1,720,971 research outputs found

    Penanganan Bawaslu Jawa Timur Dalam Pelanggaran Vote Buying Pada Pemilihan Kepala Daerah Serentak Tahun 2020 Se-Jawa Timur”

    No full text
    Pada pelaksanaan Pilkada Serentak Tahun 2020 masih banyak ditemui pelanggaran-pelanggaran Pemilu hingga pelanggaran tindak pidana Pemilu sehingga dapat disimpulkan bahwa masih banyak yang tidak menerapkan asa langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Di Jawa Timur, pelanggaran vote buying yang berhasil ditangani hingga putusan pengadilan ada di 2 (dua) Kabupaten yakni: Kabupaten Malang dan Kabupaten Jember. Pada pelanggaran tindak pidana Pemilu penanganannya memiliki perbedaan dengan pelanggaran-pelanggaran Pemilu lainnya, hal tersebut dikarenakan pada pelanggaran tindak pidana Pemilu harus ditangani oleh Sentra Gakkumdu yang terdiri dari: Bawaslu Provinsi maupun Kabupaten/Kota, Kepolisian, dan Kejaksaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian ini menggunakan basis analisis teori tata kelola Pemilu, keadilan Pemilu, vote buying, dan teori perilaku memilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanganan Bawaslu Jawa Timur dalam menindaklanjuti pelanggaran vote buying di Jawa Timur menghasilkan 2 (dua) putusan pengadilan di Kabupaten Jember dan Kabupaten Malang, dan pelanggaran-pelanggaran lainnya hanya berhentipada tahap penyelidikan karena kurang cukup bukti. Dalam menjalankan tugas dan fungsinya, Bawaslu Jawa Timur sebagai lembaga pengawasan dan penindakan pelanggaran Pemilu dibatasi dengan adanya kewenangan dalam penindakan pelanggaran vote buying. Bawaslu bersama Kepolisian dan Kejaksaan dalam Sentra Gakkumdu sebagai anggota Badan Penanganan Pelanggaran Pemilu sudah cukup baik karena mengutamakan prinsip integritas dan profesional

    Implementasi Kebijakan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Sub Urusan Ketenteraman dan Ketertiban Umum di Provinsi DKI Jakarta

    No full text
    Penerapan SPM bukan hal yang mudah untuk dilaksanakan di Provinsi DKI Jakarta karena masih ditemukannya tantangan yang akan dihadapi di dalam implementasi kebijakan ini baik dalam hal penyusunan maupun dalam penerapan SPM. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi kebijakan SPM Sub Urusan Ketenteraman dan Ketertiban Umum serta faktor pendukung dan penghambat dalam Implementasi Kebijakan SPM Sub Urusan Ketenteraman dan Ketertiban Umum di Provinsi DKI Jakarta. Dalam melakukan penelitian ini, peneliti menggunakan metode pendekatan kualitatif. Sumber data yang digunakan peneliti terdiri dari data primer yang didapatkan dari wawancara dengan pihak- pihak terkait seperti Kementerian Dalam Negeri, Biro Umum dan Administrasi Setda Provinsi DKI Jakarta, Bappeda Provinsi DKI Jakarta, Biro Pemerintahan Setda Provinsi DKI Jakarta, serta Satpol PP Provinsi DKI Jakarta serta data sekunder berasal dari literatur, penelitian sebelumnya, dan arsip dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dalam memilih informan. Dalam menganalisis data digunakan teori implementasi kebijakan dari Merilee S Grindle. Implementasi Sub Urusan Ketenteraman dan Ketertiban Umum dalam Kebijakan SPM di Provinsi DKI Jakarta berdasarkan hasil temuan di lapangan pada setiap lembaga sudah dilaksanakan dengan baik dilihat dari proses politik dan administrasi

    Efektivitas Media Sosial Sebagai Media Branding Calon Presiden 2024: Studi Kasus Universitas Brawijaya dan Universitas Katolik Atma Jaya

