1,721,023 research outputs found

    Meta Analisis Efektivitas Pendekatan Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kembali apakah terdapat efektivitas pendekatan Problem Based Learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas V Sekolah Dasar. Jenis penelitian adalah meta-analisis. Data diperoleh dari penelitian sebelumnya, dirangkum, di-review, dan kemudian dianalisis data penelitiannya, dan dengan menganalisis dari beberapa sumber relevan yang telah dipublikasikan secara menyeluruh, yang berkaitan dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas V Sekolah Dasar kemudian memperoleh data yang valid. Subyek penelitian adalah siswa kelas VSekolah Dasar. Tehnik pengumpulan data dengan cara menelusuri artikel e-journal melalui google scholar sebanyak 20 artikel dalam rentan waktu 10 tahun terakhir (2013-2023). Instrumen penelitian dilakukan dengan menggunakan lembar observasi.Teknik analisis data menggunakan effect size dan dengan bantuan SPSS 26.Hasil penelitian yang telah dilaksanakan dengan menggunakan meta-analisis pendekatan Problem Based Learning, bahwa terdapat peningkatan rata rata 28% mulai dari 0.94% sampai tertinggi 29.6%. Sementara hasil rata-rata berpikir kritis mengalami peningkatan sebesar 45.247% sebelum dan sesudah menggunakan metode Problem Based Learning. Dapat dilihat juga melalui uji T bahwa nilai Sig. (2-tailed)(0,000) < a (0,05) dan thitung = -7,232 < ttabel 2,110 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Dan dari hasil keseluruhan rata-rata effect size dengan menggunakan model pembelajaran problem based learning pada penelitian eksperimen pada 20 artikel mencapai angka 0.985455155, sehingga dikategorikan ke dalam efek besar. Dengan rata-rata tersebut dapat semakin kuat jika pembelajaran sekolah dasar dengan menggunakan model pembelajaran problem based learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa

    Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Komik Elektronik pada Muatan IPAS Kelas IV untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa

    Get PDF
    Abstrak Pengembangan media komik elektronik guna meningkatkan minat belajar pada materi IPAS siswa kelas IV dapat dilakukan dengan menggunakan model ASSURE. Langkah akhir dari penelitian ini ialah uji Coba Secara Terbatas untuk mengetahui kelayakan dan efektifitas dalam meningkatkan minat belajar siswa. Media komik elektronik digunakan untuk meningkatkan minat belajar siswa kelas IV dan terbukti valid dipergunakan dalam pembelajaran. Berdasarkan hasil uji validasi oleh pakar materi diperoleh skor 66 yang bila dipresentasekan sebesar 88. Kemudian berdasarkan hasil validasi oleh pakar media diperoleh skor 92 yang bila dipresentasekan sebesar 92%. Sedangkan untuk validasi pakar pembelajaran memperoleh skor 115 yang bila dipresentasekan menjadi 92%, dimana skor tersebut menujukan kategori sangat dan layak untuk digunakan. Berdasarkan hasil analisis uji beda Uji T menggunakan teknik Independent Sample Test bahwa nilai t hitung adalah 8,749 dengan sig. (2-tailed) 0,000 dan sig 0,183 dan df sebesar 74. Nilai probablilitas < 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima, dapat dikatakan bahwa hasil posttest lebih tinggi dari pada Pretest. Berdasarkan hasil angket responden siswa guru diperoleh hasil 94% dan 97%. Dari data yang diperoleh dapat dikatakan media komik efektif dalam meningkatkan minat belajar siswa.ABSTRACT The development of electronic comic media to increase interest in learning in IPAS material for class IV students can be done using the ASSURE model. The final step of this research is a Limited Trial to determine the feasibility and effectiveness in increasing student interest in learning. Electronic comic media is used to increase the interest in learning of grade IV students and has proven to be valid for use in learning. Based on the results of validation tests by material experts, a score of 66 was obtained, which when presented was 88. Then based on the validation results by media experts, a score of 92 was obtained, which when presented was 92%. As for validation, learning experts obtained a score of 115 which when presented became 92%, where the score was in the very and feasible category to use. Based on the results of the analysis of the T Test difference test using the Independent Sample Test technique, the calculated t value is 8.749 with a sig. (2-tailed) 0.000 and sig 0.183 and DF of 74. The probablility value < 0.05 then H0 is rejected and Ha is accepted, it can be said that the posttest result is higher than that of the Pretest. Based on the results of the questionnaire of respondents, teacher students obtained results of 94% and 97%. From the data obtained, it can be said that comic media is effective in increasing students' interest in learning

