46 research outputs found
KARAKTERISTIK MOTOR BAKAR PISTON PEMBANGKIT GAYA DORONG PESAWAT NIR AWAK LSU-05 (CHARACTERISTIC OF PISTON ENGINE AS LSU-05 UAV\'S THRUST GENERATOR)
Pesawat terbang nir awak seri LSU-05 merupakan hasil litbangyasa Pustekbang LAPAN. Pesawat terbang nir awak ini bermesin motor bakar piston sebagai sumber tenaga. Melalui metode analitis, dan data spesifikasi teknik Pesawat LSU-05, telah dilakukan karakterisasi mesin propulsi untuk pesawat LSU-05 tersebut. Hal ini sebagai dukungan untuk mendapatkan Pesawat Terbang Nir awak LSU-05 yang andal dalam mencapai misi sebagai pesawat pembawa muatan. Adapun karakteristik motor bakar piston yang dimaksud adalah daya keluaran 14 HP/6400 rpm atau 11 HP/6000 rpm, dan selanjutnya dipilih sebagai mesin propulsi pesawat terbang nir awak LSU-05.Hal.65-70 : ilus. ; 23 c
LENDUTAN STRUKTUR TWIN BOOM PESAWAT TERBANG NIR AWAK LSU-05 PADA SAAT MENERIMA BEBAN TERBANG (DEFLECTION OF LSU-05 UAV TWIN BOOM STRUCTURE ON RECIEVING THE FLIGHT LOAD)
The twin-boom structure is a component of LSU-5 unmanned aireal vehicle (UAV) construction wich was produced by Aeronautic Technology Center of LAPAN. This structure serves as a stabilizer UAV movements. In operations, the structure will recieve flight load which could result as the structure deflection. Through analytical methods involving the mission, dimensions and configuration of the structure of the twin-boom LSU 05 UAV, has done research to determine the extent of the ability of the structure in the fligth load, so the resulting deflection. From this research it was known that at flighting during 130 minutes, starting from take off the beginning of the flight until cruising with maximum velocity in 130 km/h, the maximum deflection that occurred in the structure only reaches 5.593 x 10-6 m, with a safety factor of 1.3, it’s means that the structure was relatively save. While at the landing on a relatively save was velocity below 14 km/h. If landing at the velocity exceeding 20 km/h can be believed that the twin-boom structure suffered severe damage, because the stress occurs already exceeded from 650 MPa as the yield strenght of e-glass composite materials. Abstrak:Struktur twin boom merupakan salah satu komponen konstruksi pesawat terbang nir awak LSU-05 hasil karya Pusat Teknologi Penerbangan - LAPAN. Struktur ini berfungsi sebagai penyetabil gerakan pesawat. Dalam operasionalnya, struktur menerima beban terbang yang dapat mengakibatkan timbulnya lendutan. Melalui metode analitis yang melibatkan misi, dimensi dan konfigurasi struktur twin boom pesawat LSU-05, telah dilakukan penelitian untuk mengetahui sejauh mana kemampuan struktur dalam menerima beban terbang, sehingga mengakibatkan lendutan tersebut. Dari penelitian ini diketahui bahwa pada saat penerbangan, selama 130 menit mulai dari tinggal landas di awal penerbangan sampai dengan terbang jelajah pada kecepatan maksimal 130 km/jam, lendutan maksimal yang terjadi pada struktur hanya mencapai 5,593 x 10-6 m, dengan faktor keamanan sebesar 1,3 berarti struktur relatif aman. Sedangkan untuk pendaratan, kecepatan yang relatif aman dapat dilakukan di bawah 14 km/jam. Jika mendarat pada kecepatan melebihi 20 km/jam, struktur twin boom tersebut mengalami kerusakan parah, karena tegangan yang terjadi sudah melebihi 650 MPa sebagai tegangan ijin bahan struktur yakni komposit e-glass.</jats:p
