2 research outputs found
Estimasi Kandungan Nitrogen Pada Tanaman Jagung Menggunakan Data Citra Satelit Sentinel-2 (Studi Kasus : Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban)
Jagung (Zea mays L) adalah tanaman semusim dan memiliki beberapa varietas. Dalam mengidentifikasi varietas jagung dapat dilakukan dengan menggunakan metode Linear Spectral Unmixing yang memerlukan endmember murni dari setiap objek yang akan diidentifikasi. Jenis varietas yang digunakan yaitu NK 6172 (Perkasa), NK 212 (Sableng), dan NK 7328 (Sumo). Diperoleh peta sebaran fraksi endmember dan varietas dominan tanaman jagung, luas terbesar yang diperoleh yaitu varietas NK-6172 (Perkasa) sebesar 80,97%. Varietas jagung terbanyak kedua adalah NK-7328 (Sumo) sebesar 15,15%. Varietas jagung paling sedikit yaitu NK-212 (Sableng) ) sebesar 3,48%. Untuk mengidentifikasi fase pertumbuhan tanaman jagung diperlukan fenologi yang menggambarkan siklus pertumbuhannya dengan menggunakan citra satelit MODIS serta indeks spektral NDVI dan NDWI. Pada penelitian ini, lahan eksisting tanaman jagung diklasifikasikan menggunakan metode Support Vector Machine dan dihasilkan nilai overall accuracy 89,29% dan nilai kappa 86,42%. Nitrogen (N) adalah salah satu nutrisi yang paling penting untuk tanaman jagung. Kandungan nutrisi nitrogen yang cukup selama fase pertumbuhan sangat penting untuk produktivitas jagung. Salah satu metode untuk memperkirakan kandungan nitrogen pada tanaman jagung adalah menggunakan penginderaan jauh yaitu dengan melakukan pengolahan spektrum cahaya yang dipantulkan oleh daun. Dengan menggunakan citra satelit Sentinel-2 dapat dibentuk model estimasi dengan model regresi dari jenis indeks vegetasi yang digunakan yaitu OSAVI, GNDVI, dan SRRE. Dari hasil penelitian, ketiga indeks vegetasi memiliki korelasi positif dengan kandungan nitrogen pada tanaman jagung varietas NK-6172 (Perkasa). Pada varietas NK 6172 (Perkasa) indeks SRRE menghasilkan nilai koefisien determinasi sebesar 0,3874, untuk indeks GNDVI sebesar 0,3537 dan untuk indeks OSAVI sebesar 0,3751. Peta estimasi kandungan nitrogen tanaman jagung diperoleh berdasarkan model estimasi yang dibuat dari regresi linier antara data kandungan nitrogen berbasis SPAD dengan indeks vegetasi terbaik yaitu menggunakan indeks SRRE. Dari hasil analisis, diketahui bahwa kandungan nitrogen tanaman jagung hasil estimasi di lahan eksisting tanaman jagung didominasi oleh nilai nitrogen dengan rentang 2% - 2,5%.
=================================================================================================================================
Corn (Zea mays L) is a seasonal crop and has several varieties. In identifying corn varieties can be done using the Linear Spectral Unmixing method which requires a pure endmember of each object to be identified. The types of varieties used are NK 6172 (Perkasa), NK 212 (Sableng), and NK 7328 (Sumo). The distribution map of endmember fractions and dominant varieties of corn plants was obtained, the largest area obtained was the NK-6172 (Perkasa) variety at 80.97%. The second largest corn variety is NK-7328 (Sumo) at 15.15%. The least maize variety is NK-212 (Sableng) by 3.48%. To identify the growth phase of corn plants, phenology is needed to describe its growth cycle using MODIS satellite imagery as well as NDVI and NDWI spectral indices. In this study, corn land was classified using the Support Vector Machine method and resulted in an overall accuracy value of 89.29% and a kappa value of 86.42%. Nitrogen (N) is one of the most important nutrients for corn plants. Adequate nitrogen nutrient content during the growth phase is essential for corn productivity. One method to estimate nitrogen content in corn plants is using remote sensing by processing the light spectrum reflected by the leaves. By using Sentinel-2 satellite images, an estimation model can be formed with a regression model of the types of vegetation indices used, namely OSAVI, GNDVI, and SRRE. From the results, the three vegetation indices have a positive correlation with nitrogen content in NK-6172 (Perkasa) variety. In the NK 6172 (Perkasa) variety, the SRRE index produced a coefficient of determination of 0.3874, for the GNDVI index of 0.3537 and for the OSAVI index of 0.3751. The estimation map of nitrogen content of corn plants was obtained based on the estimation model made from linear regression between SPAD-based nitrogen content data and the best vegetation index using the SRRE index. From the analysis, it is known that the estimated nitrogen content of corn crops in the raw land of corn crops is dominated by nitrogen values in the range of 2% - 2.5%
Pemanfaatan Data Citra Satelit Sentinel-2 untuk Estimasi Kandungan Nitrogen Pada Tanaman Jagung (Studi Kasus : Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban)
Jagung (Zea mays L.) adalah tanaman semusim dengan beberapa varietas, termasuk NK 6172 (Perkasa), NK 212 (Wirosableng), dan NK 7328 (Sumo). Identifikasi varietas jagung dilakukan menggunakan metode Linear Spectral Unmixing yang menghasilkan peta sebaran varietas, dimana NK 6172 (Perkasa) mendominasi dengan 80,97%, diikuti oleh NK 7328 (Sumo) dengan 15,15%, dan NK 212 (Wirosableng) dengan 3,48%. Untuk mengidentifikasi fase pertumbuhan jagung ditentukan menggunakan citra MODIS dan algoritma NDVI serta NDWI. Pada penelitian ini lahan jagung diklasifikasikan dengan metode Support Vector Machine dan menghasilkan nilai overall accuracy sebesar 89,29% dan nilai kappa sebesar 86,42%. Nitrogen (N) adalah salah satu nutrisi penting untuk pertumbuhan jagung. Salah satu metode untuk memperkirakan kandungan nitrogen dapat melalui penginderaan jauh yaitu dengan melakukan pengolahan spektrum cahaya yang dipantulkan oleh daun. Dilakukan dengan citra satelit Sentinel-2 serta menggunakan indeks vegetasi OSAVI, GNDVI, dan SRRE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga indeks ini memiliki korelasi positif dengan kandungan nitrogen pada varietas NK 6172 (Perkasa). Lalu indeks SRRE memiliki koefisien determinasi tertinggi (0,3874), diikuti oleh OSAVI (0,3751) dan GNDVI (0,3537). Model estimasi kandungan nitrogen dibuat dari regresi linier antara data kandungan nitrogen berbasis SPAD dengan indeks SRRE. Lalu dihasilkan peta yang menunjukkan kandungan nitrogen, dimana kandungan nitrogen dominan pada lahan eksisting dengan rentang 2% - 2,5%
