2 research outputs found

    Bunga Dan Perempuan Dalam Scanography dan Mix Media Embroidery

    No full text
    Perempuan merupakan makhluk yang cenderung memiliki sifat lebih perasa dan sensitif, perempuan lebih sering mengalami perubahan suasana hati dengan cepat. Namun perempuan juga kerap kali susah untuk mengungkapkan apa yang tengah dirasakannya. Tujuan penciptaan karya ini adalah untuk mengeksplorasi berbagai perasaan perempuan melalui simbolisme bunga dan menggambarkan kompleksitas dan keragaman emosi perempuan yang seringkali diungkapkan lewat kata-kata. Penggunaan objek bunga pada karya ini adalah untuk merepresentasikan sebuah perasaan perempuan, imajinasi terhadap sebuah bunga yang kemudian akan direpresentasikan sebagai sebuah perasaan perempuan menggunakan jenis bunga yang sama yaitu bunga gerbera karena warnanya yang beragam, dimana masing-masing warna pada bunga tersebut mempunyai arti atau makna tentang sebuah perasaan. Pada karya ini, penggunaan potret diri sendiri sebagai objek penciptaannya atau biasa disebut dengan self-portrait, penggunaan self-portrait sendiri adalah karena untuk menggambarkan sebuah perasaan yang telah dialami pencipta karya sebagai seorang perempuan. Dalam penciptaan karya ini, scanography dan embroidery digunakan sebagai medium penampung berekspresi. Visual yang dihasilkan dari teknik scanography adalah memperlihatkan keindahan dari bunga-bunga yang akan mempresentasikan sebagai sebuah perasaan seorang perempuan. Dan penambahan teknik embroidery adalah untuk menambah tampilan atau media pada fotografi mix media untuk menghadirkan efek timbul pada karya tersebut. Fotografi bukan hanya menangkap peristiwa melalui kamera, tetapi juga bisa menggunakan alternatif lainnya. Memotret tanpa menggunakan kamera, yakni melalui teknik scanography, digunakan untuk membentuk sebuah imajinasi melalui sebuah bunga

    Refleksi Ekofeminisme : Mengungkap Realitas Perempuan Di Kali Code Yogyakarta Dalam Karya Fotografi

    No full text
    Penelitian ini merefleksikan realitas hidup perempuan di bantaran Kali Code, Yogyakarta, yang menjalani peran ganda sebagai pengelola rumah tangga sekaligus pencari nafkah dalam situasi sosial yang masih diliputi norma patriarkal serta lingkungan yang semakin terdegradasi. Dengan menggunakan pendekatan ekofeminisme, art-based research, dan metode etnografi visual, penelitian ini menelusuri keterkaitan antara penindasan terhadap perempuan dan kerusakan lingkungan sebagai akibat dari sistem sosial yang timpang. Teknik fotografi alternatif anthotype dipilih sebagai medium penciptaan karya karena selain ramah lingkungan, juga memiliki nilai simbolik yang kuat, mencerminkan kedekatan perempuan dengan alam dalam kehidupan sehari-hari. Melalui visualisasi pengalaman dan ketahanan perempuan, karya ini tidak hanya menjadi ekspresi artistik, tetapi juga ruang advokasi yang mengangkat suara-suara yang kerap terpinggirkan. Diharapkan, penelitian ini dapat membangun kesadaran akan Febpentingnya keadilan sosial dan ekologis serta mendorong perubahan struktural yang lebih adil, setara, dan berkelanjutan
    corecore