    No full text
    Penelitian ini menyajikan pembahasan mengenai media sosial yang dapat digunakan sebagai media branding bagi calon presiden 2024. Dilatarbelakangi dengan data yang dimiliki oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), diperkirakan pada pemilihan Pemilu 2024 akan didominasi oleh pemilih muda dengan jumlah pemilih muda mencapai 107 hingga 108 Juta atau setara dengan 53% hingga 55% dari total keseluruhan pemilih 2024. Melihat tingginya tingkat pemilih muda dalam pemilu 2024, calon presiden 2024 perlu menyesuaikan branding politik yang dilakukannya agar dapat mencapai hasil yang maksimal. Branding politik calon presiden menjadi penting dilakukan melalui media sosial, hal ini dikarenakan media sosial sebagai salah satu media yang digunakan oleh pemilih muda. Hal tersebut menjadikan media sosial menjadi media yang efektif digunakan sebagai media branding politik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan analisis regresi linear sederhana. Variabel di dalam penelitian adalah branding media sosial sebagai variabel (X) dan orientasi pemilih sebagai variabel (Y). Penelitian dilakukan dengan membagikan kuesioner kepada mahasiswa/i Universitas Brawijaya dan Universitas Katolik Atma Jaya sebagai bagian dari studi kasus. Sampel dipilih dengan menggunakan rumus Slovin dengan teknik Non-probability sampling sejumlah 100 responden. Dari penelitian ini didapatkan angka 0,873 (87,3%) yang menunjukan variabel independen (branding media sosial) mempengaruhi variabel dependen (orientasi pemilih), sedangkan 12,7% yang merupakan bagian dari variabel lainnya tidak termasuk di dalam penelitian ini. Hasil pada penelitian ini menemukan adanya hubungan signifikan antara branding politik melalui media sosial dengan orientasi pemilih muda yang menghadirkan tingkat kefektifan di dalam penggunaan media sosial sebagai media branding politik bagi calon presiden 2024. Tingkat efektivitas dalam branding dipengaruhi akan faktor-faktor baik individu ataupun lingkungan sekitar yang dapat memberikan pengaruh terhadap orientasi pemilih

    Strategi Marketing Politik Syarif, M.SI Dalam Pemenangan Pemilihan Umum Calon Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi DKI Jakarta di Tahun 2019 Daerah Pemilihan DKI Jakarta 6

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi marketing politik yang diterapkan oleh Syarif M.Si dalam pemilihan umum calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi DKI Jakarta tahun 2019 di Daerah Pemilihan DKI Jakarta 6. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan tim sukses dan pemilih, serta studi dokumentasi terhadap materi kampanye dan media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi marketing politik yang diterapkan oleh Syarif M.Si sangat efektif, yang terbukti dari perolehan suara tertinggi di setiap wilayah dalam Dapil 6 DKI Jakarta dengan total 15.517 suara. Keberhasilan ini tidak lepas dari penerapan teori marketing politik 4P (Product, Price, Place, Promotion). Produk yang dijual adalah citra diri dan visi-misi politik, yang dikemas dengan janji politik sebagai 'harga' yang ditawarkan kepada pemilih. Distribusi pesan dilakukan melalui media sosial dan kampanye tatap muka, sementara promosi dilaksanakan melalui mobilisasi tim kampanye dan inovasi lainnya. Penggunaan media sosial terbukti menjadi alat yang sangat efektif dalam membangun citra positif dan meningkatkan keterlibatan pemilih. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan strategi marketing politik yang tepat dapat secara signifikan meningkatkan peluang kemenangan dalam pemilihan umum

    Strategi Branding Partai Politik Baru Jelang Kontestasi Pemilihan Umum Legislatif 2024 (Studi Kasus: Partai Gelora dan Partai Ummat)

