1,721,196 research outputs found
Peningkatan Kemampuan Bercerita Dengan Menerapkan Metode Pembelajaran Partisipatif Pada Siswa Kelas Vii a Smp Negeri 12 Jember
Penelitian Ini Mnejelaskan Tentang Penerapan Metode Patisipasif Yang Bagaimanakah Dapat Meningkatkan Kemampuan Bercerita , Bagaimanakah Hasil Belajar Siswa Setelah Diterapkan Metode Partisipasif Pada Materi
MODEL-MODEL STRATEGI KESANTUNAN BERBAHASA DALAM KULTUR JAWA
Dalam masyarakat multietnik, perbedaan kultur bisa menimbulkan
masalah komunikasi yang pelik. Dalam skala besar dan atmosfer tinggi,
masalah itu bisa berkembang menjadi konflik fisik berdarah, seperti yang
terjadi di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah tahun 1997, antara etnik
Dayak dan Madura, akibat saling menebalnya pembutaan diri (blindfoldness)
atas kultur di antara kedua komunitas tersebut (Andianto, 2002). Dalam
skala kecil dan atmosfer rendah, masalah itu biasa mengakibatkan konflik
psikologis, sebagaimana dirasakan dan dikeluhkan oleh banyak guru
sekolah dasar dan orang-orang etnik Jawa di Kabupaten Jember, Lumajang,
Probolinggo, Bondowoso, dan Situbondo
Pemerolehan Bahasa Indonesia Anak Usia Balita (4—5 Tahun): Analisis Fonem dan Silabel
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fonem dan silabel pada pemerolehan bahasa Indonesia anak usia balita yang berumur 4 —5 tahun. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif cross sectional dengan jenis penelitian deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa fonem dalam ujaran anak usia balita (4—5 tahun) yang terdiri atas 4 orang anak. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi dengan teknik rekam dan catatan lapangan kemudian dianalisis dengan menggunakan metode pengumpulan data dan reduksi data. Selanjutnya mendeskripsikan hasil data serta menyimpulkan hasil analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Anak usia balita (4—5 tahun) memperoleh fonem bahasa Indonesia berupa fonem vokal [a, i, u, e, ǝ, o] dengan alofon fonem [/e/-/ɛ/, /o/-/ﬤ/] dan fonem konsonan [p, b, m, w, v, t, d, s, n, r, l, c, j, ñ, y, k, g, ŋ, h, ?] yang terdistribusi pada posisi awal, tengah dan akhir kata. (2) Pemerolehan silabel bahasa Indonesia [V, VK, KV, KVK, KKV, KKVK], (3) representasi fonem yang diujarkan anak usia 4—5 tahun berupa penggantian fonem [r>l, i>e, r>y, k>?, u>ﬤ, m>n, f>p, l>y, s>c, au>o, k>t, a>o, ai>ɛ, i>ɛ, v>p, a>e, r>ŋ, a>ǝ, u>o, d>j, j>c, ñ>n, s>ñ, h>?, b>d, ai>e, ai>o, p>b]; penghilangan fonem; penambahan fonem; dan pemerolehan bunyi perlancar, yakni konsonan semivokal [y, w] dan (4) representasi silabel yang diujarkan anak usia 4—5 tahun berupa penghilangan silabel, penambahan silabel dan perubahan silabel [VKKVKKV>VKKVKV, KVKKV>KVKV, KVKKV>KVKKVK, VKV>VKVK, KKVK>KVKVK, KVKVVK>KVKVK, KVKVK>KVK, KVKKVV>KVKKVK, KVKVV>KVKV, KVKVK>VKVK, KKVK>VKKVK, KVKKVV>KVKV, KVKVKVK>KKVKVK, KVKKV>KVKKVK]. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa anak usia balita (4—5 tahun) telah memperoleh fonem vokal dan konsonan serta silabel dalam bahasa Indonesianya sehingga diketahui bahwa semakin tinggi usianya, semakin beragam fonem dan silabel yang diperoleh
Tindak Berbahasa dalam Interaksi Tawar-Menawar antara Penjual dan Pembeli
