1,720,965 research outputs found
EFEKTIVITAS MEDIA CD INTERAKTIF DAN MEDIA VCD TERHADAP HASIL BELAJAR SEJARAH SISWA SMA NEGERI DI BANJARNEGARA DITINJAU DARI TINGKAT MOTIVASI BELAJAR
The purpose of this study was to determine the difference in the effectiveness of interactive CD and VCD of learning outcomes in terms of level of motivation to learn in high school in Banjarnegara. Basis of research results concluded that there are differences in the effectiveness of the use of interactive CD and VCD to learn history (F calculated> F table or 7.03> 4.02). Artifacts influence the difference between students who have high motivation to learn with low motivation towards learning outcomes, where F calculated> F table, i.e., 40.56> 4.02. There is interaction between the use of interactive CD and VCD with the motivation to learn the results of history, where F count more than F table 5.21> 4.02. So in learning history through the use of an interactive CD learning media influence on learning outcomes. Thus, teachers must be able to choose the medium that suits the material and also to learning outcomes in order to optimize the students' motivation to learn. Keyword: interactive CD, VCD, learning motivation, result of learning history. Â Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan efektivitas CD interaktif dan VCD terhadap hasil belajar ditinjau dari tingkat motivasi belajar pada SMA di Banjarnegara. Basis hasil penelitian disimpulkan bahwa terdapat perbedaan efektivitas penggunaan CD interaktif dan VCD untuk belajar sejarah (F hitung > F tabel atau 7,03 > 4,02). Tedapat perbedaan pengaruh antara siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi dengan motivasi rendah terhadap hasil belajar, di mana F hitung > F tabel, yakni 40,56> 4,02. Terdapat interaksi antara penggunaan media CD interaktif dan VCD media dengan motivasi terhadap hasil belajar sejarah, di mana F hitung lebih dari F tabel 5,21> 4,02. Jadi dalam pembelajaran sejarah melalui pemanfaatan media pembelajaran CD interaktif berpengaruh terhadap hasil belajar. Dengan demikian, guru harus mampu memilih media yang sesuai dengan materi dan juga untuk hasil pembelajaran agar dapat mengoptimalkan motivasi siswa belajar. Kata Kunci: CD interaktif, VCD, motivasi belajar, result of learning history. Â </p
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SEJARAH SISWA MELALUI PENDEKATAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DENGAN MEDIA VCD PEMBELAJARAN
The purpose of this study was to improve learning outcomes of students with the application of contextual learning using VCD learning media in the subject of history, in grade XI IPA 1 SMA N 1 Banjarnegara, in the academic year of 2009/2010. The study used class action research approach with stages consisting of two cycles. Research data obtained by using interviews and observation with the observation sheet and evaluation tests. Data analysis technique used in this study is simple descriptive statistical analysis. The results showed that there was an increase on teaching outcomes. Based on research, it is results suggested that contextual learning models with learning VCD media need to be implemented in the classroom learning, because learning model can enhance the understanding of materials and student learning outcomes and can introduce local history, so students understand more and they can, utilize, and understanding the existing memorial in the neighbourhood. Keywords: Learning Results, Contextual Learning, VCD Learning Tujuan dari kajian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan penerapan pembelajaran kontekstual dengan media pembelajaran VCD pada pelajaran sejarah siswa kelas XI IPA 1 SMA N 1Banjarnegara pada tahun ajaran 2009/2010. Pelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas yang terbagi menjadi dua siklus. Pengumpulan data penelitian menggunakan wawancra dan observasi dengan instrument berupa lembar observasi dan tes evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar. Berdasarkan hasil penelitian disarankan bahwa penerapan pembelajaran kontekstual dengan media VCD pembelajaran dapat digunakan untuk pembelajaran di dalam kelas. Hal ini karena model pembelajaran ini dapat menghubungkan antara materi dan pemahaman siswa, serta mewujudkan pemahaman terhadap sejarah lokal. Dengan demikian, siswa menjadi lebih paham, mampu memanfaatkan dan mengetahui memori kolektif di lingkungan sekitarnya.  Kata kunci: hasil belajar, pembelajaran kontekstual, VCD pembelajaran  </p
