2 research outputs found

    Pengaruh konsentrasi katalis natrium hidroksida pada pembuatan biodiesel dengan memanfaatkan ampas tebu sebagai adsorben

    No full text
    Kemajuan teknologi mengakibatkan peningkatan konsumsi energi. Sedangkan energi yang banyak digunakan berasal dari sumber energi fosil. Biodiesel merupakan salah satu bahan bakar diesel alternatif yang berasal dari sumber daya alam yang dapat diperbarui. Minyak goreng bekas merupakan salah satu bahan dasar potensial yang dapat dikonversi menjadi biodiesel. Fokus penelitian ini adalah untuk menentukan bagaimana variabel konsentrasi katalis mempengaruhi proses produksi biodiesel dari minyak kelapa RBD bekas dengan reaksi transesterifikasi. Sebelum dilakukan transesterifikasi, terlebih dahulu minyak kelapa RBD bekas dilakukan proses adsorpsi dengan karbon aktif dari ampas tebu. Setelah dilakukan adsorpsi nilai asam lemak bebas pada minyak kelapa RBD bekas turun dari 1,801657485 % menjadi 0,071874207 %. Setelah itu dilakukan proses transesterifikasi pada suhu 60 oC dengan kecepatan pengadukan 300 rpm selama 60 menit menggunakan pelarut etanol dan variasi katalis NaOH 0,5 ; 1 ; 1,5 ; 2 dan 2,5 %. Hasil yield biodiesel yang didapatkan pada konsentrasi katalis 0,5 % sebesar 87,86 %, konsentrasi katalis 1 % sebesar 89,67 %, konsentrasi katalis 1,5 % sebesar 87,11 %, konsentrasi katalis 2 % sebesar 86,09 %, dan konsentrasi katalis 2,5 % sebesar 83,75 %. Kondisi optimum transesterifikasi didapatkan pada variasi konsentrasi katalis 1 % dengan yield 89,67 % nilai massa jenis 854,24 kg/m3, viskositas  2,215600482 cSt, dan angka asam  0,41627988 mg-KOH/gr

    SOSIALISASI PEMBUATAN PESTISIDA ALAMI DARI CABAI DI KELURAHAN KEMUTERAN, KECAMATAN GRESIK

    No full text
    Kelurahan Kemuteran merupakan salah satu kelurahan di Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur, sebagai salah satu mata pencaharian utama sebagai pengusaha usaha mikro kecil menengah di wilayah Kemuteran yang memiliki potensi yang cukup besar dalam pengembangan usaha, khususnya pengembangan tanaman pangan dan hortikultura. Seiring dengan itu, saat ini telah meningkat dengan pesat pola pertanian organik mulai menjadi idola dalam dunia pertanian. Produk pertanian yang selama ini menggunakan pupuk kimia dan pestisida non-organik mulai tergantikan dengan produk pertanian organik yang memanfaatkan bahan alami, sebagai pupuk maupun pestisida. Salah satu faktor penghambat dalam budidaya tanaman adalah serangan hama dan patogen. Pengendalian hama dan patogen di Kemuteran sejauh ini sudah dilakukan dengan cukup baik sesuai mestinya bahkan dikatakan modern, seperti melalui penyemprotan dengan bahan kimia. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaku usaha di Kelurahan Kemuteran, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik dalam membuat dan mengaplikasikan pestisida nabati (pestisida alami) untuk mengendalikan hama dan patogen pada tanaman yang dibudidayakan. Pelaksanaan kegiatan melalui KKN-TEMATIK XXVI ini adalah dengan memberikan sosialisasi serta pelatihan pembuatan pestisida nabati dengan bahan-bahan yang ada di lingkungan sekitar. Hasil pengabdian masyarakat ini adalah masyarakat di Kelurahan Kemuteran dapat mengembangkan pengetahuan terkait pestisida nabati guna membantu meningkatkan produktivitas tanaman, sehingga masyarakat dapat meningkatkan sistem pertanian organik yang telah ada. &nbsp
    corecore