    No full text
    Kepercayaan masyarakat terhadap partai politik yang semakin melemah adalah bukti bahwa ketidakmampuan partai politik dalam meangakomodir kepentingan masyarakat. Lahirnya partai politik baru seharusnya dapat menjadi harapan baru bagi masyarakat. Partai Gelora dan Partai Ummat keduanya merupakan partai politik baru yang lahir dari konflik internal partai pecahan sebelumnya, yang di mana kedua partai ini juga akan turut ikut serta dalam Pemilu Legislatif 2024 mendatang. Pada penelitian ini akan membahas bagaimana strategi branding partai yang dilakukan oleh Partai Gelora serta Partai Ummat dalam mengenalkan partai mereka kepada masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori marketing politik oleh Nifenegger, serta teori pembentukan partai politik oleh Weiner. Selain itu, metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif. Dari hal tersebut, didapatkan hasil penelitian bahwa Partai Gelora dan Partai Ummat tidak mencerminkan teori kelembagaan dalam teori pembentukan partai politik oleh Weiner. Dalam praktiknya, baik Partai Gelora maupun Partai Ummat berbagi segmen dukungan dengan partai pecahan sebelumnya yakni PKS dan PAN. Selain itu, kedua partai masih menggunakan strategi branding partai yang cenderung konservatif, yang di mana seharusnya Partai Gelora dan Partai Ummat mampu memanfaatkan bonus demografi yang akan terjadi pada Pemilu 2024 mendatang

    Analisis Politik Kekalahan Ir. H Suhandoyo, SP dalam Kontestasi Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2020 di Kabupaten Lamongan

    No full text
    Dinamika politik lokal dalam proses pemilihan pemimpin masih menjadi perhatian masyarakat. Pemilihan kepala daerah di tingkat Kabupaten/Kota salah satunya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat faktor kekalahan Suhandoyo pada Pilkada tahun 2020 di Kabupaten Lamongan tahun 2020 yang menggunakan teori Marketing Politik 4p Niffenegger dan faktor lain yang menyebabkan kekalahaan Suhandoyo di Pilkada Lamongan tahun 2020. Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti yakni metode kualitatif deskriptif-komparatif dengan pengambilan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Pilkada Kabupaten Lamongan tahun 2020 ini menampilkan wajah lama di Calon Bupati yakni Suhandoyo. Suhandoyo yang menerapkan proses giat pemenangan yang dilakukan oleh tim pemenangan yang masih kurang optimal dalam memperoleh perhatian masyarakat. Menggunakan strategi yang sama di Pilkada tahun 2010, dengan situasi dan kondisi yang berbeda. Serta dalam masa promosi yang dilakukan terdapat faktor lain yang mempengaruhi kekalahan Suhandoyo di Pilkada tahun 2020 Kabupaten Lamongan. Berdasarkan hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat giat proses pemenangan Suhandoyo di Pilkada tahun 2020 Kabupaten Lamongan terdapat beberapa kekurangan yang dilakukan oleh tim pemenangan yakni branding media yang kurang dimanfaatkan oleh tim pemeangan, penguatan citra politik Suhandoyo sebagai wajah lama dalam kontestasi politik di Kabupaten Lamongan dan pengoptimalan wilayah dukungan. Terdapat faktor lain yang menyebabkan kekalahan Suhandoyo yakni maju jalur perseorangan menjadi bekal negatifnya yang sebelumnya anggota partai politik, lawannya merupakan mantan Sekertaris Daerah Pemerintah Lamongan yang memiliki keuntungan ketika maju menjadi Calon Kepala Daerah. Sehingga temuan dalam penelitian ini kekalahan yang dialami oleh Suhandoyo di Pilkada Kabupaten Lamongan tahun 2020 yakni tim pemenangan masih kurang prepare strategi giat pemenangan

    Kebangkitan Kesadaran Politik: Analisis Perilaku Memilih Pendukung Supriyanto Pada Pemilihan Kepala Desa Kertosari, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang Tahun 2022

