495 research outputs found
Syamsul Anwar dan Pemikirannya dalam Bidang Hisab-rukyat
Tulisan ini membahas pemikiran Syamsul Anwar dalam bidang ilmu falak, terutamadalam bidang hisab-rukyat. Di tengah minimnya ahli falak di Indonesia, terlebih di lingkungan Muhammadiyah, nama Syamsul Anwar terasa masih sangat asing di telinga kebanyakan orang. Akan tetapi jika kita melihat lebih saksama sesungguhnya dari tangan Syamsul Anwar-lah banyak pemikiran-pemikiran cemerlang tentang hisab- rukyat lahir dan sangat terasa kontribusinya bagi Muhammadiyah khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Tulisan ini memokuskan pada beberapa pemikiran Syamsul Anwar dalam bidang hisab-rukyat, yaitu mengenai kontekstualisasi pemahaman hadis-hadis tentang rukyat, hisab hakiki sebagai metode penentuan awal bulan dan interkoneksi studi hadis dan astronomi
PANDANGAN SYAMSUL ANWAR TENTANG JAMINAN DALAM PEMBIAYAAN AKAD MUDHARABAH PADA PERBANKAN SYARIAH
Pembiayaan akad mud}a>rabah merupakan akad kerjasama dimana pemilik dana mempercayakan hartanya kepada pengelola untuk dikelola. Akad mud}a>rabah merupakan bagian dari akad amanah dan dalam akad ini terdapat unsur “trust” atau kepercayaan. Dengan adanya jaminan dalam pembiayaan akad mud}a>rabah telah keluar dari hukum fikih klasik. Hal ini membuat tidak adanya unsur kepercayaan. Salah satu tokoh hukum Islam kontemporer yakni Syamsul Anwar mengemukakan pendapatnya mengenai jaminan dalam pembiayaan akad mud}a>rabah pada perbankan syariah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode ijtihad yang digunakan Syamsul Anwar dan implikasi terhadap pandangannya.
Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan (Library research) dengan jenis penelitian kualitatif. Dengan sumber data primer yakni melalui tulisan-tulisan Syamsul Anwar seperti dalam buku Studi Hukum Islam kontemporer dan sumber data sekunder sebagai pendukung penelitian ini seperti buku Metodologi Istinbat hukum dari Dewan Hisbah Persatuan Islam. Adapun metode pengumpulan data dengan dokumentasi dan metode yang digunakan deskriptif-analisis dengan pendekatan hukum normatif.
Penelitian metode istinbat yang digunakan oleh Syamsul Anwar tentang jaminan dalam pembiayaan akad mud}a>rabah pada perbankan syariah yaitu mas}lah}ah mursahalah. Mas}lah}ah mursahalah digunakan karena tidak ada dalil al-Qur’an maupun Sunnah yang menjelaskan boleh atau tidak jaminan dalam pembiayaan akad mud}a>rabah. Mas}lah}ah mursahalah tergolong pada tingkatan hajiyah karena tidak mengancam akan keberlangsungan kehidupan manusia dan sebagai tujuannya untuk menghilangkan kesulitan yang ada. Serta adapun implikasi dari pendapat Syamsul Anwar tentang jaminan dalam pembiayaan akad mud}a>rabah pada perbankan syariah tidak dibolehkan jaminan kecuali sebagai upaya antisipasi terjadi kecurangan oleh pengelola dan jaminan mengenai pengembalian dana tidak diperbolehkan hal ini menyerupai akad gadai pada perbankan syariah dan hal ini harus dirubah sesuai dengan prinsip syariah.
Kata Kunci : Jaminan, Mud}a>rabah, Syamsul Anwar
Analisis pemikiran awal bulan Kamariah Syamsul Anwar dalam perspektif fikih dan astronomi
Penelitian yang berupa skripsi ini mengemukakan Pemikiran Syamsul Anwar. Termasuk metode penentuan awal bulan kamariah yang digunakan dan bagaimana hisab dalam perspektif fikih astronomi. Dalam hal ini, penentuan awal bulan kamariah banyak diperbincangkan perdebatan-perdebatan termasuk persoalan hisab rukyat dan juga pembuatan kalender hijriah. Hal ini bukan dari aspek ilmu falaknya yang menjadi persoalan tetapi dari aspek fikih astronominya. Dalam penelitian ini, persoalan yang dibahas adalah: 1. Bagaimanakah penentuan awal bulan Kamariah Syamsul Anwar? 2. Bagaimanakah istinbath hukum awal bulan kamariah Syamsul Anwar dalam perspektif fikih astronomi?
Penulis tertarik untuk meneliti awal bulan Kamariah yang digunakan oleh Syamsul Anwar. Analisis terhadap perspektif fikih astronomi. Selain itu, penulis membandingkan mengenai fikih astronominya dengan metode yang berbeda, yaitu dengan madzhab fikih dan dari segi astronominya dalam penentuan awal bulan kamariah.
