150 research outputs found
KESEHATAN PEREMPUAN DAN KELUARGA BERENCANA
KESEHATAN PEREMPUAN DAN KELUARGA BERENCANA
Rizka Angrainy, S.K.M., M.Kes., C.Ed.
Bd. Silvia Nova, S.S.T., M.Kes.
Lidia Fitri, S.K.M., M.Kes.
Sefryani Nursari SM, S.S.T., M.Kes.
Yocy Efrarianti, S.S.T., M.Kes.
Sarah Nadiya, S.S.T., M.K.M.
Nelly Karlinah, S.S.T., Bd., M.Keb.
Rika Istawati, S.S.T., M.Kes.
Tiara Rizky Novita, S.Tr.Keb., M.K.M.
Berliana Irianti, S.SiT, Bd., M.Keb.
ISBN: 978-623-09-3732-3
Tebal: x + 171 hlm., 21 x 15 cm
Editor: Rizka Angrainy
Penata Letak: Dika Raniyanti
Penata Sampul: Echa El-Syah
Penerbit:
CV. KARSA CENDEKIA
Perumahan Griya Rumah Emas P 24
Jalan Poros Paccellekang, Gowa-Makassar
Sulawesi Selatan, 90562 Indonesia
Telp. 0411-210685, HP/WA 08999991135 Email: [email protected]
Web: [email protected]
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP TENTANG SADARI DALAM MENDETEKSI DINI KANKER PAYUDARA PADA REMAJA
<em>Menurut WHO (2012) kejadian kanker payudara sebanyak 1.677.000 kasus. Data di Indonesia, tiap tahun diperkirakan terdapat 100 penderita baru per 100.000 penduduk. Ini berarti dari jumlah 237 juta penduduk, ada sekitar 237.000 penderita kanker baru setiap tahunnya. Menurut data Buletin Jendela Data dan Informasi Kesehatan, pada penduduk perempuan kanker payudara masih menempati urutan pertama kasus baru dan kematian akibat kanker, yaitu sebesar 43,3% dan 12,9%. Penderita kanker payudara di RSUD Teluk Kuantan tahun 2015 yaitu sebesar 12 orang sedangkan penderita FAM 56 orang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap tentang SADARI dalam mendeteksi dini kanker payudara pada remaja putri di SMK N 1 Teluk Kuantan tahun 2016. Jenis penelitian ini menggunakan metode analitik kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 588 orang dan sampel yang di gunakan adalah 50 orang. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan menggunakan kuisioner. Hasil penelitian dari 50 siswi menunjukkan mayoritas siswi berpengetahuan kurang sebanyak 31 (62%) responden, berperilaku negatif sebanyak 32 (64%) responden dan yang tidak melakukan SADARI sebanyak 41orang (82%). Berdasarkan analisa uji chi square terdapat hubungan antara pengetahuan dengan SADARI dengan p value 0,007 dan terdapat hubungan antara sikap dengan SADARI dengan p value 0,001.</em></jats:p
Hubungan Pengetahuan dengan Sikap Ibu Hamil dalam Pencegahan Anemia Pada Kehamilan Di Puskesmas Rumbai Bukit Tahun 2016
<p>Menurut World Health Organization (WHO) 40% kematian ibu di negara berkembang berkaitan dengan anemia pada kehamilan ini disebabkan oleh defesiensi besi maupun perdarahan akut dan diperkirakan 35-37% ibu hamil yang mengalami anemia. Indonesia merupakan salah satu negara berkembang, data terbaru menyebutkan 40-60% ibu hamil di Indonesia mengalami anemia yang artinya 5 dari 10 ibu hamil mengalami anemia. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Puskesmas Rumbai Bukit merupakan Puskesmas dengan anemia berat tertinggi yaitu sebesar 11,4% anemia pada ibu hamil. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan sikap ibu hamil dalam pencegahan anemia kehamilan. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik kuantitaf. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil di Puskesmas Rumbai Bukit yang berjumlah 118 orang. Teknik sampel yang digunakan adalah accidental sampling, yaitu sebanyak 54 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah data primer dengan menyebarkan kuisioner dan diolah secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian didapatkan mayoritas responden yang berpengetahuan kurang mayoritas tidak melakukan sikap pencegahan anemia 28 orang (51,9%). dan minoritas responden pengetahuan yang baik tidak melakukan sikap pencegahan anemia sebanyak 1 orang (7,40%). Berdasarkan pengolahan data antara hubungan pengetahuan dengan sikap pencegahan anemia didapatkan hasil chi square dengan nilai P value = 0,014 &lt; 0,05 hal ini menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara kedua variabel. Hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang pencegahan anemia dan bagi pihak Puskesmas diharapkan lebih memprioritaskan pencegahan anemia melalui penyuluhan yang dapat dilakukan di Puskesmas.</p></jats:p
KONSEP DASAR DAN MANAJEMEN NYERI PERSALINAN
KONSEP DASAR DAN MANAJEMEN NYERI PERSALINAN
Penulis:
Evis Ritawani Hasibuan, Lidia Fitri,
Berliana Irianti, Nelly Karlinah, Rizka Angrainy
ISBN: 978-623-09-4708-7
Tebal: ix + 122 hlm., 21 x 15 cm
Juli 2023
Editor: Berliana Irianti, S.SiT., Bd., M.Keb., C.Ed.
