309 research outputs found
Rancang Bangun Aplikasi Pencarian Lokasi Indekos di Kota Jember Menggunakan Location Based Service (LBS) dan Algoritma Bee Colony Optimization (BCO)
Tempat tinggal merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia sebagai tempat berteduh dan istirahat. Bagi orang-orang yang jauh dari daerah asalnya, menyewa tempat tinggal adalah solusi. Salah satu tempat tinggal sementara yang paling banyak dicari saat ini yaitu jenis Indekos. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Indekos adalah tinggal di rumah orang lain dengan atau tanpa makan.
Kota Jember merupakan salah satu kota pelajar yang mempunyai beberapa perguruan tinggi baik negeri maupun swasta, disamping itu Kota Jember juga menjadi salah satu kota besar di Jawa Timur sehingga kebutuhan akan indekos sangat meningkat dari tahun ke tahun.
Keberadaan indekos yang tersebar luas membutuhkan waktu yang lama untuk mencari yang tepat dan terdekat dengan lokasi kita berada. Selain itu minimnya informasi yang didapat membuat penyewa tidak mendapatkan tempat tinggal dengan fasilitas yang diinginkan. Begitu juga untuk para pemilik indekos juga kesulitan untuk mengiklankan penyewaan tempat tinggal miliknya.
Untuk mengatasi permasalahan itu, maka dibangun aplikasi pencarian indekos dengan menggunakan teknologi Location-Based Service (LBS) untuk mencari indekos terdekat dan penerapan Algoritma Bee Colony Optimization (BCO) untuk mencari indekos rekomendasi. Nantinya aplikasi ini dapat mewadahi para pemilik indekos untuk mempromosikan indekos miliknya dan juga para pencari indekos untuk mendapatkan indekos sesuai dengan yang mereka inginkan dan tentunya dekat dengan lokasi pilihan mereka.
Penelitian ini menggunakan Location-Based Service (LBS) yang meliputi penggunaan fungsi GPS dan pemanfaatan Leaflet Maps API untuk menentukan dan menampilkan lokasi pencari indekos atau titik awal dan lokasi indekos sebagai titik akhir, serta penentuan rute perjalanannya. Algoritma Bee Colony Optimization (BCO) diimplementasikan pada aplikasi pencari lokasi indekos jember ini, yaitu untuk menentukan Indekos Rekomendasi.
Pada algoritma BCO atribut yang dibutuhkan adalah jarak dari user menuju setiap indekos yang ada dan juga bobot tiap indekos. Hasil pembangunan Aplikasi Pencarian Lokasi Indekos di Kota Jember menggunakan Location Based Service (LBS) dan Algoritma Bee Colony Optimization (BCO) dapat diakses oleh 3 aktor, yaitu admin, pemilik indekos, dan pencari indekos. Untuk fitur utama aplikasi yaitu terletak pada fitur pencarian indekos oleh aktor pencari indekos
Evaluasi Kualitas Layanan E-Village - Budgeting dengan Menggunakan Metode E-GovQual dan Importance Perfomance Analysis (Studi kasus: 22 Desa di Kecamatan Kabat dan Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi)
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam mewujudkan Inpres Nomor 3
Tahun 2003 telah melakukan pengembangan e-Government. Salah satu wujud
pengembangan e-Government di Banyuwangi yakni penerapan e-Village Budgeting
(e-VB). E-VB merupakan sistem informasi yang mensinergikan keuangan dan
pembangunan di tingkat desa, sehingga di tingkat kabupaten dapat melakukan
pemantauan dan pengawasan anggaran dana desa. Saat ini seluruh desa di
Kabupaten Banyuwangi sejumlah 189 desa telah menerapkan e-VB. Menurut
Abdullah Azwar Anas, Bupati Banyuwangi, pada tahun 2015 e-VB memiliki
beberapa trial error dan beberapa kendala yang akan terus dibenahi. Pemerintah
Kabupaten Banyuwangi dalam hal ini perlu melakukan evaluasi kualitas layanan e-
VB agar dapat mengetahui hasil evaluasi dan rekomendasi perbaikan untuk
memberikan pelayanan yang baik kepada publik. Merujuk pada Peraturan Bupati
(Perbup) Banyuwangi Nomor 47 Tahun 2012, untuk meningkatkan kualitas
pelayanan informasi kepada masyarakat, lembaga perangkat daerah yang
menangani urusan bidang komunikasi dan informatika wajib melakukan evaluasi
terhadap persiapan, pelaksanaan dan pengembangan terhadap pelayanan informasi
Aplikasi Pengukuran Kepuasan Pengguna Sistem Informasi Menggunakan Metode End User Computing Satisfaction (Studi Kasus: SAID Bondowoso)
Perkembangan teknologi informasi telah berkembang dengan pesat yaitu
ditandai oleh penggunaan komputer sebagai sarana pendukung kegiatan manusia
dalam melakukan aktivitas. Hampir disetiap perusahaan maupun instansi
mengaplikasikan penggunaan komputer sebagai alat pendukung dalam pekerjaan
yang dilakukan, hal tersebut juga dilakukan disektor instansi pemerintahan. Instansi
pemerintahan juga turut mengembangkan website dalam rangka untuk terus
meningkatkan kualitas pelayanannya kepada masyarakat serta melihat bahwa
website ini memiliki prospek pengembangan yang baik untuk kedepannya.
