1,720,996 research outputs found

    INCREASING CAROTEN IN SWEET BREAD WITH PUREE SUBSTITUTION OF ORANYE ORDER PALM IN WHEAT FLOUR

    No full text
    The objectives of this study were to investigate : 1) the process for making orange-fleshed sweet potato puree, 2) substitution of orange-fleshed sweet potato puree to wheat flour in bread making, 3) evaluation of consumer preference to bread of orange-fleshed sweet potato puree (roti manis puree ubi jalar oranye-RMP), 4) total carotene changes during RMP making, 5) total carotene and texture differences between bread (roti manis standar-RMS) and RMP, and 6) economic liability of RMP. Hedonic test was carried out by preference test using 80 panelists. Moisture content was analyzed using gravimetric method, texture was analyzed using Lloyd, and total carotene content was analyzed using spectrophotometer method. Research design was completely randomized design, duplicate samples and triplicate analysis. One way anova was carried out to analyze data of total carotene and followed by LSD test, while t-test was carried out to determine significant differences of total carotene and texture between RMS and RMP. P values < 0.05 were considered statistically significant. Economic liability was determined using price and BEP. Results showed that: 1) processing steps for making puree were cleaning, steaming, peeling, and mashing, 2) maximal incorporation of puree for making RMP was 60%, 3) consumer preference to RMP 60% was the same as to RMP 40 and 50%, 4) total 13 110 carotene decreased 37,9% during RMP making, 5) total carotene of RMP was higher than RMS, while the texture was softer, and 6) RMP was economically liable

    PERAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN PADA PERUBAHAN TREN PRODUK KULINER

    Get PDF
    Makalah ini membahas tentang cakupan ilmu dan teknologi pangan dan kaitannya dengan tren kuliner di Indonesia dan dunia. Dengan makalah ini maka diharapkan timbul pemahaman bahwa ilmu pangan, teknologi pangan, dan tren kuliner sangat berkaitan erat. Tren kuliner mempengaruhi proses pengembangan produk pangan yang berkaitan dengan ilmu dan teknologi pangan. Peran ilmu dan teknologi pangan pada tren kuliner, diantaranya adalah: pemilihan proses yang menghasilkan produk sehat, penentuan formula produk bakery non-gluten dan whole grain, pembuatan minuman dari sayur tanpa rasa langu, penggantian teknik olah tertentu menjadi panggang, teknik pencampuran baru yang menghasilkan roti Taiwan, pembuatan pangan hasil fermentasi, pemilihan bahan dengan kalori rendah, dan pengolahan popcorn menjadi produk baru.Kata Kunci: ilmu pangan, teknologi pangan, tren, produk kuline

    ESTIMATION OF AGRICULTURE SAVE GARUT CHIPS WITH ACCELERATED TEST METHOD

    No full text
    ion  of  shelf  life  0/ arrowroot   chips   by  accelerated    test  was~'I1Ialea,      Arrowroot   chips from   KKPA  was fried, packed,   and  kept  at and  -IO"C and  room  temperature.   followed    by  hedonic   lest  and..,...snemtcut  analysis.   Chemical   compositions    of  arrowroot   chips  were4.97 % moisture,   ]05    % ash.].:/7     % protein,    ]715  % fat,   62.7 %(by   difference)     and    -I.M  %   crude   fiber    content.' Arrowroot   chips fried   with  good   quality  frying    oil  and  packed   with plastic   05 has  /5  weeks  shelflife     bv  estimation   If it is kept  at roo

    Pembelajarann Berorientasi Kreativitas Yang Terintegrasi Pada Mata Pelajaran

    No full text
    Pemerintah menetapkan tahun 2009 sebagai Tahun Industri Kreatif. Industri kreatif akan menjadi sektor yang sangat dominan di ekonomi dunia, dan negara mana pun yang sanggup memimpin di sektor ini dapat memimpin perekonomian dunia. Untuk itu, tugas pendidikan di Indonesia untukmenyiapkan tenaga kerja yang siap memasuki industri kreatif, sehingga diperlukan pembelajaran yang berorientasi pada pembentukan karakter kreatif.Nilai-nilai kreativitas bisa diajarkan melalui mata pelajaran tersendiri, namun seringkali hal ini menjadi sangan teoritis. Oleh karena itu, akan lebih efektif jika pembelajaran tentang kreativitas diajarkan melalui mata pelajaran yang sudah ada, namun dengan beberapa perubahan, dengan memasukkan beberapa unsur yang dapat mengembangkan kreativitas, misalnya menumbuhkan kemampuan bekerja sama, suka eksperimen, berani tampil beda, permainan mental, permainan "Seandainya...", berani ambil resiko, percaya diri, toleransi, menyayangi, menjaga kebugaran badan, dan membuat catatan

