2,237 research outputs found

    -hii: Modality meets exclusivity

    No full text
    This work examines the meaning of the Hindi particle ‘-hii’ and sheds new light on the link between modality and words like ‘only.’ Our two new judgment studies reveal that ‘-hii’ indicates exclusivity (like 'only,' and other similar lexical items) and also can associate with either the MIN or MAX of a scale of propositional alternatives. More specifically, the alternatives are ordered based on speaker conceptions of likelihood or of desirability, and which endpoint is felicitous with ‘-hii’ depends on which scale is made salient by the discourse context. Since existing analyses of 'only' and 'even' are insufficient for capturing the presuppositions of ‘-hii’ that are revealed by the experimental data, we draw on the recent theoretical literature on modality to map these ranking types of ‘-hii’ to epistemic, bouletic, and teleological modality types that form its core scalar felicity condition. Besides helping to formalize the varied types of speaker expectations needed by ‘-hii’, this move helps to explain some differences between the likelihood and desirability contexts' patterning of data in our experimental results.Paper presented at the Penn Linguistics Conference (PLC), March 20-22, 2015, and published in the Working Papers as part of the Proceedings of the 39th Annual Penn Linguistics Conference

    Evaluasi Kinerja Operasional Angkutan Lingkungan Bajaj di DKI Jakarta

    No full text
    Angkutan lingkungan bajaj menjadi salah satu moda transportasi angkutan umum paratransit yang hanya bisa ditemukan di wilayah DKI Jakarta. Dalam klasifikasi kendaraan, angkutan lingkungan bajaj merupakan kendaraan jenis IV (Kajen IV) yang memiliki peranan sebagai salah satu sarana angkutan umum dalam kota di DKI Jakarta Kondisi angkutan lingkungan bajaj 2 Tak warna merah dengan umur kendaraan lebih dari 20 tahun menimbulkan polusi udara dan suara karena bermesin 2 tak dengan bahan bakar bensin. Program peremajaan angkutan lingkungan bajaj di DKI Jakarta yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sampai saat ini belum disertai kajian terkait evaluasi kinerja operasionalnya. Sehingga perlu dilakukan kajian evaluasi kinerja operasional angkutan lingkungan bajaj di DKI Jakarta. Kajian ini dikhususkan untuk mengetahui karakteristik operasional angkutan lingkungan bajaj di DKI Jakarta, mengukur tingkat kepuasan pengguna terhadap kinerja operasional angkutan lingkungan bajaj di DKI Jakarta, dan membuat konsep dan strategi peningkatan kinerja operasional angkutan lingkungan bajaj di DKI Jakarta. Metode pengambilan sampel digunakan metode nonprobabilitysampling dan menetapkan jumlah sampel menggunakan metode accidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 200 responden. Metode analisis data yang digunakan yaitu karakteristik operasional angkutan lingkungan bajaj, uji statistik dengan uji validitas dan uji reliabilitas, Importance Performance Analysis (IPA), dan Analisis SWOT. Dalam penelitian ini diketahui bahwa karakteristik operasional angkutan lingkungan bajaj dari aspek pengemudi yaitu : jumlah penumpang dalam sehari 28,15 ≈ 28 orang/hari, durasi operasional lebih dari 10 jam (42%), kecepatan rata-rata 52,9 km/jam ≈ 53 km/jam, jarak operasional 8-10 km (48%), dan pendapatan bersih pengemudi Rp 126.000-Rp 150.000 (38%). Sedangkan dari aspek pengguna yaitu : frekuensi penggunaan 7-8 kali/minggu (37 %), waktu tunggu 5-10 menit (54%), jarak ke tempat kegiatan 5 km (53%), waktu perjalanan 5-10 menit (43%), dan biaya perjalanan Rp 10.000-Rp 15.000 (35%). Dalam Importance Performance Analysis (IPA) tingkat kepuasan pengguna terhadap kinerja operasional angkutan lingkungan bajaj yaitu : ketersedian moda angkutan lingkungan bajaj (baik 43%, penting 52%, Kuadran D); kecepatan perjalanan dan ketepatan waktu sampai di tempat tujuan (baik 45%, sangat penting 74%, Kuadran B); kemampuan pengemudi untuk tanggap dalam menghadapi masalah yang timbul (cukup baik 30%, penting 55%, Kuadran A); kemampuan pengemudi dalam memberikan penjelasan informasi (kurang baik 32%, penting 81%, Kuadran C); ketrampilan pengemudi dalam mengendarai angkutan lingkungan bajaj (sangat baik 36%, cukup penting 39%, Kuadran D); kesanggupan pengemudi dalam bertanggung jawab terhadap keamanan dan kenyamanan penumpang (tidak baik 26%, sangat penting 86%, Kuadran A); kemauan pengemudi dalam memberikan perhatian secara khusus kepada penumpang (kurang baik 34%, cukup penting 41%, Kuadrdan C); kemauan pengemudi dalam memberikan pelayanan yang tulus, ramah, dan sopan kepada penumpang (kurang baik 30%, penting 52%, Kuadran A); kebersihan dan kerapian eksterior serta interior angkutan lingkungan bajaj (kurang baik 26%, penting 60%, Kuadran A); dan kebersihan dan kerapian penampilan pengemudi (tidak baik 24%, sangat penting 57%, Kuadran A). Dalam Analisis SWOT dapat diketahui nilai pembobotan faktor strategi internal 2,5 dan nilai pembobotan faktor strategi eksternal 2,3 sehingga dalam Matriks Internal Eksternal (IE) masuk dalam strategi sel 5 adalah Stability Strategy yaitu strategi yang diterapkan tanpa mengubah arah strategi yang telah ditetapkan. Dengan demikian konsep dan strategi yang akan diterapkan adalah tidak menambah moda angkutan lingkungan bajaj akan tetapi perlu peningkatan kinerja operasional angkutan lingkungan bajaj di DKI Jakarta

