3 research outputs found

    Determinants of Internal Control System Quality at Vocational High School

    No full text
    This study aims to examine (1) the influence between teacher citizenship behavior and internal control system quality at vocational high schools; (2) the influence between internal quality audits and internal control system quality at vocational high school;(3) the influence between local wisdom value-based management and internal control system quality at vocational high school. The method of the study was based on descriptive quantitative. The sampel of this study were 57 of A-accredited public and private vocational high schools includes: Surakarta, Klaten, Karanganyar, Sragen, Sukoharjo and Boyolali. The data was collected by questionnaire. The Confirmatory Factor Analysis (CFA) approach was used to examine this study model, which was aided by SmartPLS Version 3.0 software. The results of the study show that (1) there is a significantly affect between teacher citizenship behavior and internal control system quality at vocational high school. This is evidenced by p-value of 0.000 < 0.05; (2) there is a significantly affect between internal quality audit and internal control system quality at vocational high schools. This is evidenced by p-value of 0.028 < 0.05; (3) there is a significantly affect between local wisdom value-based management and internal control system quality at vocational high school. This is evidenced by p-value of 0.000 < 0.05.Penelitian ini bertujuan untuk menguji (1) pengaruh teacher citizenship behavior dengan kualitas sistem pengendalian internal pada Sekolah Menengah Kejuruan; (2) pengaruh audit mutu internal dengan kualitas sistem pengendalian internal pada Sekolah Menengah Kejuruan; (3) pengaruh manajemen berbasis kearifan lokal dengan kualitas sistem pengendalian internal pada Sekolah Menengah Kejuruan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Sampel berjumlah 57 Sekolah Menengah Kejuruan negeri dan swasta di Eks-Karesidenan Surakarta yang terakreditasi A meliputi: Kota Surakarta, Kabupaten Klaten, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Sragen, Kabupaten Sukoharjo dan Kabupaten Boyolali.. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner atau angket. Teknik analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif dan Confirmatory Factor Analysis (CFA) dengan menggunakan software SmartPLS Versi 3.0. Hasil dari penelitian ini adalah (1) terdapat pengaruh yang signifikan antara teacher citizenship behavior terhadap kualitas sistem pengendalian internal pada. Hal ini dibuktikan dengan nilai p-value 0.000 < 0,05; (2) terdapat pengaruh yang signifikan antara audit mutu internal terhadap kualitas sistem pengendalian internal pada Sekolah Menengah Kejuruan. Hal ini dibuktikan dengan nilai p-value 0.028 < 0,05; (3) terdapat pengaruh yang signifikan antara manajemen berbasis kearifan lokal terhadap kualitas sistem pengendalian internal pada Sekolah Menengah Kejuruan. Hal ini dibuktikan dengan nilai p-value 0.000 < 0,05

    Teknik Menyusui

    No full text
    Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis akibat ketidakcukupan asupan makanan dalam waktu yang lama dan kualitas pangan yang buruk. Selain itu, stunting dapat disebabkan oleh infeksi berulang. Intervensi pencegahan stunting dapat dilakukan mulai dari sebelum kehamilan sampai sebelum anak berusia dua tahun. Pada anak berusia kurang dari dua tahun, gizi dan ASI menjadi komponen penting dalam pencegahan stunting. Namun, saat ini masih banyak ibu-ibu yang belum mengetahui teknik menyusui yang benar, sehingga pemberian ASI menjadi tidak optimal. Oleh karena itu, kelompok KKN FK Ubaya di Desa Cepokolimo, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto merasa perlu untuk melakukan intervensi berupa pemberian edukasi mengenai teknik menyusui yang benar, dengan harapan dapat membantu mencegah terjadinya stunting

    BELI TIGAN "Bersama Cepokolimo Tingkatkan Gizi Anak"

    No full text
    Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis akibat ketidakcukupan asupan makanan dalam waktu yang lama dan kualitas pangan yang buruk. Selain itu, stunting dapat disebabkan oleh infeksi berulang. Intervensi pencegahan stunting dapat dilakukan mulai dari sebelum kehamilan sampai sebelum anak berusia dua tahun. Pada anak berusia kurang dari dua tahun, gizi dan ASI menjadi komponen penting dalam pencegahan stunting. Namun, saat ini masih banyak ibu-ibu yang belum mengetahui teknik menyusui yang benar, sehingga pemberian ASI menjadi tidak optimal. Oleh karena itu, kelompok KKN FK Ubaya di Desa Cepokolimo, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto merasa perlu untuk melakukan intervensi berupa pemberian edukasi mengenai peningkatan gizi anak, dengan harapan dapat membantu mencegah terjadinya stunting
    corecore