    Sifat Fisikokimia Madu Monoflora dari Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah

    Get PDF
    Physical and chemical properties of monofloral honeys from Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) and Central Java provinces were evaluated. Four honey samples were used in this study, namely kaliandra, klengkeng, rambutan, and randu honey. Kaliandra honey was supplied by beekeepers from Kulon Progo, DIY. Klengkeng honey was from Amba- rawa, rambutan honey was from Magelang, and randu honey was from Pati. Three later sources of honey belongs to Central Java province. Analysis of physical properties of honeys were moisture content, colour, and viscosity. Analy- sis of chemical properties of honeys were pH, total phenolic compound, and sugar content.  Results showed that the physico-chemical properties of monofloral honeys varied as follows: moisture content (18.95 – 26.52) %, red colour (2.23 – 4.13), yellow colour (10.00 – 40.33),  viscosity (3.99 – 18.24) Poise, pH (3.87 – 4.48), phenolic compound (371.4 – 1,188.3) mg/100 ml, maltose content (6.71 – 28.82) mg/100 ml, glucose content (14.63 – 18.82) mg/100 ml, and fructose content (28.82 – 41.30) mg/100 ml.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat-sifat fisika dan kimia madu monoflora dari Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah. Empat sampel madu yang digunakan dalam penelitian ini adalah madu kaliandra, klengkeng, rambutan, dan randu. Madu kaliandra berasal dari peternak lebah di Kulon Progo, DIY. Madu dari propinsi Jawa Tengah adalah madu klengkeng dari Ambarawa, madu rambutan dari Magelang, dan madu randu dari Pati. Sifat- sifat fisika yang dianalisis adalah kadar air, warna, dan viskositas, sedangkan sifat-sifat kimianya adalah pH, komponen fenolat total, dan kadar gula. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat-sifat fisika madu monoflora adalah kadar air 8,95 – 26,52%, warna merah 2,23 – 4,13, warna kuning 10,00 – 40,33, dan viskositas 3,99 – 18,24 Poise. Sifat-sifat kimia madu monoflora adalah pH 3,87 – 4,48, komponen fenolat total 371,4 – 1.188,3 mg/100 ml, kadar maltosa 6,71 – 28,82 mg/100 ml, kadar glukosa 14,63 – 18,82 mg/100 ml, dan kadar fruktosa 28,82 – 41,30 mg/100 ml

    BETELLA CHICKEN ROLL TINGGI SERAT DENGAN SUBSTITUSI TEPUNG MOCAF DAN EKSTRAK BIT

    Get PDF
    Chicken roll merupakan produk dengan jenis makanan dengan karakteristik gurih. Produk ini sebagai alternatif snack bercita rasa gurih dan bergizi yang sehat menggunakan substitusi tepung mocaf serta ekstrak buah bit. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menemukan resep produk chicken roll, 2) menentukan kemasan produk chicken roll, 3) mengetahui daya terima masyarakat terhadap produk chicken roll, Metode penelitian yang digunakan dalam produk ini adalah Research and Development (R&D) dengan menggunakan model 4D terdiri dari 4 tahap yaitu Define, Design, Develop, Disseminate. Pembuatan chicken roll dengan melalui tahapan uji coba resep produk acuan, uji coba resep produk pengembangan, uji validasi produk oleh expert, uji tingkat kesukaan produk dengan panelis skala terbatas, serta didiseminasikan melalui pameran. Analisis data diperoleh dari uji sensoris dengan 80 orang panelis lalu diuji menggunakan paired t-test untuk mengetahui adanya tingkat perbedaan daya terima antara produk acuan dan produk pengembangan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah: 1) resep produk chicken roll dengan substitusi tepung mocaf 40% 2) kemasan produk menggunakan pillow box sebagai kemasan sekunder berukuran 11,5 x 7,5 x 9, 3) daya terima masyarakat terhadap chicken roll ditunjukkan dengan penilaian uji sensoris dan hasil analisis uji paired t-test. Nilai p-value dari aspek warna, aspek aroma, aspek rasa, aspek tekstur, kemasan, dan keseluruhan secara berturut- turut