Penata Letak: Ahmad Elfatih
Penata Sampul: Echa Elfaizh
Penerbit
ECHA PROGRES: LEMBAGA PENGEMBANGAN
PROFESIONALISM SDM
Jalan Kartika Chandra Kirana
BTN Tossore II Ascha 85 Sengkang
Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan
Email: [email protected]
Telp. 0485-2106832
HP/WA 0858 7776 666
KONSEP DASAR DAN MANAJEMEN NYERI PERSALINAN
KONSEP DASAR DAN MANAJEMEN NYERI PERSALINAN
Penulis:
Evis Ritawani Hasibuan, Lidia Fitri,
Berliana Irianti, Nelly Karlinah, Rizka Angrainy
ISBN: 978-623-09-4708-7
Tebal: ix + 122 hlm., 21 x 15 cm
Juli 2023
Editor: Berliana Irianti, S.SiT., Bd., M.Keb., C.Ed.
Penata Letak: Ahmad Elfatih
Penata Sampul: Echa Elfaizh
Penerbit
ECHA PROGRES: LEMBAGA PENGEMBANGAN
PROFESIONALISM SDM
Jalan Kartika Chandra Kirana
BTN Tossore II Ascha 85 Sengkang
Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan
Email: [email protected]
Telp. 0485-2106832
HP/WA 0858 7776 666
GAMBARAN CINDERELLA COMPLEX PADA REMAJA PEREMPUAN MINANG
ABSTRAK
Oleh :
Rizka Marisa
Cinderella Complex merupakan suatu jaringan sikap dan rasa
takut yang sebagian besarnya tertekan sehingga perempuan tidak bisa
dan tidak berani memanfaatkan sepenuhnya kemampuan otak dan
kreaktivitasnya . Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahuai
pada remaja perempuan minang dalam mendeskripsikan gambaran
Cinderella Complex yang mereka alami.
Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu kualitatif
dengan pendekatan studi kasus dalam pendekatan studi kasus dimana
peneliti ingin meneliti satu individu secara lebih mendalam, dan
menggunakan alat bantu NVivo teknik analisis data lebih banyak
menggunakan wawancara semi terstruktur, observasi dan
dokumentasi. Pada penelitian ini menggunakan satu subjek remaja
perempuan minang yang memiliki kecenderungan cinderella complex.
Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa subjek
Remaja perempuan minang yang mengalami cinderella complex
cenderung menggambarkan pengalaman psikologisnya melalui
wawancara dan narasi yang memperlihatkan ketergantungan pada
orang lain kepada teman dan orang terdekat nya dalam mengatasi
kesulitan yang mereka alami dan memiliki keinginan untuk
dilindungi, serta adanya keraguan dalam mengambil keputusan secara
mandiri.
Kata Kunci : Cinderella Complex, remaja perempuan minang. ABSTRACT
Author :
Rizka Marisa
Cinderella Complex is a network of attitudes and fears that
are mostly suppressed so that women cannot and do not dare to fully
utilize their brain's abilities and creativity. The purpose of this study
was to find out about Minang female teenagers in describing the
Cinderella Complex they experienced.
The method used in this study is qualitative with a case study
approach in a case study approach where researchers want to
examine one individual in more depth, and use the NVivo tool, data
analysis techniques use more semi-structured interviews, observation
and documentation. This study used 1 subject of Minang female
teenagers who have a tendency to Cinderella complex.
Based on the results of this study, it shows that the subjects of
Minang female teenagers who experience Cinderella complex tend to
describe their psychological experiences through interviews and
narratives that show dependence on others, on friends and those
closest to them, in overcoming the difficulties they experience and
have a desire to be protected, as well as doubts in making decisions
independently.
Keywords: Cinderella Complex, Minang teenage girls
METODE NON-FARMAKOLOGIS DALAM MENGURANGI NYERI PERSALINAN
METODE NON-FARMAKOLOGIS DALAM MENGURANGI NYERI PERSALINAN
Penulis:
Sarah Fitria, S.Tr.Keb., M.Tr.Keb., Sri Andar Puji Astuti, S.ST., M.Keb., Sukmawati, S.ST., M.Keb., Cecen Suci Hakameri, S.Tr.Keb., M.Keb., Zurhayati, SST., M.Kes., Nur Israyati, SST., M.Keb., Berliana Irianti, S.SiT., Bd., M.Keb., Nelly Karlinah, SST., Bd., M.Keb., Nelfi Sarlis, SST., M.Kes., Nevi Susianty, S.Tr.Keb., M.Kes., CBMT., Siti Khotimah, SST., M. Keb., Susi Hartati, SST., M.Keb., Rizka Angrainy, S.K.M., M.Kes., Nova Yulita, SST., M.Keb., Jumiati, SST., M.Kes., CBMT.
