17 research outputs found

    Perhitungan Beban Pendinginan pada Gedung Pariwisata Baruga Sapta Pesona Sulawesi Tenggara

    No full text
    Energi merupakan salah satu kebutuhan penting manusia. Perkembangan sosial dan ekonomi memiliki hubungan dengan penggunaan energi. Saat ini penggunaan energi dihadapkan pada permasalahan keterbatasan dan pengaruh negatif terhadap lingkungan, sehingga usaha untuk mengurangi konsumsi energi sangat diperlukan. Bangunan merupakan salah satu sumber konsumsi energi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghitung beban pendinginan di Gedung Pariwisata (Baruga Sapta Pesona) Sulawesi Tenggara. Metoda yang digunakan dalam penelitian ini adalah penggunaan data primer dari pengambilan di lapangan dan penggunaan model matematika pada panas dalam bangunan. Hasil penelitian menunjukan bahwa total beban pendiginan adalah sekitar 122.113,487  W, dengan pengaruh utama dari beban dalam ruangan. Hasil yang lain menunjukan bahwa beban pendiginan berubah-ubah terhadap waktu. Beban pendinginan puncak terjadi pada pukul 14.00 waktu setempat

    PENGARUH KOMPOSISI FILLER TERHADAP NILAI MODULUS ELASTIS MATERIAL KOMPOSIT BERPENGUAT CANGKANG KERANG DAN SERAT PINANG

    No full text
    The aim of this research is to analyze the influence of filler composition on the elastic modulus of composite materials reinforced with seashell powder and betel nut fibers. The study employs a manual mixing method with varying proportions of seashell powder and betel nut fibers. Following the mixing process, samples are subjected to a tensile test to measure their elastic modulus. The research results indicate varying elastic modulus values for the composite materials. The highest elastic modulus value is achieved in the composition of 70% seashell powder, 20% betel nut fibers, and 10% resin, measuring 0.836 GPa. Meanwhile, the lowest elastic modulus value is obtained in the composition of 70% seashell powder, 10% betel nut fibers, and 20% resin, measuring 0.465 GPa. This variation is influenced by the fact that betel nut fibers generally possess greater mechanical stiffness than the matrix and seashell powder. The stiffness of these fibers significantly enhances the elastic modulus of the composite material. When these stiff fibers are embedded in a less rigid matrix, their stiffness is transferred to the composite. The quality of adhesion also plays a crucial role in ensuring effective load transfer from the matrix to the fibers, which in turn enhances the composite's stiffness and elastic modulus. The quantity and distribution of fibers in the matrix (polyester resin) and seashell powder also affect the elastic modulus. The more fibers present in the composite, the higher the elastic modulus

    OPTIMALISASI PRODUKSI BATAKO: MENINGKATKAN KUAT TEKAN DAN DURABILITAS DENGAN ABU SEKAM PADI

    No full text
    Batako merupakan salah satu bahan utama dalam konstruksi, sering digunakan untuk dinding karena pemasangannya yang cepat dan harga yang terjangkau, yang pada akhirnya dapat mengurangi biaya dan mempercepat proyek konstruksi. Namun, permintaan akan batako semakin meningkat seiring dengan pembangunan gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, apartemen, dan rumah. Tantangannya adalah ketersediaan material utama seperti pasir alam yang semakin sulit, sementara sumber daya pasir alam tidak dapat diperbaharui. Kekuatan batako sangat dipengaruhi oleh perbandingan air semen dan pasir semen. Abu sekam padi (ASP) telah diidentifikasi sebagai bahan tambahan yang berpotensi untuk meningkatkan kekuatan batako. Namun, hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ASP belum optimal dalam meningkatkan kuat tekan batu bata. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan ASP dalam pembuatan batako agar memenuhi standar kualitas yang ditetapkan. Penelitian ini mencakup evaluasi kinerja batako dari UD. Airin Mandiri Batako, penggunaan ASP dalam mix design batako, dan perbandingan kinerja batako tanpa ASP dengan yang menggunakan ASP. Langkah-langkah tersebut bertujuan untuk mencapai kuat tekan minimal 20 kg/cm2 sesuai dengan standar kualitas yang ditetapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi optimal batako menggunakan ASP adalah 30% semen, 35% pasir, dan 35% ASP dengan nilai fas 0,5. Penggunaan komposisi ini mampu meningkatkan kuat tekan batu bata hingga 150% dan memenuhi standar penyerapan air yang ditetapkan dalam SNI. Kata kunci: batako, pasir, abu sekam padi, kuat tekan, penyerapan ai

