1,720,963 research outputs found

    MODEL BANGKITAN TRANSPORTASI PADA PERUMAHAN KORPRI KECAMATAN SUNGAI KUNJANG SAMARINDA

    Full text link
    Keberdaan permukiman di kelurahan Loa Bakung di Kawasan Kecamatan Sungai Kunjang (sebagai kawasan pembangkit) akan meningkatkan kepadatan lalu lintas khususnya pada jalan-jalan keluar di daerahkelurahan Loa Bakung menuju pusat kota. Meningkatnya jumlah perjalanan yang dibangkitkan oleh kawasan Perumahan Korpri Loa Bakung dapat berdampak terhadap tingkat pelayanan jalan yang ada di sekitar lokasi perumahan, khususnya pada ruas jalan keluar Perumahan Korpri Loa Bakung, sehingga kemacetan lalu lintas sukar dihindari. Penelitian ini dilakukan untuk memodelkan bangkitan pergerakan transportasi pada Perumahan Korpri Loa Bakung Samarinda. Permodelan dilakukan dengan menggunakan bantuan aplikasi statistik SPSS 21 dan Microsoft Excel, dengan metode analisis regresi linier berganda. Dari Hasil permodelan bangkitan Perumahan Korpri Loa Bakung ini didapatkan model terbaik yang digunakan yaitu Y= - 0,110 - 0,211 X1 + 0,018 X2 + 1,407 X3 + 0,481 X4 + 0,145 X7 , Dengan nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,690 dan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,477. Faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah bangkitan perjalanan di perumahan korpri diantaranya meliputi jumlah anggota keluarga (X1), jumlah anggota keluarga yang bekerja (X2), jumlah anggota keluarga yang melakukan perjalanan (X3) , jumlah anggota kepemilikan kendaraan (X4) danpenghasilan perbulan (X7). Keeratan hubungan antara variabel ditunjukkan oleh nilai R sebesar 0,690, yang artinya memiliki hubungan koefisien korelasi yang kuat sebesar 69%. Hasil estimasi/perkiraan jumlahbangkitan perjalanan yang dibangkitkan oleh Perumahan Korpi Loa Bakung pada tahun 2020 melalui model persamaan bangkitan lalu lintas yang didapat adalah sebesar 15925 perjalanan/hari, sedangkan pada tahun 2015 didapat hasil sebesar 13670 perjalanan/hari

    ANALISIS BIAYA PERJALANAN AKIBAT TUNDAAN LALU LINTAS PADA PERJALANAN KE PUSAT PERBELANJAAN BERBASIS RUMAH DI KOTA SAMARINDA

    Full text link
    Kemacetan lalu lintas pada jalan perkotaan telah menjadi topik utama permasalahan di Negara berkembang termasuk Indonesia. Jumlah pengendara bermotor di kota Samarinda pada tahun 2016 tercatatsebesar 93.355 unit. Banyaknya jumlah kendaraan ini berdampak pada bertambahnya volume lalu lintas. Gebang Perumahan Bumi Sempaja jalan P.M. Noor hingga Mall Lembuswana jalan M. Yamin merupakan jalanyang berperan penting dalam melayani arus lalu lintas yang cukup besar.Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kinerja lalu lintas pada perjalanan dari gerbang Perumahan Bumi Sempaja hingga Mall Lembuswana, mengetahui lama waktu tunda yang terjadi dan mengetahui selisih besarnya biaya perjalanan akibat tundaan yang terjadi pada jaringan jalan tersebut. Penelitian ini dilakukan selama 4 hari pada hari-hari akhir pekan pada 3 jam puncak dan 3 jam tak puncak, tidak dilakukan verifikasi volume kendaraan pada ruas jalan, analisis kinerja jaringan jalan dengan menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI 1997), analisis biaya operasi kendaraan dilakukan dengan menggunakan metode LAPI-ITB dan hanya pada kendaraan golongan I.Pada penelitian ini menunjukkan jalan yang diteliti yang memiliki derajat kejenuhan paling signifikan adalah pada jam puncak pada simpang gerbang Perumahan sebesar 1,01, simpang 4 Sempaja sebesar 1,08,simpang Pramuka sebesar 1,10 dan simpang Vorvo sebesar 1,24. Lama waktu tunda yang terjadi pada jam puncak sebesar 328,2 detik/smp pada arah pergi dan 403,3 detik/smp pada arah pulang, pada jam tak puncaksebesar 157,9 detik/smp pada arah pergi dan 221,3 detik/smp pada arah pulang. Besarnya selisih biaya tundaan yang terjadi sebesar Rp 8.368.669/hari pada arah pergi dan Rp 7.441.176/hari pada arah pulang

