1,720,988 research outputs found

    KEMAMPUAN PASAR DALAM MEMPREDIKSI LABA MASA MENDATANG MELALUI KEBIJAKAN DIVIDEN KAS PERUSAHAAN

    Full text link
    Penelitian ini menginvestigasi mengenai pengaruh dari kebijakan dividen kasperusahaan (stabilitas dan inisiasi dividen) dapat berpengaruh terhadap kemampuan pasar dalam memprediksi laba masa mendatang (FERC) dengan menggunakan sampel perusahaan manufaktur di Indonesia dalam periode waktu 2011-2012. Hasilnya menunjukkan bahwa perusahaan yang membagikan dividennya secara stabil selama tiga tahun berturut-turut, dapatmeningkatkan kemampuan pasar dalam memprediksi laba masa mendatang perusahaan. Selain itu, apabila suatu perusahaan berinisiasi untuk membagikan dividennya pada tahun saat ini, maka akan meningkatkan relevansi informasi laba masa kini perusahaan dibandingkan masa mendatang. Hasil dari penelitian ini dapat menjadi tambahan literatur dalam akuntansi keuangan dan pasar saham, dan juga memberikan informasi bagi para praktisi di Indonesiabahwa informasi pembagian dividen masih relevan untuk memprediksi laba masa mendatang perusahaan

    Konvergensi IFRS – PSAK Volatilitas Laba dan Biaya Modal Ekuitas

    Full text link
    Penelitian ini menguji hubungan antara volatilitas laba dengan biayamodal ekuitas sebelum dan sesudah adanya pengaruh secara langsung maupuntidak langsung dari proses konvergensi IFRS-PSAK. Volatilitas laba yang tinggidianggap dapat menyebabkan biaya modal ekuitas yang tinggi (Gode danMohanram, 2001), sedangkan dalam SAK per 1 Juni, pengaruh adanyakonvergensi IFRS (International Financial Reporting Standard) ke dalam PSAKdianggap dapat menurunkan biaya modal ekuitas perusahaan oleh Mardiasmo.Data dan Sampel dalam ujiempiris ini yaitu Industri Perbankan di Indonesiayang terdaftar dalam BEI dalam rentang periode 2008 hingga 2013. Temuandalam penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi IlmuAkuntansi Keuangan dan memberikan masukan bagi regulator (DSAK) danpengguna laporan keuangan Industri Perbankan. Secara keseluruhan, temuandalam penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang negatif antaravolatilitas laba dengan biaya modal ekuitas, yang berarti bahwa semakin tinggivolatilitas laba di suatu perusahaan, maka dapat menurunkan biaya modalekuitas. Dan terbukti bahwa konvergensi IFRS-PSAK dapat menurunkan biayamodal ekuitas dan dapat memperkuat hubungan antara volatilitas laba ke biayamodal ekuitas

    Peranan Implementasi Sistem Informasi Akuntansi Berbasis Komputer (SISKA) Dalam Mendukung Efektivitas Laporan Pertanggungjawaban dan Realisasi Anggaran Pada Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan

    Full text link
    Sistem pembukuan atau akuntansi memiliki peranan dalam menghasilkan informasi mengenai kejadian-kejadian ekonomi dan kondisi suatu perusahaanSistem informasi akuntansi berbasis komputer (SISKA) yang diterapkan pada Ditjen PEN dimaksudkan untuk mempermudah dan memperlancar pekerjaan.Tahun 2013 Direktorat P2C telah menggunakan Aplikasi SISKA untuk penyusunan LPJ dan realisasi anggaran sehingga terlihat tingkat keefektifan dan keefiesiennya.Faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan SISKA agar berfungsi secara maksimal harus meliputi lima komponen yang saling mendukung yaitu orang-orang, prosedur, data, software, infrastruktur teknologi informasi. Pada Satker Ditjen PEN lima komponen tersebut belum saling mendukung

