1,722,559 research outputs found
Pencemaran Lingkungan Antariksa dan Dampaknya bagi Wahana Antariksa serta Permasalahan Hukumnya
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi antariksa selain memberi manfaat bagi kehidupan umat manusia telah pula menimbulkan dampak lingkungan yang dapat membahyakan penerbangan antariksa.Hukum internasional positif yang berlaku, khususnya yang mengatur tentang kegiatan negara-negara di antariksa, masih terdapat "lacune" dalam pengaturan masalah dampak lingkungan.Seyogyanya pengaturan "de lege lata" mengenai dampak lingkungan akibat kegiatan antariksa dapat diselaraskan dengan ketentuan-ketentuan yang telah dirumuskan dalam "the declaration on human environment63 hlm, 30 c
Cuaca Antariksa.
RINGKASAN Cuaca antariksa meliputi kopling antara berbagai daerah yang terletak antara matahari dan bumi. Penelitian yang terkait dengan cuaca antariksa meliputi usaha yang intensif dalam memahami proses-proses fisis dasar yang mempengaruhi kondisi matahari, angin surya, magnetosfer, ionosfer, dan atmosfer, terutama yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan untuk memprakirakan cuaca antariksa. Studi tentang kopling antar daerah-daerah yang terkait harus terus dilakukan, ditambah dengan penelitian secara teoritis yang akan memperkuat model-model yang operasional.Hal.20-24:ilus.; 30 c
BISNIS KOMERSIAL WISATA ANTARIKSA
RINGKASAN Hingga saat ini telah ada delapan orang turis antariksa yang melancong ke Stasiun Antariksa Internasional (ISS, International Space Station). Dalam hal kepergian seseorang turis antariksa perlu diperhatikan beberapa hal antara lain : akomodasi, kegiatan, penerbangan ke sub orbit maupun ke orbit, hotel dan ressort, pencocokan antara turis dan profesionalisme, dan proteksi lingkungan. Makalah ini memuat secara singkat perihal tersebut. Selain itu, dalam makalah ini disinggung juga tentang mahluk hidup terutama Laika, seekor anjing yang pernah ikut serta dibawa ke antariksa.Hal.19-25 :ilus.; 30 c
Analisis Karakteristik Perilaku Parameter Angin Matahari dan Medan Magnet Atarplanet Sebelum Badai Geomagnet Selama Siklus Matahari ke-24
ABSTRAKRiset cuaca antariksa merupakan pokok kegiatan di Pusat Sains Antariksa, Lapan untuk mendukung kegiatan Space Weather Information and Forecasting Service (SWIFtS) dan amanat Undang-undang No. 21 Tahun 2013. Salah satunya adalah terkait fenomena badai geomagnet. Badai geomagnet terjadi akibat masuknya angin matahari bersamaan dengan arah selatan medan magnet antarplanet (IMF Bz(-)). Perilaku parameter angin matahari bersama IMF Bz(-) sebelum badai geomagnet dapat menentukan terbentuk tidaknya dan sekaligus besar kecilnya badai geomagnet yang ditimbulkannya. Dalam makalah ini, dilakukan analisis karakteristik perilaku parameter angin matahari dan IMF Bz (-) sebelum badai geomagnet. Hasil analisis sepanjang siklus matahari ke-24 diperoleh bahwa badai geomagnet dominan dipengaruhi parameter kecepatan angin surya (VSW) -37,58% disusul parameter kerapatan angin surya (NSW) 22,72% dan parameter tekanan angin surya (PSW) 4,88%. Dengan demikian, dalam kegiatan evaluasi dan prediksi cuaca antariksa terkait badai geomagnet kedepannya agar memperhitungkan ketiga parameter angin surya (NSW, VSW dan PSW) dalam pemodelannya. Hasil ini diharapkan dapat membantu estimasi atau pemodelan kejadian badai geomagnet untuk mendukung kegiatan SWIFtS. Kata kunci: parameter angin matahari, medan magnet antarplanet, badai geomagne
KOMPETISI DAN KERJASAMA DALAM EKSPLORASI ANTARIKSA
