12 research outputs found
KEPENTINGAN TERSEMBUNYI DI BALIK BISNIS KEANTARIKSAAN DALAM PENGEMBANGAN WAHANA PELUNCURAN ANTARIKSA
For years, development of space launch vehicles (rockets) has been taking place increasingly. Many countries have been carrying out such development and stated publicly that its objective is for the interest of business or properity. In fact, behind the stated interest there is hidden interest. In this paper, the hidden interest will be scrutinized. Having conducted study on the economic feasibility of the development of space launch vehicles and further analysis, it was found that the hidden interest is for the military purpose and actually to become the real objective of the development of space launch vehicle on the whole.Hal. 34-4
Hasil Rapat Kerja Penyusunan Konsep Pedoman DELRI ke Sidang ke XXI sub Komite Ilmiah dan Teknik UN COPUOS, Termasuk Rancangan Prinsip-prinsip Mengenai Maslah GSO
Pada tanggal 4 januari 1984 telah diadakan rapat diantara anggota 'team perumus' yang kemudian hasilnya telah dibahas pada tanggal 7 Januari dalam lingkungan yang lebih luas diantara 'anggota kelompok kerja 15' mengenai pedoman umum dan rancangan prinsip-prinsip masalah GSO dalam rangka menghadapi sidang ke-xxi UN-COIPUOS. Team perumus telah melakukan pembahasan mengenai materi rancangan prinsip-prinsip masalah GSO dan alasan-alasannya serta kerangka dasar pedoman umumnya. Hasil 'tem perumus' telah dilengkapi dan disempurnakan oleh 'kelompok kerja 15' yang keseluruhannya mencakup :pedoman umum, rancangan proinsip-prinsip dan alasan-alasannya, dan preamble dari prinsip-prinsip yang akan dituangkan dalam bahasa ingris sebgai working paper Indonesia pada sidang ke xxiii sub komite hukum UN-COPUOS.30 hlm, 30 c
PEMBANGUNAN DAN PENGOPERASIAN FASILITAS PELUNCURAN WAHANA ANTARIKSA DARI WILAYAH UDARA INDONESIA
In the last 15years, demand for space launch services has been continuing to increase, in particular for launching satellite to low Earth orbit (LEO) and medium Earth orbit (MEO). In order to meet as well as to capture the launch market, a number of countries has strived enabling launch from the air, popularly refered to as Air Launch System (ALS) of ecuator. In the beginning of the yaers 2001, Russian Government proposed an initiateve to Indonesian government to develop and operate ALS in Biak. Required initial invesment expenditure for the system development is some US$157.2 million. Development of the system will take place in 3 years with 18 year life cycle of operation. In this paper, benefits of ALS in Biak is scutinized. One of the impact is budget-capital analysis. Result of analysis show that the development and operation of ALS in Biak is economically feasible, and wholly, taking into account the other impacts, ALS in Biak yields significant benefits for Indonesian.Dalam 15 tahun terakliir permintaan terhadap jasa peluncuran wahana antariksa, terutama untuk peluncuran satelit ke orbit rendah dan orbit menengah terus meningkat. Untuk memenuh'i dan mcrebut permintaan tersebut, beberapa negara tertenlu telah berusaha untuk mengembangkan cara-cara peluncuran wahana antariksa dengan biaya murah (biaya rendah). Salah satu cara yang dianggap dapat menghemat biaya peluncuran adalah meluncurkan wahana antariksa dari ruang udara di alas khatu/istiwa bumi. Pada awal tahun 2001, pemerintah Rusia telah mengusulkan kepada Pemerintah Indonesia untuk melakukan kerja sama dalam membangun dan mengoperasikaan sistem peluncuran dari udara (Air Launch System - ALS) di atas Biak. Investasi awal pembangunan dan pengoperasian ALS ini sekitar USS 157.2 juta Pembangunan akan berlangsung selama 3 tahun dan beroperasi selama 18 tahun. Dalam naskah ini. akan diteliti manfaat AIS di Biak bag! Indonesia. Manfaat dimaksud, salah satunya adalah dampak keuniungan langsung dalam kegiatan ekonomi dari ALS di Biak. Pendekatan yang digunakan dalam mengungkap besarnya dampak tersebut ialah analisis penganggaran - modal. Hasil analisis menunjukkan hahwa pembangunan dan pengoperasian AIS di Biak adalah layak secara ekonomi, dan secara keseluruhunnya, dengan memperhatikan dampak lain, A IS di Biak dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi Indonesiahal. 1-1
Program Pusat Analisis Perkembangan Kedirgantaraan dalam Repelita VI dan Usulan untuk Peningkatan Efisiensi dan Efektivitas LAPAN
Hlm.212-22
Pengaruh Pengoperasian Stasiun Antariksa Internasional Terhadap Kegiatan Keantariksaan Negara-Negara. Di Masa Datang
Hlm. 15-3
Hasil Rapat Kerja Paripurna Pantarnas Antariks, tksa dalam Rangka Perumusan Bahan Pedoman Delegasi RI ke Sidang ke XXVIII Un-Copuos, New York,17-18 Juni 1985
Rapat kerja paripurna pantarnas antariksa telah diadakan di LAPAN, Jakarta, tanggal 28 Mei 1985 untuk merumuskan pedoman delegasi RI ke sidang ke xxviii UNCOPUOS, New York tanggal 17 -28 Juni 1985. Rapat telah membahas hasil sidang ke xxiv sub komite hukum UN-COPUOS dan kemudian telah mengidentifikasi masalah keantariksaan yang perlu mendapat perhatian Indonesia sesuai dengan kepentingan nasional saeperti antara lain masalah kedaulatan dalam penginderaan jauh, maslah NPS, masalah definisi/delimitasi antariksa dan orbit geostasioner. Disamping itu rapat kerja juga telah merumuskan pedoman indonesia mengenai penggunaan antariksa unutuk tujuan militer.17 hlm, 30 c
Hasil Rapat Kerja Paripurna Pantarnas Antariks, tksa dalam Rangka Perumusan Bahan Pedoman Delegasi RI ke Sidang ke XXVIII Un-Copuos, New York,17-18 Juni 1985