    No full text
    Pada minggu, 9 Oktober 2022, Desa Kertosari menyelenggarakan Pemilihan Kepala Desa yang diikuti oleh tiga kandidat. Pada pemilihan tersebut, terdapat fenomena menarik berupa kandidat yang diusung dan dibiayai oleh masyarakat. Maka dari itu, peneliti ingin mengetahui secara spesifik bagaimana perilaku memilih pendukung Supriyanto tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecenderungan perilaku memilihnya berdasarkan pendekatan perilaku memilih, yakni pendekatan sosiologis, psikologis, dan rational choice yang dihubungkan dengan bentuk kesadaran politik. Penelitian ini disusun berdasarkan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dengan informan yang telah ditentukan sebelumnya, mau pun berdasarkan saran dari narasumber lain. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan pilihan rasional mendominasi sebagian besar perilaku memilih pendukung Supriyanto pada Pilkades Kertosari tahun 2022. Pilihan rasional tersebut bersifat imateriil dan didasari atas pertimbangan kinerja dan perilaku Supriyanto maupun Abdul Hamid selaku petahana. Adanya petimbangan tersebut erat hubungannya dengan tinggnya tingkat kesadaran politik masyarakat yang dituangkan dalam bentuk kesukarelawanan berupa musyawarah bersama untuk menentukan kandidat calon kepala desa guna menggantikan petahana, gotong-royong membiayai pencalonan Supriyanto, menjadi tim kemenangan Supriyanto secara cuma-cuma, dan mengantisipasi money politic. Kesadaran tersebut dipengaruhi oleh dampak buruk dari tingginya money politic pada Pilkades sebelumnya yang menyebabkan terpilihnya calon kepala desa yang tidak kompeten. Sementara itu, perilaku memilih berdasarkan pendekatan psiologis hanya ditemui pada beberapa pendukung Supriyanto yang disebabkan oleh adanya kedekatan emosional dengan Supriyanto maupun kerenggangan emosional dengan calon petahana. Sedangkan pemilih yang menentukan pilihannya berdasarkan pendekatan sosiologis tidak ditemukan pada pendukung Supriyanto, melainkan ditemukan pada pendukung Abdul Hamid

    Strategi Marketing Politik Syarif, M.SI Dalam Pemenangan Pemilihan Umum Calon Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi DKI Jakarta di Tahun 2019 Daerah Pemilihan DKI Jakarta 6

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi marketing politik yang diterapkan oleh Syarif M.Si dalam pemilihan umum calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi DKI Jakarta tahun 2019 di Daerah Pemilihan DKI Jakarta 6. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan tim sukses dan pemilih, serta studi dokumentasi terhadap materi kampanye dan media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi marketing politik yang diterapkan oleh Syarif M.Si sangat efektif, yang terbukti dari perolehan suara tertinggi di setiap wilayah dalam Dapil 6 DKI Jakarta dengan total 15.517 suara. Keberhasilan ini tidak lepas dari penerapan teori marketing politik 4P (Product, Price, Place, Promotion). Produk yang dijual adalah citra diri dan visi-misi politik, yang dikemas dengan janji politik sebagai 'harga' yang ditawarkan kepada pemilih. Distribusi pesan dilakukan melalui media sosial dan kampanye tatap muka, sementara promosi dilaksanakan melalui mobilisasi tim kampanye dan inovasi lainnya. Penggunaan media sosial terbukti menjadi alat yang sangat efektif dalam membangun citra positif dan meningkatkan keterlibatan pemilih. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan strategi marketing politik yang tepat dapat secara signifikan meningkatkan peluang kemenangan dalam pemilihan umu

    Strategi Politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Menggaet Pemilih Milenial Menghadapi Pemilu Presiden 2024 Provinsi Jawa Barat