Analisis Frekuensi Alami Struktur Sayap Pesawat NIR Awak LSU04
Struktur sayap pesawat terbang nir awak LSU04 bertugas untuk menghasilkan gaya angkat, dan terhindar dari kondisi operasional getaran yang sama dengan frekweni alaminya. Melalui metode analitis untuk frekwensi alami sampai dengan tegangan maksimal, konfigurasi pesawat, dan misi produk, telah dilakukan penelitian frekwensi alami tersebut. Dari penelitian ini diketahui bahwa struktur sayap yang terbuat dari komposit serat mi e-glass mampu bekerja pada frekwensi getaran maksimal yang terjadi, sebesar 132,629 Hz,dengan frekwensi alami sebesar 143,41 Hz.Hal. 32-50: ilus.; 20 cm
Wing Support Structure LSU03 UAV Streng then For Dynamic Load
LSU03 UAV was resulted by Aeronautics Technology Center, National Institute of Aeronautics and Space, LAPAN. This UAV has flight scenario like small UAV comprising taxi moves, take off, cruising, descending and landing. The operational of this craft was appeared stress structure specially wing support structure. The appearing of this stress was caused by the dynamic load or shock loads which the biggest at early landing and first touchdown in ground plane. With the dimensional data of wing support structure, analytical method, mission objective research and flight operational of LSU03 can be known that the structure can fulfill mission that is robust, light and strength. E-glass composite material was used as material of the wing support structure. This structure is strengthen receive dynamic load during flight time and landing.p.1-1
LENDUTAN STRUKTUR TWIN BOOM PESAWAT TERBANG NIR AWAK LSU-05 PADA SAAT MENERIMA BEBAN TERBANG (DEFLECTION OF LSU-05 UAV TWIN BOOM STRUCTURE ON RECIEVING THE FLIGHT LOAD)
Hal 91-102:Ilus.; 30 c
Penentuan Kelayakan Struktur Sirip Roket RX-150-LPN Berdasarkan Lendutan Struktur
Telah diteliti kelayakan beberapa struktur sirip Roket RX-150-LPN yang terbuat dari stainless steel berbentuk pelat. Masing-masing tebalnya 8, 7, 6 dan 5 mm. Penelitian meliputi katahanan struktur terhadap gaya tangensial dan aksial. Kedua gaya ini menimbulkan tegangan dan lendutan pada struktur sirip. Tegangan maksimal yang ditimbulkan adalah 8.643 x 105 Nm-2 sedangkan rasio lendutannya (deflection) adalah 1,936 %, terjadi pada tebal struktur sirip 5 mm.Hlm. 27-3
Desain Konfigurasi Roket Padat: Analisis Struktur Roket RUM70/100-LPN
xiv, 146 p.: ill. ; 20 cm
ANALISIS BEBAN HENTAK STRUKTUR PENYANGGA LANDING GEAR PESAWAT NIR AWAK LSU03 (SHOCK LOAD ANALYSIZES FOR THE LSU03 UAVS LANDING GEAR SUPPORT STRUCTURE)
Pesawat nir awak LSU03 adalah pesawat nir awak yang dikembangkan oleh Lapan, untuk misi pembawa muatan kamera foto maupun video. Dalam operasinya, LSU03 akan melalui siklus terbang dan mendarat dengan frekuensi yang cukup tinggi, khususnya untuk pengisian bahan bakar dan perawatan. Pada saat awal pendaratan di landasan udara, terjadi beban hentak yang dapat mempengaruhi keandalan struktur. Melalui metode analitis persamaan beban hentak, masukan data konfigurasi pesawat nir awak LSU03, dan pernyataan misi karakteristik, telah dilakukan penelitian dan analisis beban hentak struktur penyangga landing gear pesawat nir awak LSU03 pada saat awal pendaratan di landasan. Dari analisis hasil penelitian diketahui bahwa struktur penyangga yang berukuran tebal 2 mm, lebar 8 mm, terbuat dari komposit jenis serat e-glass mampu menerima beban hentak tersebut.Hal 167-174 :ilus.; 30 c