    Peranan Internal Auditor Atas Pengendalian Penjualan Kredit Untuk Mengukur Efektifitas Penerimaan Kas (Studi Kasus Pada PT. Zoom Infotek Telesindo)

    Full text link
    Penjualan merupakan salah satu sektor penting dalam aktivitas perusahaan yang perlu mendapat perhatian. Transaksi penjualan pada perusahaan Zoom Infotek sudah dilaksanakan sesuai dengan sistem dan prosedur, baik itu penjualan tunai maupun penjualan kredit dan pengendalian intern atas transaksi penjualan sudah dilaksanakan dengan memadai seuai dengan SOP yang telah dibuat oleh Perusahaan. Internal auditor berperan dalam memberikan informasi-informasi kepada manajemen tentang penjualan dan pengendalian penjualan, dalam hal ini informasi yang tidak dibuat oleh perusahaan adalah informasi tentang kesalahan penjualan. Secara umum sistem dan prosedur pengendalian intern yang dilaksanakan oleh perusahaan sudah sesuai dengan adanya tiga unsur terpenting pengendalian intern pada perusahaan yaitu lingkungan pengendalian, sistem akuntansi, dan prosedur pengendalian (berdasarkan data yang ada pada perusahaan dan wawancara dengan pihak manajemen dan karyawan perusahaan)

    Perlakuan Akuntansi Atas Biaya Pemeliharaan dan Perbaikan Aset Tetap (Studi Kasus Pada PD. Jasa Transportasi Trans Pakuan)

    Full text link
    Pada umumnya perusahaan memiliki aset yang digunakan untuk kegiatan operasional perusahaan. PD. Jasa Transportasi Trans Pakuan juga memiliki aset tetap. Aset tetap adalah aset yang bersifat jangka panjang atau secara relatif memiliki sifat permanen serta dapat digunakan dalam jangka panjang. Aset tetap yang dimiliki oleh PD Jasa Transportasi Trans Pakuan memiliki masa manfaat yang terbatas. Oleh karena itu, agar dapat memberikan manfaat yang optimal maka perusahaan melakukan kegiatan pemeliharaan dan perbaikan baik yang sifatnya rutin maupun tidak rutin. Kegiatan tersebut meliputi kegiatan pemeliharaan rutin, perbaikan/servis besar, penambahan aset tetap, dan penggantian aset tetap yang rusak. Biaya pemeliharaan dan perbaikan aset tetap tersebut dapat dikelompokkan menjadi revenue expenditure (pengeluaran pendapatan) dan capital expenditure (pengeluaran modal).Berdasarkan latar belakang tersebut di atas, tujuan yang hendak dicapai oleh penulis yaitu untuk mengetahui bagaimana penerapan pemeliharaan dan perbaikan aset tetap dan untuk mengetahui bagaimana perlakuan akuntansi atas biaya pemeliharaan dan perbaikan aset tetap pada PD. Jasa Transportasi Trans Pakuan Kota Bogor. Dalam melaksanakan penelitian, penulis mengumpulkan, mengolah, dan menganalisa data yang ada pada PD. Jasa Transportasi. Dasar karakteristik masalah yang diteliti yaitu mengenai Perlakuan akuntansi atas biaya pemeliharaan dan perbaikan aset tetap pada PD. Jasa Transportasi Trans Pakuan.Perlakuan akuntansi atas biaya pemeliharaan dan perbaikan aset tetap pada PD. Jasa Transportasi Trans Pakuan dilakukan dengan mengelompokkan biaya pemeliharaan dan perbaikan aset tetap ke dalam dua kelompok biaya yaitu revenue expenditure dan capital expenditure. Untuk pemeliharaan dan perbaikan yang dikelompokkan ke dalam capital expenditure maka akan diakui sebagai penambah aset tetap. Sementara itu, untuk pemeliharaan dan perbaikan yang termasuk ke dalam kelompok revenue expenditure (pengeluaran pendapatan) diakui sebagai beban langsung usaha dan beban tidak langsung usaha. Pengukuran nilai biaya pemeliharaan dan perbaikan dalam kelompok capital expenditure akan dapat menunjukkan perubahan nilai aset tetap dan dilaporkan dalam laporan neraca. Penambahan nilai aset tetap akan berpengaruh terhadap nilai akumulasi penyusutan aset tetap tersebut dengan metode penyusutan yang diterapkan yaitu metode garis lurus. Sementara, untuk kegiatan pemeliharaan dan perbaikan yang termasuk dalam kelompok revenue expenditure, akan diukur sebagai penambah nilai beban langsung usaha dan beban kantor dan dilaporkan dalam laporan laba rugi.Berdasarkan pembahasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa PD. Jasa Tranportasi Trans Pakuan melakukan pemeliharaan dan perbaikan atas aset tetap. Untuk pemeliharaan dan perbaikan yang sifatnya rutin, nominalnya kecil, dan memberikan masa manfaat untuk 1 periode saja akan dimasukkan ke dalam revenue expenditure. Sementara itu, untuk pemeliharaan dan perbaikan yang sifatnya tidak rutin, bernilai besar, dan memberikan masa manfaat lebih dari satu periode maka akan dimasukkan ke dalam capital expenditure. Adapun saran yang dapat diberikan yaitu sebaiknya perusahaan menerapkan aturan yang jelas untuk pengeluaran biaya pemeliharaan dan perbaikan aset tetap berupa bangunan yang memiliki nilai di bawah Rp 10.000.000, tapi memiliki masa manfaat lebih dari satu tahun akan dimasukkan ke dalam capital expenditure dan sebaiknya perusahaan menggunakan metode penyusutan jumlah output produksi