RINGKASANKompetisi dan kerja sama seringkali membawa kepada pemahaman yang kaku, bahwa kompetisi kemudian dimaknai dengan zero-sum dimana keberhasilan satu pihak dimaknakan kegagalan pihak yang lain, sedangkan kerja sama diartikan bahwa segalanya dalam kondisi aman tanpa adanya kepentingan laten dibelakangnya. Pada konteks eksplorasi antariksa, kompetisi dan kerja sama menjadi dua hal yang tidak tegas lagi, dimana nuansa politik lebih mewarnai perjuangan memperoleh pengetahuan dan teknologi tinggi yang dapat digunakan untuk memfasilitasi eksplorasi dan eksploitasi antariksa. Hal ini disebabkan karena arti penting dari antariksa itu yang mampu mentransformasi elemen kekuatan negara dan juga menjadi pengendali utama dari kolonisasi di muka bumi. Sehingga antariksa menjadi sumber pengetahuan utama yang baru, dimana dalam masyarakat moderen, pengetahuan dan teknologi memiliki nilai tinggi dan menjadi elemen krusial dari kekuatan negara. Dalam konstelasi internasional baik itu Perang Dingin ataupun paska Perang Dingin yang melibatkan dua kekuatan besar dunia yaitu Amerika Serikat dan Uni Soviet (Rusia), juga menjadi sebuah tonggak sejarah terjadinya kompetisi dan kerja sama yang mewarnai kegiatan antariksa dunia. Hal ini semakin dipertegas dengan adanya pertimbangan politik dan ekonomi masing-masing pihak yang memutuskan apakah mereka berkompetisi atau bekerjasama dalam urusan antariksa. Sejalan dengan perkembangan internasional baik itu politik ataupun ekonomi, pembangunan dan pengoperasian stasiun antariksa internasional/International Space Station (ISS) merupakan bentuk adanya kompetisi yang kemudian bermuara kepada kerja sama dalam keantariksaan di antara Amerika Serikat dan Uni Soviet (Rusia).Hal. 118-125:ilus.; 30 c
DAMPAK AKTIVITAS MATAHARI TERHADAP CUACA ANTARIKSA
Ringkasan Perubahan cuaca antariksa dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan bumi. Untuk mengantisipasi dan meminimalisasi dampak kerugian yang diakibatkan oleh variabilitas cuaca antariksa ini perlu diberikan informasi, baik berupa peringatan (ncwcast) maupun prakiraan (fa-ecast). Untuk dapat memberikan informasi semacam ini, diperlukan pemahaman yang balk pada kopling antara matahari, magnetosfer, ionosfer, dan atmosfer atas. Sebagai pemicu timbulnya variabilitas pada cuaca antariksa, matahari merupakan topik penting yang perlu dipahami dan diteliti untuk mengetahui proses yang terjadi di matahari dan bagaimana energi dan medan magnet ditransfer ke ruang antar planet dan ke ruang angkasa dekat bumi.Hal.1-7 :ilus.; 30 c
SAMPAH ANTARIKSA MASALAH DI MASA KINI DAN ESOK
RINGKASAN Tidak hanya di permukaan bumi, ternyata polusi juga sudah menjadi masalah di lingkungan antariksa. Polusi yang berupa sampah antariksa berasal dari sebaran benda-benda langit, yang kemudian ditambah benda-benda bekas buatan manusia seperti roket, satelit, pesawat antariksa yang sudah tidak berfungsi, tetapi tetap berada di orbit, mengakibatkan gangguan terhadap satelit yang beroperasi. Berdasarkan hasil studi pada tahun 1999 diperkirakan terdapat sekitar 2 juta kg sampah antariksa yang tersebar di orbit rendah dengan ukuran lebih besar dari 1 cm3. Benda dengan ukuran sebesar 1 cm3 tersebut sudah dapat merusak kamera dan komponen satelit lainnya. Untuk memecahkan masalah tersebut, para ahli antariksa sibuk melakukan studi, seperti NASA yang terkenal dengan proyek ORION-nya, atau dikeluarkannya aturan-aturan khusus dalam perancangan satelit. (Jika satelit tidak lagi beroperasi tidak akan merupakan salah satu sumber penyebab terjadinya sampah antariksa).Hal.72-78 :ilus.; 30 c
BENTUK KELEMBAGAAN KAWASAN STRATEGIS NASIONAL BANDAR ANTARIKSA = INSTITUTIONAL STRUCTURE OF SPACEPORT NATIONAL STRATEGIC REGION
Dinamika penyelenggaraan keantariksaan di Indonesia membuka peluang bagi non Pemerintah berkontribusi sebagai penyelenggara Kawasan Bandar Antariksa ke depan. Undang-Undang RI No. 21 Tahun 2013 tentang Keantariksaan menyatakan bahwa Kawasan Bandar Antariksa ditetapkan sebagai KSN Bandar Antariksa. Sejumlah kriteria menjadi prasyarat penetapan KSN Bandar Antariksa, termasuk kelembagaan. Tulisan ini dimaksudkan untuk menganalisis kriteria kelembagaan yang tepat bagi KSN Bandar Antariksa. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan. Data penelitian dari hasil penelitian terkait serta berbagai literatur sesuai topik penelitian. Hasil analisis menunjukkan bahwa: 1) kriteria kelembagaan yang ada perlu disesuaikan dengan tipologi KSN Bandar Antariksa; 2) pemrakarsa kegiatan mempengaruhi bentuk kelembagaan KSN Bandar Antariksa. Apabila pemrakarsa adalah pemerintah, maka bentuk kelembagaannya setingkat Unit Pelaksana Teknis di bawah lembaga yang tugas dan fungsinya menjamin pelaksanaan peluncuran di KSN Bandar Antariksa secara aman dan selamat. Sedangkan bentuk kelembagaan setingkat Unit Pengelola yang memiliki koordinasi dengan lembaga dalam melaksanakan tugas dan fungsinya dinilai cukup sesuai bagi pemrakarsa non pemerintah.Hlm. 37-4
