67 research outputs found
IDIL new PDV system
Author Institution: IDIL Fibres Optiques (France)Slides presented at the 7th Annual Photonic Doppler Velocimetry (PDV) Workshop held at Sandia National Laboratory, Albuquerque, New Mexico, October 22-23, 2012
Researcher positionality and tackling racial and gender stereotypes in the field
This contribution offers insights into the struggles on (un)learning the researcher-researched binary, whiteness, and white femininity during fieldwork in Tanzania. By critically reflecting on the limits of her own position and the inability to beat some stereotypes that stand on the way to building genuine relationships, the author discusses what she found useful in her journey of attempting to tune her cognitive and behavioural reactions, writes Idil Ires
The Political Impact of the Ulfet Newspaper on the Turks in the Idil-Ural Region
It is impossible to say that Idil-Ural Turks were ready for the new era which was established in Russia after the manifest of 1905 Russian revolution. However, Idil-Ural Turks adapted the manifest’s freedom atmosphere and especially geared up the mass media facilities. Ulfet Newspaper which is our study topic, began to publish in such an time. The first issue of the newspaper which belongs to Abdurresid Ibrahim who was a journalist and an author at the same time, met its readers on 11th December 1905. The newspaper determined its policy as “scientific and politic”, hence form the first issue until the last tried to be consistent with its policy in terms of its publications. The newspaper tried to find solutions to those problems by dealing with general problems of Muslims living in Russia/ teh newspaper which told the idea that Muslims should be in political unity could not resist the pressure so had to give an end to its publishinh period on the 7th 1907 at a time when censor ship of Russian goverment increased.1905 Rus ihtilali sonrası ilan edilen manifestonun akabinde Rusya’da oluşan yenilik ortamına İdil-Ural Türklerinin hazırlıklı yakalandıklarını söylemek imkânsızdır. Ancak kısa zamanda manifestonun getirdiği serbestlik ortamına ayak uyduran İdil-Ural Türkleri, özellikle basın-yayın faaliyetlerine önemli derecede hız verdiler. Çalışmamızın konusu olan Ülfet gazetesi de böyle bir zamanda yayın hayatına başladı. Gazeteci-yazar ve aynı zamanda seyyah olan Abdürreşid İbrahim tarafından çıkarılan gazetenin ilk sayısı 11 Aralık 1905 tarihinde okuyucuları ile buluştu. Gazete şiarını “ilmi ve siyasi” olarak belirleyerek, ilk sayısından son sayısına kadar da bu şiara paralel olarak yazı, makale ve haberler yayınlamaya gayret gösterdi. Gazete Rusya’da yaşayan Müslümanların genel sorunlarına eğilerek, bu sorunlara çözüm yolları aramaya çalışmıştır. Müslümanların siyasi yönden birlik ve beraberlik içinde olmaları gerektiği fikrini sayfalarında mutat olarak dile getiren gazete, Rusya hükümeti sansürünün giderek hızlandığı bir dönemde, yapılan baskılara daha fazla dayanamayarak 7 Haziran 1907 tarihinde yayın hayatına son vermek zorunda kald
Islam, Media, dan Politik : Sebuah Perdebatan dan Kontempelasi Nilai Berdemokrasi
Infact, press or media is one of pilar democracy. Media in democracy is a public sphere to communi-cation and makes relation, and a same time as public arena to gain information. But, media also could not release from streotypes and tendency that usually bring of interest, either the owner or ideology. It is meaning media can not released from perspective distorsion, values bias and take a side. Media also effective to become propaganda instrument for a political interest and an ideology. It is seen like how media in US, for example, stereotype of Islam in discourses contradiction and glob-al interest opposition. Then, Islam dominantly identified as doctrine teaches radicalism, fundamen-talism and terorism. Thus, it is often be justification for US to operate the military mission in the name of democracy.
