuk Pengambangan Ciphertext dan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi

    No full text
    Suatu graf G dikatakan terdekomposisi oleh H jika H={H1, H2, ..., Hi} adalah keluarga dari graf G dimana setiap sisi di G termuat pada tepat satu graf Hi dan setiap Hi isomorfis terhadap H. Graf G memiliki order p dan size q dikatakan suatu super (a,d)-H anti ajaib total dekomposisi jika memiliki fungsi bijektif f : V(G)E(G) ke {1,2,...,p+q} sedemikian hingga bobot total selimut membentuk barisan aritmatika yang memiliki suku awal a dan beda d . Selanjutnya super (a,d)-H anti ajaib total dekomposisi dimanfaatkan untuk mengembangkan ciphertext yaitu mengubah kalimat pesan menjadi pesan rahasia sehingga kerahasian pesan tidak terbaca oleh orang yang tidak berkepentingan. Penelitian ini membahas tentang super (a,d)-anti ajaib total dekomposisi pada graf shackle generalisasi anti prisma Shack (Aop,v,n) untuk pengembangan ciphertext dan mengaitkannya dengan keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS). Hasil dari penelitian ini adalah diperoleh keterkaitan tahapan-tahapan Taksonomi Bloom dengan proses super (a,d)-Aop anti ajaib total dekomposisi pada graf shackle generalisasi anti prisma Shack (Aop,v,n) dan mengembangkan ciphertext. Peneliti menyarankan pada pembaca untuk menemukan partisipada graf diskonektif berdasarkan pada graf konektifnya
    corecore