41 research outputs found
RESPON PERTUMBUHAN TANAMAN TEBU
Tebu (Saccharum officinarum L.) merupakan akumulator Si sehingga memerlukan lebih banyak asupan Silika. Tujuan penelitian untuk
mengetahui pengaruh pemberian Si terhadap pertumbuhan tebu varietas Bululawang dan Hari Widodo, serta mengetahui sumber Si terbaik.
Penelitian dilaksanakan mulai Januari sampai April 2015 di lahan milik PTPN XI, Unit Usaha Prajekan, Bondowoso, Jawa Timur.
Percobaan disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama varietas
terdiri dari Bululawang (V1) dan Hari Widodo (V2). Faktor kedua sumber Si terdiri dari kontrol (S0), abu bagas 212,5 g/tanaman (S1), Si
Plus-HS 12,5 g/tanaman (S2), dan Formula Si dengan konsentrasi 2 g/l (S3). Hasil penelitian menunjukkan pemberian Si secara signifikan
mampu meningkatkan tinggi tanaman, panjang batang, diameter batang, berat dan volume akar. Di sisi lain, varietas tidak berpengaruh
terhadap pertumbuhan tebu, sama halnya interaksi dengan sumber Si. Abu bagas merupakan sumber Si yang memberikan pengaruh terbaik
dalam meningkatkan panjang batang, diameter batang, berat dan volume akar tebu
Perbandingan Tingkat Kepadatan Lalat pada Sistem Pengelolaan Sampah Controlled Landfill dan Open Dumping di TPA Kabupaten Jember
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari kepadatan lalat pada tiga TPA dengan membandingkan pengaruh pengelolaan sampah terhadap kepadatan lalat. Desain penelitian ini adalah secara cross sectional dengan stratified random sampling. Uji statistik menunjukkan perbedaan tingkat kepadatan lalat yang bermakna antara pengelolaan secara controlled landfill dengan open dumping. Kedua pengelolaan open dumping menunjukkan kepadatan lalat yang tidak berbeda secara signifikan dalam kepadatan lalat. Kepadatan lalat pada pengelolaan sampah controlled landfill tergolong sangat tinggi (34,3 ekor lalat/0,5 menit) sedangkan pada open dumping tergolong tinggi (15,7 ekor lalat/0,5 menit dan 17,3 ekor lalat/0,5 menit). Volume sampah dan persentase sampah organik merupakan variabel yang berperan terhadap kepadatan lalat, sedangkan variabel iklim tidak berperan terhadap kepadatan lalat. Persentase jenis lalat rumah pada TPA Pakusari, TPA Kencong, dan TPA Tanggul lebih besar daripada lalat hijau
INDEKS PRODUKTIVITAS DASAR BERBASIS SOIL TAXONOMY DAN KORELASINYA DENGAN PRODUKTIVITAS KOPI PADA BEBERAPA ORDO TANAH
Suatu metode penilaian indeks produktivitas (IP) berbasis Soil Taxonomy telah diperkenalkan dan memberikan harapan baru untuk melakukan inventarisasi potensi tingkat produktivitas tanah dalam skala global. Sejauh ini, metode ini belum banyak mendapat respon dari peneliti untuk melakukan pengujian validitasnya dalam hal korelasinya dengan produktivitas tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan indeks produktivitas beberapa ordo tanah perkebunan kopi berbasis sifat-sifat yang melekat pada sistem Soil Taxonomy dan mengetahui korelasi indeks produktivitas berbasis Soil Taxonomy dengan produktivitas tanaman kopi robusta.
Penelitian dilaksanakan dalam 5 tahapan yaitu: (1) pelaksanaan survei tanah pada 4 lokasi kebun kopi robusta (Sidomulyo, Rayap, Malangsari, Gumitir), (2) pengamatan morfologi tanah dan pengklasifikasian tanah dari tingkat ordo sampai tingkat sub grup, (3) analisis sifat fisika dan kimia tanah di laboratorium, (4) penentuan nilai indeks produktivitas untuk masing-masing tingkat tanah berdasarkan sifat-sifat yang terkandung dalam Soil Taxonomy, (5) analisis korelasi antara nilai indeks produktivitas dengan produktivitas kopi robusta.