Tak dipungkiri pers atau media menjadi salah satu pilar bagi demokrasi. Media dalam demokrasi adalah sebagai ruang bagi publik berkomunikasi dan berinteraksi, sekaligus sarana publik mem-peroleh informasi tentang banyak hal. Namun, media juga tak bisa dilepaskan dari stereotip dan kecenderungan-kecenderungan, yang biasanya membawa kepentingan, baik pemilik maupun ide-ologi. Media karenanya tak lepas dari distorsi perspektif, bias nilai dan berpihak. Media juga efektif menjadi alat propaganda bagi sebuah kepentingan politik dan ideologi, seperti bagaimana media di negara Amerika, misalnya, menstereotipkan Islam dalam analisis pertentangan wacana dan kepent-ingan global. Sehingga, dominan Islam diidentikkan dengan sematan sebagai ajaran yang mengajarkan radikalisme, fundamentalisme dan terorisme. Karenanya pula seringkali menjadi alasan pembenar bagi Amerika untuk menjalankan misi militer atas nama demokrasi
PILKADA SERENTAK DAN GELIAT DINAMIKA POLITIK DAN PEMERINTAHAN LOKAL INDONESIA
Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak menjadi arena baru bagi rakyatIndonesia. Bukan hanya pada persoalan berbeda waktu pelaksanaan, sistempelaksanaan, prosedur dan mekanisme pemilihannya, tetapi juga tetapi juga soal,yang oleh Brian C. Smith dan Robert Dahl katakan adalah untuk menciptakanlocal accountability, political equity dan local responsiveness. Pilkada serentakkarenanya berupaya membangun demokratisasi di tingkat lokal agarterimplementasikan dengan baik, tak hanya terkait pada tingkat partisipasi, tetapijuga relasi kuasa yang dibangun, yang bersumber dari pelaksanaan azas kedaulatanrakyat. Selain itu, hasil pilkada juga harus mampu menghantarkan masyarakatpada kondisi sosial, politik dan ekonomi yang lebih baik.Penelitian yang di lakukan ini menggunakan metode penelitian dengan metodekualitatif refleksif, yaitu ingin merefleksikan tentang pilkada serentak dankaitannya terhadap upaya membangun geliat demokrasi dalam pemerintahan danpolitik lokal serta menjamin hadirnya kemaslahatan bersama dalam masyarakat.Data diperoleh melalui studi literatur melalui kepustakaan, dokumen danpemberitaandi media massa.Diperoleh hasil bahwa mengimplementasikan demokrasi dalam politik lokaltidaklah mudah. Sebab, konteks demokratisasi tidak hanya berhenti pada tahapanprosedural semata. Jauh lebih dari itu adalah bagaimana membumikan demokrasidalam aras yang substansial. Membangun partisipasi rakyat misalnya, membutuhkankomitmen kuat agar bisa menjamin setiap warga negara bisa berpatisipasi secarabaik. Selain itu, jika demokrasi dinilai sebagai cara untuk mencapai kesejahteraanbersama secara lebih luas, maka pilkada sebagai perwujudan dari demokrasiprosedural berperan penting untuk menjaga kualitas kepemimpinan lokal,memberikan garansi terhadap keberlanjutan pemerintahan yang nantinya dijalankanserta secara kontekstual mampu membangun sinergitas korelasional antara pemimpin dengan rakyat yang dipimpin. Hal ini dikarenakan pilkada pada dasarnya berorientasi untuk memberi nilai atas pilkada terhadap kemaslahatan dan kepentingan rakya
Khilafah Islamiyah: Antara Konsep dan Realitas Kenegaraan (Republik Islam Iran dan Kerajaan Islam Arab Saudi)
Konsep khilafah menjadi salah satu bahasan yang cukup mencuat belakangan ini, tak terkecuali di Indonesia. Namun bagaimanakah sebetulnya konsep ini terutama yang diberlakukan di negara Islam. Artikel ini menampilkan perbandingan konsep berbasis pemerintahan Islam dengan dua tradisi yang berbeda, yakni Kerajaan Arab Saudi dan Republik Islam Iran. Tujuan dari tulisan ini adalah menunjukkan perbedaan dua konsep tersebut sekaligus mendiskusikan bagaimana implementasi yang dilakukan di dua negara yang menggunakan Islam sebagai basis kenegaraan. Secara konsep Arab Saudi dan Iran memiliki perbedaan di dalam penerapan sistem kenegaraan dan pemerintahannya. Arab Saudi dengan konsep kerajaan sementara Iran dengan konsep republik. Namun persamaan diantara keduanya adalah bahwa Kerajaan Arab Saudi maupun Republik Islam Iran bukanlah negara yang secara ideal mencerminkan negara khilafah sebagaimana yang ditunjukkan dalam system bernegara era Khulafaur Rasyidin. Khilafah concept became one of the discussions that stick out lately, not least in Indonesia. But how is this concept, especially that applied in the Islamic state? This article presents a comparison of Islamic governmentbased concepts with two different traditions, namely the Kingdom of Saudi Arabia and the Islamic Republic of Iran. The purpose of this paper is to show the differences between the two concepts as well as to discuss how the implementation carried out in the two countries that use Islam as the basis of the state. Conceptually Saudi Arabia and Iran have differences in the application of the state system and its government. Saudi Arabia with the monarchy concept and Iran with the concept of republic. But the similarity between the two is that the Kingdom of Saudi Arabia and the Islamic Republic of Iran is not a state that ideally reflects the Khilafah state as established in the state system of the era of Khulafaur Rashidin
