21 research outputs found

    Implementasi Metode An-Nahdliyah Untuk Mengatasi Kesulitan Membaca Al-Qur’an Santri Tpq Al-Hasan Patihan Wetan Babadan Ponorogo

    No full text
    ABSTRAK Bahri, Mohammad Saiful. 2022. Implementasi Metode An-Nahdliyah Untuk Mengatasi Kesulitan Membaca Al-Qur’an Santri TPQ Al-Hasan Patihan Wetan Babadan Ponorogo. Skripsi. Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing: Siti Rohmaturrosyidah Ratnawati, M.Pd.I. Kata Kunci: Implementasi, Metode An-Nahdliyah, Kesulitan Membaca al-Qur’an. Mempelajari al-Qur’an merupakan hal yang wajib bagi umat Islam terutama tentang tata cara membaca dan melantunkannya serta hukum-hukumnya yang benar. TPQ Al-Hasan merupakan lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan pondok pesantren tahfidzul Qur’an Al-Hasan khusus untuk menangani anak-anak mulai dari umur 6 sampai 13 tahun. Tidak terlepas dari hal itu, di TPQ Al-Hasan memiliki problem kesulitan membaca, kesulitan membaca di sini merupakan hal yang pasti terjadi pada diri anak-anak, khusunya yang masih duduk di kelas satu dan TK (persiapan), di kelas ini rata-rata berusia 6 samapai 7 tahun, anak-anak di kedua kelas ini mengalami kesulitan membaca berupa belum memahami huruf hijaiyah, dan belum lancar dalam membaca huruf hijaiyah bahkan belum hafal huruf hijaiyah. Maka dari itu, terasa penting bagi peneliti untuk melakukan penelitian di lokasi tersebut. Melihat pemaparan di atas, penelitian ini memiliki tujuan sebagai berikut: 1) untuk memaparkan bentuk kesulitan belajar yang dialami siswa dalam pembelajaran al-Qur’an di TPQ Al-Hasan; 2) untuk mendeskripsikan penerapan metode An-Nahdliyah dalam pembelajaran al-Qur’an di TPQ Al-Hasan; 3) untuk mengungkap implikasi dari penerapan metode An-Nahdliyah dalam mengatasi kesulitan membaca al-Qur’an santri di TPQ Al-Hasan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data Miles & Huberman, meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Adapun hasil dari penelitian ini adalah: (1) di TPQ Al-Hasan, rata-rata siswa/santri mengalami kesulitan dalam pembelajaran al-Qur’an, kebanyakan santri yang masih baru yakni siswa/santri yang ada di kelas TK (Persiapan) dan kelas satu. Adapun bentuk-bentuk kesulitan belajar yang dialami santri adalah a) sulit untuk diajak berinteraksi; b) masih malu-malu; c) Masih kurang percaya diri karena tergolong santri baru; d) Tidak memiliki teman; e) Sulit diatur karena seenaknya sendiri; (2) Penerapan Metode An-Nahdliyah di TPQ Al-Hasan hanya berlaku di dua kelas saja yakni kelas TK dan kelas satu. Kitab yang digunakan adalah kitab An-Nahdliyah jilid 1, penerapan metode An-Nahdliyah di TPQ Al-Hasan menggunakan beberapa metode yakni metode demonstrasi dan ceramah. Untuk metode demonstrasi unstadz memberikan materi berupa gambar di papan tulis, ustadz akan mengambil beberapa sampel huruf yang nantinya anak-anak tinggal menirukan arahan dari ustadz, ustadz juga mengimbanginya dengan arahan ketukan, ustadz memberikan gerakan dan arahan untuk membantu para santri pada saat melafalkan huruf Hijaiyah, untuk metode ustadz menggunakannya ketika akan memberikan materi yang ditulis kepada para santri di kelas TK- dan kelas satu, metode ini digunakan ketika ada materi tambahan ataupun akan yang akan disampaikan; (3) bahwa dampak yang ditimbulkan oleh penerapan metode An-Nahdliyah terdapat peningkatan dalam hal kemampuan santri dalam hal: a) makharijul huruf para santri dalam melafalkan huruf hijaiyah menjadi lebih baik; b) santri kelas TK dan kelas satu dapat membedakan cara membaca huruf hijaiyah; c) hafalan huruf hijaiyah santri kelas TK dan kelas satu menjadi lebih baik; d) santri kelas TK dan kelas satu sudah bisa menulis huruf hijaiyah

