4 research outputs found
PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGIUS SISWA DI MI AL-MA’ARIF RAWAJAYA CILACAP
Faiz Nurul Azizah: Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Pembentukan
Karakter Religius Siswa Di MI Al-Ma’arif Rawajaya Cilacap. Skripsi.
Yogyakarta: Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan
keguruan, Universitas Alma Ata Yogyakarta, 2025.
Setiap Guru khususnya guru pendidikan agama islam memiliki peran yang
sangat penting dalam pembentukan karakter religius pada siswa. Guru memiliki
tugas sebagai pengajar, pembimbing dan tauladan bagi peserta didik disekolah
guna membantu pertumbuhan dan perkembangan pada setiap peserta didik berupa
pendidikan moral atau akhlak dengan konteks penanaman nilai-nilai ajaran agama
islam menjadikan peserta didik yang memiliki kepribadian yang agamis sesuai
dengan ajaran agama islam sebagai tujuan utamanya.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peranan guru PAI
dalam pembentukan karakter religius di MI Al-Ma’arif Rawajaya serta faktor
pendukung dan faktor penghambatnya. Penelitian ini menggunakan penelitian
kualitatif deskriptif. Sumber data berasal dari beberapa subjek yang berkaitan
seperti kepala sekolah, guru pendidikan agama islam dan peserta didik. Penelitian
ini menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan
dokumentasi. Untuk uji keabsahan data menggunakan trianggulasi sumber dan
triangulasi teknik. Sedangkan metode analisis yang digunakan adalah reduksi
data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan peran guru PAI serta faktor
pendukung dan faktor penghambat yang dilakukan oleh guru pendidikan agama
islam dalam membentuk karakter religius siswa di MI Al-Ma’arif Rawajaya
Cilacap dilakukan dengan cukup baik. Guru pendidikan agama islam
melaksanakan peranya sebagai pendidik, pengajar, pembimbing, penasihat dan
model atau tauladan dengan memanfaatkan beberapa pendekatan seperti
kebiasaan, keteladanan, fungsional dan nasihat sebagai upaya menanamkan nilainilai
religius
pada
peserta
didik.
Terdapat
beberapa
faktor
pendukung
yang
dapat
dimanfaatkan
dengan baik untuk membantu peran guru dalam pembentukan
karakter religius serta faktor penghambat yang secara negatif mempengaruhi
peran guru PAI dalam pembentukan karakter religius.
Kata kunci : peran guru, pembelajaran, pendekatan, pendukung dan hambata
STRUKTUR KERUANGAN PERIBADATAN UMAT ISLAM DI KELURAHAN ISOLA KECAMATAN SUKASARI KOTA BANDUNG
Peribadatan umat Islam atau yang lazim disebut masjid adalah tempat ibadah yang berjumlah cukup banyak di Kelurahan Isola, yakni 12 masjid. Namun jumlah masjid yang banyak tidak menentukan jumlah jemaah yang banyak pula, sehingga ada masjid yang penuh ketika shalat berjamaah dan ada pula masjid yang sedikit jemaah ketika shalat berjamaah. Tentu ini menjadi sebuah masalah yang harus diteliti karena masjid merupakan salah satu tempat pelayanan di Kelurahan Isola yang mengindikasikan efektivitas pemanfaatan tata ruang kota. Penelitian ini memiliki satu variabel yaitu struktur keruangan peribadatan umat Islam di Kelurahan Isola yang diteliti berdasarkan lima indikator yaitu, persebaran masjid, daya dukung masjid, karakteristik jemaah masjid, daya jangkau masjid dan fungsi primer-sekunder masjid. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Data yang digunakan merupakan data primer, data sekunder, dan data terestrial (data peta hasil survey lapangan). Populasi penelitian ini terbagi dua yaitu populasi masjid dan populasi jemaah masjid. Cara mengambil sampel pada populasi masjid adalah purposive sampling sementara pada populasi jemaah masjid adalah accidental sampling. Teknik pengolahan data dalam penelitian ini adalah teknik analisis deskriptif yang meliputi klasifikasi data, tabulasi data, interpretasi data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah ketimpangan jumlah jemaah pada setiap masjid diakibatkan oleh pengelolaan setiap masjid yang berbeda-beda. Jika dikaitkan dengan struktur keruangan dan aplikasi teori tempat pusat, maka dapat disimpulkan bahwa Masjid Daarut Tauhiid memiliki posisi keruangan sebagai pusat pertumbuhan, Masjid Al-Furqan memiliki posisi keruangan sebagai sarana penunjang dari pusat pertumbuhan yang lain, yaitu Gedung Isola, sementara untuk masjid lain seperti Masjid Baetur Rohman dan Masjid Nurul Iman memiliki posisi keruangan yang saling lepas dengan sarana penunjang lain yang berada di sekitarnya. Penulis merekomendasikan agar posisi keruangan masjid menjadi pertimbangan dalam pengelolaan masjid agar fungsinya dapat berjalan dengan efektif dan efisien dalam menunjang efektivitas pemanfaatan tata ruang kota.