    ANALISA KEKUATAN TARIK BAHAN KOMPOSIT POLIMER RESIN POLIESTER BERPENGUAT SERAT TEBU

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh yaitu kekuatan tarik bahan komposit polimer resin poliester berpenguat serat tebu. Cetakan komposit terbuat dari pelat baja berbentuk persegiempat dengan dengan ukuran 300 x 300 x 30 mm. Serat ampas tebu yang diperoleh dari limbah tebu. Ampas serat tebu diurai dengan melakukan pemukulan untuk melonggarkan serat serta dilakukan pembersihan unsure lignin, wax, pectin dan impurity serat dengan menggunakan larutan NaOH pada konsentrasi 5% dengan waktu perendaman selama 1 jam. Proses pencetakan komposit dilengkapi dengan plat tipis yang berfungsi sebagai stopper (pembatas ketebalan komposit). Hasil penelitian menunjukkan nilai tegangan tarik rata-rata terbesar terdapat pada komposisi campuran 50% serat dan 50% resin yakni sebesar 1.019 Mpa sedangkan nilai tegangan tarik terendah terdapat pada komposisi campuran 20% serat dan 80% resin yaitu sebesar  0.831 Mpa. Pada komposisi campuran 40% serat dan 60% resin  memiliki nilai tegangan tarik yang dihasilkan berada pada skala medium antara campuran 50% serat dan 50% resin  dan pada komposisi campuran 20% serat dan 80% resin yaitu sebesar  0.885 Mpa. Dimana besarnya volume serat ampas tebu yang terdapat pada komposisi campuran mengakibatkan peningkatan nilai tegangan tarik yang tinggi, begitupun sebaliknya rendahnya volume serat ampas tebu yang terdapat pada komposisi campuran material komposit mengakibatkan rendahnya nilai  tegangan tarik yang dihasilkanKata kunci: komposit, serat ampas tebu, tegangan tarik

    STUDI SIFAT MEKANIS MATERIAL KOMPOSIT LIMBAH KERTAS BERPENGUAT SEMEN YANG DILAPISI CAT

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat mekanis material komposit limbah kertas berpenguat semen yang dilapisi cat dalam pemanfaatan limbah kertas.  Alat dan bahan yang digunakan yaitu alat penekan, cetakan komposit, timbangan digital dan alat bantu lainnya yang dibutuhkan dalam proses pembuatan komposit.  Sedangkan bahan utama dari komposit ialah sampah kertas, semen portland dan cat.  Metode pembuatan komposit yang digunakan yaitu menentukan volume bahan yang akan mengisi cetakan dengan perbandingan 30% sampah kertas dan 70% semen.  Proses pencetakan menggunakan tekanan sebesar 100 kg/cm2, dimana hasil dari pencetakan dilakukan proses pengeringan alami yang dilanjutkan proses pelapisan menggunakan cat yang memiliki sifat elastisitas. Parameter yang diamati yaitu besar kekuatan tarik dan bending material komposit dari masing-masing spesimen yang ditampilkan pada alat uji tarik dan bending. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa  tegangan tarik rata-rata yang dapat diterima material komposit dari limbah kertas berpenguat semen yang dilapisi cat adalah hanya sebesar 0,29 N/mm2 dan besar tegangan bending  rata-rata yang dapat diterima adalah sebesar 0,25 N/mm2. Kata Kunci: Komposit sampah kertas, kekuatan tarik, kekuatan bendin

    Desain Part Ribs Pada Sayap Pesawat Terbang Menggunakan Software Mastercam

    No full text
    Mastercam adalah sistem perangkat lunak untuk pemrograman CNC terbaik yang berbasis perametrik untuk membantu para penggunanya di seluruh dunia. Dimana, Software ini dapat digunakan untuk merancang sekaligus membuat program CNC untuk berbagai mesin. Langkah-langkah yang dilakukan meliputi pembuatan model 3D solid atau Surface menggunakan perangkat lunak CAD lainnya, pembuatan gambar kerja, pembentukan Part Ribs menggunakan fasilitas Wireframe, Extrude, Solid, dan finishing yang detail. Selain itu, juga membahas tentang simulasi pemakanan part di dalam Software Mastercam, dimana dapat dilakukan dengan menggunakan fasilitas seperti Vericut, yang dapat mensimulasikan operasi pemakanan hingga 5-axis milling, drilling, dan wire EDM operations, serta turning dan combination mill/turn machining. Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan, Software Mastercam merupakan Software yang sangat di sarankan dalam pembuatan produk serta ingin menampilkan Simulasi pemakanan dengan akurat dan efisien

    Analisis Kebutuhan Pompa Air Baku Head Tinggi Untuk Kebutuhan Air Industri Smelter

    No full text
    Kebutuhan air baku sangat penting untuk keberlangsungan industri pengolahan bijih nikel (Smelter). Umumnya, pengaliran air secara grafitasi atau dengan pompa head rendah menjadi prioritas utama. Kenyataannya, pengaliran tersebut tidak selalu dapat dilakukan di lapangan karena kondisi teknis dan lingkungan. Tingginya perbedaan elevasi antara sumber air (+5 m) dan pabrik Smelter (+185 m) di lokasi penelitian, serta besarnya debit air (610 l/d) yang akan di supply, memaksa penggunaan pompa air head tinggi. Fenomena seperti ini masih jarang dikaji dalam berbagai studi pompa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kebutuhan perpompaan yang sesuai dan effisien untuk head tinggi dari Sungai Tamboli menuju smelter yang terletak di Kecamatan Wolo Kabupaten Kolaka. Penelitian dimulai dengan mengkaji kebutuhan pipa yang digunakan dengan Software EPANET 2.2. Panjang total pipa adalah 10,965 km. Berdasarkan hasil analisis, jumlah pompa yang dibutuhkan sebanyak delapan (8) buah dengan kebutuhan dimensi pipa tranmisi adalah 20 inch. Masing-masing pompa mempunyai kapasitas 0,101 m3/s dengan kebutuhan head sebesar 340,04 m. Tipe impeller pompa yang digunakan berjenis impeller francis dengan putaran spesifik 2950 rpm dan kebutuhan daya penggerak pompa sebesar 597,01 kW. Jenis pompa dibutuhkan adalah pompa sentrifugal radial bertingkat banyak (centrifugal multistage pump)