    Implementasi Metode An-Nahdliyah Untuk Mengatasi Kesulitan Membaca Al-Qur’an Santri TPQ Al-Hasan Patihan Wetan Babadan Ponorogo

    No full text
    ABSTRAK Bahri, Mohammad Saiful. 2022. Implementasi Metode An-Nahdliyah Untuk Mengatasi Kesulitan Membaca Al-Qur’an Santri TPQ Al-Hasan Patihan Wetan Babadan Ponorogo. Skripsi. Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing: Siti Rohmaturrosyidah Ratnawati, M.Pd.I. Kata Kunci: Implementasi, Metode An-Nahdliyah, Kesulitan Membaca al-Qur’an. Mempelajari al-Qur’an merupakan hal yang wajib bagi umat Islam terutama tentang tata cara membaca dan melantunkannya serta hukum-hukumnya yang benar. TPQ Al-Hasan merupakan lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan pondok pesantren tahfidzul Qur’an Al-Hasan khusus untuk menangani anak-anak mulai dari umur 6 sampai 13 tahun. Tidak terlepas dari hal itu, di TPQ Al-Hasan memiliki problem kesulitan membaca, kesulitan membaca di sini merupakan hal yang pasti terjadi pada diri anak-anak, khusunya yang masih duduk di kelas satu dan TK (persiapan), di kelas ini rata-rata berusia 6 samapai 7 tahun, anak-anak di kedua kelas ini mengalami kesulitan membaca berupa belum memahami huruf hijaiyah, dan belum lancar dalam membaca huruf hijaiyah bahkan belum hafal huruf hijaiyah. Maka dari itu, terasa penting bagi peneliti untuk melakukan penelitian di lokasi tersebut. Melihat pemaparan di atas, penelitian ini memiliki tujuan sebagai berikut: 1) untuk memaparkan bentuk kesulitan belajar yang dialami siswa dalam pembelajaran al-Qur’an di TPQ Al-Hasan; 2) untuk mendeskripsikan penerapan metode An-Nahdliyah dalam pembelajaran al-Qur’an di TPQ Al-Hasan; 3) untuk mengungkap implikasi dari penerapan metode An-Nahdliyah dalam mengatasi kesulitan membaca al-Qur’an santri di TPQ Al-Hasan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data Miles & Huberman, meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Adapun hasil dari penelitian ini adalah: (1) di TPQ Al-Hasan, rata-rata siswa/santri mengalami kesulitan dalam pembelajaran al-Qur’an, kebanyakan santri yang masih baru yakni siswa/santri yang ada di kelas TK (Persiapan) dan kelas satu. Adapun bentuk-bentuk kesulitan belajar yang dialami santri adalah a) sulit untuk diajak berinteraksi; b) masih malu-malu; c) Masih kurang percaya diri karena tergolong santri baru; d) Tidak memiliki teman; e) Sulit diatur karena seenaknya sendiri; (2) Penerapan Metode An-Nahdliyah di TPQ Al-Hasan hanya berlaku di dua kelas saja yakni kelas TK dan kelas satu. Kitab yang digunakan adalah kitab An-Nahdliyah jilid 1, penerapan metode An-Nahdliyah di TPQ Al-Hasan menggunakan beberapa metode yakni metode demonstrasi dan ceramah. Untuk metode demonstrasi unstadz memberikan materi berupa gambar di papan tulis, ustadz akan mengambil beberapa sampel huruf yang nantinya anak-anak tinggal menirukan arahan dari ustadz, ustadz juga mengimbanginya dengan arahan ketukan, ustadz memberikan gerakan dan arahan untuk membantu para santri pada saat melafalkan huruf Hijaiyah, untuk metode ustadz menggunakannya ketika akan memberikan materi yang ditulis kepada para santri di kelas TK- dan kelas satu, metode ini digunakan ketika ada materi tambahan ataupun akan yang akan disampaikan; (3) bahwa dampak yang ditimbulkan oleh penerapan metode An-Nahdliyah terdapat peningkatan dalam hal kemampuan santri dalam hal: a) makharijul huruf para santri dalam melafalkan huruf hijaiyah menjadi lebih baik; b) santri kelas TK dan kelas satu dapat membedakan cara membaca huruf hijaiyah; c) hafalan huruf hijaiyah santri kelas TK dan kelas satu menjadi lebih baik; d) santri kelas TK dan kelas satu sudah bisa menulis huruf hijaiyah