    ANALISIS KERUSAKAN LAPIS PERMUKAAN PERKERASAN LENTUR BESERTA STRATEGI PENANGANANNYA (STUDI KASUS JL. KESUMA BANGSA, SAMARINDA)

    Full text link
    Kondisi permukaan perkerasan pada dasarnya ditandai dengan adanya kerusakan pada lapisan permukaan. Kerusakan yang terjadi umumnya bervariasi di sepanjang ruas  jalan yang ditinjau dan  apabila dibiarkan dalam  jangka waktu  yang  lama, maka hal tersebut  akan memperburuk kondisi  lapisan  perkerasan.  Tidak  adanya  upaya  penanganan  kerusakan  jalan ditemukan pula pada  ruas  Jalan  Kesuma Bangsa  Kota  Samarinda.  Jalan Kesuma Bangsa  merupakan  jalan penghubung pusat pelayanan dalam kota. Kerusakan yang ada hingga saat  ini belum ditangani dengan  baik.   Oleh sebab  itu  diperlukan  upaya  untuk  mengevaluasi  kondisi  permukaan perkrerasan jalan pada ruas  Jalan Kesuma Bangsa. Penelitian terhadap kondisi fungsional permukaan  perkerasan  diperoleh  dengan  menggunakan metode Pavement Condition Index (PCI). Metode ini dapat memberikan informasi berupa  nilai kondisi permukaan perkerasan beserta skala tingkat kondisinya.  Metode  PCI  diawali  dengan membagi  ruas  jalan  yang  ditinjau  menjadi  sampel  unit  area  menjadi  30  meter x  5,5  meter kemudian  dilakukan  survey  inspeksi  kondisi  permukaan  perkerasan  secara  visual  dengan mengamati  tipe  kerusakan,  dimensi  kerusakan serta  penentuan  tingkat  kerusakannya.  Proses analisisnya  dilakukan  dengan  menghitung  densitas,  menentukan  deduct  value,  total  deduct value,  corrected deduct  value,  nilai  PCI  serta  tingkat  kondisi  permukaan  perkerasan berdasarkan nilai PCI yang  diperoleh. Selanjutnya diberikan upaya rekomendasi perbaikan yang bersumber dari  aturan  Bina Marga  - Metode Perbaikan Standar. Dari hasil penelitian, diketahui bahwa nilai PCI pada ruas Jalan Kesuma Bangsa  ialah  sebesar 69,002% dan  tergolong tergolong dalam kondisi baik  (good). Kondisi  ini menunjukkan bahwa Jalan Kesuma Bangsa secara keseluruhan masih dalam keadaan baik namun disarankan untuk segera melakukan  upaya pemeliharaan  jalan  demi  meningkatkan  kualitas jalan  tersebut agar tidak terus menurun

    PENGARUH PEMANFAATAN LIMBAH SERBUK KAYU SEBAGAI BAHAN SUBSTITUSI AGREGAT HALUS DENGAN BAHAN TAMBAH SUPERPLASTICIZER PADA BETON