ISBN: 978-623-88362-7-7
Tebal: xi + 162 hlm., 21 x 15 cm
Editor: Berliana Irianti & Muhsyanur
Penata Letak: B. Achmad Elfatih
Penata Sampul: Echa el Syah
Penerbit:
CV. AYRADA MANDIRI
Perumahan Griya Rumah Emas P 24
Jalan Poros Paccellekang, Gowa-Makassar
Sulawesi Selatan, 90562 Indonesia
Telp. 0411-210685, HP/WA 08999991135 Email: [email protected]
ANGGOTA IKAPI: No. 033/SSL/2021
Hak cipta dilindungi undang-undang
Dilarang memperbanyak isi buku ini dalam bentuk dan dengan cara apapun tanpa izin tertulis dari penerbit
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP TENTANG SADARI DALAM MENDETEKSI DINI KANKER PAYUDARA PADA REMAJA
Menurut WHO (2012) kejadian kanker payudara sebanyak 1.677.000 kasus. Data di Indonesia, tiap tahun diperkirakan terdapat 100 penderita baru per 100.000 penduduk. Ini berarti dari jumlah 237 juta penduduk, ada sekitar 237.000 penderita kanker baru setiap tahunnya. Menurut data Buletin Jendela Data dan Informasi Kesehatan, pada penduduk perempuan kanker payudara masih menempati urutan pertama kasus baru dan kematian akibat kanker, yaitu sebesar 43,3% dan 12,9%. Penderita kanker payudara di RSUD Teluk Kuantan tahun 2015 yaitu sebesar 12 orang sedangkan penderita FAM 56 orang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap tentang SADARI dalam mendeteksi dini kanker payudara pada remaja putri di SMK N 1 Teluk Kuantan tahun 2016. Jenis penelitian ini menggunakan metode analitik kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 588 orang dan sampel yang di gunakan adalah 50 orang. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan menggunakan kuisioner. Hasil penelitian dari 50 siswi menunjukkan mayoritas siswi berpengetahuan kurang sebanyak 31 (62%) responden, berperilaku negatif sebanyak 32 (64%) responden dan yang tidak melakukan SADARI sebanyak 41orang (82%). Berdasarkan analisa uji chi square terdapat hubungan antara pengetahuan dengan SADARI dengan p value 0,007 dan terdapat hubungan antara sikap dengan SADARI dengan p value 0,001. WHO (2012) breast cancer cases consists of 1.677.000. Indonesian data, every year estimated 100 new indicated per 100.000 people. It means more than 237 million of people, there is any 237.000 new indication every years. the women has indicated breast cancer still stated on the first rank new cases and caused die by cancer, that consists of 43,3% and 12,9%. Patient breast cancer in RSUD Teluk Kuantan 2015 that consists of 12 people but patien of FAM consists of 56 people. The purpose of this research to find the correlation of knowledge about breast self-examination (SADARI) in early detection breast cancer on teenagers’ SMK N 1 Teluk Kuantan 2016. The kinds of this research used analytic quantitative method, with cross sectional design. Population of this research consists of 558 people and sample has been used consists of 50 people. The result of this research has done from 50 students showed the most of them less knowledge that consists of 31 (62%) respondents, negative attitude consists of 32 (64%) and who do not do Breast Self-Examination (SADARI) that consists of 41 (82%) respondents. Based on analyze chi-square test there is any correlation between knowledge and breast self-examination (SADARI) with p-value 0,007 and there is any correlation between attitude and breast self-examination (SADARI) with p-value 0,001
PENGETAHUAN DAN SIKAP MAHASISWA DENGAN PRA MENSTRUASI SINDROM
Pre Menstrual Syndrome (PMS) is broadly defined as a recurring disorder around 67% of female students who experience premenstrual syndrome disorder is the most disturbing complaint that reduces the quality of learning by up to 50%, around 14% of women between the ages of 20 to 35 years, pre Menstrual syndrome can greatly affect the effect so that it requires them to rest, the premenstrual syndrome will disappear after menstruation is over and due to the lack of knowledge of respondents in understanding the signs and symptoms of premenstrual syndrome. This study aims to determine the relationship between the knowledge and attitudes of female students with premenstrual syndrome (PMS) to find out the signs and symptoms of premenstrual syndrome as early as possible. This type of research uses quantitative analytic methods, with a cross-sectional design, the total population from levels I, II, and III is 228 people, and a sample of 69 people is obtained by accidental sampling technique. Of the 69 respondents