    HUBUNGAN KADAR FLAVONOID TOTAL DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN METODE DPPH PADA BEBERAPA JENIS MADU MONOFLORA

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) kadar flavonoid total, 2) aktivitas antioksidan metode DPPH, dan 3) hubungan kadar flavonoid total dan aktivitas antioksidan madu monoflora, yaitu madu bunga rambutan, kelengkeng, kopi, randu, dan kaliandra. Penelitian dilakukan sejak Mei 2015 sampai Oktober 2015 di Laboratorium Kimia Bahan Pangan dan Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada. Sampel yang digunakan adalah enam jenis madu monoflora, yaitu madu bunga rambutan, kelengkeng, kopi, randu, dan kaliandra. Analisis kadar flavonoid total menurut metode Al dkk (2009) dan analisis aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (diphenyl-1-picryl hydrazyl) menurut Hussein dkk (2011). Analisis data dilakukan dengan anava dan dilanjutkan dengan DMRT untuk mengetahui perbedaan antar sampel. Hubungan kadar flavonoid total dan aktivitas antioksidan madu monoflora dihitung dengan korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) kadar flavonoid total madu bunga rambutan, kelengkeng, kopi, randu, dan kaliandra berturut-turut adalah 3,80; 4,94; 23,94; 12,92 dan 33,46 mg quercetin/ 100 g madu, 2) aktivitas antioksidan metode DPPH madu bunga rambutan, kelengkeng, kopi, randu, dan kaliandra berturut- turut adalah 11,9; 8,73; 5,56; 13,1 dan 48,0 %, dan 3) terdapat hubungan antara kadar flavonoid total dan aktivitas antioksidan madu bunga rambutan, kelengkeng, kopi, randu, dan kaliandra dengan skor korelasi sebesar 0,922.  Kata kunci: Flavonoid Total, Aktivitas Antioksidan, DPPH, Madu Monoflor

    PEMANFAATAN TEPUNG GANYONG PADA PEMBUATAN CHICKEN EGG ROLL DENGAN SAUS TOMAT SEBAGAI DIVERSIFIKASI PRODUK BAHAN PANGAN LOKAL

    Get PDF
    Ketahanan pangan menjadi faktor yang penting bagi Negara Indonesia untukmewujudkan ketahanan pangan nasional yang berbasiskan kemandirian penyediaanpangan domestik. Maka dari itu perlu memanfaatkan sumber pangan lokal yaitu membuat inovasi yang menggunakan sumber bahan pangan lokal dari tepung ganyong untuk menarik masyarakat dalam mengkonsumsi olahan tepung ganyong. Tujuan dari penelitian ini yaitu : 1) Menentukan resep produk chicken egg roll substitusi tepung ganyong, 2) Mengetahui penerimaan masyarakat luas terhadap produk chicken egg roll substitusi tepung ganyong. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Research and Development dengan model 4D (define, design, develop, disseminate). Pada penelitian ini, produk chicken egg roll disubstitusikan dengan tepung ganyong dengan konsentrasi 100%, 75%, dan 50% dengan pelengkap dressing saus tomat. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa substitusi tepung ganyong pada produk chicken egg roll yang dapat diterima sebanyak 50% dan uji kesukaan dengan metode uji t berpasangan menunjukkan tidak adanya perbedaan tingkat kesukaan chicken egg roll dengan substitusi tepung ganyong dengan chicken egg roll biasa (kontrol) sehingga produk dapat diterima di masyarakat.Kata kunci: Tepung Ganyong, Chicken Egg Roll