    Full text link
    Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, banyak penelitian yang telah dilakukan untuk memperbaiki sifat-sifat beton terutama dari segi kekuatannya menahan beban dan kemudahan pengerjaannya. Beton umumnya tersusun dari empat bahan penyusun utama yaitu semen, pasir, agregat, dan air. Usaha untuk mengefisienkan biaya tanpa mengurangi mutu dan kuat tekan diantaranya dengan menggunakan serbuk kayu dan bahan tambah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh substitusi serbuk kayu terhadap volume agregat halus dengan bahan tambah superplasticizer dan menentukan  kuat tekan maksimumnya. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan perlakuan berupa serbuk kayu 1,5 %, 3 %, 6 %, 9 %, 12 % dan 15 % dengan umur perawatan 28 hari. Benda uji terdiri dari 24 silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Perencanaan adukan beton menggunakan metode SNI 7656-2012 dengan mutu beton yang direncanakan sebesar 20 MPa. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kuat tekan beton normal sebesar 18,26 MPa. Kuat tekan maksimum terjadi pada variasi beton normal yang ditambahkan superplasticizer 1% yang mengalami kenaikan sebesar 24,48 % terhadap nilai kuat tekan beton normal dengan nilai kuat tekan sebesar 22,73 MPa. Kemudian beton dengan variasi serbuk kayu 1,5 %, 3 %, 6 %, dan 9 % berturut-turut meningkatkan nilai kuat tekan yaitu 21,05 MPa, 19,39 MPa, 18,79 MPa, dan 18,67 MPa. Sedangkan pada beton dengan variasi serbuk kayu 12 % dan 15 % mengalami penurunan nilai kuat tekan yaitu 16,35 MPa dan 15,35 MPa

    ANALISIS NILAI CBR CAMPURAN FABA DAN SEMEN SEBAGAI MATERIAL TIMBUNAN PILIHAN

    Full text link
    Pulau Kalimantan merupakan salah satu pulau dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah, salah satunya batu bara. Dibalik kekayaan sumber daya alamnya, sebagian besar tanah yang menutupi Pulau Kalimantan adalah tanah gambut yang menjadi kendala dalam kegiatan konstruksi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut digunakan fly ash dan bottom ash sebagai material timbunan pilihan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur parameter FABA untuk digunakan sebagai material timbunan pilihan. Parameter utama yang diukur adalah nilai CBR Laboratorium rendaman. Selain nilai CBR, parameter lainnya seperti sifat fisis hingga permeabilitas juga akan dianalisis. Terdapat 4 variasi sampel yang akan dianalisis yaitu FB 97.5, FB 95, FB 92.5, dan FB 90 yang masing-masing mengandung kadar semen sebesar 2,5%, 5%, 7,5%, dan 10%. Dalam uji fisis, sampel yang digunakan terlebih dahulu mengalami perlakuan pemadatan lalu pengeringan udara dan pengeringan dalam oven. Sehingga hasil uji fisis merupakan nilai setelah mengalami proses pemadatan.Hasil uji laboratorium menunjukkan semua sampel memenuhi syarat CBR timbunan pilihan yaitu sebesar 10%, masing-masing dengan nilai CBR Laboratroium rendaman 43,23%, 66,87%, 81,49%, dan 114,23%. Pada uji analisis distribusi ukuran butiran ditemukan hubungan antara kadar semen dengan ukuran butiran. Pada masing-masing sampel dihasilkan butiran setara pasir sebesar 66,22%, 68,13%, 74,41%, dan 76,36%. Sehingga semakin tinggi kadar semen yang digunakan maka semakin tinggi butiran setara pasir yang dihasilkan, dan sebaliknya. Selain itu hasil uji batas Atterberg juga menunjukkan bahwa semua sampel tidak memiliki nilai Indeks Plastisitas (PI) sehingga tidak memiliki potensi sifat kembang susut tanah yang mana itu baik untuk material timbunan pilihan. Nilai koefisien permeabilitas yang dihasilkan dimulai dari yang terbesar yaitu FB 97.5 dengan nilai 1,70 x 10-1 hingga yang terkecil yaitu FB 90 dengan nilai 5,71 x 10-2. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kadar semen yang digunakan maka semakin kecil nilai koefisien permeabilitas sampel, dan sebaliknya

    ANALISIS KARAKTERISTIK DAN KEBUTUHAN RUANG PARKIR KENDARAAN DI BANDAR UDARA INTERNASIONAL AJI PANGERAN TUMENGGUNG PRANOTO SAMARINDA KALIMANTAN TIMUR