    ...(PERBAIKI LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI, UNDUH FORM DI WEB PERPUS, UPLOAD ULANG)...Implementasi Metode An-Nahdliyah Dalam Mengatasi Kesulitan Membaca Al-Qur’an Santri TPQ Al-Hasan Patihan Wetan Babadan Ponorogo

    No full text
    ABSTRAK Bahri, Mohammad Saiful. 2022. Implementasi Metode An-Nahdliyah Untuk Mengatasi Kesulitan Membaca Al-Qur’an Santri TPQ Al-Hasan Patihan Wetan Babadan Ponorogo. Skripsi. Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing: Siti Rohmaturrosyidah Ratnawati, M.Pd.I. Kata Kunci: Implementasi, Metode An-Nahdliyah, Kesulitan Membaca al-Qur’an. Mempelajari al-Qur’an merupakan hal yang wajib bagi umat Islam terutama tentang tata cara membaca dan melantunkannya serta hukum-hukumnya yang benar. TPQ Al-Hasan merupakan lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan pondok pesantren tahfidzul Qur’an Al-Hasan khusus untuk menangani anak-anak mulai dari umur 6 sampai 13 tahun. Tidak terlepas dari hal itu, di TPQ Al-Hasan memiliki problem kesulitan membaca, kesulitan membaca di sini merupakan hal yang pasti terjadi pada diri anak-anak, khusunya yang masih duduk di kelas satu dan TK (persiapan), di kelas ini rata-rata berusia 6 samapai 7 tahun, anak-anak di kedua kelas ini mengalami kesulitan membaca berupa belum memahami huruf hijaiyah, dan belum lancar dalam membaca huruf hijaiyah bahkan belum hafal huruf hijaiyah. Maka dari itu, terasa penting bagi peneliti untuk melakukan penelitian di lokasi tersebut. Melihat pemaparan di atas, penelitian ini memiliki tujuan sebagai berikut: 1) untuk memaparkan bentuk kesulitan belajar yang dialami siswa dalam pembelajaran al-Qur’an di TPQ Al-Hasan; 2) untuk mendeskripsikan penerapan metode An-Nahdliyah dalam pembelajaran al-Qur’an di TPQ Al-Hasan; 3) untuk mengungkap implikasi dari penerapan metode An-Nahdliyah dalam mengatasi kesulitan membaca al-Qur’an santri di TPQ Al-Hasan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data Miles & Huberman, meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Adapun hasil dari penelitian ini adalah: (1) di TPQ Al-Hasan, rata-rata siswa/santri mengalami kesulitan dalam pembelajaran al-Qur’an, kebanyakan santri yang masih baru yakni siswa/santri yang ada di kelas TK (Persiapan) dan kelas satu. Adapun bentuk-bentuk kesulitan belajar yang dialami santri adalah a) sulit untuk diajak berinteraksi; b) masih malu-malu; c) Masih kurang percaya diri karena tergolong santri baru; d) Tidak memiliki teman; e) Sulit diatur karena seenaknya sendiri; (2) Penerapan Metode An-Nahdliyah di TPQ Al-Hasan hanya berlaku di dua kelas saja yakni kelas TK dan kelas satu. Kitab yang digunakan adalah kitab An-Nahdliyah jilid 1, penerapan metode An-Nahdliyah di TPQ Al-Hasan menggunakan beberapa metode yakni metode demonstrasi dan ceramah. Untuk metode demonstrasi unstadz memberikan materi berupa gambar di papan tulis, ustadz akan mengambil beberapa sampel huruf yang nantinya anak-anak tinggal menirukan arahan dari ustadz, ustadz juga mengimbanginya dengan arahan ketukan, ustadz memberikan gerakan dan arahan untuk membantu para santri pada saat melafalkan huruf Hijaiyah, untuk metode ustadz menggunakannya ketika akan memberikan materi yang ditulis kepada para santri di kelas TK- dan kelas satu, metode ini digunakan ketika ada materi tambahan ataupun akan yang akan disampaikan; (3) bahwa dampak yang ditimbulkan oleh penerapan metode An-Nahdliyah terdapat peningkatan dalam hal kemampuan santri dalam hal: a) makharijul huruf para santri dalam melafalkan huruf hijaiyah menjadi lebih baik; b) santri kelas TK dan kelas satu dapat membedakan cara membaca huruf hijaiyah; c) hafalan huruf hijaiyah santri kelas TK dan kelas satu menjadi lebih baik; d) santri kelas TK dan kelas satu sudah bisa menulis huruf hijaiyah