    PENGARUH JARAK TOOL-PENDINGIN TERHADAP SIFAT MEKANIS PADA SAMBUNGAN FRICTION STIR WELDING DENGAN PERLAKUAN TTT + DC-LSND

    No full text
    Friction stir welding (FSW) merupakan proses pengelasan yang inovatif dikenal sebagai proses pengelasan solid state. Dalam penyambungan pengelasan TIG dan MIG memiliki kekurangan dibanding pengelasan FSW yaitu, distorsi cukup besar dan adanya gas yang menyebabkan lingkungan tercemar. Metode FSW juga memiliki kekurangan yaitu meninggalkan lubang dan membutuhkan pencekaman yang kuat. Untuk itu tujuan FSW dengan metode Dynamically Controlled - Low Stress No Distortion (DC-LSND) dan Transient Thermal Tensioning (TTT) dapat menurukan distorsi. Konsep kerja FSW yaitu benda dijepit kemudian digesekkan dengan kecepatan tertentu sehingga timbul panas. Karena panas akibat gesekan, material logam tersebut akan meleleh dan menyatu setelah melalui proses pendinginan. Saat proses pencairan logam dengan gesekan terjadi, tekanan arah aksial diberikan. Pengujian dilakukan pada dua spesimen yaitu tanpa perlakuan dan kombinasi TTT+DC-LSND dengan jarak tool-pendingin 40 mm. Hasil pengelasan dilakukan pengujian diataranya uji komposisi, uji kekerasan, kekuatan tarik, dan mikro struktur. Hasil pengujian kedua sepesimen didapatkan bahwa metode dengan perlakuan TTT+DC-LSND mampu meningkatkan nilai kekuatan mekaniknya. Penggunaan metode DC-LSND memberikan hasil pada peningkatan kekerasan pada daerah las. Sebagai kesimpulannya, hasil yang paling optimum pada proses FSW yaitu perlakuan gabungan TTT+DC-LSND

    ANALISA KEKUATAN MEKANIS SAMBUNGAN LAS KAMPUH V TUNGGAL DAN V GANDA PADA BAJA KARBON RENDAH DENGAN PROSES PENGELASAN SMAW

    No full text
    Welding is one of the methods widely used in the joining of metals for structural elements. One of the factors that influence the strength of welded metals is types of welding joints. Suitability of the type of welding joint with geometries of base metals is required to obtain welded metal products with optimum properties. In this study an attempt is made to investigate mechanical properties of welded metals with two different types of joints (single-V and double-V) using the shielded metal arc welding (SMAW) process. Low carbon steel with bevel angle of 60° was used in this study. Welding process was performed using current of 70 A with a constant welding speed. The flexural properties and uniaxial tensile properties are studied by three-point bending test and uniaxial tensile test respectively. Test results show that the tensile strength and the bending strength of single-V specimens is 521.64 N/mm2 and 525.11 N/mm2 respectively. In addition, the tensile strength and the bending strength of double-V specimens is 517.33 N/mm2 and  504.24 N/mm2 respectivel

    Inovasi Material: Meningkatkan Kualitas Aluminium (Al) Limbah Piston Daur Ulang dengan Penambahan Timah (Sn) dengan Proses Pengecoran Ulang

    No full text
    Daur ulang aluminium melalui proses peleburan kembali sering mengalami perubahan sifat mekanis dan struktur mikro akibat kontaminasi atau kehilangan unsur paduan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penambahan timah (Sn) pada hasil pengecoran aluminium dari bahan piston bekas terhadap sifat mekanis dan struktur mikro material. Variasi penambahan timah adalah 20%, 30%, dan 404% berat. Hasil penelitian menunjukkan penambahan timah berpengaruh signifikan pada nilai kekerasan. Penambahan 20% timah menghasilkan peningkatan kekerasan sebesar 68,014 N/mm2 yang optimal. Penambahan penambahan 40% timah menurunkan nilai kekerasan sebesar 55,857 N/mm2 karena disebabkan terbentuknya fasa lunak dan rongga pada struktur mikro. Fasa intermetalik aluminium-timah pada penambahan 20% timah berkontribusi pada peningkatan kekerasan. Penelitian ini memberikan informasi berharga tentang komposisi paduan optimal untuk meningkatkan sifat mekanis aluminium hasil pengecoran daur ulang piston bekas
    corecore