    Meta Analisis Efektivitas Model Pembelajaran TGT dan TSTS terhadap Peningkatan Keterampilan Kolaborasi dalam Pembelajaran Tematik Siswa Sekolah Dasar

    Get PDF
    Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian meta analisis, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan keefektifan yang signifikan pada model pembelajaran TGT dan TSTS dalam meningkatkan keterampilan kolaborasi pada kelas IV. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis effect size. Rumus effect size yang digunakan adalah formula pengaruh dengan rumus eta kuadrat (ή2). Instrumen0yang dipakai di penelitian ini0adalah lembaran pemberian kode (coding data). Variabel-variabel yang digunakan untuk pemberian kode dalam memperoleh informasi mengenai0besar pengaruh (effect size) pada penelitian0meta-analisis. Hasil penelitian menunjukan model0pembelajaran0Team Games Tournament--lebih efektif jika dibandingkan dengan model0pembelajaran0Two Stay Two Stray0terhadap0peningkatan kemampuan kolaborasi0siswa. Dapat dilihat dari uji Ancova dari nilai rata-rata skor eksperimen 2 model pembelajaran TGT sebesar 85,3675 lebih tinggi dibandingkan model pembelajaran TSTS 71,3350. Dapat disimpulkan bahwa perhitungan hipotesis dengan menggunakan uji Ancova menggunakan Univariate yang menunjukkan bahwa nilai signifikasi sebesar 0,002 yang berarti lebih kecil dari 0,05 (0,002 f tabel sebesar 0,002 dan F hitung yang diperoleh adalah 25,370, yaitu 25,370 > 5,79 dan signifikasinya 0,002 < 0,05 yang menunjukkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam penggunaan model pembelajaran TGT dan TSTS dalam peningkatan kolaborasi siswa

    Pengembangan Instrumen Penilaian Sikap Untuk Mengungkap Sikap Disiplin Siswa SD Gugus Yos Sudarso

    Get PDF
    Penilaian merupakan aspek penting untuk mengukur hasil belajar siswa. Namun, masih banyak guru yang menggunakan instrumen penilaian observasi yang belum diuji validitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alat penilaian sikap disiplin yang memanfaatkan skala Likert, dengan fokus guna mengungkap sikap disiplin siswa kelas III SD di Gugus Yos Sudarso. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Instrumen penelitian berupa angket penilaian dari ahli dan skala sikap yang berbasis skala Likert serta menggunakan teknik deskriptif persentase dan kategori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validitas produk instrumen oleh ahli penilaian sikap sebesar 78,57% dengan kategori tinggi, ahli bahasa dengan nilai 76% dengan kategori tinggi, serta ahli desain pembelajaran dengan nilai 92,5% kategori sangat tinggi, sehingga instrumen dianggap layak untuk diuji coba. Uji coba terbatas pada 30 item pernyataan untuk penilaian sikap disiplin menyatakan validitas instrumen dengan nilai terkecil 0,489 dengan nilai Pearson Correlation Xtotal 0,468. Reliabilitas instrumen menyatakan nilai α = 0,971 dengan kategori sangat reliabel. Hal ini dapat disimpulkan bahwa instrumen penilaian sikap dinyatakan valid dan reliabel untuk mengungkapkan sikap disiplin siswa SD dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila. Assessment is an important aspect of measuring student learning outcomes. However, many teachers still use observation assessment instruments that have not been tested for validity. This study aims to develop a discipline attitude assessment tool that utilizes a Likert scale, with a focus on revealing the discipline attitude of third grade elementary school students in Gugus Yos Sudarso. The method used is research and development (R&D) with the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). The research instrument was an expert assessment questionnaire and a Likert scale-based attitude scale and used descriptive techniques of percentages and categories. The results showed that the validity of instrument products by attitude assessment experts was 78.57% with a high category, language experts with a value of 76% with a high category, and learning design experts with a value of 92.5% with a very high category, so that the instrument was considered suitable for testing. The limited trial on 30 statement items for discipline attitude assessment stated the validity of the instrument with the smallest value of 0.489 with a Pearson Correlation Xtotal value of 0.468. The reliability of the instrument states the value α = 0.971 with a very reliable category. It can be concluded that the attitude assessment instrument is valid and reliable to reveal the disciplinary attitude of elementary school students in learning Pancasila Education

