43 research outputs found

    Liquid coal characteristic analysis with Fourier Transform Infra Red (FTIR) and Differential Scanning Calorimeter (DSC)

    No full text
    The aim of this study is to identify the value of compounds contained in liquid coal by using Fourier Transform Infra-Red (FTIR) and Differential Scanning Calorimeter (DSC). FTIR was used to analyse the components contained in liquid coal, while the DSC is done to observe the heat reaction to the environment. Based on the Fourier Transform Infra-Red (FTIR) test results it is shown that the compound contained in the liquid Coal consisting of alkanes, alkenes and alkyne. These compounds are similar compounds. The alkanes, alkenes and alkynes compounds undergo complete combustion reaction with oxygen and would produce CO2 and water vapour [H2O (g)]. If incomplete combustion occurs, the reaction proceeds in the form of Carbon Monoxide CO gas or solid carbon and H2O. Combustion reaction that occurs in all these three compounds also produces a number of considerable energy. And if it has higher value of Carbon then the boiling point would be higher. From the Differential Scanning Calorimetric (DSC) test results obtained some of the factors that affect the reaction speed, which are the temperature, the reaction mixture composition, and pressure. Temperature has a profound influence in coal liquefaction, because if liquid coal heated with high pressure, the carbon chain would break down into smaller chains consisting of aromatic chain, hydro-aromatic, or aliphatic. This then triggers a reaction between oil formation and polymerization reactions to form solids (char)

    Karakteristik Batubara Cair Hasil Destilasi Dengan Menggunakan Batubara Muda (Lignit)

