30 research outputs found

    EVALUATING TRUSTWORTHINESS OF SOFTWARE COMPONENT

    No full text
    Makalah ini membahas tentang konsep keterpercayaan komponen perangkat lunak yang merupakan salah satu pertimbangan utama bagi pengembang perangkat lunak dalam mengimplementasikan metode pengembangan perangkat lunak berbasis komponen. Pada bagian awal makalah, penulis menjelaskan mengenai konsep penggunaan ulang perangkat lunak dan kaitannya dengan keterpercayaan komponen perangkat lunak. Selanjutnya, bagian inti makalah membahas secara detail mengenai metode pengujian komponen perangkat lunak dan 4 (empat) metode yang dapat digunakan untuk mengevaluasi tingkat keterpercayaan dari komponen perangkat lunak. Di akhir makalah, penulis memberi gambaran mengenai proses seleksi komponen perangkat lunak pada domain industri

    PSP AND PQI: HOW DO THEY IMPROVE INDIVIDUAL SOFTWARE PROCESS

    No full text
    Dalam proses pengembangan perangkat lunak, setiap pengembang baik tim maupun perorangan bertujuan untuk dapat menghasilkan produk perangkat lunak yang berkualitas tinggi. Salah satu kriteria penting dari kualitas perangkat lunak adalah jumlah kesalahan (defect) yang ditemukan pada perangkat lunak tersebut. Perangkat lunak yang berkualitas tinggi harus memiliki jumlah defect yang minimal sehingga mampu menyediakan fungsionalitas bagi pengguna dengan tingkat usabilitas yang tinggi. Salah satu faktor penting yang berpengaruh signifikan terhadap kualitas produk perangkat lunak adalah kualitas software process yang dijalankan. Hal ini berlaku untuk proses pengembangan oleh tim maupun proses pengembangan yang dilakukan oleh software engineer perorangan. Software Engineering Institue (SEI) di Carnegie Mellon University (Amerika Serikat) telah mengembangkan metode Personal Software Process (PSP) untuk membantu para software engineer meningkatkan kualitas software process yang mereka jalankan. Selain itu, SEI juga mengembangkan Process Quality Index (PQI) yang dapat digunakan untuk mengukur kualitas software process yang dilakukan oleh para software engineer.  PSP membantu software engineer meningkatkan kualitas software process mereka melalui praktek – praktek yang mendukung  proses identifikasi dan perbaikan defect pada perangkat lunak sedini mungkin. Selain itu, PSP memberikan motivasi yang besar bagi software engineer untuk dapat lebih disiplin pada setiap tahapan software process yang mereka jalankan. PQI mengukur kualitas software process dengan menggunakan indikator berupa perbandingan lama waktu penyelesaian serta jumlah defect yang ditemukan pada setiap tahapan software process

    PSP AND PQI: HOW DO THEY IMPROVE INDIVIDUAL SOFTWARE PROCESS

    No full text

    Software Testing in Component-Based Software Engineering

    No full text

    Exploratory software testing in agile project

    No full text

    EVALUASI ADOPSI METODE AGILE UNTUK PROSES PERANGKAT LUNAK OLEH TIM STARTUP DI INDONESIA

    No full text
    Saat ini pada Indonesia, sedang maraknya muncul berbagai startup pada berbagai bidang, Startup bukan suatu hal yang asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Umumnya pada saat ini, startup di Indonesia menggunakan metode Agile sebagai metode pengembangan perangkat lunaknya. Penelitian ini akan berfokus kepada pelaksanaan metode Agile yang digunakan oleh beberapa startup di Indonesia. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk mendapatkan data serta informasi mengenai penggunaan metode Agile oleh beberapa startup tersebut. Penelitian ini bermaksud untuk menganalisa serta membandingkan pelaksanaan metode Agile oleh startup hingga dapat melakukan evaluasi mengenai pelaksaan metode Agile tersebut. Berdasarkan hasil penelitan ini, penggunaan metode Agile yang umum untuk digunakan adalah metode Scrum. Scrum dipilih karena kecepatan waktu dalam melakukan pengiriman produk dan terdapat sprint planning, sprint review, sprint backlog, dan review restrospective yang memudahkan pengembangan perangkat lunak oleh startup. Selain itu, beberapa startup menggunakan metode Kanban untuk melakukan visualisasi kerangka kerja mereka

