1,721,025 research outputs found

    Deteksi Efek Flare Sinar-X Pada Ionosfer Dari Data Total Electron Content Yang Diturunkan Dari Pengamatan GPS

    No full text
    Flare sinar-x dapat meningkatkan kerapatan lapisan D ionosfer. Peningkatan kerapatan lapisan ionosfer tersebut dapat menyebabkan peningkatan serapan energi gelombang radio HF sehingga dapat terjadi HF radio blackout pada saat terjadi flare sinar-x. Oleh karena itu informasi efek flare sinar-x pada ionosfer penting diketahui untuk mitigasi efek flare sinar-x pada komunikasi radio HF. Untuk mendukung layanan informasi gangguan komunikasi radio tersebut, telah dikembangkan metode deteksi efek flare sinar-x pada ionosfer dari jaringan pengamatan sinyal Global Positioning System (GPS). Data GPS berupa jumlah fase gelombang pembawa sinyal yang diterima stasiun GPS dapat digunakan untuk estimasi total electron content ionosfer (TEC GPS) secara tepat sehingga peningkatan kerapatan ionosfer yang terjadi selama flare sinar-x dapat dideteksi. Dari data TEC GPS yang diturunkan dari data jaringan stasiun International Global Navigation Stellite System (IGS), telah dapat dideteksi anomali ionosfer yang disebabkan flare sinar-x terbesar pada siklus matahari 23 yang terjadi pada 28 Oktober 2003 dan flare sinar-x terbesar siklus 24 pada tahun 2013 yaitu tanggal 8 Nopember 2013. Waktu terdeteksinya efek flare sinar-x tersebut dari data TEC GPS pada dua kasus tersebut sesuai dengan waktu kejadian flare sinar-x yang teramati dari satelit GOES

    Rancangan Aplikasi Sinyal Codar untuk Penelitian Ionosfer di Indonesia = Design of Codar Signal Application for Ionospheric Research in Indonesia

    No full text
    Coastal ocean dynamics applications radar (CODAR) adalah radar HF untuk pemantauan arus dan gelombang !aut. CODAR memancarkan sinyal ke permukaan laut, dan sebagian gelombang ke lapisan ionosfer. Berdasarkan kajian propagasi sinyal CODAR, hasil percobaan penerlmaan sinyal CODAR dan simulasi propagasinya dapat diketahui bahwa sinyal CODAR dapat dimanfaatkan untuk penelitian ionosfer. Oleh karena itu telah dirancang sistem penerima sinyal CODAR untuk percobaan pengamatan ionosfer sebagai dasar pengembangan radar HF pasif untuk penelitian ionosfer di Indonesia.Hal. 407-417:ill.;21 cm

    Prediksi Parameter Input Model Ionosfer Menggunakan Vector Autoregression

    No full text
    Dari data harian parameter input model ionosfer mulai tahun 1998 sampai 2000 yaitu bilangan sunspot, fluks matahari pada gelombang 10.7 cm, indek global gangguan geomagnet beberapa hari sebelumnya dapat dilakukan prediksi beberapa hari yang akan datang untuk 3 paraneter tersebut secara simultan menggunakan model vector autoregressions (VAR). Berdasarkan Akaike's Information Criterion (AIC) telah dipilih VAR orde 3. Model hanya mampu memprediksi satu tahap yang akan datang. Perbandingannya dengan model AR juga didiskusikan.Hal. 52-6

    Permodelan Runtut Waktu Linier Aktivitas Mataari Dan Prediksi Siklus Maksimum ke-23

    No full text
    Pemodelan aktivitas matahari telah dibuat menggunakan. autoregresi (AR) linier dan data runtut waktu bilangan sunspot tahunan. Berdasarkan kriteria Akaike's Information Criterion (AIC) telah didapat AR linier orde 9. Model tersebut telah digunakan untuk prediksi matahari maksimum ke-23 dari siklus yang sedang berjalan. Model sederhana ini kelihatan lebih akurat dari pada model jaringan syaraf tiruan untuk prediksi aktivitas matahari beberapa tahun ke depan.hlm.1-

    PENGARUH IONOSFER PADA AKURASI PENENTUAN POSISI ABSOLUT DENGAN GPS SINGLE FREQUENCY PADA SAAT TERJADI BADAI MATAHARI

    Full text link
    The effect of the ionosphere on the propagation of signals emitted from GPS satellites at an altitude of about 20,000 km is in the form of code delay or carrier advance of the signal propagation time which depends on the Total Electron Content (TEC) and the GPS signals frequency. Coronal Mass Ejections (CMEs) occurred during October 28 and 29, 2003 solar storms have caused ionosphere disturbances called ionospheric storms. The ionospheric storms have degraded the accuration of single frequency GPS absolute positioning to more than 400%. Mitigation of ionospheric storms effect on the single frequency GPS absolute positioning by using Klobuchar model can not produce a significant increase in accuracy. Hence during the ionospheric storms, the regional ionospheric TEC model is needed for ionospheric correction of single frequency GPS absolute point positioning.Pengaruh ionosfer pada propagasi sinyal yang dipancarkan dari satelit GPS pada ketinggian sekitar 20.000 km adalah berupa penundaan waktu propagasi sinyal kode atau percepatan propagasi face GPS yang tergantung pada Total Electron Content (TEC) dan frekuensi sinyal GPS. Coronal Mass Ejections (CMEs) yang terjadi selama badai Matahari pada tanggal 28 dan 29 Oktober 2003 telah menyebabkan gangguan ionosfer, disebut badai ionosfer. Badai ionosfer tersebut telah menyebabkan penurunan akurasi penentuan posisi absolut dengan GPS frekuensi tunggal sampai lebih dari 400%. Mitigasi efek badai ionosfer pada penurunan akurasi posisi tersebut menggunakan model Klobuchar tidak dapat menghasilkan peningkatan akurasi yang signifikan. Oleh karena itu pada saat ada badai ionosfer diperlukan model TEC ionosfer regional untuk koreksi posisi GPS frekuensi tunggal.hal. 70-8
    corecore