    PENGGUNAAN TEMPE SEBAGAI SUMBER PROTEIN TAMBAHAN DALAM TAHU GORENG YANG DIISI DENGAN SAYURAN DAN BAKSO

    Get PDF
    Tahu goreng isi sayuran dan bakso merupakan salah satu variasi makanan yang populer di Indonesia. Tahu goreng isi sayuran dan bakso dengan tambahan tempe adalah inovasi makanan yang memadukan protein nabati dan hewani dalam satu hidangan. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Menemukan resep produk Tahu Goreng isi Tempe, Sayur, dan bakso 2) Menentukan penyajian dan kemasan produk Tahu Goreng isi Tempe,Sayur,dan bakso 3) Mengetahui tingkat kesukaan masyarakat terhadap produk Tahu Goreng isi Tempe, Sayur,dan bakso. Metode penelitian yang digunakan dalam produk ini adalah Research and Development (R&D) dengan menggunakan model 4D terdiri dari 4 tahap yaitu Define, Design, Develop, dan Disseminate. Pembuatan Tahu Goreng isi Tempe dan Sayurdengan melalui tahapan uji coba resep produk acuan, uji coba resep produk pengembangan, uji validasi produk oleh expert, uji tingkat kesukaan produk dengan panelis skala terbatas, serta didiseminasikan melalui pameran. Analisis data diperoleh dari uji sensoris dengan 50 orang panelis lalu diuji menggunakan uji paired t-test untuk mengetahui adanya tingkat perbedaan daya terima antara produk acuan dan produk pengembangan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah: 1) resep produk Tahu Goreng isi Tempe dan Sayuryang tepat dengan substitusi Tempe 50%, 2) kemasan produk pengembangan menggunakan box mika dengan ukuran 8,5x7x4,5 cm sebagai kemasan primer dan prodak acuan menggunkan plastic OPP dengan ikuran 15x10, 3) daya terima masyarakat terhadap Tahu Goreng isi Tempe dan Sayurditunjukkan dengan penilaian uji sensoris dan hasil analisis uji paired t-test. Nilai p-value dari aspek aroma, rasa, dan tekstur dimana seluruhnya bernilai > α = 0,05 tidak terdapat perbedaan signifikan. Sedangkan aspek warna, kemasan, dan keseluruhan Dimana seluruhnya bernilai < α = 0,05 terdapat perbedaan signifikan. Nilai rerata keseluruhan produk pengembangan lebih besar dibandingkan nilai rerata produk acuan menunjukkan bahwa pengembangan produk berpengaruh terhadap (warna, aroma, rasa, tekstur, kemasan, dan keseluruhan)

    PENGEMBANGAN BRULEE BOMB BERBAHAN DASAR UDANG SEBAGAI PRODUK INOVASI OLAHAN IKAN

    Get PDF
    Udang adalah salah satu jenis makanan laut yang populer di seluruh dunia. Rasanya yang lezat, teksturnya yang kenyal, dan nilai gizinya yang tinggi membuat udang menjadi bahan makanan yang menarik untuk dieksplorasi lebih lanjut dalam konteks kuliner modern. Adapun produk olahan udang yang menarik dan dapat dijadikan produk inovasi untuk meningkatkan minat masyarakat yaitu brulee bomb. Inovasi produk merupakan suatu penemuan baru yang berbeda dari yang sudah ada. pembuatan brulee bomb sebagai produk inovasi olahan ikan bertujuan untuk mengetahui tingkat kesukaan dan daya terima konsumen dari segi rasa, warna, tekstur, aroma, dan tampilan produk brulee bomb. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis Research and Development (R&D) dengan konsep 4D (define, design, develop, dan disseminate). Penelitian produk dilakukan pada presentase 20%, 25%, dan 30%. Subjek penelitian ini yaitu 1 orang expert dan 50 panelis tidak terlatih dan dosen. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif, deskriptif kuantitatif, nilai rerata, dan uji-t. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan pada produk acuan maupun produk pengembangan dan tingkat penerimaan masyakarat terhadap warna, rasa, aroma maupun tekstur Eelrolade 100% udang sudah baik, dengan penilaian keseluruhan yaitu 127 dan rerata 4,23 yang menunjukkan panelis suka dengan produk tersebut
    corecore