    Utvärdering av prestanda för realtidsapplikationer över DiffServ / MPLS i IPv4/IPv6 Networks

    No full text
    Over the last years, we have witnessed a rapid deployment of real-time applications on the Internet as well as many research works about Quality of Service (QoS) in particularly IPv4 (Internet Protocol version 4). The inevitable exhaustion of the remaining IPv4 address pool has become progressively evident. As the evolution of Internet Protocol (IP) continues, the deployment of IPv6 QoS is underway. Today, there is limited experience in the deployment of QoS for IPv6 traffic in MPLS backbone networks in conjunction with DiffServ (Differentiated Services) support. DiffServ itself does not have the ability to control the traffic which has been taken for end-to-end path while a number of links of the path are congested. In contrast, MPLS Traffic Engineering (TE) is accomplished to control the traffic and can set up end-to-end routing path before data has been forwarded. From the evolution of IPv4 QoS solutions, we know that the integration of DiffServ and MPLS TE satisfies the guaranteed QoS requirement for real-time applications. This thesis presents a QoS performance study of real-time applications such as voice and video conferencing over DiffServ with or without MPLS TE in IPv4/IPv6 networks using Optimized Network Engineering Tool (OPNET). This thesis also studies the interaction of Expedited Forwarding (EF), Assured Forwarding (AF) traffic aggregation, link congestion, as well as the effect of various performance metrics such as packet end-to-end delay, packet delay variation, queuing delay, throughput and packet loss. The effectiveness of DiffServ and MPLS TE integration in IPv4/IPv6 network is illustrated and analyzed. The thesis shows that IPv6 experiences more delay and loss performance than their IPv4 counterparts.Author (1): Md. Tariq Aziz Address: C/O: Murshed Gularm, Nykarleby Gatan 134, 16474 Kista, Stockholm, Sweden Author (2): Mohammad Saiful Islam Address: Minnervavägen 22B, 371 43 Karlskrona, Swede

    Pembuatan Video Profil Objek Wisata Rawatirta untuk Meningkatkan Kunjungan Wisatawan di Desa Sumberkedawung Leces Probolinggo

