1,720,964 research outputs found
IDENTIFIKASI PREFERENSI KONSUMEN DAN PEMETAAN MODEL BISNIS UNTUK INDUSTRI TEH HIJAU
Teh merupakan minuman yang terkenal di seluruh belahan dunia. PT Mitra Kerinci merupakan perusahaan yang memiliki perkebunan dengan luas 2.025 Ha dan kapasitas produksi per hari sebesar 60 ton daun teh. Hasil produksi ini dibagi menjadi teh hijau biasa dan teh spesial. Berdasarkan data penjualan PT Mitra Kerinci pada tahun 2023, penyerapan produk teh spesial Likicha hanya sebesar 38% dari total produksi selama satu tahun. Hal ini menjadi masalah yang perlu diatasi dengan mengetahui preferensi konsumen terhadap teh hijau sebagai upaya meningkatkan volume penjualan. Oleh karena itu, preferensi konsumen terhadap produk teh hijau akan dianalisis dengan menggunakan metode Partial Least Square Structural Equation Modelling (PLS-SEM) dan pemetaan model bisnis industri teh hijau dengan metode Business Model Canvas (BMC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi niat beli konsumen terhadap teh hijau adalah manfaat kesehatan, atribut kemasan produk, dan harga produk melalui persepsi kualitas dan persepsi nilai sebagai variabel pendukung. Pemetaan model bisnis industri teh hijau disusun melalui sembilan elemen dalam BMC sehingga diketahui kondisi internal dan eksternal perusahaan yang menjadi kekuatan dan kelemahan industri. Hasil penelitian ini dapat menjadi acuan untuk pengembangan produk teh hijau melalui peningkatan volume penjualan dan daya serap pasar
Analisis Sensitivitas Pasca Panen Kopi Arabika Kerinci
Industri kopi Arabika di Kabupaten Kerinci, menghadapi tantangan utama dalam manajemen pasca panen, yang memengaruhi kualitas dan kuantitas produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sensitivitas parameter pasca panen, yaitu kadar air, suhu pengeringan, dan durasi fermentasi, menggunakan pendekatan simulasi dan pemodelan. Data dikumpulkan melalui simulasi menggunakan teknik One-Way Sensitivity Analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air optimal pada 12%, suhu pengeringan 45°C, dan durasi fermentasi 30 jam memberikan hasil produksi maksimal sebesar 30 kg. Parameter yang tidak sesuai, seperti kadar air yang terlalu tinggi atau suhu pengeringan yang tidak optimal, mengakibatkan penurunan kualitas dan kuantitas produk. Simulasi ini menunjukkan bahwa pengelolaan parameter pasca panen yang terstandarisasi berkontribusi signifikan dalam meningkatkan efisiensi produksi kopi Arabika Kerinci. Penelitian ini merekomendasikan optimalisasi proses pasca panen untuk mendukung keberlanjutan industri kopi lokal sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi petani dan pengolah kopi
RANCANG BANGUN SEPARATOR HASIL AKHIR PENYULINGAN SERAI WANGI MENGGUNAKAN SENSOR ULTRASONIC (HC-SR04)
Minyak serai wangi, hasil penyulingan dari daun serai wangi, memiliki nilai ekonomis tinggi. Proses penyulingan dilakukan menggunakan alat suling yang terdiri dari beberapa komponen utama seperti boiler, destilator, kondensor, dan separator. Setiap komponen memiliki peran penting dalam menghasilkan minyak serai wangi yang baik, mempengaruhi jumlah dan kualitas minyak yang dihasilkan serta waktu produksi. Dalam setiap komponen, separator jarang mendapatkan inovasi, baik dari segi desain maupun teknologi. Oleh karena itu, penelitian tentang "Rancang Bangun Separator Penyulingan Serai Wangi Menggunakan Sensor Ultrasonic (HC-SR04)" menjadi relevan. Penelitian dilakukan dengan membandingkan kinerja separator yang dibuat dengan separator yang sudah ada. Pengamatan dilakukan terhadap lamanya waktu penyulingan, kapasitas penyulingan, rendemen penyulingan, waktu pemisahan, kapasitas pemisahan, persentase minyak yang dapat dipisahkan, persentase minyak yang tidak dapat dipisahkan, besar energi listrik yang digunakan, perhitungan debit pompa, serta analisis secara ekonomi. Separator yang dibuat berhasil meningkatkan kecepatan pemisahan dibandingkan dengan separator manual dan dapat memisahkan minyak sereh wangi secara otomatis rata-rata sebesar 68,5%.