Mosques are places of worship that add up to quite a lot in the village Isola, that is 12 mosques. However, the number of mosques doesn’t specify the number of the congregation. Therefore, there is a mosque full of praying in congregation, while the other have a few. Certainly this is a problem that needs to be investigated since a mosque is one of the places in the Isola Village that indicates the effectiveness of the utilization of spatial the city. This research has one variable that is the spatial sructure of Muslims worship in Isola Village. The variable researched based on five indicators these are the spread of mosques, the carrying capacity of mosque, characteristic of the congregation of the mosque, the mosque's outreach capacity and primary-secondary function of the mosque. The methods used in this research is descriptive method. The data used in this research are primary data, secondary data, and terrestrial data. The population of this research is divided into two populations which are the mosque’s population and the congregation of mosque’s population. The technique for take sample in the mosque’s population is purposive sampling while at the congregation of mosque’s is accidental sampling. Data processing technique in this study is a descriptive analysis techniques which include classification data, tabulate data, interpretation of data and the withdrawal of the conclusion. The results of this research are the inequality of congregation amount in each mosque caused by the differences between management of each mosque. If it is associated with the spatial structure and the application of the theory of central places, then it can be inferred that the Daarut Tauhiid Mosque has spatial position as growth centre, Al-Furqan Mosque has a spatial position as a supporting building of the Isola building as a growth centre, while for other mosques such as the Baetur Rohman Mosque and Nurul Iman Mosque has spatial position that is separated to other facilities are around. The author recommends that spatial structure of mosques must be considerate in the management of the mosque so that their functions can be run effectively and efficiently support the effectiveness of utilization of space
Pengabdian Kepada Masyarakat Melalui Pengembangan Batik Semoi Nusantara dengan Digital Marketing di Desa Argo Mulyo
Community service through Real Work Lecture (KKN) activities is one form of the author's contribution to the community in overcoming existing problems by applying his theory into a service activity. This dedication was carried out by the author with the aim of providing an understanding of the importance of implementing Digital Marketing in a business activity through mentoring and socialization methods for Batik Semoi Nusantara business activities in Argo Mulyo Village, Sepaku District, North Penajam Paser Regency. In this service activity, the author did it in several stages, starting with discussions with the actors of Batik Semoi Nusantara business activities followed by execution and revision of activities and ending with the results of the author's service activities. What the author does in this devotion is, among others; logo creation, Maps point creation, Instagram account creation, and web contact person. The application of digital marketing does have a significant influence on business actors, even so there are still many who do not understand the true concept of digitalization, therefore, it is necessary to provide assistance to these business actors as well as what the author did on Batik Semoi Nusantara. There was a positive impact and response given after Batik Semoi Nusantara was given assistance regarding digitalization, one of which was increasing sales value and complete information for potential customers.Pengabdian masyarakat melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ialah salah satu bentuk kontribusi penulis kepada masyarakat di dalam mengatasi permasalahan-permasalahan yang ada dengan menerapkan teorinya ke dalam sebuah kegiatan pengabdian. Pengabdian ini dilakukan penulis dengan tujuan untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya penerapan Digital Marketing dalam sebuah kegiatan usaha melalui metode pendampingan dan sosialisasi terhadap kegiatan usaha Batik Semoi Nusantara di Desa Argo Mulyo, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara. Dalam kegiatan pengabdian ini, penulis melakukannya dengan beberapa tahap, dimulai dengan diskusi dengan para pelaku kegiatan usaha Batik Semoi Nusantara dilanjutkan dengan eksekusi dan revisi kegiatan dan diakhiri dengan hasil dari kegiatan pengabdian penulis. Kegiatan yang dilakukan oleh penulis dalam pengabdian ini antara lain pembuatan logo, pembuatan titik Maps, pembuatan akun Instagram, dan web contact person. Penerapan digital marketing memang memiliki pengaruh yang signifikan terhadap para pelaku usaha, meski begitu masih banyak yang belum mengerti konsep sebenarnya dari digitalisasi. Oleh karena itu, perlu sebuah pendampingan terhadap para pelaku usaha tersebut seperti halnya yang dilakukan oleh penulis terhadap Batik Semoi Nusantara. Terdapat dampak dan respon positif yang diberikan setelah Batik Semoi Nusantara diberikan pendampingan mengenai digitalisasi, salah satunya meningkatnya nilai penjualan dan lengkapnya informasi bagi para calon konsumen
Abstracts of the International Halal Science Conference 2023
This book presents the extended abstracts of the selected contributions to the International Halal Science Conference, held on 22-23 August 2023 by the International Institute for Halal Research and Training (INHART), IIUM, Malaysia in collaboration with Halalan Thayyiban Research Centre, University Islam Sultan Sharif (UNISSA), Brunei Darussalam. With the increasing global interest in halal products and services, this conference is timely.
Conference Title: International Halal Science ConferenceConference Acronym: IHASC23Conference Theme: Halal Industry Sustainability Through ScienceConference Date: 22-23 August 2023Conference Venue: International Islamic University (IIUM), MalaysiaConference Organizer: International Institute for Halal Research and Training (INHART), International Islamic University (IIUM), Malaysi