Hasil penelitian menunjukkan terdapat 4 jenis tanah tingkat sub grup pada enam lokasi penelitian yaitu: Typic Udorthents untuk kebun Sidomulyo; Typic Hapludalfs untuk kebun Rayap 1, Kampung Tengah dan Tretes; Typic Dystrudepts untuk kebun Rayap 2; serta Typic Eutrudepts untuk kebun Gumitir. Indeks produktivitas pada masing-masing tanah meliputi Typic Udorthents dengan nilai IP=6; Typic Hapludalfs dengan IP=10; Typic Dystrudepts dengan IP=7; dan Typic Eutrudepts dengan IP=11. Hubungan antara IP dengan produktivitas kopi robusta bernilai positif dan sangat kuat (r=0,84). IP dan produktivitas kopi memperlihatkan adanya hubungan yang signifikan (taraf 95%)
dalam bentuk model linier sederhana. 70% keragaman hasil produktivitas kopi berhubungan dengan IP, sisanya sebesar 30% kemungkinan ditentukan oleh faktor lain dalam budidaya. Hal ini berarti semakin tinggi IP maka produktivitas kopi robusta semakin meningkat
DETEKSI SIFAT FISIK TANAH SAWAH DI KECAMATAN AMBULU, KABUPATEN JEMBER DALAM KAITANNYA DENGAN PRODUKSI PADI
Variasi ini disebabkan karena
beragamnya tingkat pengolahan tanah. lndeks plastisitas dan jangka olah meningkat
karena pengolahan tanah lebih dalam, tetapi pengolahan terlalu dalam (>30 cm)
menurunkan bahan organik tanah karena aerasi tanah yang mempercepat
dekomposisi bahan organik tanah. Pengolahan tanah yang terlalu dangkal (<20cm)
menyebabkan naiknya padas olah dan menyebarnya akar tanaman secara horisontal
di lapisan atas tanah
PERGESERAN POLA MUSIM HUJAN DAN MUSIM KEMARAU KABUPATEN JEMBER TAHUN 1999 – 2014 SERTA PENGARUHNYA TERHADAP PRODUKTIFITAS TANAMAN PALAWIJA DAN UMBI-UMBIAN PADA BERBAGAI JENIS TANAH UTAMA
Berdasarkan hasil dan pembahasan maka dapatkan kesimpulan sebagai
berikut:
1. Terdapat korelasi antara perubahan curah hujan, jumlah hari hujan, dan
panjang musim dengan produktifitas tanaman palawija (jagung, kedelai,
kacang tanah) serta umbi-umbian (ubi kayu dan ubi jalar) di 14 kecamatan
wilayah utara dan5 kecamatan wilayah selatan Kabupaten Jember
2. Korelasi produktivitas palawija dengan hari hujan diketahui mendominasi di 11
Kecamatan dengan kacang tanah di 6 Kecamatan, jagung di 3 Kecamatan dan
kedalai di 2 Kecamatan
3. Korelasi produktivitas umbi-umbian dengan curah hujan, jumlah hari hujan dan
panjang musim hujan hanya terjadi di 5 kecamatan, dengan ubi jalar di 2
Kecamatan, dan ubi kayu di 3 Kecamatan
4. Jagung dan Kedelai yang ditanam pada jenis tanah asosiasi latosol coklat dan
regosol kelabu di Bangsalsari bersifat sensitif terhadap perubahan curah hujan,
hari hujan dan panjang musim hujan, sedangakan kecamatan lain dengan jenis
tanah yang sama tidak bersifat sensitif
KARAKTERISTIK PERTUMBUHAN, PRODUKSI DAN MUTU BENIH SORGUM PADA SISTEM TUMPANGSARI DENGAN KACANG TANAH SEBAGAI RESPON TERHADAP PEMBERIAN PUPUK ORGANIK DAN FOSFAT
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pertumbuhan, dan produksi sorgum pada sistem tumpangsari dengan kacang tanah sebagai respon pemberian pupuk organik dan fosfat dan untuk mengetahui interaksi pemberian pupuk organik dan fosfat terhadap karakteristik mutu benih sorgum pada sistem tumpangsari dengan kacang tanah. Penelitian dilaksanakan dilahan sawah di Desa Klompangan, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember pada bulan Juni sampai dengan Oktober 2015.
Penelitian dirancang dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 2 faktor dengan 3 ulangan. Faktor pertama ialah pemberian pupuk bokasi yang terdiri atas 2 taraf B0 = 0 /ha B1 = 72,2 kg/ha dan B2 = 14,4 kg/ha, sedangkan faktor kedua perlakuan pemberian beberapa dosis pupuk SP36 yang terdiri dari 3 taraf yaitu P0 = 0 kg/ha, P1 = 100 kg/ha dan P2 = 200 kg/ha.Data hasil pengamatan dianalisa menggunakan Analisa Varian. Selanjutnya dilakukan uji lanjut dengan menggunakan Duncan’s Multiple Range Test ( DMRT).