Pengguna website sangat mengharapkan tampilan layar berupa tampilan layar yang
menarik, mudah digunakan dan tentunya sesuai dengan fungsinya sehingga para
pengembang website harus memiliki website yang dapat digemari dan memuaskan
para penggunanya. Salah satu cara untuk mengetahui seberapa puas pengguna
terhadap website adalah dengan melakukan pengukuran. Pengukuran ini dilakukan
agar pengembang dapat mengetahui kekurangan apa saja pada website yang telah
mereka bangun sebagai bahan evaluasi dalam proses pengembangan website yang
dibuat demi memberikan pelayanan dan informasi yang memuaskan penggunanya.
End User Computing Satisfaction (EUCS) merupakan metode pengukuran
yang dikembangkan oleh Doll dan Torkzadeh. Metode ini menekankan kepuasan
pengguna akhir terhadap aspek sistem informasi dengan menilai sisi Content,
Accuracy, Format, Ease of Use dan Timeliness dari sistem informasi. Penerapan
metode ini dilakukan dengan menyusun kueisioner berdasarkan variabel dan
indikator yang telah disediakan oleh EUCS untuk selanjutnya disebarkan kepada
para pengguna sistem informasi. Pada penelitian ini pengukuran dilakukan terhadap Sistem Informasi dan Administrasi Desa (SAID) Kabupaten Bondowoso. SAID
merupakan suatu sistem berbasis website yang dikelola tim Pengelola Informasi dan
Dokumentasi (PPID) desa yang beralamatkan said.bondowosokab.go.id.
Tahap awal yang dilakukan pada pengukuran ini adalah menyusun dan
menyebar kueisioner untuk website SAID kepada 40 responden setelah itu
melakukan uji validitas dan reliabilitas yang menghasilkan semua instrumen
penelitian valid dan reliabel. Tahap selanjutnya adalah melakukan analisis
deskriptif menggunakan metode likert secara terurut dari yang terbesar yaitu
variabel timeliness dengan persentase 80,63% dan termasuk kedalam kategori
Sangat Puas, format dengan persentase 80,31% dan termasuk kedalam kategori
Sangat Puas, ease of use dengan persentase 78,13% dan termasuk kedalam kategori
Sangat Puas, content dengan persentase 70% dan termasuk kedalam kategori Puas,
accuracy dengan persentase 49,22% dan termasuk kedalam kategori Tidak Puas.
Hasil tersebut menjelaskan bahwa variabel accuracy merupakan variabel yang
sangat perlu diperbaiki karena memiliki nilai persentase yang kecil dan masuk
range kategori kepuasan pengguna tidak puas terhadap variabel accuracy
Penerapan E-Govqual dalam Sistem Evaluasi Penilaian Kualitas Layanan E- goverment Pemerintah Kabupaten Malang
Portal Pemerintah Kabupaten Malang (malangkab.go.id) merupakan media yang digunakan untuk membantu pelayanan dari Pemerintah Kabupaten Malang kepada masyarakat Malang. Bidang aplikasi informatika Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Malang ingin mengetahui kualitas layanan yang diberikan sistem yang baru dibangun tersebut bagi pengguna.
Evaluasi website merupakan hal yang perlu dilakukan untuk mengetahui kualitas layanan dari sudut pandang pengguna. Kepuasan pengguna inilah yang dapat mempengaruhi dari kualitas layanan yang ada, oleh karena itu dalam penelitian ini peneliti membangun sistem evaluasi kualitas layanan website untuk melakukan pengukuran pada Portal malangkab ini.