    No full text
    Jawa Barat lumbung suara pemilih terbanyak dengan dinamika politik sangat dinamis atau tidak menentu. Menyebabkan partai yang memenangkan pemilu di Jawa Barat selalu berubah. Partai perlu fokus meraih suara pemilih yang berasal dari kaum milenial sebagai suara pemilih dominan sebesar 11.603.882 (32.4%). PDI-Perjuangan sebagai partai yang selama ini unggul secara Nasional nyatanya berbanding terbalik di Jawa Barat. Menyikapi ini memunculkan strategi politik pendekatan marketing partai meraih suara di Jawa Barat kepada milenial. Smith dan Hirst menekankan tidak semua segmen pasar perlu ditembus, fokus kepada segmen pasar dengan kuantitas terbanyak dan menjanjikan supaya tetap terjaga prioritas utamanya dan mengakali adanya keterbatasan sumberdaya yang dimiliki partai. Marketing politik Adman Nursal Pendekatan 3P (push marketing, pull marketing, pass marketing) yakni pendekatan melalui tiga metode sudah dilaksanakan oleh partai PDI-Perjuangan. Push marketing menjadi yang paling dimaksimalkan dan menjadi kelebihan dari PDI-Perjuangan. Namun, hasil akhir perolehan suara PDI-Perjuangan di Jawa Barat belum menempati posisi pertama artinya ada pendekatan yang dapat dimaksimalkan oleh partai kedepannya yakni dari sisi pass marketing juga pull marketing. Jawa Barat memiliki karakteristik tersendiri yakni Party-ID sangat lemah sehingga sangat bergantung kepada sosok figur, politik identitas juga masih kental sehingga kader perlu mencakup kriteria Nyunda, Nyakola, Nyantri dan tokoh muda milenial perlu diperhatikan. Kemudian pihak PDI-Perjuangan perlu meningkatkan frekuensi keaktifan bermedia sosial sebab sangat diandalkan oleh pemilih muda mengakses informasi. Mendekatkan diri dengan para generasi muda (Gen-Z) dan mahasiswa menjadi opsi jawaban. Mengadakan Pendidikan politik ke sekolah, mengajak menjadi relawan sayap partai, mengadakan talk show politik ke kampus bersama organisasi mahasiswa menjadi pilihan jangka panjang untuk menggaet pemilih muda Jawa Barat kedepanny

    Strategi Marketing Calon Anggota Legislatif Daerah pada Pemilu Tahun 2019 (Studi Kasus Calon Anggota Legislatif Partai Keadilan Sejahtera pada Pemilu Kota Malang Tahun 2019)

    No full text
    Penelitian ini menganalisis sekaligus mengkaji mengenai strategi marketing politik yang diterapkan oleh DPD PKS Kota Malang dalam kontestasi pemilu legislatif tahun 2019. Penelitian ini juga menganalisis mengenai faktor-faktor meningkatnya suara PKS di Kota Malang terutama apabila dibandingkan dengan pemilu 2014. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan penentuan informan yang sudah ditentukan oleh peneliti. Peneliti menggunakan teori utama yakni 3P (Push Political, Pass Political, dan Pull Political) yang digagas oleh Bruce I.Newman untuk menganalisis strategi dari masing-masing calon yang menjadi fokus utama dan juga dijalankan oleh DPD PKS Kota Malang. Lebih rinci lagi peneliti juga menggunakan metode pendekatan segmentation, targeting, dan positioning. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa masingmasing calon anggota memiliki segmentasi yang berbeda-beda, akan tetapi basis utama para pemilih dari PKS adalah masyarakat terdidik dan kelompok masyarakat tarbiyah. Peningkatan suara yang dialami oleh PKS menunjukkan bahwa segmentasi pemilih PKS semakin meluas, ditambah dengan dinamika masyarakat yang cukup dinamis membuat lambat laun kader dan partai PKS diterima oleh masyarakat. Melalui penelitian ini penulis menemukan bahwa dalam sistem proporsional terbuka, calon anggota legislatiflah yang banyak bertarung dan terjun langsung kepada masyarakat, sedangkan partai hanya menjadi fasilitator saja. Di samping itu melalui penelitian ini, peneliti juga menemukan fakta bahwa merawat segmentasi pemilih menjadi sangat penting terutama di kalangan masyarakat multikultural seperti yang ada di Malang
    corecore