BENTUK KELEMBAGAAN KAWASAN STRATEGIS NATIONAL BANDAR ANTARIKSA = INSTITUTIONAL STRUCTURE OF SPACEPORT NATIONAL STRATEGIC REGION
RINGKASAN Dinamika penyelenggaraan keantariksaan di Indonesia membuka peluang bagi non Pemerintah berkontribusi sebagai penyelenggara Kawasan Bandar Antariksa ke depan. Undang-Undang RI No. 21 Tahun 2013 tentang Keantariksaan menyatakan bahwa Kawasan Bandar Antariksa ditetapkan sebagai KSN Bandar Antariksa. Sejumlah kriteria menjadi prasyarat penetapan KSN Bandar Antariksa, termasuk kelembagaan. Tulisan ini dimaksudkan untuk menganalisis kriteria kelembagaan yang tepat bagi KSN Bandar Antariksa. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan. Data penelitian dari hasil penelitian terkait serta berbagai literatur sesuai topik penelitian. Hasil analisis menunjukkan bahwa: 1) kriteria kelembagaan yang ada perlu disesuaikan dengan tipologi KSN Bandar Antariksa; 2) pemrakarsa kegiatan mempengaruhi bentuk kelembagaan KSN Bandar Antariksa. Apabila pemrakarsa adalah pemerintah, maka bentuk kelembagaannya setingkat Unit Pelaksana Teknis di bawah lembaga yang tugas dan fungsinya menjamin pelaksanaan peluncuran di KSN Bandar Antariksa secara aman dan selamat. Sedangkan bentuk kelembagaan setingkat Unit Pengelola yang memiliki koordinasi dengan lembaga dalam melaksanakan tugas dan fungsinya dinilai cukup sesuai bagi pemrakarsa non pemerintah.Hlm. 37-4
MODEL PEMBANGUNAN SISTEM DAN INDUSTRI TEKNOLOGI ANTARIKSA UNTUK KEPENTINGAN MILITER
Space system and technologies have played unexpectedly important role in supporting military operations. Most observers agree that space system will become even more important to military operation in the coming years, and some think that space system will revolutionize warfare. Country (ies) having ideas to use space system in military operations always prepare exchausted and comprehensive plan, since space systemsinvolve complex technology, new concepts, high costs and risks. For the purpose of military operations, development of space system of space system take times as long as 20 to 5 years from the statement of idea to actual operational capability. This paper cotains explanations aimed at developing a model, i, e, a hierarchical value model to compare and identify development priority of space systems, which in turn development priority of industries related to space technologies in support of defense system or military operations. Such a value model based on judgments of experts and officials related defense or military operations.Sistem dan teknologi antariksa telah menunjukkan perannya yang sangat besar dalam mendukung operasi militer. Bahkan di masa mendatang, banyak pengamat berpendapat bahwa sistem antariksa akan semakin penting dalam operasi militer, dan sekaligus sistem antariksa akan melakukan perubahan karakteristik peperangan. Setiap negara yang menghendaki untuk menggunakan sistem antariksa dalam operasi militer, umumnya melakukan perencanaan yang matang, karena sistem-sistem antariksa mengandung teknologi yang komplek. konsep-konsep baru, biaya dan risiko tinggi. Khusus untuk kepenlingan militer, pengembangan sistem-sistem antariksa memerlukan waktu 20-25 tahun sejak dari gagasan hingga tercapainya kemampuan operasional secara nyala. Makalah ini memuat uraian yang ditujukan untuk membangun suatu model, yaitu model nilai dalam bentuk hierarki untuk membandingkan dan mengidentifikasi prioritas pembangunan sistem-sistem antariksa. dan pada gilirannya prioritas pembangunan industri teknologi (antariksa) dalam mendukung sistem pertahanan ataupun operasi militer. Model nilai didasarkan pada banyak periinjbangan dari para pakar dan para pejabal berwenang di bidang pertahanan ataupun operasi militer.Hal.61-7
- …