Tindak bahasa adalah salah satu teori pragmatik yang digunakan pada penelitian ini. Tindak bahasa dapat ditemukan dengan mudah dalam kehidupan sehari-hari, Bahasa yang digunakan manusia dalam tindak berkomunikasi bisa secara langsung dan tidak langsung. Komunikasi secara tidak langsung bisa dikatakan berkomunikasi melalui media. Salah satu media komunikasi yang dapat menjangkau tempat jauh adalah internet yang menggunakan HP. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan temuan tindak berbahasa dalam interaksi tawar-menawar antara penjual dan pembeli di online shop lolly sandang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan jenis penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik pengamatan, dokumentasi, wawancara, dan perekaman. Analisis data yang dilakukan terdiri atas empat proses yaitu penyeleksian data, pemeriksaan data, penglasifikasian data dan pengodean data. Peneliti sebagai instrumen utama dalam penelitian, dalam penelitian menggunakan alat bantu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis tindak bahasa dalam interaksi tawar-menawar di online shop Lolly sandang yang pertama, jenis tindak bahasa yang meliputi: 1) tindak lokusi, 2) tindak ilokusi, serta 3) tindak perlokusi. Kedua, fungsi tindak bahasa dalam interaksi tawar-menawar di online shop Lolly sandang terdiri atas : fungsi kompetitif (competitive), fungsi menyenangkan (convivial), fungsi bekerja sama (collaborative), bertentangan (conflictiv). Ketiga, konteks sosio-psikologis yang dialami oleh penjual dan pembeli di Lolly shop pada saat tawar-menawar, seperti dalam keadaan senang, cemas, kecewa, kesal, marah, dan peduli
Nilai-nilai Moral dalam Kumpulan Cerpen “Anjing Bagus” Karya Harris Effendi Thahar
Kumpulan cerpen “Anjing Bagus” adalah sebuah buku yang di dalamnya memuat beberapa judul cerpen. Tiap-tiap cerpen menyoroti fenomena yang terjadi di masyarakat. Fenomena tersebut sarat dengan nilai moral. Nilai moral yang terkandung dalam tiap-tiap judul cerpen digambarkan melalui tokoh protagonis dan tokoh antagonis. Untuk memahami nilai-nilai moral yang terkandung di tiap-tiap cerpen, diperlukan sebuah teori. Teori yang digunakan adalah teori nilai moral Koentjaraningrat yang terdiri atas 4 nilai moral, yaitu nilai moral berkenaan dengan hubungan manusia dengan diri sendiri, nilai moral berkenaan dengan hubungan manusia dengan manusia lain, nilai moral berkenaan dengan hubungan manusia dengan alam, dan nilai moral berkenaan dengan hubungan manusia dengan Tuhan. Berdasakan dugaan sementara yang ditemukan, maka rumusan masalah pada penelitian ini adalah nilai moral berkenaan dengan hubungan manusia dengan diri sendiri, nilai moral berkenaan dengan hubungan manusia dengan manusia lain, nilai moral berkenaan dengan hubungan manusia dengan alam, dan nilai moral berkenaan dengan hubungan manusia dengan Tuhan, pemanfaaatan sebagai bahan materi pelajaran Bahasa Indonesia di SMA. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan kualitatif kritik pragmatik dengan pendekatan moral. Data pada penelitian ini berupa tulisan, baik yang berbentuk kata-kata, kalimat-kalimat, maupun paragraf yang berkenaan dengan nilai-nilai moral sesuai dengan rumusan masalah. Teknik pengumpulan data dengan cara dokumentasi. Analisis dilakukan dalam 4 tahap, yakni pembacaan, pendeskripsian, penafsiran, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat nilai moral sesuai dengan rumusan masalah, yaitu, (1) Tanggung jawab terhadap diri sendiri, (2) Cinta terhadap diri sendiri, (3) kejujuran , (4) tanggung terhadap antarsesama dalam lingkup keluarga dan tanggung jawab antarsesama, (5) cinta terhadap sesama, (6) keadilan, (7) memanfaatkan alam, (8) menjaga alam, (9) kepercayaan terhadap Tuhan, (10) tanggung jawab terhadap perintah Tuhan. Pemanfaatan sebagai materi pelajaran Bahasa Indonesia di SMA terdapat pada Standar Kompetensi 6 yaitu membahas cerita pendek melalui kegiatan diskusi, Kompetensi Dasar 6.2 yaitu menemukan nilai-nilai cerita pendek melalui kegiatan diskusi
Penguasaan Kosakata Bahasa Indonesia Bidang Sains Siswa Kelas 1 Sekolah Dasar di Kecamatan Tanggul Kabupaten Jember
