4 research outputs found

    GAYA KEPEMIMPINAN KYAI MARZULI ADISON DALAM MENINGKATKAN KUALITAS SANTRI PONDOK PESANTREN HUSNUL AMAL KOTABUMI LAMPUNG UTARA

    No full text
    ABSTRAK Gaya kepemimpinan adalah bagaimana seorang pemimpin dapat mempengruhi bawahannya untuk dapat mencapai tujuan organisasi atau seorang pemimpin yang dapat memberikan pengaruh baik atau hal positif dan juga seorang pemimpin dapat menjadi motivasi bagi bawahannya dimana seorang pemimpin menunjukkan sikap dan perilaku yang baik bagi bawahannya.Pondok pesantren adalah lembaga atau organisasi dakwah dengan penekanan kuat pada pendidikan, dimana pendidikan diajarkan untuk lebih memahami ilmu agama. Pendidikan agama di Pondok Pesantren tidak terbatas hanya dua jam sehari selama jam sekolah umum. Secara umum, gayahidup Pondok Pesantren tidak hanya diajarkan sebagai disiplin agama yang ketat; sebaliknya, pendidikan agama diintegrasikan ke dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat umum, khususnya di Pondok Pesantren. Di Pondok Pesantran, pendidikan agama para santri tidak terbatas pada pengajaran tentang Islam dan ajaran-ajarannya; sebaliknya, ajaran Islam berasimilasi, ditafsirkan, dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, Pondok Pesantren Husnul Amal Kotabumi Lamung Utara membutuhkan seorang pemimpin untuk dapat mengarahkan dan membimbing para santri dalam menjalankan kegiatan-kegiatan di Pondok Pesantren dengan tujuan dapat meningkatkan kualitas santri hingga mampu menjadikan santri yang berkualitas dan bermanfaat bagi agama dan negara. Pada penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif yang berbentuk deskriptif dengan jenis penelitian lapangan (field research) dan metode pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data primer diperoleh langsung dari informan yaitu pemimpin pondok pesanten, ustad dan ustadzah pondok pesantren, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku-buku, jurnal ilmiah, dan kepustakaan lainnya yang berkaitan dengan bahasan penelitian penulis. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian kualitatif ini ialah dilakukan saat pengumpulan data sedang berlangsung, serta saat pengumpulan data telah terkecukupi. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa Gaya Kepemimpinan yang di gunakan Kyai Marzuli yaitu gaya kepemimpinan religius�peternalistik dan gaya kepemimpinan karismatik dengan menekanan pada nilai-nilai utama seperti keikhlasan, ketulusan, dan keadilan memberikan pemahaman yang baik tentang filosofi kepemimpinannya.Implementasi di Pondok Pesantren menunjukkan integrasi nilai-nilai religius dalam kehidupan sehari-hari pesantren, iii dan apa yang telah disampaikan Kyai Marzuli Adison menunjukkan pemahaman yang mendalam tentang gaya kepemimpinan religius paternalistik dan komitmen kuat untuk menerapkannya dalam memimpin pesantren. Jawaban tersebut mencerminkan nilai-nilai religius dan pendekatan paternalistik yang inklusif, adaptif, dan berorientasi pada kesejahteraan santri dan masyarakat. Kyai Marzuli Adison memiliki kemampuan menginspirasi dan memotivasi melalui kepribadian dan keteladanan. Ini menunjukkan bahwa beliau menganggap penting peran pemimpin dalam membangun hubungan emosional dan kepercayaan dengan pengikutnya.Penekanan pada integritas, kepercayaan diri, komunikasi, empati, dan visi yang jelas menunjukkan bahwa Kyai Marzuli Adison mengakui pentingnya kualitas pribadi yang kuat dalam kepemimpinan. Ini menunjukkan pemahaman yang mendalam tentang elemen-elemen yang membuat seorang pemimpin efektif. Dan apa yang telah disampaikan Kyai Marzuli Adison menunjukkan bahwa beliau memiliki pemahaman yang mendalam tentang kepemimpinan karismatik, berakar pada nilai�nilai keislaman, dan fokus pada pengembangan pribadi serta hubungan yang tulus dengan pengikutnya. Kata Kunci : Gaya Kepemimpinan, Kualitas Santri, Pondok Pesantren iv ABSTRACT Leadership style is how a leader can influence his subordinates to achieve organizational goals or a leader who can have a good influence or positive things and also a leader can be a motivation for his subordinates where a leader shows good attitudes and behavior for his subordinates. Islamic boarding schools are institutions or da'wah organizations with a strong emphasis on education, where education is taught to better understand religious knowledge. Religious education at Islamic boarding schools is not limited to just two hours a day during public school hours. In general, the Islamic boarding school lifestyle is not only taught as a strict religious discipline; On the contrary, religious education is integrated into daily life in the general community, especially in Islamic boarding schools. At the Islamic Boarding School, the religious education of the students is not limited to teaching about Islam and its teachings; instead, Islamic teachings are assimilated, interpreted, and applied in everyday life. Therefore, the Husnul Amal Islamic Boarding School, Kotabumi, North Lamung needs a leader to be able to direct and guide the students in carrying out activities at the Islamic Boarding School with the aim of improving the quality of the students so that they are able to become quality students who are useful for the religion and the state. In this research the author used a qualitative method in the form of descriptive field research and data collection methods, namely interviews, observation and documentation. Primary data was obtained directly from informants, namely Islamic boarding school leaders, ustad and Islamic boarding school ustadzah, while secondary data was obtained from books, scientific journals and other literature related to the author's research topic. The data analysis technique used in this qualitative research is carried out while data collection is in progress, and when data collection has been sufficient. The results of this research show that the leadership style used by Kyai Marzuli is a religious-peternalistic leadership style and a charismatic leadership style with an emphasis on main values such as sincerity, sincerity and justice, providing a good understanding of his leadership philosophy. Implementation in Islamic boarding schools shows the integration of values. -religious values in the daily life of Islamic boarding schools, and what Kyai Marzuli Adison has conveyed shows a deep understanding of the paternalistic religious v leadership style and a strong commitment to implementing it in leading Islamic boarding schools. This answer reflects religious values and a paternalistic approach that is inclusive, adaptive, and oriented towards the welfare of students and society. Kyai Marzuli Adison has the ability to inspire and motivate through personality and example. This shows that he considers the role of a leader important in building emotional relationships and trust with his followers. The emphasis on integrity, self-confidence, communication, empathy and clear vision shows that Kyai Marzuli Adison recognizes the importance of strong personal qualities in leadership. This shows a deep understanding of the elements that make an effective leader. And what Kyai Marzuli Adison has conveyed shows that he has a deep understanding of charismatic leadership, is rooted in Islamic values, and focuses on personal development and sincere relationships. with his followers. Keywords : Leadership Style, Quality of Santri, Islamic Boarding Schoo