    Full text link
    Seiring meningkatnya kepemilikan kendaraan bermotor di Samarinda dan meningkatnya jumlah pengunjung bandara baik dari Samarinda maupun dari daerah sekitarnya maka kebutuhan parkir di bandara A.P.T Pranoto Samarinda menjadi sangat penting, Mengingat pada tahun – tahun sebelumnya banyak kendaraan, yang memasuki bandara A.P.T Pranoto Samarinda baik dari kota Samarinda sendiri maupun dari kabupaten disekitarnya.Akan tetapi dikarenakan penelitian ini dilakukan pada masa pandemi covid–19 , mengakibatkan menurunnya jumlah penumpang bandara A.P.T Pranoto yang berimbas pada menurunnya juga jumlah kendaraan yang masuk dan keluar pada Kawasan bandara A.P.T Pranoto Samarinda. Oleh karena itu dengan mengetahui karakteristik dan kebutuhan ruang parkir bandara A.P.T Pranoto Samarinda , maka dapat diketahui kondisi parkir yang terjadi saat ini , yang dimana tengah berada di masa pandemi Covid-19.Metode pengambilan data primer yang digunakan dalam penelitian skripsi ini adalah metode survei dengan titik akses tertentu, dengan menempatkan surveyor di pintu masuk dan keluar untuk mencatat plat nomor kendaraan dan jam masuk dan keluarnya. Pengambilan data dilakukan selama 10 jam berturut – urut selama seminggu. Selain itu dibutuhkan juga data sekunder yang diperoleh dari pihak pengelola bandara A.P.T Pranoto Samarinda. Data – data tersebut digunakan sebagai bahan dalam menganalisis karakteristik parkir dan kebutuhan ruang parkir kendaraan.Berdasarkan analisa yang telah dilakukan, diperoleh nilai akumulasi parkir tertinggi untuk mobil yaitu sebesar 97 kendaraan (< 639 SRP), motor sebesar 27 kendaraan (<368 SRP), dan bus/truk sebesar 6 kendaraan (<6 SRP). Selain itu untuk presentase penggunaan ruang parkir di bandara A.P.T Pranoto sendiri tercatat masih mampu melayani permintaan parkir. Hal ini dapat dilihat dari nilai indeks parkir kendaraan tertingginya yang dimana untuk mobil yaitu sebesar 15,2% (<100%), motor 7,3% (<100%) , dan bus/truk sebesar 26,1% (<100%). Dan untuk kebutuhan ruang parkirnya sendiri di dapatkan nilai tertingginya untuk mobil yaitu sebesar 40 SRP (< 639 SRP), motor 10 SRP (<368 SRP), dan untuk bus/truk sebesar 1 SRP (<23 SRP). Dari nilai – nilai tersebut dapat disimpulkan bahwa saat ini belum dibutuhkan penambahan ruang parkir baru, melainkan penataan pola parkir yang lebih baik

    EVALUASI TARIF BUS ANTAR KOTA DALAM PROVINSI (AKDP) SAMARINDA-BALIKPAPAN

    No full text
    Penentuan besaran tarif angkutan membutuhkan penanganan dan kebijakan yang arif. Karena harus dapat menjembatani kepentingan penumpang selaku konsumen dan pengelola angkutan umum. angkutan bus AKDP merupakan salah satu angkutan umum bus kota yang melayani daerah strategis, diharapkan dapat mewakili penumpang angkutan umum khususnya bus AKDP yang ada di Samarinda dan Balikpapan. Data di dapat dengan penyebaran kuisioner kepada pengguna angkutan bus AKDP dan juga wawancara dengan pengelola bus AKDP PO. Jahe Raya, PO. Sapulidi dan PO. MMT kemudian data di analisis, hasil analisis data untuk mengetahui besarnya Biaya Operasional Kendaraan (BOK) yang dikeluarkan oleh operator dan mengetahui daya beli penumpang dari kemampuan (ability) dan kemauan (willingness) untuk membayar tarif bus kota.Hasil analisis data menunjukkan tarif berdasarkan BOK rata-ratanya adalah Rp. 32.126,23, berdasarkan ability to pay (ATP) pada lokasi terminal Sungai Kunjang sebesar Rp. 66.832,00 dan pada lokasi terminal Batu Ampar sebesar Rp 66.413,43. Besarnya nilai willingness to pay (WTP) pada lokasi terminal Sungai Kunjang sebesar Rp.23.464,00 dan pada lokasi terminal Batu Ampar sebesar Rp 27.673,91. Pemerintah perlu memberikan subsidi untuk penumpang agar mampu membayar sesuai kemampuannya dan mengeluarkan kebijakan agar load factor angkutan umum meningkat sehingga operator angkutan meningkatkan kenyamanan angkutannya yang dapat mempengaruhi  kemauan  membayar penumpan