DEMOKRASI DAN GERAKAN SOSIAL (BAGAIMANA GERAKAN MAHASISWA TERHADAP DINAMIKA PERUBAHAN SOSIAL)
The inception of social groups nowadays believed as positive indication cultivation of democracy in some country, including Indonesia. The existence of social group aims to create a social change better and gratify the people interest. One of the social group is student movement that in any political event has become the pioneer for social change. This article aims to analyze how does democracy become important factor to a social movement, particularly student movement to an occurrence of social change in Indonesia. This research using a qualitative descriptive method to analyze how is social movement and democracy in Indonesia, especially related to student movement through to social change. As a result that student movement is the most important thing to realizing social change. As an agent of change, the idealism of student is valued indicator-weather social change has moved as well or perhaps full of political interest. The student movement also becomes indicator for sustainability of democracy. </jats:p
PROSES PRODUKSI PROGRAM ACARA KEDAI PAK LUNG DI TVRI RIAU
Kedai Pak Lung merupakan sebuah program acara atau tayangan yang mengangkat tema kebudayaan Melayu Riau yang diproduksi di TVRI Riau. Program acara Kedai Pak Lung berisi tayangan yang memberikan informasi dan hiburan yang menarik seputar kebudayaan Melayu Riau dan topik-topik terkini yang sedang hits pada masa produksinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses produksi program acara Kedai Pak Lung di TVRI Riau. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk mengumpulkan data. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa proses produksi program acara Kedai Pak Lung di TVRI Riau dilakukan sesuai dengan Standar Operational Procedure (SOP) yang ada dalam teori proses produksi siaran televisi, yaitu tahap pra produksi, tahap produksi, dan tahap pasca produksi. Namun terdapat sedikit perbedaan pada tahap pasca produksi, dimana proses produksinya tidak melalui tahapan editing, karena program acara Kedai Pak Lung ditayangkan secara langsung, pada bagian ini hanya melalui eval
PERENCANAAN PARTISIPATIF DALAM PEMBANGUNAN LOKAL: STUDI DI KOTA BANDUNG
Participatory planning supports community to involve in government and regional development. This community effort is one of the important manifestations of good governance and democracy. The importance of participatory planning in optimizing community participation and its implementation in regional development is an important topic in this article. Participatory planning emphasizes the importance of broad participation for every community, both individually and in groups, from planning to decision making. A development with a welfare goal cannot be ascertained its achievement without community participation
VAKSINASI COVID 19 DAN KEBIJAKAN NEGARA : PERSPEKTIF EKONOMI POLITIK
This study aims to explain how the political economy perspective views the functions of the state and government in the Covid 19 vaccination plan. Currently, Indonesia is trying to overcome the COVID-19 pandemic by entering into contracts to purchase covid 19 vaccines with three vaccine producers from China, namely Cansino, G42 . / Sinopharm and SinoVac. The hope is that the Covid 19 outbreak can be handled immediately to restore the economy and citizens. This study uses Caporaso and Levine's political economy theory, especially in looking at the relationship between power and state mechanisms against the market, so that it will be seen whether the state and the government are carrying out their functions as part of the new solution or problem behind the covid 19 vaccination. analytic descriptive. Data were analysed using the stages of organizing data, reading and recording, as well as descriptions, clarifications, and interpretations.Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana perspektif ekonomi politik didalam memandang fungsi negara dan pemerintah pada rencana vaksinasi covid 19. Saat ini, Indonesia sedang menuju upaya untuk menyelesaikan pandemi covid 19 dengan menjalin kontrak pembelian vaksin covid 19 dengan tiga produsen vaksin asal RRC yakni Cansino, G42/Sinopharm dan SinoVac. Harapannya wabah covid 19 bisa tertangani segera untuk memulihkan warga dan ekonomi negara. Dalam analisisnya, penelitian ini menggunakan teori ekonomi politik dari Caporaso dan Levine, terutama dalam melihat relasi kekuasan dan negara terhadap mekanisme pasar, sehingga akan terlihat apakah negara dan pemerintah menjalankan fungsinya sebagai bagian dari solusi atau justru menciptakan masalah baru dibalik vaksinasi covid 19. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitik. Data dikumpulkan secara sekunder dan dianalisis melalui tahapan berupa pengorganisasian data, pembacaan dan pencatatan, serta pendeskripsian, pengklarifikasian, serta penafsiran
- …