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan motode kualitatif (deskriptif analisis) dengan menggunakan pendekatan fikih astronomi. Jenis data adalah field research. Sebagai sumber data primernya adalah seluruh data yang diperoleh secara langsung yaitu data yang diperoleh dari hasil wawancara (interview) kepada Syamsul Anwar. Sedangkan data sekundernya adalah seluruh dokumen berupa buku-
xi
buku, tulisan-tulisan atau makalah-makalah yang berkaitan dengan obyek penelitian. Dan dalam analisis penulis menggunakan metode komparasi yaitu dengan metode hisab rukyatnya pemerintah.
Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hisab Syamsul Anwar dari perspektif fikih, penggunaan hisab didasari oleh hadis. Hadis-hadis tersebut memberi peluang untuk digunakannya hisab. Ini menandakan perbedaan interpretasi dalam memahami hadis tentang awal bulan kamariah. Dalam perspektif astronomi, hisab yang digunakan untuk menentukan jatuhnya awal bulan kamariah adalah hisab yang berlaku untuk semua wilayah dan perbedaan memahami hilal untuk menentukan awal bulan. Dalam hal ini kurang tepatnya memaknai matlak suatu daerah sebagai penentuan jatuhnya awal bulan kamariah
METODE HISAB DALAM RANGKA MENYELESAIKAN PERBEDAAN PUASA ARAFAH ANTARA INDONESIA DENGAN ARAB SAUDI: Telaah Atas Pemikiran Profesor Syamsul Anwar
Abstrak: Menurut Profesor Syamsul Anwar, metode rukyat ini memiliki aneka kendala, di antaranya kendala alam yakni jangkauan rukyat apalagi pada awal bulan terbatas tampakannya di muka bumi, sehingga akan berbeda antara negara yang telah melihatnya dengan daerah yang belum melihatnya, dengan kata lain rukyat adalah adalah sarana universal tapi berlaku temporal dan lokal. Karenanya menurutnya metode yang dapat menyatukan awal bulan kamariah adalah metode hisab karena metode ini lebih reliable untuk saat ini. Yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah: (1) bagaimana pandangan Profesor Syamsul Anwar tentang Rukyatul hilal dalam kaitannya dengan penanggalan awal bulan kamariah, (2) bagaimana pemikiran Profesor Syamsul Anwar tentang hisab dan (3) apa upaya yang dapat dilakukan untuk menyatukan momen-momen keagamaan seperti idul fitri, idul adha termasuk perbedaan pelaksanaan puasa Arafah antara Indonesia dengan Arab Saudi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode rukyat menurut Profesor Syamsul Anwar menimbulkan banyak kendala,karena jangkauan rukyat terbatas tampakannya di muka bumi, mungkin sekali hilal terlihat di Arab Saudi, namun tidak terlihat di Indonesia.Hilal mungkin terlihat di Amerika tetapi tidak di Arab Saudi. Karena perbedaan rukyat di berbagai tempat, maka awal bulan pun jatuh berbeda, hal ini berbeda dengan hisab, karena hisab tidak mengalami kendala dengan faktor alam, karena ia ,menghitung gerak bulan yang sesungguhnya, sehingga metode hisab dapat menjatuhkan awal bulan dengan serentak di seluruh dunia.Kata Kunci: rukyah, hisab, al-maqashid asy-syari’ah, puasa Arafah, kalender Islam unifikati
PENDEKATAN INTERKONEKSI DALAM STUDI HADIS; (STUDI PEMIKIRAN SYAMSUL ANWAR)
This paper explains Syamsul Anwar's idea of ??the interpretive model of hadith through the interconnection approach. The interconnection model of hadith and astrononomy studies developed by Syamsul Anwar is a novelty in the reconstruction of a new way of reading and understanding in the area of ??study of Hadith studies. The analysis is done by combining the theories of classical, modern (western) hadith and the theory of astronomy (visibility of hilal) simultaneously and synergistically. Referring to the classification of Abdullah Saeed's model of thinking, the interpretation of Hadith's perspective includes the Muslim thinker in the progressive ijtihadist group. That is, traditional Islamic law requires change and reform in order to adapt to the current conditions of society, to support the need for a fressive ijtihad, to combine classical Islamic scholarly thinking with modern Western thought, to believe that social, intellectual, legal, economic and technological change must be reflected in Islamic law
Wacana Studi Interkoneksi Hadis "Telaah Ringkas Pemikiran Hadis Syamsul Anwar"