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penguasaan kosakata benda, kosakata kerja, dan kosakata sifat bidang sains; kosakata-kosakata yang kurang dikuasai siswa, dan faktor-faktor yang memengaruhi penguasaan kosakata bahasa Indonesia bidang sains siswa kelas 1 sekolah dasar di Kecamatan Tanggul kabupaten Jember. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah siswa kelas 1 sekolah dasar di Kecamatan Tanggul Kabupaten Jember. Data penelitian ini adalah hasil tes kosakata. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik observasi dan tes. Teknik analisis data pada penelitian ini adalah analisis tes kosakata. Setelah tes kosakata dianalisis diketahui bahwa penguasaan kosakata bahasa Indonesia bidang sains siswa kelas 1 sekolah dasar di kecamatan Tanggul adalah baik, penguasaan kosakata benda adalah cukup, penguasaan kosakata kerja adalah cukup, dan penguasaan kosakata sifat adalah baik. Hal lain yang diketahui adalah ada tujuh belas kosakata bahasa Indonesia bidang sains yang kurang dikuasai oleh siswa. Faktor-faktor yang memengaruhi penguasaan kosakata bahasa bidang sains siswa kelas 1 sekolah dasar di kecamatan Tanggul kabupaten Jember adalah kegiatan pembelajaran bahasa, lingua franca (bahasa sehari-hari), pemilihan bahasa daerah sebagai bahasa pengantar, penguasaan kosakata teman sebaya, media penunjang belajar, dan membiasakan penggunaan kosakata sains
Strategi Tindak Tutur Langsung dan Tidak Langsung Pedagang Peracangan dalam Menerima dan Menolak Pembeli Ditinjau dari Fungsi dan Modus Tuturan di Pasar Tanjung
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi tindak tutur langsung dan tidak langsung pedagang peracangan dalam menerima dan menolak pembeli ditinjau dari fungsi dan modus tuturan di Pasar Tanjung Jember. Penelitian ini berupa deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode Pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Langkah kerja yang dilakukan meliputi reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kesimpulan penelitian ini yaitu, strategi tindak tutur langsung pedagang peracangan dalam menerima pembeli dengan cara membatasi permintaan pembeli. Startegi tindak tutur langsung pedagang peracangan dalam menolak permintaan pembeli terkait penurunan harga dilakukan dengan tidak merubah keputusan untuk menurunkan harga dengan menggunakan kalimat yang singkat tetapi jelas tanpa memikirkan perasaan pembeli. Pada strategi tindak tutur tidak langsung pedagang peracangan dalam menerima pembeli dilakukan dengan cara berusaha menarik minat pembeli dengan memberika promo berhadiah. Strategi tindak tutur tidak langsung pedagang peracangan dalam menolak pembeli dilakukan dengan cara pedagang menolak permintaan pembeli secara tidak langsung dan mengalihkan dengan kalimat yang halus. Pada strategi tindak tutur langsung menerima fungsi tuturannya tergolong fungsi konvivial dengan modus tuturannya obliglatif. Pada strategi tindak tutur langsung menolak fungsi tuturannya tergolong fungsi kolaboratif dengan modus tuturannya imperatif. Pada strategi tindak tutur tidak langsung menerima fungsi tuturannya tergolong fungsi konvivial dengan modus tuturannya desideratif. Pada strategi tindak tutur tidak langsung menolak fungsi tuturannya tergolong fungsi kolaboratif dengan modus tuturannya imperatif
Tinjauan Etimologi pada Nama Pekerjaan dalam Iklan Lowongan
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tinjauan etimologi pada nama pekerjaan dalam iklan lowongan pekerjaan
di kantor pos Jember. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan jenis penelitian kualitatif
deskriptif dan melalui pendekatan etimologi. Lokasi dalam penelitian ini adalah di kantor pos pusat. Jalan PB. Sudirman