rapat kerja paripurna pantarnas antariksa telah diadakan di LAPAN, Jakarta, tanggal 28 Mei 1985 untuk merumuskan pedoman delegasi RI ke sidang ke xxviii UN-COPOUS, New York, tanggal 17-28 Juni 1985. Rapat telah membahas hasil sidang ke xxiv sub komite hukum UN-COPOUS dan kemudian telah mengidentifikasi masalah keantariksaan yang perlu mendapat perhatian Indonesia sesuai dengan kepentingan nasional seperti antara lain masalah kedaulatan dalam penginderaan jauh, maslaah NPS, masalah definisi/delimkitas antariksa dan orbit geostsioner. Disamping itu rapat kerja juga telah merumuskan pedoman Indonesia mengenai penggunaan antariksa untuk tujuan militer.17 hlm, 30 c
Kajian tentang masalah dalam Pemanfaatan Satelit Penginderaan Jauh Komersial Resolusi Tinggi
Currently, a number of high resolution commercial remote sensing satellites are operating. Most of the satellites are owned and operated by the private sector. Realizing their promising business prospect, in the coming years the number of high resolution commerial remote sneing satellites will increase signifinatly, and the ownership and operation of such satellites will be fully authorized by the private sector. The high resolution commercial remote sensing satellites have provided huge benefits for civil purpose as well as for military purpose. Due to their commercial characteristic, high resolution, and dual uses, the operation of the satellites has emerged various problems having impacts as negative elements particularly in the enterest of developing countries in which most of them are still users of satellite imagery. In this paper, using the analytical descriptive approach, some of the problems will be explored. And then the problems will be analyzed for the purpose of seeking solutions to the problems. Moreover, thoughts on the Indonesian efforts in the near future as to the use of data or imageries provided by the satellites and their related problems will also be presented .Saat ini, sejumlah satelit penginderaan jauh komersial resolusi tinggi telah beroperasi. Sebagian besar dari satelit-satelit tersebut telah dimiliki dan dioperasikan oleh pihak swasta. Melihat prospek bisnisnya yang cukup menjanjikan, di masa datang jumlah satelit penginderaan jauh komersial resolusi tinggi akan terus meningkat, dan kepemilikan dan pengoperasian satelit-satelit seperti itu sepenuhnya akan berada ditangan pihak swasta. Di samping data/citra satelit penginderaan jauh komersial resolusi tinggi telah memberikan manfaat yang besar kepentingan sipil, pada saat yang bedasarkan juga telah bermanfaat untuk maksud militer. Karena sifatnya yang komersial, resolusinya yang tinggi dan data/citranya yang guna ganda, satelit telah menimbulkan dampak negatip terutama bagi kepentingan negara-negara berkembang. Dalam makalah ini, dengan menggunakan metoda ataupun pendekatan analisa deskriptif, akan diidentifikasi masalah-masalah tersebut dan sekaligus analisis untuk pemecahannya. Selain itu, pemikiran mengenai upaya Indonesia dalam pemanfaatan satelit penginderaan jauh komersial resolusi tinggi dan masalahnya yang terkait juga akan disajikan.Hal. 109-14
MODEL PEMBANGUNAN SISTEM DAN INDUSTRI TEKNOLOGI ANTARIKSA UNTUK KEPENTINGAN MILITER
Space system and technologies have played unexpectedly important role in supporting military operations. Most observers agree that space system will become even more important to military operation in the coming years, and some think that space system will revolutionize warfare. Country (ies) having ideas to use space system in military operations always prepare exchausted and comprehensive plan, since space systemsinvolve complex technology, new concepts, high costs and risks. For the purpose of military operations, development of space system of space system take times as long as 20 to 5 years from the statement of idea to actual operational capability. This paper cotains explanations aimed at developing a model, i, e, a hierarchical value model to compare and identify development priority of space systems, which in turn development priority of industries related to space technologies in support of defense system or military operations. Such a value model based on judgments of experts and officials related defense or military operations.Sistem dan teknologi antariksa telah menunjukkan perannya yang sangat besar dalam mendukung operasi militer. Bahkan di masa mendatang, banyak pengamat berpendapat bahwa sistem antariksa akan semakin penting dalam operasi militer, dan sekaligus sistem antariksa akan melakukan perubahan karakteristik peperangan. Setiap negara yang menghendaki untuk menggunakan sistem antariksa dalam operasi militer, umumnya melakukan perencanaan yang matang, karena sistem-sistem antariksa mengandung teknologi yang komplek. konsep-konsep baru, biaya dan risiko tinggi. Khusus untuk kepenlingan militer, pengembangan sistem-sistem antariksa memerlukan waktu 20-25 tahun sejak dari gagasan hingga tercapainya kemampuan operasional secara nyala. Makalah ini memuat uraian yang ditujukan untuk membangun suatu model, yaitu model nilai dalam bentuk hierarki untuk membandingkan dan mengidentifikasi prioritas pembangunan sistem-sistem antariksa. dan pada gilirannya prioritas pembangunan industri teknologi (antariksa) dalam mendukung sistem pertahanan ataupun operasi militer. Model nilai didasarkan pada banyak periinjbangan dari para pakar dan para pejabal berwenang di bidang pertahanan ataupun operasi militer.Hal.61-7