    ANALISIS TINGKAT KERUSAKAN PERMUKAAN PERKERASAN JALAN MENGGUNAKAN METODE SURFACE DISTRESS INDEX (SDI) DAN PAVEMENT CONDITION INDEX (PCI) PADA RUAS JALAN SOEKARNO HATTA KOTA SANGATTA

    Full text link
    Jalan adalah sarana infrastruktur yang menghubungkan suatu daerah ke daerah lainnya. Jalan Soekarno Hatta dapat menjadi jalur penting untuk distribusi logistik dan hasil tambang. Metode Surface Distress Index (SDI), artinya pengecekan visual pada data luas total keretakan, lebar rata-rata keretakan, jumlah lubang serta kedalaman bekas roda kendaraan. Metode Pavement Condition Index (PCI) adalah salah satu metode standar yang digunakan secara internasional untuk menilai kondisi dan tingkat kerusakan permukaan perkerasan jalan. Hasil penilaian setiap segmen pada Jalan Soekarno Hatta menggunakan metode SDI menyatakan bahwa kondisi jalan tersebut baik dan penanganan yang harus dilakukan adalah pemeliharaan rutin. Hitungan PCI dapat dihitung dengan mengurangkan nilai 100 dengan CDV maksimum. Diketahui bahwa jumlah temuan kerusakan pada ruas jalan Soekarno Hatta Kota Sangatta terdapat 10 jenis kerusakan. Jenis – jenis kerusakan yang diperoleh di lapangan yaitu kerusakan retak kulit buaya sebesar 0,28% pada ruas kiri dan 1,67% pada ruas kanan, kerusakan retak blok sebesar 0,33% pada ruas kiri dan 0% pada ruas kanan, kerusakan amblas sebesar 8,62% pada ruas kiri dan 0% pada ruas kanan, kerusakan retak pinggir sebesar 2,29% pada ruas kiri dan 1,09% pada ruas kanan, kerusakan retak sambungan sebesar 0,11% pada ruas kiri dan 0,18% pada ruas kanan, kerusakan retak memanjang sebesar 6,05% pada ruas kiri dan 3,19% pada ruas kanan, kerusakan tambalan sebesar 0,21% pada ruas kiri dan 24,44% pada ruas kanan, kerusakan lubang sebesar 0,28% pada ruas kiri dan 0,33% pada ruas kanan, kerusakan alur sebesar 0% pada ruas kiri dan 1,21% pada ruas kanan, dan pelepasan berbutir 0,13% pada ruas kiri dan 5,80% pada ruas kanan untuk metode Pavement Condition Index (PCI) sedangkan untuk metode Surface Distress Index (SDI) dengan rata – rata yang diperoleh yaitu luas retak sebesar 1,57% pada ruas kiri dan 1,99% pada ruas kanan, lebar retak sebesar 4,75 mm pada ruas kiri dan 3,75 mm pada ruas kanan, jumlah lubang sebesar 18 pada ruas kiri dan 12 pada ruas kanan, dan kerusakan alur bekas roda sebesar 0 cm pada ruas kiri dan 8,7 cm pada ruas kanan. Jenis perbaikan atau penanganan yang dilakukan pada metode Surface Distress Index (SDI) dan metode Pavement Condition Index (PCI) pada ruas kanan dan kiri Jalan Soekarno Hatta Kota Sangatta dari segmen 1 sampai dengan segmen 20 adalah pemeliharaan rutin

    Analisis Tingkat Pelayanan Pada Jaringan Jalan di Kecamatan Balikpapan Selatan Menggunakan Aplikasi PTV Visum

