2 research outputs found

    Mobile Robot Pemindah Barang Berdasar Warna Barang Dengan Kontrol Manual Dan Otomatis Menggunakan Bluetooth

    No full text
    ABSTRAK   Ferdiantoro, Chandra. 2015. Mobile Robot Pemindah Barang Berdasar Warna Barang Dengan Kontrol Manual Dan Otomatis Menggunakan Bluetooth. Tugas Akhir, Program Studi D3 Teknik Elektronika, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:(1) Dr. Eng. Siti Sendari,S.T.,M.T. (2) Dyah Lestari,S.T.,M.Eng.   Kata kunci :  Mobile, Bluetooth, Robot pemindah barang, Manual, Otomatis. Perkembangan teknologi saat ini mendorong manusia untuk terus berpikir kreatif, tidak hanya menemukan penemuan baru, tapi juga memaksimalkan sebuah sistem yang telah ada. Dengan demikian kebutuhan manusia tentang sistem kontrol yang memudahkan setiap pekerjaanya setiap tahun semakin berkembang. Salah satu aspek yang tidak akan pernah terpisahkan dalam kehidupan sekarang ini adalah arus globalisasi seperti saat ini. Dimana dalam perkembangan arti globalisasi itu sendiri akan sangat banyak sekali bentuk dan jenisnya, mulai dari segi ekonomi hingga teknologi. Untuk sejalan dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat khususnya dalam dunia industri, maka diciptakanlah robot yang dikendalikan oleh teknologi komputer yang tanpakabel (Wireless). Bluetooth adalah salah satu teknologi wireless yang sekarang banyak diminati karena harga bluetooth lebih murah dan lebih mudah digunakan untuk mengontrol sebuah sistem. Robot didesain agar dapat memindah barang yang dikendalikan dengan mikrokontroler Atmega16 dengan sensor berupa photodiode dan LED RGB (Red, Green, Blue) dengan menggunakan pemrograman bahasa C. Dalam pembuatan mobile robot pemindah barang berdasar warna barang dengan kontrol manual dan otomatis menggunakan bluetooth terdiri dari beberapa tahapan yaitu: (1)Mencari teori-teori yang berhubungan dengan alat yang dibuat; (2) Proses perancangan; (3) Pembuatan alat; (4) Pengujian per blok diagram; (5) Pengujian keseluruhan. Uji alat diketahui bahwa: (1) Sensor warna RGB untuk mengetahui apakah sensor warna dengan perbandingan cahaya yang dipantulkan sesuai dengan warna barang yang didekatkan pada sensor menggunakan fitur ADC dapat bekerja sesuai dengan baik;(2) Sensor garis photodiode untuk mendeteksi garis hitam dan putih pada jalan menggunakan kontrol otomatis;(3) komunikasi USART antara bluetooth dan robot berfungsi dengan baik sesuai dengan keinginan;(4) driver motor L293D berfungsi dengan baik yang diuji dengan menggunaka sinyal PWM. Hasil pengujian alat diketahui bahwa: (1) Sensor warna RGB dengan fitur ADC dapatbekerja sesuai dengan baik;(2) Sensor garis photodiode untuk mendeteksi garis hitam dan putih bekerja sesuai dengan baik;(3) komunikasi USART antara bluetooth dan robot berfungsi dengan baik sesuai dengan keinginan; (4) driver motor L293D berfungsi dengan baik;(3) sensor warna RGB berfungsi dengan baik sesuai dengan keinginan untuk mendeteksi warna benda yang akan didekatkan pada sensor

    The reconception of state sovereignty towards the sustainable development paradigm based on green and blue constitution and ecological fiqh perspectives