    No full text
    Batubara adalah salah satu bahan bakar fosil yang terbentuk dari batuan sedimen yang dapat terbakar yang berasal dari endapan organik, bahan utamanya adalah sisa-sisa tumbuhan yang terbentuk melalui proses pembatubaraan. Batubara memiliki sifat-sifat fisika dan kimia yang kompleks. Sifat fisika batubara terdiri dari nilai kalor, kadar air, mudah menguap dan mengandung abu. Sifat kimia dari batubara dapat digambarkan dari unsur yang terkandung di dalam batubara, antara lain: karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen dan sulfur. Batubara diklasifikasikan atas Antrasit, Bituminus, dan Lignit. Antrasit adalah kelas batubara tertinggi berwarna hitam berkilauan (luster) metalik (86-98 %C, 8% kadar air), Bituminus (68-86% C, 8-10% kadar air) dan Lignit atau batubara coklat (60% C, 35- 75% kadar air). Pemanfaatan batubara sebagai bahan bakar pada pembangkit listrik tenaga uap. Untuk batubara muda pemanfaatannya pada pembakaran pada kiln semen, gasifikasi, arang batubara muda dapat dijadikan bahan pendukung, batubara cair. Batubara cair juga dapat diproses menjadi pyridine, benzen, toluen dan naphia. Pyridyne dapat dipakai untuk bahan baku karet, pewarna untuk tekstil dan kertas. Benzen untuk industri plastik dan bahan pembersih. Toluen untuk peledak TNT dan naphia untuk bahan dasar olefin. Selain itu tar batubara digunakan sebagai bahan baku untuk busa karbon. Terdapat dua metode untuk menganalisis batubara: analisis ultimate dan analisis proximate. Analisis ultimate digunakan untuk menganalisa semua elemen komponen batubara yang terdiri dari kandungan karbon (C), oksigen (O), hidrogen (H), nitrogen, (N), dan sulfur (S) yang dinyatakan dalam persen. Analisis proximate untuk menentukan jumlah volatile matters (VM), fixed carbon (FC), moisture dan ash batubara yang dinyatakan dalam satuan persen berat (wt. %). Pencairan batubara adalah proses konversi batubara padat menjadi suatu produk cair, pada suhu dan tekanan hidrogen yang cukup tinggi dengan bantuan katalis dan media pelarut. Pencairan batubara dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pencairan tidak langsung (indirect liquefaction) dan pencairan langsung (direct liquefaction). Kendala yang dihadapi pada proses pencairan batubara yaitu pengolahan tar yang memiliki kompleksitas senyawa, sehingga perlu dilakukan proses pemisahan awal agar memudahkan dalam pemanfaatan lebih lanjut. Pemisahan yang umum digunakan pada pengolahan tar yaitu dengan destilasi fraksinasi. Senyawa yang terdapat dalam batubara cair terdiri dari Naphthalene, Benzene, kelompok methyl. Kelompok senyawa ini merupakan kelompok senyawa organik, hidrokarbon aromatik yang terdapat dalam bahan bakar. Senyawa hidrokarbon terbagi atas hidrokarbon jenuh yaitu alkana dan hidrokarbon tak jenuh yaitu alkena dan alkuna. Senyawa alkana, alkena dan alkuna merupakan senyawa yang serupa. Ketika senyawasenyawa bereaksi pada pada suhu dan tekanan yang tinggi akan menimbulkan letupan. Letupan terjadi akibat dari reaksi eksoterm. Perubahan reaksi yang terjadi ditandai dengan adanya letupan yang berlangsung secara spontan. Letupan terjadi pada temperatur 163,53C dengan laju perpindahan kalor yang dilepaskan kelingkungan pada area -135.759 mJ dan nilai delta entalpi -13,5759 J/kg dan pada temperatur 187,88C dengan laju perpindahan kalor yang dilepaskan kelingkungan pada area 89.062 mJ dengan nilai delta entalpi -8,9062 J/kg, pada kondisi ini energi yang dilepaskan lebih besar dari energi yang diterima. Suhu memiliki pengaruh yang sangat besar dalam pencairan batubara, karena apabila batubara cair diberi panas dengan tekanan yang tinggi rantai karbon akan terurai menjadi rantai-rantai kecil yang terdiri atas rantai aromatik, hidroaromatik, maupun alifatik. Hal ini kemudian memicu terjadi persaingan reaksi antara pembentukan minyak dan reaksi polimerisasi untuk membentuk padatan (char). laju pemanasan akan mempengaruhi bentuk kurva. Laju pemanasan yang terlalu tinggi dapat menyebabkan fragmentasi termal batubara cair akan semakin lebar, akan tetapi bila digunakan laju pemanasan rendah maka pembebasan volatile matter juga akan ikut melambat dan mengakibatkan terjadinya reaksi sekunder pada produk dekomposisinya. Pada bilangan gelombang 2924,09 cm-1 diperoleh senyawa alkuna. Pada kodisi bilangan gelombang 28652,72 cm-1 senyawa yang terbentuk adalah Alkana dari metilen. Senyawa alkana, alkena dan alkuna jika direaksikan akan mengalami pembakaran sempuran. Senyawa alkana memiliki nilai karbon yang banyak maka titik didihnya tinggi. Pada bilangan gelombang 2358,94-1913,39 cm-1 senyawa hidrokarbon rangkap dua (C=C) dan pada bilangan 1602,85 cm-1 bilangan hidrokarbon rangkap tiga (CC). Hidrokarbon yang memiliki rangkap dua atau rangkap tiga merupakan senyawa tak jenuh. Pada senyawa tak jenuh ini memungkinkan adanya penambahan hidrogen. Apabilah senyawa tak jenuh direaksikan dengan hidrogen akan menghasilkan produk tunggal. Ikatan ganda tiga lebih kuat dari ikatan rangkap dua dan ikatan rangkap dua lebih kuat daripada ikatan tunggal. Jarak obligasi atau panjang ikatan ganda tiga lebih pendek dari tiga ikatan ganda dua dan lebih pendek dibanding tunggal. Semakin pendek ikatan kimia, maka ikatan semakin kuat. Nilai karbon yang tertinggal dalam ampas batubara cair setelah proses destilasi yakni sebesar 69% dari total senyawa yang terdapat didalamnya, hal ini menunjukkan bahwa ampas dari hasil destilasi batubara cair masih memungkinkan untuk dijadikan energi baru seperti Briket. Pengaruh homogenitas senyawa hidrokarbon dalam ampas batubara cair sangat kuat karena memiliki kekuatan ionik yang tinggi dan memiliki sifat polar, titik leleh yang tinggi. hal ini diperkuat dengan komposisi senyawa diperkuat dengan komposisi senyawa hidrokarbon yang tersisa dalam ampas batubara cair lebih banyak dibanding dengan komposisi senyawa lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa ampas batubara masih dapat diproses menjadi bahan bakar baru

    ANALISIS UJI KEAUSAN DAN STRUKTUR MIKRO BAJA CARBON RENDAH MELALUI PROSES NITRIDING

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat mekanis baja karbon rendah dengan proses nitriding. Proses perlakuan panas dilakukan pada temperatur 925-950 oC, dengan penahanan waktu selama 10 menit, lalu didingan melalui udara selama 24 jam, dengan melakukan uji kekerasan untuk menganalisa keausan menghitung nilai ketahan aus, dan mikro menganalisa perubahan struktur mikro. Dari hasil penelitian ini diperoleh hasil Volume keausan yang terjadi pada baja karbon rendah pada spesimen normal adalah 89,4 mm3, pada spesimen dengan proses nitriding 925 oC adalah 53.3 mm3 dan pada spesimen dengan proses nitriding 950 oC adalah 34.6 mm3. Laju keausan yang terjadi pada baja karbon rendah pada spesimen normal adalah 0.62 mm3, pada spesimen dengan proses nitriding 925 oC adalah 0.37 mm3 dan pada spesimen dengan proses nitriding 950 oC adalah 0.24 mm3. Struktur mikro material baja karbon rendah mengalami perubahan, dimana semakin tinggi temperatur proses nitriding yang diberikan unsur ferrite dan pearlite mengalami penurunan tetapi unsur austenitnya mengalami peningkatan dalam dimensi dan penyebarannya