Kata kunci: Minyak Serai Wangi, Penyulingan, Separator, Sensor Ultrasonic HC-SR04
Analisis Sensitivitas Kandungan Etanol pada Pembuatan Bioetanol Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) dengan Metode Simulasi Monte Carlo – Review
Limbah tandan kosong kelapa sawit (TKKS) memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku produksi bioetanol, mengingat tingginya kandungan lignoselulosa. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan parameter proses produksi bioetanol, meliputi konsentrasi Trichoderma reesei, lama hidrolisis, dan suhu fermentasi, dengan menggunakan pendekatan Simultaneous Saccharification and Fermentation (SSF) yang didukung oleh simulasi Monte Carlo. Proses dimulai dengan pretreatment untuk menghilangkan lignin, kemudian dilanjutkan dengan tahap sakarifikasi dan fermentasi guna menghasilkan glukosa dan etanol. Variasi parameter proses diuji menggunakan Response Surface Methodology (RSM) dengan rancangan Central Composite Design (CCD). Simulasi Monte Carlo diterapkan untuk menentukan kondisi proses yang optimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil maksimum bioetanol sebesar 620,37% diperoleh pada kondisi optimal, yaitu konsentrasi T. reesei sebesar 7,31%, lama hidrolisis selama 45,39 jam, dan suhu fermentasi 37,40℃. Simulasi menggarisbawahi pentingnya kombinasi yang tepat dari ketiga parameter tersebut dalam mengoptimalkan hasil produksi. Dengan demikian, limbah TKKS berpotensi besar untuk dimanfaatkan sebagai sumber energi terbarukan yang efisien, sekaligus menjadi solusi berkelanjutan dalam pengelolaan limbah industri kelapa sawit serta menjawab tantangan keterbatasan energi berbasis fosil
Evaluation of Vegetable Oil Extraction Methods on Crude Oil Yields in Indonesia. Systematic Literature Review
The method of extracting vegetable oils greatly affects the optimal yield and can affect the composition of the fatty acids that make up the triglycerides contained in the resulting oil. Systematic literature review method with research topics regarding the evaluation of the development of oil extraction methods for crude oil produced from 300 selected articles, then selected to become the following 100 articles into 25 relevant articles, obtained research data carried out to obtain optimum results is method Soxhlet extraction. From 25 articles, 4 articles were selected, which carried out optimization and follow-up on the oil results obtained, namely by purifying the oil and applying it to the product. This extraction method has not been developed on an industrial scale, only on a research or laboratory scale. The most widely used in the process of extracting oil on an industrial scale is the screw method, or known as the screw press
Strategi Jaminan Keberlanjutan Usaha Karet di Provinsi Lampung
Karet merupakan komoditas unggulan perkebunan Provinsi Lampung. Sentra produksi karet di Lampung terdapat di daerah Tulang Bawang, Mesuji dan Way Kanan. Produktivitas komoditi karet di lampung yaitu 1.051 (kg/ha/tahun) dan jumlah petani karet 120.052 jiwa. Saat ini petani karet selalu mengeluh tentang harga jual karet yang murah dan tidak semahal dulu. Harga karet yang rendah menyebabkan petani mencampurkan karet dengan benda lain untuk memperoleh berat karet yang lebih. Perilaku petani yang mayoritas membuat karet kotor yang dicampur dengan benda lain dengan tujuan untuk mendapatkan berat yang lebih besar akan merugikan rantai bisnis karet terutama pihak industri. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung nilai tambah yang diperoleh pelaku rantai pasok karet dan mengidentifikasi tingkat risiko yang di terima oleh pelaku rantai pasok tersebut, selanjutnya dihitung nilai keseimbangan antara nilai tambah dan risiko untuk menentukan harga yang adil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tambah yang diperoleh petani paling rendah dengan perbandingan 0,13 % : 1,03 % : 75,62 %, kemudian tingkat risiko yang diterima petani (0,528) juga mendapat nilai tertinggi, dibandingkan dengan pedagang pengumpul (0,104) dan eksportir lokal (0,309). Hasil perimbangan yang diperoleh antara nilai tambah dan tingkat risiko merubah penerimaan setiap pelaku rantai pasok karet yaitu petani yang sebelumnya menerima Rp.253 menjadi Rp.80.082 per kg produk, pedagang pengumpul mengalami peningkatan yaitu dari Rp.2.041 menjadi Rp.15.773 selanjutnya eksportir lokal mengalami penurunan dari Rp.149.377 menjadi Rp.46.866