who showed good knowledge and did not experience premenstrual syndrome, 18 people (59.9%) were good and 16 (47.1%) experienced premenstrual syndrome. (50.2%) and experienced premenstrual syndrome in 24 people (50.2%). Based on the chi-square test, a p-value of 0.000 was obtained, which means that p <0.05 there is a relationship between female students\u27 knowledge and premenstrual syndrome, p<0.032. There is a significant relationship between student attitudes and premenstrual syndrome.Pra Menstruasi Sindrom (PMS) secara luas diartikan sebagai gangguan yang berulang sekitar 67% mahasiswi yang mengalami gangguan pra menstruasi sindrom merupakan keluhan yang paling mengganggu hingga menurunkan kualitas belajar hingga 50%, sekitar 14% perempuan antara usia 20 hingga 35 tahun, pra menstruasi sindrom dapat sangat hebat pengaruhnya sehingga mengharuskan mereka beristirahat, pra menstruasi sindrom akan menghilang setelah selesai menstruasi dan karena kurangnya pengetahuan responden dalam memahami tanda dan gejala pra menstruasi sindrom tersebut.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap mahasiswi dengan pra menstruasi sindrom (PMS) untuk mengetahui tanda dan gejala pra menstruasi sindrom sedini mungkin.
Jenis penelitian ini menggunakan metode analitik kuantitatif, dengan desain cross secsional, jumlah populasi dari tingkat I, II, III sebanyak 228 orang, diperoleh sampel sebanyak 69 orang dengan teknik pengambilan sampel dilakukan secara accidental sampling.
Dari 69 responden menunjukkan pengetahuan responden baik dan tidak mengalami pra menstruasi sindrom sebanyak 18 orang (59,9%), baik dan mengalami pra menstruasi sindrom 16 (47,1%), bersikap negatif tidak mengalami pra menstruasi sindrom sebanyak 24 orang (50,2%) dan mengalami pra menstruasi sindrom 24 orang (50,2%). Berdasarkan uji chi square di proleh nilai p value 0,000 yang artinya p< 0,05 terdapat hubungan pengetahuan mahasiswi dengan pra mesntruasi sindrom, p<0,032.
Terdapat hubungan yang signifikan antara sikap mahasiswi dengan pra menstruasi sindrom
Peran Peran Orangtua Terhadap Penggunaan Masker Di Masa Pandemi Covid-19
The Covid-19 pandemic which causes death worldwide is a very important health problem to pay attention to. Rapid transmission through the air and in crowded places makes us have to be careful and always apply health protocols, one of which is to wear masks both inside and outside the room. Parents have a role in educating, being role models for children, and reminding children to always maintain personal hygiene, and use masks during the Covid-19 pandemic. Methods: This research is analytic by using a cross-sectional approach. Sampling technique using total sampling. Data analysis was performed using the Chi-Square test at a significance level of p<0.05. Results: The majority of parents contributed to the use of masks 68.8% compared to those who did not use masks 31.2%. While parents who do not play a role in the use of masks 87.5% are more dominant than those who do not use masks by 12.5%. The chi-square statistical test results showed a P < 0.05 (P = 0.000). It can be concluded that there is a relationship between the role of parents and the use of masks, the value of P <0.05 (P = 0.000).
Pandemi Covid-19 yang menyebabkan kematian di seluruh dunia menjadi masalah kesehatan yang sangat penting diperhatikan. Penularan yang cepat melalui udara dan di tempat keramaian membuat kita harus berhati-hati dan selalu menerapkan protokol kesehatan, salah satunya adalah dengan memakai masker baik di dalam maupun di luar ruangan. Orang tua memiliki peranan dalam mendidik, menjadi panutan bagi anak, serta mengingatkan anak untuk selalu menjaga kebersihan diri, dan menggunakan masker di masa pandemi Covid-19. Metode: penelitian ini bersifat analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dengan cara total sampling. Analisa data dilakukan dengan menggunakan uji Chi-Square pada tingkat signifikansi p<0,05. Hasil: Mayoritas orang tua berperan terhadap penggunaan masker sebesar 68,8% dibandingkan dengan yang tidak menggunakan masker sebesar 31,2%. Sedangkan orangtua yang tidak berperan terhadap penggunaan masker sebesar 87,5% lebih dominan dibandingkan dengan yang tidak menggunakan masker sebesar 12,5%. Hasil uji statistik chisquare menunjukkan nilai P<0,05 (P=0,000). Kesimpulkan bahwa ada hubungan antara peran orangtua dengan penggunaan masker nilai P<0,05 (P=0,000).
 
- …