    Analisis Buku Teks Biologi SMA Kelas XI Kurikulum 2013 ditinjau dari tingkat Ketepatan Konsep dan Tingkat Akomodasi Pendekatan Saintifik pada Konsep Sistem Reproduksi

    Get PDF
    Upaya untuk meningkatkan pendidikan tidak terlepas dari bagaimana kualitas pengajar, sarana dan prasarana yang mendukung, bahkan dari sumber belajar yang digunakan dari suatu lembaga pendidikan, salah satunya yaitu buku teks. Buku teks sangat penting sebagai sember ilmu pengetahuan, memberi petunjuk kegiatan, memberi motivasi, memberi pertanyaan-pertanyaan, menghubungkan materi pembelajaran dengan pengalaman kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ketepatan konsep dan tingkat akomodasi pendekatan saintifik pada materi sistem reproduksi dengan menggunakan tiga sampel buku teks yang digunakan di sekolah SMA/MA di Kota dan Kabupaten Cirebon. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data dengan cara observasi secara mendalam terhadap buku teks.Analisis yang dilakukan meliputi ketepatan konsep dan analisis terhadap tingkat akomodasi pendekatan saintifik yang termuat dalam buku yang meliputi aspek mengamati, aspek menanya, aspek menalar, aspek mencoba dan aspek mengmunikasikan. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukan bahwa tingkat ketepatan konsep dari ketiga buku sampel memiliki persentase konsep memadai paling tinggi yaitu buku teks terbitan Erlangga pada materi sistem reproduksi manusia memiliki konsep memadai lebih banyak dibandingkan dengan konsep kurang atribut kritis dan konsep tidak ada dalam buku. Tingkat akomodasi pendekatan saintifik pada buku teks terbitan Erlangga ini memiliki materi dan fitur-fitur yang mendominasi adalah mengamati (Observing), sedangkan aspek yang paling sedikit yang terdapat dalam buku teks adalah aspek mencoba (Eksperimenting). Dalam aspek yang disuguhkan pada buku teks terbitan Erlangga terdapat seluruh aspek saintifik dan hal ini cukup baik dalam tingkat akomondasi pendekatan saintifiknya.Pada buku teks terbitan Grafindo terdapat tiga aspek pendekatan saintifik dari kelima aspek pendekatan saintifik yang ada, diantaranaya yaitu aspek mengamati (Observing), aspek menanya (Questioning), dan aspek menalar (Associeting). Tingkat akomodasi pendekatan saintifik pada buku teks terbitan Yudhistira termuat selurus aspek pendekatan saintifik, adapun yang paling dominan yaitu aspek mengamati (Observing)dan yang paling minim yaitu pada aspek menanya (Questioning) dan aspek mencoba (Eksperimenting)

    TENSILE STRENGTH OF FIBER FOR SOME TYPE BANANAS (AMBON, KEPOK, SUSU)

    No full text
    The purpose of this study was to determine the influence of alcohol soaking treatment on the fiber surface in the physical and mechanical properties of banana fibers and to determine the effect of fiber tensile load when mixed with an epoxy resin with a volume fraction in the form of pull. The results obtained from this study was the influence of alcohol soaking treatment on the surface of banana fiber on the physical properties and mechanical properties of banana fiber are not suitable, because it just makes banana fiber strength becomes strong or fragile. The influence of tensile load of fiber when mixed with an epoxy resin with a volume fraction of 50: 50 in the form of pull sufficient effect on the tensile strength of the composite, as it makes the tensile strength of the composite itself to be increased or stronger