    Efektivitas Model Pembelajaran Kooperatif Tipe JIGSAW dan Student Teams Achievement Divisions (STAD) Ditinjau dari Keterampilan Kerjasama pada Mata Pelajaran Matematika Siswa Kelas 5 SD

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan yang signifikan antara model pembelajaran Jigsaw dan model pembelajaran Student Teams Achievement Divisions (STAD) ditinjau dari keterampilan kerjasama pada mata pelajaran matematika kelas 5 di SD Gugus Sudirman Salatiga. Jenis penelitian ini adalah quasi experimental research atau penelitian eksperimen semu. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif dan analisis statistik T-Test. Hasil penelitian menggunakan T-Test diperoleh nilai thitung 3,023 dan ttabel 1,995 dengan tingkat signifikansi 0,002. Karena nilai probabilitas 0,002 kurang dari 0,05, H0 ditolak dan Ha diterima, yang berarti bahwa keterampilan kerjasama menggunakan model Jigsaw secara signifikan lebih tinggi daripada model Student Teams Achievement Divisions (STAD) di SD Gugus Sudirman Salatiga. Temuan ini didukung oleh skor posttest rata-rata kelas Jigsaw yaitu 77,93 dan nilai posttest rata-rata kelas STAD yaitu 68,41

    Evaluasi Program Sekolah Inklusi di SD Negeri Dukuh 05 Salatiga Menggunakan Model CIPP

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pelaksanaan program sekolah inklusi di SD Negeri Dukuh 05 Salatiga dengan fokus pada konteks, input, proses, dan produk dari pelaksanaan program tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi menggunakan model CIPP. Hasil penelitian pada aspek konteks menunjukkan bahwa program inklusi telah mendapat dukungan dari dinas pendidikan setempat. Pada aspek input masih memerlukan peningkatan dalam sarana, prasarana dan kualifikasi guru. Meskipun demikian, kurikulum sudah dimodifikasi. Pada aspek proses terdapat layanan bimbingan bagi siswa berkebutuhan khusus dengan shadow teacher dan GPK, adanya identifikasi dan asesmen, namun belum adanya alokasi dana dari BOS. Pada aspek produk menunjukkan adanya catatan khusus yang diberikan oleh shadow teacher pada rapor hasil belajar siswa. Dan hasil belajar siswa berkebutuhan khusus berada diposisi rata-rata

    Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Uno Math Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Pada Pelajaran Matematika Perkalian Siswa Kelas III SD Menggunakan Model Kooperatif Team Games Tournament

    Get PDF
    Matematika merupakan pelajaran yang sangat penting yang mampu menumbuhkan cara berpikir siswa untuk pemecahan masalah. Namun kebanyakan siswa menganggap matematika pembelajaran yang sulit dan membosankan. Adapun dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas penyajian dilakukan dengan metode ceramah ataupun berhitung menggunakan jari hal ini membuat siswa tampak jenuh mengikuti pembelajaran karena proses pembelajaran yang kurang variatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran Uno Math guna meningkatkan kemampuan pemecahan masalah pada mata pelajaran matematika perkalian siswa kelas III SD yang diimplementasikan menggunakan model kooperatif Team Games tournament. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian Research and Development (R&D) dan dikembangkan menggunakan model ASSURE yang menghasilkan produk kemudian dilakukan validasi. Berikut hasil validasi ahli materi diperoleh skor presentase sebesar 72% masuk dalam kategori cukup baik, hasil validasi perangkat ajar mendapatkan skor presentase sebesar 71% masuk dalam kategori cukup baik, dan hasil uji validasi media Uno Math yang dikembangkan mendapatkan skor presentase sebesar 75% termasuk kategori cukup baik sehingga media pembelajaran Uno Math tervalidasi dan dinyatakan layak untuk di uji coba dengan revisi sesuai saran ahli validasi. Dalam hasil penggunaan media Uno Math untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah diperoleh hasil dari pretest dan postest yang menunjukkan hasil dari uji t yaitu rata-rata nilai pemecahan masalah awal 65.48 dan pemecahan masalah akhir menunjukkan 79.48. Berdasarkan tabel 4.3 hasil uji T pengukuran awal dan pengukuran akhir diperoleh nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000. Hal tersebut menunjukkan bahwa nilai Sig. (2-tailed) <0,5, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Menunjukkan bahwa ada perbedaan rata-rata antara hasil kemampuan pemecahan masalah materi matematika perkalian menggunakan Uno Math memiliki pengaruh positif terhadap perlakuan atau berpengaruh dilihat dari adanya peningkatan kemampuan pemecahan masalah pada siswa. Dalam hal ini Uno Math dapat digunakan sebagai media belajar agar pembelajaran lebih interaktif antara guru dengan siswa maupaun siswa dengan siswa. Kata Kunci: (Media Pembelajaran, Pemecahan masalah, Perkalian, Uno Math