    Progressive Conversion from B-rep to BSP for Streaming Geometric Modeling

    No full text
    We introduce a novel progressive approach to generate a Binary Space Partition (BSP ) and convex cell decomposition from any input triangles boundary representation (B-rep), by utilizing a very fast computation of the surface inertia. A solid model is so generated at progressive levels of detail. Thi

    PENGARUH JUMLAH PEMASANGAN IGNITION BOOSTER SERTA PEMAKAIAN JENIS BUSI TERHADAP DAYA DAN TORSI PADA BAJAJ PULSAR 135LS

    No full text
    Sistem pengapian berfungsi meningkatkan tegangan baterai melalui kabel tegangan tinggi, dan menyebabkan percikan pada elektroda busi. Sedangkan produk aftermarket yaitu Ignition Booster. Tujuan dari pengujian ini adalah untuk mengetahui: (1) Pengaruh jumlah setingan ignition booster terhadap daya dan torsi. (2) Apa pengaruh bahan busi yang berbeda terhadap daya dan torsi? (3) Apa pengaruh daya dan torsi dari perubahan jumlah setelan ignition booster terkait dengan perubahan bahan busi? Komponen Ignition Booster diteliti untuk mengetahui besar pengaruhnya terhadap daya dan torsi. Metode eksperimen digunakan pada penelitian ini pada kendaraan Bajaj Pulsar 135LS diuji menggunakan dinamometer. Pengujian dilakukan dengan cara dinaikkan bukaan throttle secara spontan. Didapatkan bahwa hasil jumlah pemasangan Ignition Booster pada sepeda motor Bajaj Pulsar 135LS berpengaruh sebesar 6.2% sampai 11.8% terhadap torsi yang dihasilkan serta berpengaruh 1.6% sampai 5.5% terhadap daya yang dihasilkan. Sedangkan hasil variasi pemakaian busi pada sepeda motor Bajaj Pulsar 135LS berpengaruh sebesar 3.88% terhadap torsi yang dihasilkan serta berpengaruh sebesar sebesar 11.2% terhadap daya yang dihasilkan. Kemudian, hasilnya membedakan jumlah pemasangan Ignition Booster dengan kombinasi varian busi pada sepeda motor Bajaj Pulsar 135LS dengan efisiensi sebesar 6,5% pada busi standar dan 12% pada busi iridium terhadap torsi yang dihasilkan serta berpengaruh sebesar 5.5% pada busi standar dan 1.6% pada busi iridium terhadap daya yang dihasilkan. Hal ini terjadi karena bahan Ignition Booster adalah mangan (Mn), carbon (C), dan magnesium (Mg) lebih konduktif magnet dan busi iridium merupakan bahan terpanas selain emas. A spark is produced at the spark plug electrodes by the ignition system, which also works to raise the battery voltage via the high voltage cables. In contrast, the Ignition Booster is an aftermarket product. (1) The impact of the number of ignition booster settings on power and torque is what this test aims to ascertain. (2) How do power and torque change depending on the type of spark plug used? (3) In respect to changes in spark plug material, what effect does altering the number of ignition booster settings have on power and torque? It is determined how much the ignition booster's components affect power and torque by looking at them. Using a dynamometer, the experimental procedure applied in this investigation to the Bajaj Pulsar 135LS car was evaluated. The test is run by allowing the throttle to open wider on its own. It was discovered that the results of installing the ignition booster on the Bajaj Pulsar 135LS motorcycle had an effect on the torque produced that ranged from 6.2% to 11.8% and an effect on the power generated that ranged from 1.6% to 5.5%. While the Bajaj Pulsar 135LS motorcycle experiences a 3.88% effect on torque production and an 11.2% effect on power production as a result of spark plug usage variations. On the Bajaj Pulsar 135LS motorcycle, the results show a difference between the number of Ignition Booster installations with a combination of spark plug types, with an efficiency of 6.5% for standard spark plugs and 12% for iridium spark plugs on the torque produced and an effect of 5.5% for standard spark plugs and 1.6% for iridium spark plugs on the power generated. This occurs because iridium spark plugs are the hottest material, second only to gold, and the ignition booster materials, manganese (Mn), carbon (C), and magnesium (Mg), are more magnetically conductive

    Multi-domain, higher order level set scheme for 3D image segmentation on the GPU

    No full text
    Level set method based segmentation provides an efficient tool for topological and geometrical shape handling. Conventional level set surfaces are only C0C^0 continuous since the level set evolution involves linear interpolation to compute derivatives. Bajaj et al. present a higher order method to evaluate level set surfaces that are C2C^2 continuous, but are slow due to high computational burden. In this paper, we provide a higher order GPU based solver for fast and efficient segmentation of large volumetric images. We also extend the higher order method to multi-domain segmentation. Our streaming solver is efficient in memory usage
    corecore