    Variance Analysis as A Tool for Cost Control on The FIN Fan Cooler Foxtrot Compresor Project at PT Intan Prima Kalorindo

    No full text
    Abstract - PT Intan Prima Kalorindo is a company which focused on design, manufacture, installation, and maintenance in Heat Exchanger Industry. Kalorindo is one of the largest Domestic Company of Heat Exchanger in Indonesia with 60 employees and total assets more than Rp 25 Billion in 2012. This company had 13 Projects in 2013. One of their biggest project is Fin Fan Cooler Foxtrot Compressor for Oil and Gas Company with valued $796.500. This project was expected to have profit 60-70% as a source to cover the fixed overhead costs and run business operational. But this project has a gap between budgeted plan and realized until 84%. It will impact to the company that will face several problems, which are debt increase, annual profit decrease, target not achieve, resources become wasted, and inability to pay several expenses.However, to achieve Kalorindo vision, mission, and goals, it is needed to improve their performance and do some strategy to win the competitive advantage. In this research, variance analysis is developed as the synthesis of literature and case study. This model is utilized to analyze the cause from differences between standard and actual project budget through define the cost allocation and behavior. This research shows that this company has unfavorable price and efficiency variance on Foxtrot Compressor Project. The proposed business solution implementation is based on the analysis result, includes KaizenStandard Costing PDCA scheme and schedule planning to have an evaluation for its employeesand departments in Kalorindo, and help them to define their strategy plan as continuous improvement for the future.  Keyword: Heat Exhanger, Cost Behavior, Variance Analysis, Kaizen Standard Costin