    Konstruksi Prinsip Kebebasan Beragama dan Diskursusnya di Indonesia dalam Perspektif Sejarah Walter Benjamin

    No full text
    Kebebasan beragama merupakan satu isu sentral dewasa ini. Terminologi ini secara konseptual jelas, namun secara faktual, masih jauh dari harapan. Penulis memakai konsep sejarah Walter Benjamin sebagai pisau analisis. Refleksi filosofis Benjamin menandaskan pentingnya kemampuan belajar dari sejarah kelam masa lalu sebagai cahaya yang menuntun para pelaku sejarah masa kini. Tulisan ini bertujuan untuk menunjukkan momentum-momentum historis perkembangan prinsip kebebasan beragama. Pengalaman historis umat Kristen berkaitan dengan kebebasan beragama akan menjadi sumbangan unik tulisan ini. Tujuan lain adalah untuk meneliti proses penerimaan konsep ini menjadi salah satu Hak Asasi Manusia dan diskursus tentangnya di Indonesia. Studi ini merupakan penelitian kepustakaan dengan desain metode kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa baik dokumen Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia maupun Undang-undang Dasar 1945 yang menjamin kebebasan beragama dan berkeyakinan merupakan buah dari refleksi kritis terhadap konteks sejarah kelam masa silam. Sayangnya, beberapa aturan hukum di Indonesia masih terkesan melanggengkan intoleransi. Hal ini terjadi sebagai dampak dari praktik indoktrinasi yang kurang sehat. Semestinya kerukunan-toleransi bukan sesuatu yang dipaksakan oleh negara melainkan diupayakan bersama di antara para penganut berbagai agama, dalam satu kerja sama yang positif dengan negara. Kata-kata Kunci: Eropa, Indonesia, kebebasan beragama, Kristen, Pancasila   Religious freedom is a central issue today. The idea is much clearer conceptually, but its implementation is still far from expectations. The author adopts the historical concept of Walter Benjamin as an analytical tool. Benjamin\u27s philosophical reflection emphasizes the importance of learning from the history of the past as a light that guides the perpetrators of today\u27s history. This paper aims at describing the historical momentum of the principle of religious freedom, and   examining the process of acceptation of this concept as one of Human Rights and its discourse in Indonesia. The historical experience of Christians in relation to religious freedom will be a unique contribution to this paper. This study is a library research with a qualitative method design. The results of this study indicate that both the Universal Declaration of Human Rights and the 1945 Constitution which guarantee religious freedom are the fruit of critical reflection on the historical context of the past. Unfortunately, several laws in Indonesia still seem to perpetuate intolerance. This happens as a result of unhealthy indoctrination practices. Harmony-tolerance should not be imposed by the state, but should be pursued jointly among adherents of various religions, in a positive partnership with the state. Keywords: Christians, Europe, Indonesia, Pancasila, religious freedo

    The optimal passive filters to minimize voltage harmonic distortion at a load bus

    No full text
    This material is posted here with permission of the IEEE. Such permission of the IEEE does not in any way imply IEEE endorsement of any of Brunel University's products or services. Internal or personal use of this material is permitted. However, permission to reprint/republish this material for advertising or promotional purposes or for creating new collective works for resale or redistribution must be obtained from the IEEE by writing to [email protected]. Copyright @ 2005 IEEEA method is presented for finding the optimum fixed inductance-capacitance combination to minimize voltage harmonic distortion at a load bus where it is desired to maintain the displacement power factor at a desired level constraining the compensator values, which would create resonance conditions, and the manufacturers' standard values for power shunt capacitors according to IEEE Standard 18-2002. A comparison study of using the constraint, holding either the displacement power factor or the power factor at a desired value, is done. Finally, the contribution of the newly developed method is demonstrated in six examples taken from existing publications
    corecore