    PERANCANGAN UI/UX APLIKASI PEMINJAMAN SEPEDA DI UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA MENGGUNAKAN METODE USER JOURNEY MAP

    No full text
    Universitas Islam Indonesia memiliki fasilitas sepeda kampus yang tersebar di beberapa lokasi yang saat ini proses peminjamannya masih dilakukan secara manual. Proses ini memerlukan waktu dan sering kali menimbulkan ketidaknyamanan. Misalnya, ketika mahasiswa lupa untuk membawa KTM, mereka harus pergi mengambilnya terlebih dahulu agar diperbolehkan melakukan peminjaman sepeda. Selain itu, ada kemungkinan semua sepeda sudah dipinjam ataupun ada yang rusak sehingga tidak dapat digunakan. Situasi ini dapat mengurangi minat mahasiswa dalam memanfaatkan fasilitas sepeda kampus. Oleh karena itu, diperlukan sistem peminjaman sepeda yang lebih efisien dan praktis untuk meningkatkan kenyamanan dan minat mahasiswa dalam menggunakan fasilitas tersebut. Sistem yang terintegrasi secara digital melalui aplikasi mobile, dapat memudahkan proses peminjaman dan memastikan ketersediaan sepeda secara real-time. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan dan preferensi pengguna adalah metode user journey map. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini akan melibatkan berbagai tahapan mulai dari pengumpulan data, analisis kebutuhan pengguna, desain antarmuka, hingga pengujian prototipe. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa “Perancangan UI/UX Aplikasi Peminjaman Sepeda Di Universitas Islam Indonesia Menggunakan Metode User Journey Map” berhasil mengidentifikasi kebutuhan, kendala, dan harapan pengguna selama proses peminjaman sepeda yang kemudian diimplementasikan ke dalam fitur-fitur utama aplikasi.&nbsp

    EFEKTIVITAS DESAIN UI/UX SISTEM DAW (DIGITAL AUDIO WORKSTATION) PADA PRODUKTIVITAS PENGGUNA

    No full text
    Digital Audio Workstation (DAW) merupakan perangkat lunak yang penting bagi produser musik untuk merekam, mengedit, serta menciptakan karya berupa audio. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan desain antarmuka pengguna (UI) dan pengalaman pengguna (UX) dua DAW yang populer karena sering digunakan, yaitu FL Studio dan Ableton Live, guna memahami pengaruh desain antarmuka terhadap efisiensi dan kenyamanan pengguna. Metode penelitian yang digunakan melibatkan serangkaian pengujian praktis dan kuisioner yang dilakukan terhadap lima partisipan dengan tingkat pengalaman berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FL Studio lebih unggul dalam hal efisiensi waktu penyelesaian tugas, sementara Ableton Live memberikan kenyamanan penggunaan dalam jangka panjang berkat antarmuka yang lebih terorganisir. Temuan ini memberikan wawasan bagi produser musik sebagai panduan dalam memilih DAW yang sesuai dengan kebutuhan produktivitas dan kenyamanan mereka

    EKSPLORASI TOOLS UI/UX BERBASIS WEB MINIM PENGKODEAN DENGAN TEKNOLOGI ARTIFICIAL INTELLIGENCE FRAMER.COM

    No full text
    Pengembangan software telah mengalami evolusi yang semakin pesat. Pengembangan software dilakukan dalam berbagai metode, salah satunya adalah metode pengembangan minim pengkodean (Low-Code Development). Tren metode ini terus mengalami perkembangan yang signifikan seiring dengan kebutuhan yang mendesak untuk percepatan dan fleksibilitas dalam pengembangan sebuah software. Platform Framer adalah salah satu platform pengembangan software berbasis website meliputi pengembangan desain UI dan UX yang memiliki fitur utama AI yang dapat membantu desainer dalam menentukan desain prototype UI sebuah website. Dalam penelitian ini menggunakan metode Prototyping dengan tema website penjualan Smartphone bernama PhoneCenter. Pengujian prototype website yang telah dibuat menggunakan metode Cognitive Walkthrough. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan prototype website sesuai tema dengan memanfaatkan fitur-fitur yang ditawarkan oleh platform Framer.com, serta pengujian prototype UI/UX yang dibuat menggunakan platform tersebut
    corecore