Tulisan ini mendiskusikan kemungkinan untuk mendekatkan kajian agama yang berbasis wahyu dengan keilmuan lain yang berbasis ilmu empiris, khususnya tentang kajian hadis. Dengan menelaah pemikiran Prof. Syamsul Anwar, penulis menyimpulkan bahwa pendekatan integratif-interkonektif mampu menjembatani dan saling melengkapi kedua tradisi di atas. Namun demikian, pendekatan integratif memerlukan prasyarat yang terlalu berat, seperti restrukturisasi ilmu baik dari segi paradigma, teori, dan metode, sehingga memerlukan kajian yang lebih intensi. Sedangkan pendekatan interkonektif lebih tepat dipergunakan untuk kajian hadis kontemporer saat ini, yang akan akan menghasilkan empat fungsi: komplementasi, konfirmasi, kontribusi, dan komparasi
Kontribusi puisi-puisi Chairil Anwar dalam memotivasi kemerdekaan Indonesia 1945
Chairil Anwar merupakan sastrawan angkatan 45 yang lahir di Medan pada 26 Juli 1922. Ia adalah seorang sastrawan yang menulis sajak-sajaknya dengan tema-tema kematian, pemberontakan atau perjuangan, dan individualistis. Sebagai seseorang yang lahir pada zaman penjajahan, sajak-sajak Chairil masuk dalam kategori sajak ekspresionisme. Ia mengungkapkan keadaan zaman dalam puisi-puisinya. Ia adalah pendobrak kesusastraan Indonesia. Mengembangkan bahasa Indonesia yang baru tumbuh dan belum utuh. Dan tentu Chairil adalah seorang revolusioner. Ia adalah pejuang yang ikut berperang melalui puisi-puisinya.
Chairil Anwar adalah salah satu sosok penting dibalik peristiwa kemerdekaan Indonesia 1945. Melalui puisi-puisi yang ditulisnya, Chairil mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peristiwa bersejarah. Sehingga membicarakan jati diri puisi Indonesia tanpa menyebut namanya adalah sebuah hal yang mustahil. Hal itu pula yang kemudian membuat nama Chairil Anwar dirumuskan untuk menjadi seorang pahlawan nasional oleh sejumlah budayawan dan sastrawan dari Sumatera Barat.
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui riwayat hidup dan pendidikan Chairil Anwar dan karya-karya Chairil selama hidupnya yang singkat serta mengetahui usaha Chairil Anwar dalam memotivasi kemerdekaan Indonesia 1945. Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi, yaitu berupa penulisan sejarah. Selain daripada itu, penulis menggunakan metode library research atau penelitian kepustakaan. Tentu kemudian tahap library research itu melalui tahapan kritik sebelum pada akhirnya dijadikan sebuah sumber sejarah.
Berdasarkan analisa data yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa Chairil Anwar adalah seorang sastrawan angkatan 45 yang puisi-puisinya sangat erat dengan perjuangan kemerdekaan Indonesia 1945. Chairil Anwar telah menjadikan kata-katanya sebagai sebuah senjata sekaligus pemantik untuk mengobarkan semangat perjuangan. Ia memiliki daya ledak (Explosive Power) terkuat dalam puisi-puisinya. Pantas jika dikatakan bahwa Chairil Anwar layak menjadi seorang pahlawan bagi banga Indonesia. Ia telah meninggalkan banyak puisi-puisinya yang sampai saat ini terus bergema di pelbagai tempat di daerah-daerah di Indonesia. Jika WR. Supratman menjadi pahlawan karena lagu Indonesia Raya, maka Chairil Anwar layak menjadi pahlawan karena puisi-puisinya telah menjadi alat perjuangan bagi bangsa
Syamsul Anwar’s Vision: Establishing a Unified Global Islamic Calendar
This article examines Syamsul Anwar\u27s endeavours to promote the unification of the global Hijri calendar, which is essential for aligning Islamic religious observances, including Ramadan, Eid al-Fitr, and Eid al-Adha. Discrepancies in establishing the commencement of the Hijri month, especially in Indonesia, arise from the contrasting methodologies employed by Nahdatul Ulama, which relies on rukyat (moon sighting), and Muhammadiyah, which utilizes hisab (astronomical calculations). Syamsul Anwar\u27s methods aims to amalgamate these techniques via five fundamental principles: acknowledgement of hisab, transference of imkanu rukyat, the cohesion of matlak, worldwide synchronization of days and dates, and acknowledgement of the International Date Line. The study employs qualitative methodologies, such as observation, interviews, and document analysis, to comprehend Anwar\u27s perspectives. Notwithstanding extensive backing from Islamic astronomy professors, obstacles persist in Indonesia owing to the cultural importance of rukyat. This study suggests that additional research and discourse are necessary to reconcile these disparities and establish a worldwide unified Hijri calendar, thereby minimizing inconsistencies in religious rituals throughout the Muslim world
- …
