2 research outputs found

    Speaking Anxiety in English Class of Eleventh Graders of SMAN 10 Malang.

    No full text
    ABSTRAK Penthatesia, C. 2017. Speaking Anxiety in English Class of Eleventh Graders of SMAN 10 Malang. Thesis, English Department, Faculty of Letters, State University of Malang. Advisor: 1) Dr. Mirjam Anugerahwati, M.A. 2) Nur Hayati, S.Pd, M.Ed. Key words: Speaking Anxiety, Communication Apprehension, Fear of Negative Evaluation, Test AnxietyThe study was conducted to know the factors that make students anxious while speaking English in class. This study also aimed to know students’ strategies to cope with their anxiety and teacher’s strategy to reduce students’ anxiety. The researcher chose this study because there was very few studies about speaking anxiety in senior high school. The earlier this problem can be detected, the less the problem regarding to speaking anxiety that may happen for students in the next level of education.  The researcher also chose this study because based on the preliminary study, students have little interest while they have to speak in English class. Therefore, the researcher was curious about the factors behind students’ anxiety and how they cope with it. The researcher was also curious about the teacher’s strategies to help students reduce their speaking anxiety.The research design in this study was descriptive qualitative. The participants of this study were the students of 11th grade of SMAN 10 Malang and the English teacher. The researcher acted as human instrument to collect the data. The instrument used in this study were observation sheets, a questionnaire, and an interview guide. The observation sheet was used to describe the detail activities in class. It consists of three aspects considered as the factors affecting students’ speaking anxiety. The researcher took notes both students and teacher activities when the lesson involved speaking activities. The questionnaire that was adapted from Horwitz FLCAS was used to know the factors that make students’ anxious in speaking English. It consists of 33 closed-ended questions asking about students’ feeling toward speaking activity in class. The interview guide was used to know the students’ thoughts about speaking and their strategies to cope with their speaking anxiety. The teacher was also interviewed to know the strategies to reduce the students’ speaking anxiety.The results of this study showed that the students of 11th grade of SMAN 10 Malang experienced at least a moderate level of foreign language anxiety caused by three factors, namely communication apprehension, fear of negative evaluation, and test anxiety. The most influential factors came from their environment; peers and also themselves. There are some of the students who reported that they were afraid to speak in English in front of the class because they were shy and worried about others’ opinion when they made mistakes in speaking. Most of them also reported that they were not comfortable when their peers laughed at them when they made mistakes in speaking. Though, they felt okay to get feedback from the teacher when they made mistakes in speaking activity. Students also said that they have difficulties to arrange their words into the right sentence to express their ideas since they have lack vocabulary and grammar knowledge. Furthermore, students also showed some behavior related to the anxiety such as, stuttering, looking embarrassed, playing their hands, and confused every time they lost some word.The teacher also knew that her students suffered from speaking anxiety. Therefore, the teacher always motivates and encourages the students to speak even though they make mistakes. For the students, students who suffer from anxiety can use some of the strategies stated in this research to overcome their anxiety. Such as preparing the materials well at least a day before the English lesson so that they will be ready anytime the teacher asks them to speak in English. Having a little conversation in English with peers can also be used to decrease the anxiety. It is also suggested that the teacher should make friendly atmosphere to reduce students’ speaking anxiety by using fun speaking activies, group discussion, or games because speaking anxiety can be serious problem that lead the students to be passive in class. For future researchers, it is suggested that they develop an instrument that can study students’ anxiety more deeply. It is also suggested that they also conduct research on internal and external factors that can trigger the speaking anxiety

    Kecemasan Berbicara dalam Kelas Bahasa Inggris Siswa Kelas 11 SMAN 10 Malang.