    Full text link
    Sebagai kota yang letaknya strategis dan berbatasan langsung dengan proyek pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) serta adanya proyek di kota Balikpapan menjadikan Balikpapan sebagai tempat transit dan menimbulkan permintaan transportasi yang besar. Analisis pada penelitian ini menggunakan pemodelan transportasi 4 tahap tipe I yaitu Trip Generation-Moda Split, Trip Distribution dan Trip Assignment. Metode yang digunakan untuk mendapatkan model bangkitan dan tarikan pergerakan adalah metode analisis langkah demi langkah (stepwise). Pengolahan data metode equilibrium assignment dilakukan dengan bantuan aplikasi PTV Visum. Hasil pemodelan akan divalidasi dan koreksi berdasarkan volume lalu lintas kondisi eksisting yang akan digunakan untuk menganalisis tingkat pelayanan. Dengan volume arus lalu lintas sebesar 284-1508 smp/jam tingkat pelayanan pada jaringan jalan kecamatan Balikpapan Selatan menunjukkan pada rentang tingkat klasifikasi “A” - “B” dan masih ada ruas jalan dengan indeks tingkat pelayanan “C”. Dengan faktor pertumbuhan sebesar 6%, ramalan tingkat pelayanan dimasa mendatang terdapat satu ruas jalan yang menjadi perhatian dengan tingkat klasifikasi “D” yaitu pada ruas jalan Jl. Mulawarman arah Manggar. Untuk penanganan bisa diberikan rambu dilarang parkir disepanjang ruas jalan tersebut

    UJI KELAYAKAN AGREGAT MUARA WAHAU, SANTAN, SENONI, BATU BESAUNG SEBAGAI MATERIAL SUBBASE

    Full text link
    Provinsi Kalimantan Timur saat ini sedang dalam tahap pembangunan dan pengembangan sarana transportasi yang dapat membuka akses keterisolasian daerah pedalaman atau daerah di sekitarnya ke ibukota provinsi. Salah satu sarana yang perlu ditingkatkan adalah penambahan jalan lintas antar kota, kabupaten dan provinsi. Saat ini sebagian besar kebutuhan batu di Kalimantan Timur masih diambil dari luar daerah  salah satunya dari kota Palu sehingga menimbulkan peningkatan harga material batu pecah. Oleh karena itu perlu pemanfaatan potensi yang ada di daerah Kalimantan Timur. Pada penelitian ini dilakukan pengujian terhadap empat jenis agregat yang berasal dari empat daerah di Kalimantan Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat-sifat fisik terutama tingkat kelayakan agregat dalam memberikan daya dukung yang tinggi berdasarkan pada spesifikasi umum Direktorat Jendral Bina Marga Tahun 2010 revisi III. Agregat yang akan di uji di ambil dari daerah Kecamatan Muara Wahau, desa Santan Kecamatan Marangkayu, desa Senoni Kecamatan Sebulu dan di jalan Batu Besaung Kelurahan Sempaja Utara. Penelitian ini dilakukan di laboratorium yang dimulai dengan pemeriksaan sifat-sifat fisik. Selanjutnya dilakukan uji kepadatan guna mendapatkan kepadatan kering maksimum (Ƴd) dan kadar air optimum (Wopt). Berdasarkan kadar air optimum, maka dibuatlah benda uji untuk pemeriksaan CBR. Dari hasil pemeriksaan agregat Muara Wahau diperoleh nilai CBR rendaman sebesar 44,8%, untuk agregat Santan diperoleh nilai CBR rendaman sebesar 72%, untuk agregat Senoni diperoleh nilai CBR rendaman sebesar 61%, dan untuk agregat Batu Besaung diperoleh nilai CBR rendaman sebesar 71%. Dengan demikian untuk agregat dari Santan, Senoni dan Batu Besaung memiliki nilai daya dukung (CBR) yang tinggi dan dapat digunakan sebagai bahan untuk konstruksi lapis pondasi. Sedangkan untuk agregat dari Muara Wahau tidak memenuhi spesifikasi Bina Marga.Kata Kunci : Agregat, Lapis Pondasi Perkerasan, CBR
    corecore