    Full text link
    INDONESIA: Isu lingkungan dan pembangunan berkelanjutan akan selalu berdampingan dengan kepentingan manusia yang akan berupaya memenuhi kebutuhannya sebagai makhluk hidup. Pencemaran dan kerusakan lingkungan yang terjadi selama ini memberikan ancaman pada keseimbangan alam dan keberlangsungan kehidupan manusia itu sendiri. Walaupun konstitusi Indonesia telah menganut hampir semua ajaran tentang kedaulatan termasuk kedaulatan negara. Kedaulatan dan penguasaan negara tercermin pada Pasal 25A Bab IXA dan Pasal 33 ayat (3) UUD NRI 1945. Selain itu, telah terkandung nilai-nilai konstitusi hijau dan pembangunan berkelanjutan berwawasan lingkungan, nytanya belum mampu mengakomodir terjadinya kerusakan alam sampai ancaman perubahan iklim. Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis memandang perlu untuk melakukan penelitian tentang konsep kedaulatan negara yang dilihat dari kacamata Green and Blue Constitution dan Fikih Ekologi. Penelitian ini termasuk penelitian yuridis normatif dengan menggunakan literature research yaitu penelitian yang dilakukan dengan mengkaji sebuah peraturan perundang-undangan yang berlaku dan atau diterapkan terhadap sebuah permasalahan hukum-hukum tertentu, dimana objek kajiannya adalah meneliti bahan pustaka yang ada. Penelitian ini menggunakan pendekatan historis (historical approach), pendekatan perundang-undangan (statue approach), dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketentuan terkait kedaulatan dan penguasaan negara pada kosntitusi dapat ditambah dan disempurnakan. Terlebih belum adanya frasa “udara” di dalam Pasal 33 ayat (3) konstitusi berimplikasi pada sempitnya cara pandang terhadap kedaulatan maupun penguasaan negara. Green and Blue Constitution dan Fikih Ekologi sama-sama membahas Perlindungan dan penjagaan terhadap lingkungan yang bermuara pada kemaslahatan makhluk hidup. ENGLISH: Environmental issues and sustainable development will always coexist with the interests of humans who will seek to meet their needs as living things. Pollution and environmental damage that has occurred so far pose a threat to the balance of nature and the sustainability of human life itself. Although the Indonesian constitution has embraced almost all teachings on sovereignty including state sovereignty. State sovereignty and control are reflected in Article 25A Chapter IXA and Article 33 paragraph (3) of the 1945 NRI Constitution. In addition, there have been values of the green constitution and environmentally sound sustainable development, but it has not been able to accommodate the occurrence of natural damage to the threat of climate change. Based on this background, the author considers it necessary to conduct research on the concept of state sovereignty as seen from the glasses of the Green and Blue Constitution and Ecological Fiqh. This research includes normative juridical research using literature research, which is research conducted by reviewing a prevailing law and or applied to a particular legal problem, where the object of study is to examine existing library materials. This research uses a historical approach, a statutory approach (statue approach), and a conceptual approach. The results showed that the provisions related to sovereignty and state control in the contitusi can be added and perfected. Moreover, the absence of the phrase "air" in Article 33 paragraph (3) of the constitution has implications for the narrowness of views on sovereignty and state control. Green and Blue Constitution and Ecological Fikih both discuss protection and care for the environment that boils down to the benefit of living things. ARABIC: سوف تتعايش القضايا البيئية والتنمية المستدامة دائما مع مصالح البشر الذين سيسعون إلى تلبية احتياجاتهم ككائنات حية. ويشكل التلوث والأضرار البيئية التي حدثت حتى الآن تهديدا لتوازن الطبيعة واستدامة الحياة البشرية نفسها. على الرغم من أن الدستور الإندونيسي قد تبنى تقريبا جميع التعاليم المتعلقة بالسيادة بما في ذلك سيادة الدولة. تنعكس سيادة الدولة وسيطرتها في المادة 25A الفصل التاسع (أ) والفقرة (3) من المادة 33 من دستور الهنود غير المقيمين لعام 1945. وبالإضافة إلى ذلك، كانت هناك قيم للدستور الأخضر والتنمية المستدامة السليمة بيئيا، ولكنها لم تتمكن من استيعاب حدوث أضرار طبيعية لتهديد تغير المناخ. واستنادا إلى هذه الخلفية، يرى المؤلف أنه من الضروري إجراء بحث حول مفهوم سيادة الدولة كما يتضح من نظارات الدستور الأخضر والأزرق والفقيه البيئي. يشمل هذا البحث البحث القانوني المعياري باستخدام البحوث الأدبية ، وهو بحث يتم إجراؤه من خلال مراجعة قانون سائد أو تطبيقه على مشكلة قانونية معينة ، حيث يكون الهدف من الدراسة هو فحص مواد المكتبة الموجودة. يستخدم هذا البحث منهجا تاريخيا ، ومنهجا قانونيا (نهج التمثال) ، ومنهجا مفاهيميا . وأظهرت النتائج أن الأحكام المتعلقة بالسيادة وسيطرة الدولة في الكونتيتوسي يمكن إضافتها وإتقانها. وعلاوة على ذلك، فإن غياب عبارة "الهواء" في الفقرة (3) من المادة 33 من الدستور له آثار على ضيق وجهات النظر بشأن السيادة وسيطرة الدولة. يناقش كل من الدستور الأخضر والأزرق والفقيه البيئي حماية البيئة ورعايتها التي تتلخص في مصلحة الكائنات الحية
    corecore