Sistem evaluasi berguna untuk memudahkan dalam proses perhitungan analisis GAP, mempercepat pekerjaan dan lebih menghemat penggunaan kertas dalam pengumpulan data dengan metode konvensional. Sistem evaluasi website dalam penelitian ini adalah sistem yang dapat melakukan evaluasi kualitas layanan malangkab menggunakan metode e-Govqual dan nilai dari hasil perhitungan dapat memberikan evaluasi terhadap dimensi yang perlu diperbaiki. Perhitungan analisis GAP dilakukan pada setiap atribut pada dimensi. Dimensi e-Govqual tersebut yaitu Efficiency, Trust, Reliability, Citizen Support, dan Content and Appearance of Information
RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI DOKTER PRAKTEK DAN RUMAH SAKIT DI KAB JEMBER DENGAN METODE ALGORITMA A*(A-STAR) BERBASIS WEB
Kebutuhan akan mendapatkan suatu informasi secara cepat dan tepat, telah menjadi kebutuhan pokok masyarakat dunia. Salah satunya adalah kebutuhan akan informasi geografis. Teknologi SIG merupakan suatu teknologi mengenai geografis yang memiliki kemampuan dalam memvisualisasikan data spasial berikut atribut-atributnya. Kab Jember merupakan salah satu kabupaten yang jumlah penduduknya begitu pada
Analisis Sentimen Positif dan Negatif Komentar Video YouTube Menggunakan Metode Naïve Bayes – Support Vector Machine (NBSVM) Classifier
Sentimen analis pada komentar video YouTube merupakan proses
memahami, mengekstrak dan mengolah data tekstual secara otomatis untuk
mendapat informasi sentimen yang terkandung dalam suatu kalimat komentar video
YouTube. Beragam reaksi opini dalam komentar pengguna ketika melihat konten
video yang di unggah di YouTube sangat mempengaruhi reputasi konten video dan
channel tersebut. Konten video didalam YouTube sangat beragam, salah satu
kategori yang mengalami pertumbuhan adalah konten video pendidikan yang
menjadi bagian terpenting dalam mengedukasi masyarakat.
Pendekatan text mining menjadi alternatif terbaik untuk mengartikan makna
dari setiap komentar. Pengklasifikasian konten Positif dan Negatif menjadi sangat
penting bagi pengguna YouTube untuk menilai seberapa bermakna konten yang
telah diterbitkan tersebut berdasarkan opini pengguna. Naïve Bayes dan Support
Vector Machine secara luas digunakan sebagai garis dasar dalam tugas-tugas yang
berhubungan dengan teks tetapi kinerjanya bervariasi secara signifikan diseluruh
varian, fitur dan jumlah kumpulan data. Naïve Bayes sangat baik dalam
mengklasifikasikan teks dengan jumlah data yang kecil atau cuplikan dokumen dan
snippets sedangkan Support Vector Machine sangat baik dalam mengklasifikasikan
teks dengan jumlah data yang relative banyak atau dokumen yang panjang fulllength. Kombinasi dari metode Naïve Bayes dan Support Vector Machine
menghasilkan tingkat akurasi yang lebih baik dan performa yang lebih kuat kuat
dengan penggunaan skala data 7:3 yaitu 70% data training dan 30% data testing.
Dengan menghasilkan nilai uji performansi terbesar yaitu precission sebesar 91%,
recall sebesar 83% dan flscore sebesar 87%
Analisis Pengaruh Faktor Human Dan Technology Terhadap Kesuksesan Implementasi Layanan Qr Code Sister for Student (SFS) Universitas Jember
Salah satu layanan TI yang diimplementasikan oleh Universitas Jember yaitu Aplikasi SFS (Sister For Student) yang digunakan mahasiswa Universitas Jember dalam berbagai kegiatan akademik. Aplikasi SFS yang dikelola oleh pihak UPT-TIK Universitas Jember memiliki berbagai fitur, salah satunya yaitu fitur presensi yang digunakan untuk melakukan kegiatan absensi berbasis QR Code. Absensi QR Code ini diharapkan dapat memudahkan proses absensi mahasiswa Universitas Jember. Dalam penerapannya, penggunaan absensi QR Code SFS masih mengalami kendala seperti masih terjadi gangguan pada SSID ruangan saat mahasiswa akan melakukan absensi.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh faktor manusia dan teknologi terhadap kesuksesan layanan QR Code SFS Universitas Jember. Metode yang digunakan penelitian ini merupakan gabungan metode HOT Fit dan ISSM 2003. Metode HOT Fit yang digunakan tidak melibatkan variabel pada konstruk organisasi karena kurang relevan dengan target responden penelitian. Indikator pada metode ISSM 2003 akan digabungkan penggunaannya dengan indikator pada variabel HOT Fit. Diharapkan hasil dari penggabungan kedua metode ini dapat memaksimalkan hasil yang didapatkan berupa faktor manusia dan teknologi yang berpengaruh signifikan terhadap kesuksesan layanan QR Code SFS.