no. 5 Jember. Data diambil dari nama pekerjaan yang berupa kata, frasa, dan singkatan yang digunakan pada iklan
lowongan pekerjaan di box display kantor pos Jember, serta KD 3.1 mata pelajaran Bahasa Indonesia SMP. Sumber data
berupa semua hasil observasi dan dokumentasi. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi dan
dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik pereduksian data pendeskripsian data, penginterpretasian data,
penyusuanan materi pembelajaran, dan penarikan simpulan atau verifikasi. Peneliti sebagai instrumen utama dalam
penelitian penelitian menggunakan alat bantu. Alat bantu tersebut berupa kamera, laptop, dan alat tulis. Selanjutnya,
prosedur penelitian dilakukan secara berurutan dari tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap penyelesaian. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa nama pekerjaan dalam iklan lowongan pekerjaan di kantor pos Jember berupa kata, frasa
dan singkatan. Nama pekerjaan berdasarkan tinjauan etimologi dapat berasal dari berbagai bahasa asing, yaitu bahasa
Inggris, Yunani, Perancis, dan lain-lain. Nama pekerjaan dalam menyebutkan pekerjaannya menggunkan bahasa asing
yang harus melalui proses penyerapan bahasa, yaitu adopsi dan adaptasi. Masyarakat memiliki pandangan yang berbedabeda
dalam menanggapi nama pekerjaan. Nama pekerjaan dapat dimanfaatkan sebagai bahan pengembangan materi
pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP
Kohesi Dan Koherensi Dalam Karangan Narasi Siswa Kelas VII A SMP Islam Bustanul Pakusari Jember “Cohesion and Coherence In The Narrative Essay Class VII A Junior Islam Bustanul Pakusari Jember
Penelitian ini membahas tentang kohesi dan koherensi dalam karangan narasi siswa kelas VII A SMP Islam Bustanul Pakusari Jember. Tujuan penelitian ini menentukan bentuk-bentuk kohesi gramatikal, kohesi leksikal dan koherensi dalam karangan narasi siswa. Metodologi penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan penelitian kualitatif. Rancangan kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tulisan atau lisan dari orang-orang atau pelaku yang dapat diamati. Data deskriptif yang dihasilkan penelitian ini adalah berupa kata-kata tertulis yang diperoleh dari karangan narasi siswa kelas VII A SMP Islam Bustanul Pakusri Jember. Data dalam penelitian ini berupa kohesi dan koherensi dalam karangan narasi siswa kelas VII A SMP Islam Bustanul Pakusri Jember. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu karangan narasi siswa kelas VII A SMP Islam Bustanul Pakusri Jember. Peneliti memilih siswa kelas VII A SMP Islam Bustanul Pakusri Jember dengan pertimbangan bahwa SMP Islam Bustanul Pakusari Jember dengan alasan siswa kelas VII A menarik dalam materi karangan narasi.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik dan observasi. Teknik dokumentasi dalam peneletian ini dilakukan dengan pengumpulan data berupa tulisan yang menunjukkan kohesi dan koherensi dalam karangan narasi siswa kelas VII A SMP Islam Bustanul Pakusri Jember yang di dokumentasikan oleh guru. Pengumpulan data berupa kalimat dan unsur-unsur pembetukannya yang diindikasikan kohesi dan koherensi dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik observasi. Proses pengumpulan data adalah memilih karangan narasi siswa yang telah terkumpul dari penugasan kepada siswa kelas VII A untuk membuat karangan narasi dengan berpedoman pada kriteria karangan narasi. Kemudian peneliti mengamati karangan narasi tersebut dengan teliti, yaitu dengan cara membacanya berulang-ulang untuk mengidentifikasikan kalimat-kalimat dan unsur-unsur pembentuknya untuk ditandai, kemudian dicatat dalam instrumen pengumpulan data.
Kata Kunci : kohesi dan koherensi; materi pembelajara
- …