Sistem Informasi Alsintan Berbasis Web Menggunakan CMS (Content Management System) Wordpress di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumatera Barat
Penelitian ini dilakukan di Balai Pengkajian Teknologi pertanian Sumatera Barat (BPTP SUMBAR). Tujuan dari penelitian ini adalah membuat sebuah sistem informasi mengenai Alsintan yang ada di BPTP Sumbar berbasis website menggunakan CMS wordpress. Sistem informasi Alsintan ini dirancang untuk mempermudah mahasiswa, peneliti, dan petani dalam mencari informasi Alsintan yang ada di BPTP Sumbar. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan dengan pendekatan beberapa langkah: (1) analisis, (2) desain, dan (3) pengujian. Sumber data dari penelitian ini yaitu data primer yang diperoleh dari pengujian langsung terhadap satu mesin pemipil jagung model CS-2M yang ada di BPTP Sumbar dan wawancara. Data sekunder didapatkan dari jurnal yang ada di BPTP Sumbar. Telah dihasilkan (1). Sistem informasi alat dan mesin pertanian yang ada di BPTP Sumbar berbasis website (2). Mendapatkan hasil penelitian mesin pemipil jagung model CS-2M yang sesuai dengan test report mesin tersebut
STRATEGI PENINGKATAN MUTU GREEN BEAN ARABIKA MENGGUNAKAN METODE FUZZY ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (FAHP) (STUDI KASUS KECAMATAN SANGIR KABUPATEN SOLOK SELATAN)
Kabupaten Solok Selatan sangat berpotensi dalam pengembangan kopi Arabika. Hasil identifikasi permasalahan menunjukan belum maksimal nya proses produksi pengolahan buah kopi menjadi green bean, sehingga berakibat kepada mutu dan rendahnya nilai jual green bean. Oleh karena itu perlunya strategi dalam pengambilan keputusan multicriteria yang akurat, menggunakan metode Fuzzy Analytic Hierarchy Process (FAHP). FAHP merupakan kombinasi antara AHP dan fuzzy. Kombinasi tersebut akan meningkatkan akurasi pengambilan keputusan, dengan penggunaan konsep Triangular Fuzzy Number (TFN) pada skala AHP. Strategi tersebut diuraikan menjadi unsur-unsurnya, yaitu kriteria dan alternatif, kemudian disusun menjadi struktur hierarki. Struktur hierarki dalam FAHP dilakukan dengan cara mengidentifikasi pengetahuan dan pengamatan dilokasi penelitian. Adapun kriteria dalam strategi tersebut adalah bahan baku, jenis pengeringan, keinginan konsumen, dukungan pemerintah, penguasaan/pengetahuan prosesor dan alternatif nya adalah teknologi/alat, sortiran, proses pengolahan, dan penyimpanan. Hasil penelitian strategi berdasarkan multicriteria untuk peningkatan mutu green bean, berdasarkan perhitungan nilai bobot berturut turut adalah sortiran 0.293, penyimpanan 0.266, proses pengolahan 0.248, dan terakhir adalah teknologi/alat 0.193. Sortiran merupakan strategi utama dalam peningkatan mutu green bean dengan metode FAHP karena memiliki bobot tertinggi, dikarenakan sortiran memiliki banyak manfaat yang akan mempengaruhi mutu yaitu terhindar dari adanya kotoran-kotoran, ukuran yang sama, dan bentuk fisik yang bagus yaitu tanpa adanya kecacatan (defect) seperti green bean menghitam, patah, berlubang, biji tunggal dan kopong sehingga dapat meningkatkan grade kopi yaitu dari kopi asalan menjadi specialty
RANCANG BANGUN ALAT PENGERING TIPE RAK DENGAN SYSTEM HYBRID UNTUK USAHA PISANG SALE
The Application of solar drying for food commodity has been widely used in Indonesia. This Cost efficiently drying technique become a commonly use since it is easy to build, cheap and could be applied in any area as long as it has enough sun intensity trough out the year. Since this type of drying very dependent to sun, it has a limitation to be used in places where rainy days are longer than sunny days. This research has been conducted to solve the problem by implementing a rack type solar dryer with another heat resource which is a gas stove.