    No full text
    Optimizing the potential of resources for the benefit of the community deserves the support of all parties. The Rawatirta area has the potential to be developed as a tourist attraction which is expected to contribute to the government and the surrounding community. These efforts have not yielded the expected results because of the low number of tourist visits to tourist attractions. From the analysis carried out, it was found that the cause was the lack of promotion about the existence of the tourist attraction. The Academic Community of Economics Faculty of Panca Marga University tries to provide solutions to these problems through community service activities, namely making a wizard profile video and uploading it on the Youtube Channel. It is hoped that the promotion through the Youtube Channel can encourage people to be interested in doing tourism activities in Rawatirt

    PERAN SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI PEDAGOGIK DI MI ALHIDAYAH 02 BETAK KALIDAWIR TULUNGAGUNG

    No full text
    ABSTRAK Skripsi dengan judul “Peran Sekolah Dalam Meningkatkan Kompetensi Pedagogik di MI AL Hidayah 02 Betak Kalidawir Tulungagung” ini ditulis oleh Mohammad Nuril Huda, NIM 17205153170, pembimbing Saiful Bahri, S.Ag., M.Pd.I. Kata Kunci : Kompetensi Pedagogik, Kebijakan Sekolah Guru dalam melaksanakan pembelajaran haruslah memiliki kompetensi sehingga pendidikan dapat maju. Salah satu kompetensi yang harus dimiliki adalah kompetensi pedagogik, yaitu kompetensi dalam mengelola pembelajaran siswa yang meliputi pemahaman terhadap siswa, perancangan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar dan mengembangkan siswa untuk mengaktualisasikan potensi yang dimiliki. Dalam pengajarannya guru tidak boleh melupakan berbagai aspek dalam mengajar. Sehingga diperlukannya kompetensi pedagogik dalam menyusun rancangan pembelajaran, terutama dalam pembelajaran tematik yang mana saat ini pada jenjang SD/MI telah melaksankan Kurikulum 2013 yang disempurnakan, Fokus penelitian dalam penulisan skripsi ini adalah (1) Bagaimana perencanaan kompetensi pedagogik dalam pembelajaran tematik di MI Al Hidayah 02 Betak Kalidawir Tulungagung?, (2) Bagaimana pelaksanaan kompetensi pedagogik dalam pembelajaran Tematik di MI Al Hidayah 02 Betak Kalidawir Tulungagung?, dan (3) Bagaimana hasil dan evaluasi dari pelaksanaan kompetensi pedagogik dalam proses pembelajaran tematik?. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mendeskripsikan perencanaan kompetensi pedagogik dalam pembelajaran Tematik di MI Al Hidayah 02 Betak Kalidawir Tulungagung, (2) Untuk mendeskripsikan pelaksanaan kompetensi pedagogik dalam pembelajaran Tematik di MI Al Hidayah 02 Betak Kalidawir Tulungagung, (3) Untuk mendeskripsikan hasil dan evaluasi dari pelaksanaan kompetensi pedagogik dalam proses pembelajaran tematik. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan studi kasus yang bersifat menggambarkan, menuturkan dan menafsirkan data yang ada dan menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis/ lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati dan data bersifat pernyataan serta digali serinci mungkin. Teknik pengumpulan data nya berupa observasi, interview, maupun dokumentasi. Teknik analisis data melalui tiga komponen yaitu data reduction (reduksi data), data display (penyajian data), dan verification. Uji keabsahan data direncanakan uji kredibilitas data dalam bentuk perpanjangan pengamatan, triangulasi dan uji confirmability (obyektivitas). Tahap-tahap penelitian ini meliputi tahap persiapan, tahap pelaksanaan penelitian dan tahap penulisan laporan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah telah berupaya dalam menerapkan kompetensi pedagogik dalam pembelajaran tematik sebagaimana semestinya dengan ketentuan yang berlaku pada kurikulum yang ada. Pada Perencanaan kompetensi pedagogik dalam pembelajaran tematik terdapat berbagai model yang digunakan dalam menunjang pembelajaran, yakni sebagai berikut : a) Diikutkan Pelatihan Dan Pembinaan, 2) Supervisi, 3) Diskusi Dengan Sesama Guru, 4) Kedisiplinan, dan 5) Motivasi. Pada pelaksanaan kompetensi pedagogik dalam pembelajaran tematik hendaklah memiliki penguasaan pada : 1) Pemahaman wawasan atau landasan kependidikan (kemampuan mengelola pembelajaran), 2) Pemahaman terhadap peserta didik, 3) Perancangan pembelajaran, 4) pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis, 5) Pemanfaatan teknologi pembelajaran, 6) evaluasi hasil belajar, 7) Pengembangan siswa. Hasil penerapan kompetensi pedagogik dalam pembelajaran tematik dapat dilihat dari prestasi yang dicapai baik akademik maupun non akademiknya serta antusiasnya dan keaktifan siswa dalam keseharian di sekolah. Dalam penerapan kompetensi pedagogik dalam pembelajaran tematik terdapat dua faktor yang mempengaruhi yakni faktor pendukung dan faktor penghambat. Faktor pendukungnya meliputi : Faktor Guru, dukungan dari kepala sekolah, dukungan sesama guru, faktor sarana dan prasarana, murid atau peserta didik,wali murid, faktor masyarakat dan lingkungan. Serta faktor penghambat meliputi : Faktor personal, faktor ekonomis dan faktor wali murid