Jumlah sampel penelitian yang digunakan sebanyak 411 mahasiswa aktif Universitas Jember semester 4 dan 6. Hasil dat dianalisis menggunakan tools GeSCA. Berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa faktor manusia (human) yang berpengaruh signifikan yaitu kualitas sistem (system quality) dan kualitas informasi (information quality). Sedangkan faktor teknologi (technology) yang berpengaruh signifikan yaitu penggunaan sistem (system use) dan kepuasan pengguna (user satisfaction)
Analisis Penerapan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit Dengan Model Human Organization Technology (Hot)-Fit Di Rsu Dr. H. Koesnadi Bondowoso
Sebagian besar responden menyatakan bahwa penggunaan sistem menjawab
sangat baik berjumlah 90 orang, responden menyatakan bahwa kepuasan
pengguna menjawab baik berjumlah 99 orang, responden menyatakan
bahwa bahwa organisasi menjawab baik berjumlah 92 orang, responden
menjawab sangat baik pada kualitas sistem berjumlah 129 orang, responden
menyatakan baik pada kualitas sistem berjumlah 105 orang, responden
menyatakan layanan baik pada kualitas layanan berjumlah 86 orang dan
responden menyatakan baik pada kinerja SIMRS berjumlah 81 orang
Implementasi metode Fuzzy – Analytic Hierarchy Process (F – AHP ) dan Profile Matching pada sistem penunjang keputusan pemilihan kualitas ikan koi (Studi Kasus UD. Cassablanca Koi)
Sistem penunjang keputusan pemilihan kualitas ikan koi menggunakan metode fuzzy analytic hierarchy process (F-AHP) dilakukan dengan cara menentukan bobot dari masing-masing kriteria dan subkriteria. Kriteria pada penelitian ini berupa perbandingan komposisi warna, kontras warna, postur badan, nilai cacat, mental. Hasil penilaian yang dilakukan sistem akan dinormalisasi dengan hasil akhir yaitu nilai pembobotan kualitas dari ikan koi
Evaluasi Kualitas Sistem Informasi Pelayanan (SIP) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Jember Menggunakan Metode Webqual 4.0 dan Importance Performance Analysis (IPA)
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Jember (Dispendukcapil Kabupaten Jember) merupakan salah satu instansi pemerintah yang dimiliki oleh Kabupaten Jember pada bidang administrasi kependudukan yang menerapkan e-Government. Salah satu bentuk penerapan e-Government di Dispendukcapil Kabupaten Jember yakni penerapan Sistem Informasi Pelayanan (SIP). SIP merupakan sistem informasi yang berfungsi sebagai sarana penyampaian informasi dan memberikan pelayanan yang dapat digunakan oleh seluruh masyarakat terutama masyarakat Kabupaten Jember yang membutuhkan permohonan dan pengajuan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil. Permohonan pelayanan dilakukan secara online dengan melakukan registrasi terlebih dahulu. Namun dengan adanya SIP masih belum dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat mereka merasa bahwa SIP secara fungsional belum masih belum optimal dalam membantu kepengurusan administrasi kependudukan dan website SIP belum sepenuhnya memberikan kemudahan bagi pengguna dan masih belum sesuai dengan kebutuhan pengguna karena masih terdapat berbagai hal dalam kepengurusan adminduk yang perlu untuk diperbaiki.
Melihat kondisi ini, maka Dispendukcapil Kabupaten Jember perlu melakukan evaluasi kualitas web SIP agar dapat mengetahui hasil evaluasi dan rekomendasi perbaikan untuk meningkatkan kualitas web berdasakan kebutuhan pengguna. Sehingga dapat memberikan pelayanan yang baik pada masyarakat dalam melakukan permohonan dan pengajuan online. Saat ini SIP semakin berkembang, tidak hanya berbasis website tetapi juga terdapat aplikasi berbasis android.
Untuk dapat mengevaluasi kualitas SIP dan dapat memberikan rekomendasi perbaikan berdasarkan kebutuhan pengguna perlunya dua metode yang dapat memenuhi dua unsur tersebut. Hal ini diperlukan metode Webqual 4.0 untuk mengetahui kualitas dari SIP dan metode Importance Performance Analysis (IPA) untuk menganalisis dan memberikan prioritas perbaikan dari indikator/item pada metode Webqual 4.0. Kelebihan dari metode Webqual 4.0 ini adalah adalah metode ini sangat cocok untuk digunakan untuk mengukur kualitas website karena variabel dan indikator sesuai dengan permasalahan yang terdapat pada Sistem Informasi Pelayanan dan metode IPA ini dapat memberikan rekomendasi indikator/item mana yang harus diprioritas untuk perbaikan. Kedua metode ini sangat cocok untuk digabungkan dalam penelitian ini karena saling adanya keterkaitan antara metode Webqual dan IPA. Metode Webqual terdapat beberapa indikator-indikator yang dapat digunakan untuk penilaian kinerja dari website dan kepentingan dari penggunaa terhadap website. Indikator-ndikator tersebut digunakan dalam menganalisis indikator-indikator manakah yang menjadi prioritas perbaikan dengan menggunakan kuadran IPA
- …