Development of Web-Based Learning Media on Hindu-Buddhist History Materials for Tenth-Grade Students at SMA Negeri 7 Semarang
This study aims to develop web-based learning media for the topic of Hindu-Buddhist kingdoms in history subjects for tenth-grade students at SMA Negeri 7 Semarang. The background of this research lies in the absence of web-based learning media applied in the history learning process, particularly for the topic of Hindu-Buddhist kingdoms. History teachers also expressed the need for innovative media that can support teaching and learning activities in a more interactive and flexible manner. This study employed a Research and Development (R&D) method using the ADDIE model, which includes analysis, design, development, implementation, and evaluation stages. The product developed is a web-based learning platform accessible online, containing instructional materials, educational videos, and practice questions. This media is expected to serve as a solution to improve the quality of history education in schools
Efektivitas Metode Pembelajaran Probing Prompting dan Problem Based Learning Pada Topik Sumber Sejarah berdasarkan Motivasi Belajar Siswa Kelas X di SMA Negeri 13 Semarang
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas dua pendekatan pembelajaran aktif, yaitu Probing Prompting dan Problem Based Learning (PBL), dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada materi sumber sejarah di kelas X SMA Negeri 13 Semarang. Latar belakang penelitian ini berasal dari rendahnya keterlibatan siswa dalam pembelajaran sejarah yang disebabkan oleh metode konvensional yang masih dominan. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui desain kuasi eksperimen kelompok kontrol non ekuivalen, dipilih karena kelas sudah terbentuk secara alami sehingga randomisasi penuh sulit dilakukan, penelitian melibatkan populasi siswa kelas X yang mengambil mata pelajaran sejarah, di mana sampel purposive sebanyak 108 siswa (54 siswa Probing Prompting, 54 siswa PBL) dipilih berdasarkan kriteria nilai rata‑rata di atas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dan kesetaraan nilai antar kelas untuk menjamin homogenitas kemampuan akademik. Instrumen berupa kuesioner daring 30 butir skala Likert lima poin (1 = Sangat Tidak Setuju hingga 5 = Sangat Setuju), dengan item positif dan negatif, mengukur tiga indikator motivasi belajar: berpikir kritis, partisipasi aktif, dan refleksi belajar. Pengisian mandiri melalui Google Form berlangsung selama satu minggu, kemudian data ditabulasi di Spreadsheet untuk menghitung frekuensi, persentase, interval, rentang skor, serta skor ideal dan aktual guna menentukan persentase pencapaian tiap variabel. Statistik deskriptif (rata‑rata, median, modus) disajikan dalam tabel distribusi frekuensi, lalu interpretasi naratif memperbandingkan efektivitas kedua metode. Hasil penelitian menunjukkan, kelompok PBL memperoleh skor rata-rata total yang lebih tinggi (108,43) dibandingkan dengan kelompok Probing Prompting (107,85). PBL unggul dalam meningkatkan dimensi berpikir kritis (36,04) dan partisipasi aktif (37,04), sedangkan Probing Prompting menunjukkan keunggulan pada dimensi refleksi belajar (36,09). Temuan ini memperlihatkan, PBL lebih efektif secara menyeluruh dalam meningkatkan motivasi belajar sejarah siswa, sedangkan Probing Prompting memiliki kekuatan dalam pengembangan refleksi dan kesadaran metakognitif. Penelitian ini berkontribusi terhadap pengembangan praktik pembelajaran sejarah berbasis motivasi dan merekomendasikan integrasi kedua pendekatan untuk menciptakan model pembelajaran hibrid yang lebih responsif terhadap kebutuhan siswa abad ke-21
Implementasi Nilai Nasionalisme dalam Pembelajaran Sejarah Pokok Bahasan Organisasi-Organisasi Kemerdekaan di Kelas XI IPS 1 SMA Nasional Nusaputera Semarang
Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui implementasi nilai nasionalisme dalam pembelajaran sejarah pokok bahasan organisasi-organisasi kemerdekaan kelas XI IPS I di SMA Nasional Nusaputera Semarang. (2) Untuk mengetahui kendala-kendala yang dialami oleh guru saat menerapkan implementasi nilai nasionalisme pada proses pembelajaran sejarah pokok bahasan organisasi-organisasi kemerdekaan kelas XI IPS I di SMA Nasional Nusaputera. (3) Untuk mengetahui upaya yang dilakukan oleh guru dalam mengatasi kendala saat menerapkan nilai nasionalisme pada proses pembelajaran sejarah pokok bahasan organisasi-organisasi kemerdekaan kelas XI IPS I di SMA Nasional Nusaputera Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi nilai nasionalisme dalam pembelajaran sejarah pokok bahasan organisasi-organisasi kemerdekaan di kelas XI IPS I SMA Nasional Nusaputera Semarang sudah berjalan dengan baik. Nilai nasionalisme yang diimplementasikan dari perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi meliputi religius, bangga menjadi bangsa Indonesia, cinta tanah air dan bangsa, disiplin, dan menghargai jasa pahlawan. Kendala yang dialami oleh guru yaitu peserta didik, menurunnya tingkah laku, media elektronik, dan keterbatasan waktu. Upaya yang dilakukan oleh guru yaitu terus menerus memberikan penyampaian nilai nasionalisme tersebut
Students’ Perception of History Learning Methods in Class X SMA Negeri 15 Semarang
This study aims to explore the perceptions of Grade X students at SMA Negeri 15 Semarang regarding various history teaching methods used in class, including lectures, group discussions, the use of digital media, and project-based approaches. This research employs a qualitative exploratory approach, with data collected through student questionnaires and semi-structured interviews with history teachers. The findings show that most students perceive the dominant lecture method as monotonous, boring, and lacking interactivity. In contrast, teaching methods that actively involve students—such as group discussions, presentations, historical videos, interactive maps, and educational applications—received positive responses. These approaches were considered more engaging, easier to understand, and better suited to the learning styles of the digital generation. These findings highlight the importance of innovation in history teaching methods that are more contextual, participatory, and technology-integrated to enhance both the effectiveness and meaningfulness of learning. This study contributes to understanding student perceptions as a foundation for developing more relevant and enjoyable history teaching strategies.
Perbedaan Hasil Belajar dengan Menggunakan Media Video Edukasi dan Media Video Dokumenter pada Pembelajaran Sejarah di SMA N 12 Semarang Tahun Ajarah 2017/2018
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil belajar peserta didik dengan menggunakan media video edukasi dalam pembelajaran sejarah di Kelas X IPS SMA N 12 Semarang tahun ajaran 2017/2018, untuk mengetahui hasil belajar peserta didik dengan menggunakan media video dokumenter dalam pembelajaran sejarah di kelas X IPS SMA N 12 Semarang tahun ajaran 2017/2018, dan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar dengan menggunakan media video edukasi dengan media video dokumenter pada pembelajaran sejarah di Kelas X IPS SMA N 12 Semarang tahun ajaran 2017/2018. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis eksperimen. Lokasi penelitian di SMA N 12 Semarang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dokumentasi, tes, observasi, serta angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar peserta didik dengan menggunakna media video edukasi yaitu sebesar 85,5. Sedangkan rata-rata hasil belajar peserta didik dengan menggunakan media video dokumenter sebesar 74,6. Selain itu melalui uji t telah dihasilkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata hasil belajar antara peserta didik yang menggunakan media video edukasi dengan menggunakan media video dokumenter sebesar 3,583.