    Recovery Scheme through Protection Switching in Neighbouring-Line Sharing for Fibre-To-The-Home Application

    No full text
    Optical-fibre line failure is a significant problem that must be addressed due to the many demands of high-capacity data access. Here, we propose a novel protection method for switching devices with neighbouring-line sharing using a proposed recovery scheme. We also developed and investigated this recovery scheme for Fibre-to-the-Home (FTTH) technology application. A protection-switching device called a Customer-Access Protection Unit (CAPU) is a reliable optical-protection switching module that is included in smart and controllable FTTH networks. The CAPU provides a platform for the customer to perform fast self-restoration at their home. The approach used is based on protection switching within a network system to protect against fibre failures in the drop region. A comparison of the simulation and experimental results shows the developed protection-switching scheme was successful. Performance comparisons between the analytic methods (experimental and simulation) showed only small deviations of the value were found

    Integrated Interface System of STEP Data Models for the Tool Path Generation

    No full text
    The STEP (STandard for the Exchange of Product model data) is a worldwide standard for exchanging products between diverse computer systems and industrial applications. STEP file contains 3D data in the universal data format (ISO 10303-21) structured in boundary representation (B-rep) methodology. It has the potential of exchanging data models between CAD/CAM and CNC systems for generating tool paths in G-Code (ISO 6983) format. However, the complexity of STEP models is a significant challenge for wider use. Conventionally, G-code generation currently uses CAM software as an add-on, and it entails high installation costs. Also, this software usually only embraces a particular CAD design format. The development of the integrated interface system for CNC machining provides an alternative to G-code generation by bypassing CAM software in modern manufacturing systems requiring a potential advanced computer controller in the future. This research discusses the design, implementation, development, and testing of the Integrated Interface System (IIS) using the knowledge discovery approach. This system can generate Geometric Code (G-Code) based on ISO 6983 and provide tool path generation for machining operation using STEP files as input. The system provides the function to read and extract the STEP file\u27s relevant information that eventually writes a G-Code file format as an output file related to machining data. The Geometric Data Extraction (GDE) algorithm has been used to identified feature information, recognize various strings, and interpret them in G-code terms for CNC programming. A geometric data processing algorithm is designed and developed into a computer interface. The sample block consisting of geometric features is modelled from a 3D CAD model and saved in STEP file format. The machining process is carried out by milling the sample parts using the generated G-codes using Mach4 as a PC based CNC controller. The result tested through machining simulation using a CNC simulator and simulation in the Mach4 software. The validation process is performed by comparing the CAD design feature, the simulation result, and the machining process\u27s end product
    corecore