A rack type solar dryer has build with a secondary heat source using gas fireplace. The rack build from light material using fickle timber and aluminums made it become portable. The dryer build with a knock down system, so it can be assemble and disassemble to reposition it in area with better solar recipient. Total weight of this dryer is only 32 kg and consists of four major parts. The first part is solar collector, height 22 cm, width 85 cm and length 187 cm at an angle of 5o to the horizontal axle. The solar collector constructed in wave shape to maximize the acceptance area of solar ray. The collector builds in a glass house frame to optimize the heat dissipation so it can reach Working temperature of 65oC. The fireplace was the second part, and made from rust proof steel. It has dimension of 85 cm width, 65 cm length and 22 cm height. The fireplace filled with 6 liters sand to maximize heat collect from the stove. The stove was the third part; consist of a gas stove and a 5 kg gas tube. The stove can be turn on in rainy day or at night as an alternative heat source for drying process. The tube contain of 3 kg gas that can fuel the stove for 60 hours. The last part was the drying rack with 360 liters volume. It has five cabinets and can fill up to 1500 pieces of dried banana. The rack equipped with a shell type door to simplify the containing process
Manajemen Strategis Bisnis Menggunakan Modified QFD Terintegrasi dengan SWOT dan TOPSIS: Studi Kasus UMKM Agroindustri XYZ
Manajemen strategi merupakan program sebuah bisnis untuk dapat mengelola sumber daya yang tersedia sehingga mendapatkan tujuan dari bisnis. Manajemen strategis dilakukan dengan adanya analisis dari tahapan evaluasi bisnis, perumusan strategi, dan pemilihan strategi. Tantangan sebuah bisnis, terutama industri olahan pangan yang makin kompleks memerlukan metode-metode baru yang dapat merumuskan dan menentukan strategi dengan mempertimbangkan segala aspek yang mempunyai pengaruh. Metode Quality Function Deployment Modified yang terintegrasi dengan Strengths-Weaknessess-Opportunities-Threats (SWOT). Integrasi ini mendefinisikan sebuah bisnis sebagai customer yang memiliki needs untuk dapat berkembang. Melalui House of Quality (HOQ) divisualisasikan aspek pada SWOT menjadi needs pada HOQ dan faktor pada SWOT menjadi ECs pada HOQ. Hasil yang didapatkan berupa Weight of Each ECs menjadi nilai yang mempengaruhi dalam pemilihan strategi. Berdasarkan analisis SWOT, dirumuskan strategi dalam 4 kuadran yang menjadi alternatif-alternatif untuk ditentukan prioritasnya. Alternatif strategi dinilai agar dapat ditentukan prioritas dalam implementasinya menggunakan metode TOPSIS. Hasil akhir yang didapatkan berupa urutan prioritas strategi yang dapat memberikan pengaruh terbesar dalam pengembangan sebuah bisnis. Dalam pengimplementasiannya dalam sebuah bisnis, decision maker dapat mempunyai perspektif baru dalam menyelesaikan persoalan bisnis. Pada studi kasus UMKM XYZ yang bergerak di agroindustri olahan pangan, didapatkan bahwasanya prioritas strategi yang dihasilkan mempunyai peluang paling besar dalam mengembangkan bisnis
- …