Kata kunci: hasil belajar; video; edukasi; dokumente
Pengaruh Pelaksanaan Pendidikan Multikultural Pada Mata Pelajaran Sejarah Terhadap Sikap Pluralis Siswa Kelas XI SMA Negeri 2 Pekalongan Tahun Pelajaran 2017/2018
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelaksanaan pendidikan multikultural pada mata pelajaran sejarah terhadap sikap pluralis siswa kelas XI SMA Negeri 2 Pekalongan tahun pelajaran 2017/2018. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif ekspost facto. Teknik pengambilan data menggunakan wawancara, studi dokumentasi, dan angket atau kuesioner. Analisis data menggunakan 2 teknik yaitu teknik analisis deskriptif persentase dan analisis statistik. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh pelaksanaan pendidikan multikultural pada mata pelajaran sejarah terhadap sikap pluralis siswa. Berdasarkan hasil analisis statistik, pada uji hipotesis diperoleh probabilitas (Sig.) 0,000 < 0,05 sehingga diambil keputusan Ho ditolak dan Ha diterima. Sedangkan pada koefisien determinasi diketahui nilai sebesar 0,099. Hal ini berarti pelaksanaan pendidikan multikultural pada mata pelajaran sejarah berpengaruh sebesar 9,9% terhadap sikap pluralis siswa. Sementara sebesar 90,1% sikap pluralis dipengaruhi oleh faktor lain. Saran yang dapat diberikan yaitu guru sebagai pemegang peranan penting dalam pembelajaran, harus tetap menanamkan nilai-nilai multikultural kepada siswa bahkan perlu ditingkatkan misalnya melalui penggunaan media dan model pembelajaran yang bervariasi. Harapannya agar menghasilkan output yang berkualitas, berkarakter serta mampu menerima dan menghargai perbedaan yang ada di sekitar.
Kata kunci: multikultural, pluralis, pembelajaran sejara
Pengembangan Materi Ajar Sejarah Pokok Bahasan Kemerdekaan Indonesia dalam Penanaman Nilai Nasionalisme Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Kroya Tahun 2016/2017
Tujuan penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan pengembangan materi ajar sejarah kemerdekaan Indonesia dalam penanaman nilai nasionalisme siswa kelas XI. (2) Mengetahui dan menganalisis kelayakan handout peristiwa penting sekitar proklamasi kemerdekaan Indonesia 1945 dilihat dari hasil validasi yang dilakukan oleh ahli materi dan ahli media serta tanggapan guru dan tanggapan siswa. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Research and Development dengan pendekatan kualitatif dengan tahapan menurut Borg & Gall yaitu potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain I, revisi desain I, Validasi desain II, revisi desain II dan uji coba pemakaian. Bahan ajar yang selama ini digunakan di kelas yaitu power point, dan buku paket. Model konvensional seperti ceramah dan merangkum yang digunakan guru dalam mengajar sehingga minat membaca siswa masih rendah. Berdasarkan tingkat kelayakan hasil validasi ahli materi dan ahli media handout menunjukan hasil 94,60 % untuk validasi materi tahap I dan 96,01 % untuk validasi materi tahap II, serta 97,44 % untuk validasi media tahap I dan 98,57 % untuk validasi media tahap II. Selain itu mendapatkan hasil tanggapan guru sebesar 93,42 %, serta hasil analisis tanggapan siswa sebesar 86,61% (kategori baik)
Pengembangan Media Pembelajaran Sejarah Menggunakan Video Dokumenter dengan Subtema Pertempuran Palagan Ambarawa di Kelas XI SMA N 1 Ambarawa
Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui dan menganalisis kelayakan hasil pengembangan media pembelajaran sejarah mrnggunakan video dokumenter dengan subtema Pertempuran Palagan Ambarawa yang sesuai dengan kebutuhan siswa di kelas XI SMA N 1 Ambarawa. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Research and Development. Sumber data pada penelitian ini ialah guru, siswa, proses pembelajaran, dokumen dan angket. Uji objektivitas data yaitu triangulasi metode, triangulasi sumber dan validitas. Teknik analisi data dalam penelitian ini adalah deskriptip kualitatif untuk tahab pendahuluan, teknik analisa kuantitatif untuk tahab pengembangan dan tahab evaluasi menggunakan teknik analisa kuantitatif menggunakan skala likert. Hasil tingkat kelayakan dari ahli media menunjukan rata-rata 82,78% (kategori sangat baik), ahli materi rata-rata 87,5% (kategori sangat baik). Kelas XI IPS I mendapat angka respon sebesar 87,2% (kategori sangat baik) dan untuk kelas XI MIPA IV mendapat angka respon sebesar 81,6% (kategori baik)
- …