Hasil penelitian menunjukkan karakteristik pertumbuhan sorgum pada sistem tumpangsari dengan kacang tanah terhadap penambahan pupuk organik yang dikombinasikan dengan pupuk fosfat memiliki pengaruh yang signifikan pada tinggi tanaman, berat kering tanaman sorgum, berat malai, jumlah cabang dan panjang malai, karakteristik produksi sorgum pada sistem tumpangsari dengan kacang tanah terhadap penambahan pupuk organik yang dikombinasikan dengan pupuk fosfat memiliki pengaruh yang tidak signifikan pada produksi sorgum per petak dan pemberian pupuk organik memberikan pengaruh yang tidak signifikan pada karakteristik mutu benih sorgum sedangkan pupuk fosfat memberikan pengaruh signifikan pada karakteristik mutu benih sorgum
Pengaruh Limbah Cair Pabrik Gula Terhadap Beberapa Sifat Tanah Di Lahan Sawah Desa Sukokerto Kecamatan Pajarakan Kabupaten Probolinggo
Tebu merupakan bahan baku pembuatan gula (gula kristal putih, white
sugar plantation) dalam industri pabrik gula. Pabrik gula selalu mengeluarkan
limbah yang berbentuk cairan, padatan dan gas. Limbah merupakan suatu zat,
energi, dan atau komponen lain yang dikeluarkan atau dibuang akibat sesuatu
kegiatan baik industri maupun non-industri. Limbah yang dihasilkan dari industri
dapat berupa kepulan asap, reaksi kimia, kepulan asap, kebisingan serta lain
sebagainya. Salah satu limbah industri yakni berupa limbah cair. Air limbah
industri merupakan air yang berasal dari rangkaian proses produksi dengan
kandungan komponen yang berasal dari proses produksi itu dan apabila dibuang
kelingkungan tanpa pengelolaan yang benar tentunya akan dapat mengganggu.
Limbah yang dibuang dan melalui areal di lahan sawah, maka akan menimbulkan
dampak secara langsung dan tidak langsung termasuk terhadap pertumbuhan
tanaman.
Tanah merupakan salah satu komponen penting selain air. Tanah
memberikan peran penting dalam kehidupan pertumbuhan makhluk hidup terlebih
pada bidang pertanian. Ketika tanah tercemar oleh suatu zat berbahaya atau
beracun dari pembuangan limbah yang terus menerus maka zat tersebut dapat
menguap, tersapu air hujan ataupun masuk kedalam tanah. Hal ini akan
mempengaruhi karakteristik sifat tanah khususnya pada tingkat kesuburan tanah
tersebut yang akan berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan
tanaman.
Tanah yang benar-benar subur adalah apabila didukung oleh faktor-faktor
pertumbuhan. Komponen kimia tanah berperan besat terhadap menentukan ciri
dan sifat tanah dan status kesuburan tanah tersebut. Selain itu, sifat kimia tanah
berperan dalam menjelaskan serta menentukan reaksi-reaksi kimia yang menyangkut dalam masalah ketersediaan unsur hara bagi tanaman tersebut. Selain
itu sifat fisika tanah ikut mempengaruhi tingkat kesuburan tanah tersebut.
Keadaan fisika tanah meliputi, tekstur, kelembaban, struktur, kedalaman efektif,
dan tata udara tanah. Sifat-sifat tanah tersebut berpengaruh terhadap kondisi fisik
tanah dalam menentukan penetrasi akat di dalam tanah, drainase, retensi air,
aerasi, dan nutrisi tanaman. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengatahui
bagaimana pengaruh dari limbah cair yang dihasilkan oleh pabrik gula tersebut
terhadap tanah lahan sawah
Perbandingan Tingkat Kepadatan Lalat pada Sistem Pengelolaan Sampah Controlled Landfill dan Open Dumping di TPA Kabupaten Jember
Penelitian tentang "Perbandingan Tingkat Kepadatan Lalat pada Sistem Pengelolaan Sampah Controlled Landfill dan Open Dumping di TPA Kabupaten Jember" telah dilakukan di tiga TPA yang berada di Kabupaten Jember. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari kepadatan lalat pada tiga TPA dengan membandingkan pengaruh pengelolaan sampah terhadap kepadatan lalat. Desain penelitian ini adalah secara cross sectional dengan stratified random sampling. Uji statistik menunjukkan perbedaan tingkat kepadatan lalat yang bennakna antara pengelolaan secara controlled landfill dengan open dumping. Kedua pengelolaan open dumping menunjukkan kepadatan lalat yang tidak berbeda secara signifikan dalam kepadatan lalat. Kepadatan lalat pada pengelolaan sampah controlled landfill tergolong sangat tinggi (34,3 ekor lalat/0,5 menit) sedangkan pada open dumping tergolong tinggi (15,7 ekor lalat/0,5 menit dan 17,3 ekor lalat/0,5 menit). Volume sampah dan persentase sampah organik merupakan variabel yang berperan terhadap kepadatan lalat, sedangkan variabel iklim tidak berperan terhadap kepadatan lalat. Persentase jenis lalat rumah pada TPA Pakusari, TPA Kencong, dan TPA Tanggul lebih besar daripada lalat hijau
Pengaruh Aplikasi Biochar Dan Kompos Terhadap Sifat Fisika Tanah Alfisol, Efisiensi Air Dan Produksi Tanaman Jagung Manis (Zea Mays Saccharata Sturt L.)
Biochar merupakan mineral amorf yang diperoleh melalui proses pirolisis,
digunakan sebagai bahan pembenah tanah
Perbandingan tingkat kepadatan lalat pada sistem pengelolaan sampah secara controlled landfill dan open dumping di TPA Kabupaten Jember
Penelitian tentang " perbandingan tingkat kepadatan lalat pada sistem pengelolaan sampah controlled landfill dan open dumping di TPA kabupaten Jember" telah dilakukan di tiga TPA yang berada di kabupaten Jember