    Pengembangan Modul Matematika Pada Pembelajaran Penjumlahan Bilangan Cacah Pada Kelas 1 Dengan Berbasis Discovery Learning Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis

    No full text
    Al Muzakiyah. Nur Afidah. Pengembangan Modul Matematika Pada Pembelajaran Penjumlahan Bilangan Cacah Pada Kelas 1 Dengan Berbasis Discovery Learning Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Pembimbing Suhandi Astuti, S.Pd, M.P.D. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengembangkan modul matematika berbasis discovery learning untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dalam pembelajaran penjumlahan bilangan cacah dan (2) mengevaluasi validitas modul matematika berbasis discovery learning berdasarkan uji validasi pakar. Pnelitian ini menggunakan model R&D dengan pendekatan ASSURE yang meliputi menganalisis karakteristik peserta didik, menetapkan tujuan, memilih metode, media dan materi, memanfaatkan media dan bahan, membutuhkan partisipasi, dan evaluasi dan revisi. Subjek penelitian adalah guru kelas dan peserta didik kelas 1 SD Negeri Kebowan 01 dan SD Negeri Kebowan 02, Suruh Kabupaten Semarang. Dimulai dengan studi pendahuluan dan berakhir pada tahap pengembangan dan penilaian produk, deskriptif presentase data yang diperoleh kemudian dirumuskan kebutuhan terhadap desain modul matematika dengan berbasis discovery learning pada pelajaran penjumlahan bilangan cacah dipandang efektif yang dilakukan dalam pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) ada tiga tahap utama: analisis karakteristik dan kemampuan awal peserta didik, perencanaan dan pembuatan modul matematika berbasis discovery learning, serta pengembangan melalui uji validasi pakar. (2) berdasarkan uji validasi, ahli materi memberikan nilai 94,5% dengan kategori “sangat baik”, ahli desain memberikan nilai 95% dengan kategori “sangat baik”, dan ahli desain pembelajaran memberikan nilai 89,7% dengan kategori “sangat baik”. Hasil efektifitas dari responden dan uji rerata mendapatkan persentase 93%. Hal tersebut menunjukkan bahwa modul matematika berbasis Discovery Learning layak digunakan untuk meningkatkan keterampilan berbikir kritis siswa kelas 1 SD Modul Ajar Penjumlahan Bilangan Cacah

    Meta Analisis Efektivitas Model Pembelajaran Problem Based Learning dan Problem Solving terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Pada Pembelajaran Tematik

    Get PDF
    Sulistyo Afrista Vimpy 2022. Meta AnalisisEfektivitas Model Pembelajaran Problem Based Learning dan Problem Solving Terhadap KeterampilanBerpikir Kritis Pada Pembelajaran Tematik. Skripsi, program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan Ilmu dan Pendidikan, UniversitasKristen Satya Wacana. Pembimbing: Suhandi Astuti, S.Pd, M.Pd. Penelitian ini bertujuan mencari perbedaan dari model pembelajaran Problem Based Learning dan Problem Solving terhadap hasil dari perubahan berpikir kritis siswa yang dengan harapan terjadi peningkatan. Dalam penelitian ini menggunakan konsep meta analisis, tahap awal penelitian adalah mengumpulkan artikel jurnal nasional secara elektronik. Penelitian ini menganalisis artikel sebanyak 20, sepuluh dari penelitian model Problem Based Learning dan Sepuluh dari model Problem Solving. Penelitian yang digunakan diambil dari berbagai artikel pada jurnal yang dipublikasikan secara nasional yang sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. Effect size dengan uji Ancova terhadap model pembelajaran Problem Based Learning dan Problem Solving terdapat hasil yang tertera pada kolom Correct Model yang diketahui Partical Eta Squarded sebesar 0,02 Hal ini menunjukkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning dan Problem Solving memberikan pengaruh tergolong kecil terhadap peningkatan berpikir kritis
    corecore