    EVALUASI KESUKSESAN PENERAPAN SISTEM e-SPT DENGAN MODIFIKASI MODEL WANG DAN LIAO

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan menguji secara empiris mengenai evaluasi kesuksesan penerapan e-SPT dengan menggunakan modifikasi model Wang dan Liao (2008). Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah wajib pajak yang telah menggunakan e-SPT dan merupakan peserta Brevet Pajak A&B Universitas Indonesia, dengan metode purposive sampling diperoleh 117 kuesioner yang memenuhi kriteria sampel. Hasilnya menunjukkan bahwa kualitas sistem e-SPT berpengaruh positif terhadap kepuasan pengguna dan penggunaan sistem e-SPT. Sehingga, semakin tinggi kualitas sistem e-SPT, maka pengguna akan semakin puas dan akan menggunakan sistem tersebut. Selain itu, kualitas layanan e-SPT berpengaruh positif terhadap kepuasan pengguna. Penggunaan sistem e-SPT juga berpengaruh positif terhadap manfaat bersih. Hal ini berarti bahwa, semakin baik kualitas layanan yang diberikan, maka pengguna akan semakin puas dalam menggunakan sistem e-SPT yang pada akhirnya dapat memberikan manfaat bagi penggunaKata kunci: Evaluasi Sistem, Kualitas Sistem, Kualitas Layanan, Kepuasan Pengguna, dan e-SP

    Pengaruh Struktur Modal Dan Intensitas Teknologi Terhadap Profitabilitas Perusahaan

    Full text link
    AbstractThis study was conducted to examine the effect of capital structure and technology intensity on the profitability of Food And Beverage manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange with the research year 2014 to 2019. There are 13 samples of companies, the steps used to analyze the data in this study are: 1 ) Calculating the value of Debt to Asset Ratio (DAR), Debt to Equity Ratio (DER), Capital intensity Ratio (CIR), Net Profit Margin (NPM). 2) Financial report data obtained from the Indonesia Stock Exchange. This research method uses the Purposive Sampling Analysis method, the analysis used is multiple linear regression analysis using Eviews Software as software assistance for statistical data processing.The results of this study indicate that the capital structure has a negative effect on profitability as measured by using the Debt to Asset Ratio (DAR) and Debt to Equity Ratio (DER). This is because the higher the debt level, the lower the company's profitability. In addition, there is a positive influence between the Capital Intensity Ratio (CIR) on profitability which shows that the amount of technology intensity has an effect on increasing profitability.AbstrakPenelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh struktur modal dan intensitas teknologi terhadap profitabilitas perusahaan manufaktur Food And Beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan tahun penelitian 2014 sampai 2019. Terdapat 13 sampel perusahaan, langkah- langkah yang digunakan untuk menganalisis data dalam penelitian ini adalah: 1) Menghitung nilai Debt to Asset Ratio (DAR), Debt to Equity Ratio (DER), Capital intensity Ratio (CIR), Net Profit Margin (NPM). 2) Data laporan keuangan yang didapatkan dari Bursa Efek Indonesia. Metode penelitian ini menggunakan metode Purposive Sampling Analisis, analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dengan menggunakan Software Eviews sebagai Software bantuan untuk pengolahan data statistik.Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa struktur modal berpengaruh negatif terhadap profitabilitas yang diukur dengan menggunakan Debt to Asset Ratio (DAR) dan Debt to Equity Ratio (DER). Hal ini dikarenakan semakin tinggi tingkat utang maka dapat menurunkan profitabilitas perusahaan. Selain itu, terdapat pengaruh positif antara Capital Intensity Ratio (CIR) terhadap profitabilitas yang menunjukan bahwa besarnya intensitas teknologi berpengaruh terhadap peningkatan profitabilitas

    Analysis Of The Calculation Of Income Tax Article 21

    Full text link
    This research discusses taxation issues related to Income Tax Article 21 (PPh Article 21) at PT. Developing Consulting Management. This report includes an analysis of the calculation of Income Tax Article 21, deposits and tax reporting. The research results show that the calculation of PPh Article 21 carried out by the company is in accordance with applicable tax regulations. However, there was a delay in depositing and reporting PPh Article 21, which resulted in a non-compliance with the Law on General Provisions and Tax Procedures (UU KUP). The impact of this delay is that there are fines which can cause financial losses and damage the company's image. Therefore, it is recommended that companies improve compliance with deposit and reporting deadlines, improve monitoring systems, provide training to staff, and conduct regular internal audits to ensure compliance with tax regulations. By implementing this recommendation, PT. Bina Management Konsultama can minimize the risk of fines, maintain company authority, and ensure better compliance with applicable tax regulations
    corecore