    Buku Panduan Penulisan Skripsi

    No full text
    Buku Panduan Penulisan Skripsi ini disusun dalam rangka untuk memberikan petunjuk tentang cara menulis Tugas Akhir/Skripsi. Hal ini dimaksudkan agar terdapat keseragaman dalam format dan cara penulisannya. Buku Panduan Penulisan Skripsi ini mencoba untuk memberikan beberapa informasi penting terkait tata cara penulisan Skripsi yang disertakan dengan contohcontoh. Pemberian contoh secara langsung tersebut diharapkan dapat mengurangi kesulitan mahasiswa dalam mencerna informasi-informasi dalam buku panduan ini. Isi dalam buku panduan ini masih memungkinkan untuk dilakukan perbaikan dan penyempurnaan dimasa yang akan datang, dengan harapan untuk dapat membantu kelancaran mahasiswa menulis Skripsi dengan kualitas yang sebaik-baiknya. Oleh karena itu segala sumbang saran untuk perbaikan akan diterima dengan senang hati. Semoga Buku Panduan Penulisan Skripsi ini dapat memenuhi harapan para mahasiswa dalam upaya meningkatkan fungsi dan proses belajar mengajar di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada, serta membantu mahasiswa dalam proses penulisan Skripsi

    PEMBER I AN ST ATUS ???NON-MEMBER OBSE RVER STATE??? KEP AD A P AL ESTIN A OLEH PBB D AL AM UPAY A PENYELES AI AN KONF LIK DE NG AN IS R AEL DITINJ AU D ARI SEGI H UKUM INTERN ASIO N AL

    Get PDF
    2013Penelitian ini bert ujuan: (1) untuk m engetahui ked uduk an Palest ina \ud pasca pemberian status ??? non -me mber observer st at e ??? ditinjau dari hukum \ud internasion a l dan (2) untuk mengetahui apakah pemb er ian st atus ??? non - \ud me mber observer stat e ??? kepada Palestina oleh PBB dalam upa ya \ud pen yelesaian konf lik dengan I srael dapat meningkat ka n st atus Palestina \ud menjad i ???per manent me mber ??? di P B B . \ud Penelitian ini merupakan jenis p enelitian yur idi s -normatif dengan \ud menggunakan metode pen e liti an kepustakaan (lib ra ry research) yaitu \ud dengan mempela jari bahan bacaan, berupa teor i -teo ri yang berasal dari \ud buku-buku ilmiah, lapora n -laporan, jurna l -jurnal huk um, media cetak, d an \ud media elektronik atau internet, serta bahan kepustakaan lainn ya yang \ud berhu bung an deng an objek p e rmasa lahan. \ud Hasil pen e liti an ini menunjukkan ba h wa dengan ada n ya pemberian \ud st atus in i, semakin mempertegas posisi d a n eksist ensi Palestina sebagai \ud sebuah negara dalam hukum inte rna sional. Hal ini akan membuka ruang \ud bagi Palestina untuk ikut menjad i bagian dalam b ada n -bad an PBB, dan \ud juga tela h membu ka pelu a ng bagi Palestina untuk menjad i b a g ian dari \ud ICC yang diharapkan n a ntin ya d apat di gunakan sebag ai kekuat an \ud Palestina untuk menuntut I srael atas pelanggaran In ternasi onal yang Israel \ud laku kan terhadap ked aulatan Palestina. Pember ian st atus ini dapat \ud dimaknai seba g ai seb uah lang kah a wal yang pos itif dalam usaha \ud Palestina menjadi ???permanent me mber??? di PBB. Memang pemberian \ud st atus ini bukanlah men jadi suatu jaminan hukum. Dalam hukum \ud internasion a l belu m ada ketentuan khusus yang mengatur secara je las \ud bah wa negara ya ng memperoleh sta tus ??? non - me mb e r observer st at e ??? akan \ud secara lang sung dan mudah menja d i ??? per manent me mber ??? di PBB apabila \ud mereka mengajukan keanggotaan. Namun, secara politik, pemberianst atus ini pada dasarn ya dapat dimak n ai seb agai seb uah dukun gan kuat \ud ya ng telah d idapatkan o leh P ale st ina dari mas yarakat internasion al

    PKM PENDISTRIBUSIAN AIR BERSIH DENGAN METODE GRAVITASI DI DUSUN MAKULA’ DESA LEMBANG MESAKADA KABUPATEN PINRANG

    Get PDF
    PKM PENDISTRIBUSIAN AIR BERSIH DENGAN METODE GRAVITASI  DI DUSUN MAKULA’ DESA LEMBANG MESAKADA KABUPATEN PINRAN

    ANALISIS VARIASI JUMLAH SUDU PADA KINCIR AIR ARUS BAWAH SEBAGAI TENAGA IRIGASI SKALA LABORATORIUM

    Get PDF
    ANALISIS VARIASI JUMLAH SUDU PADA KINCIR AIR ARUS BAWAH SEBAGAITENAGA IRIGASI SKALA LABORATORIU
    corecore