    No full text
    ABSTRAK Penthatesia, C. 2017. Kecemasan Berbicara dalam Kelas Bahasa Inggris Siswa Kelas 11 SMAN 10 Malang. Skripsi, Jurusan Bahasa Inggris, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: 1) Dr. Mirjam Anugerahwati, M.A. 2) Nur Hayati, S.Pd, M.Ed. Kata Kunci: Kecemasan Berbicara, Communication Apprehension, Fear of Negative Evaluation, Test Anxiety.Penelitian ini diadakan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kecemasan siswa saat berbicara Bahasa Inggris di kelas. Penelitian ini juga ditujukan untuk mengetahui strategi-strategi yang digunakan oleh siswa untuk menghadapi kecemasan mereka dan strategi guru untuk mengurangi kecemasan siswa. Peneliti memilih penelitian ini karena penelitian mengenai kecemasan berbicara pada siswa tingkat SMA masih belum banyak di teliti. Padahal jika hal ini dapat diketahui lebih dini, maka permasalahan mengenai kecemasan siswa dalam berbicara Bahasa Inggris dapat teratasi. Di samping itu, setelah diadakan observasi awal menunjukan bahwa siswa-siswi kurang tertarik untuk berbicara Bahasa Inggris. Maka dari itu, peneliti merasa ingin tahu mengenai faktor yang melatar belakangi kecemasan siswa-siswi tersebut dan bagaimana cara mereka untuk mengatasinya. Peneliti juga ingin tahu strategi-strategi apa yang digunakan guru untuk membantu siswa-siswi mengurangi rasa kecemasan berbicara tersebut.Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa-siswi kelas 11 SMAN 10 Malang dan guru Bahasa Inggris mereka. Disini peneliti bertindak sebagai pengumpul data. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi, kuesioner, dan pertanyaan untuk wawancara. Lembar observasi digunakan untuk mendeskripsikan detail kegiatan yang terjadi di kelas. Lembar observasi tersebut terdiri dari tiga aspek yang yang adalah faktor-faktor yang mempengaruhi kecemasan siswa-siswa saat berbicara. Peneliti juga mencatat reaksi guru dan siswa-siswi pada kegiatan yang melibatkan kegiatan berbicara di kelas. Kuesioner yang digunakan pada penelitian ini diadaptasi dari Foreign Language Anxiety Scale (FLCAS) milik Horwitz untuk mengetahui faktor yang membuat siswa-siswi cemas ketika berbicara Bahasa Inggris. Kuesioner ini terdiri dari 33 pernyataan dengan pilihan jawaban ya/tidak yang menanyakan mengenai perasaan siswa pada kegiatan berbicara di kelas Bahasa Inggris. Daftar pertanyaan interview digunakan untuk mengetahui opini dan pemikiran siswa-siswi mengenai kegiatan berbicara dalam kelas Bahasa Inggris dan strategi-strategi yang mereka gunakan untuk mengatasi kecemasan mereka dalam berbicara. Guru mata pelajaran Bahasa Inggris mereka juga di wawancara guna mengetahui strategi-strategi yang digunakan untuk mengurangi kecemasan berbicara siswa-siswa.Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa siswa-siswi kelas 11 SMAN 10 Malang mengalami kecemasan berbicara yang diakibatkan dari tiga faktor yaitu Communication apprehension, fear of negative evaluation, dan test anxiety. Faktor yang paling berpengaruh datang dari lingkungan sekitar mereka, teman kelas dan diri mereka sendiri. Banyak dari mereka yang menyatakan bahwa mereka takut ketika harus berbicara Bahasa Inggris di depan kelas karena malu ketika membuat salah. Mereka juga menyatakan bahwa mereka merasa tidak nyaman ketika teman sekelas mereka menertawakan mereka ketika mereka membuat salah dalam kegiatan berbicara di kelas. Walaupun begitu, mereka merasa baik-baik saja ketika mereka mendapat umpan balik atau koreksi dari guru mereka ketika mereka membuat salah pada kegiatan berbicara. Siswa-siswi juga berkata bahwa mereka memiliki kesulitan untuk merangkai kata menjadi rangkaian kata yang benar untuk menyampaikan pendapat mereka karena mereka merasa kurang dalam kosa kata dan pengetahuan mengenai tata bahasa. Lebih jauh lagi, siswa-siswi juga menunjukkan beberapa sikap yang berkaitan dengan kecemasan mereka seperti berbicara dengan terbata-bata, malu, memainkan tangan mereka sendiri, dan bingung ketika mereka kesusahan untuk mengingat suatu kata. Guru mata pelajaran pun sudah mengetahui bahwa siswa-siswinya mengalami kecemasan berbicara. Maka dari itu, ia selalu memotivasi dan mendorong mereka untuk berani berbicara dalam Bahasa Inggris walaupun kesalahan bisa saja terjadi. Bagi siswa-siswi yang mengalami kecemasan dalam berbicara bisa menerapkan beberapa strategi-strategi pada penelitian ini seperti menyiapkan materi dengan baik sebelum pelajaran Bahasa Inggris dimulai kurang lebih sehari sebelumnya untuk berjaga-jaga menjawab pertanyaan spontan yang diberikan guru. Latihan berbicara di kaca juga dapat digunakan untuk mengurangi rasa gugup ketika berbicara. Berbicara dengan teman dengan Bahasa Inggris juga dapat mengurangi rasa cemas dalam berbicara.  Disarankan juga bagi guru mata pelajaran agar selalu membuat suasana kelas yang nyaman dan bersahabat untuk mengurangi kecemasan berbicara siswa-siswi. Karena hal tersebut dapat memicu masalah serius seperti membuat siswa-siswi yang mengalami kecemasan menjadi pasif di kelas. Bagi peneliti selanjutnya, disarankan agar mengadakan penelitian serupa dengan menggunakan instrument yang bisa mempelajari kecemasan dalam berbicara lebih dalam. Disarankan juga agar peneliti selanjutnya dapat membuat penelitian terkait faktor internal dan eksternal yang memicu kecemasan dalam berbicara
    corecore