73 research outputs found

    Analisis Perhitungan Emisi Karbon Monoksida (CO) di Perempatan Gedangan Kabupaten Sidoarjo dengan Software AERMOD

    Get PDF
    Perempatan Gedangan merupakan wilayah yang terletak di Kabupaten Sidoarjo. Perempatan Gedangan memiliki jalan arteri primer 2 arah yaitu Jalan Ahmad Yani yang menghubungkankegiatan nasional dengan kegiatan wilayah sehingga selalu menyebabkan terjadinya kepadatan aktivitas kendaraan bermotor yang berdampak terganggunya kualitas udara ambien. Penelitian bertujuan mengidentifikasi emisi karbon monoksida (CO) menggunakan software AERMOD. Identifikasi emisi karbon monoksida (CO) pada lokasi penelitian dibagi ke dalam 2 segmen dan berdasarkan waktu hari kerja, transisi, dan libur selama bulan Maret 2024. Hasil dari penelitian menunjukkan volume kendaraan rata-rata tertinggi segmen 1 terjadi di hari transisi sebesar 17.015 kendaraan/jam dengan beban emisi 0,00021361 g/s.m2 di Jalan Ahmad Yani. Sedangkan volume kendaraan rata-rata tertinggi segmen 2 terjadi di hari transisi sebesar 18.024 kendaraan/jam dengan beban emisi 0,000180388 g/s.m2 di Jalan Ahmad Yani. Hasil konsentrasi yang dihitung menggunakan software AERMOD menunjukkan nilai konsentrasi tertinggi CO hari kerja sebesar 7,05 ppm, hari transisi sebesar 19,18 ppm, dan hari libur sebesar 25,03 ppm

    Pemanfaatan Botol Plastik Bekas sebagai Biofilter Aerobik dalam Penurunan Konsentrasi COD, BOD pada Air Limbah Laboratorium Kesehatan

    Get PDF
    Botol plastik bekas merupakan salah satu limbah yang jumlahnya selalu meningkat setiap tahunnya, olehkarena itu dibutuhkan suatu alternatif pemanfaatan, yakni sebagai media biofilter. Biofilter merupakan suatuteknologi pengolahan biologis yang memanfaatkan mikroorganisme dalam mengolah air limbah. Dalamsuatu biofilter dibutuhkan media sebagai tempat melekatnya bakteri. Bahan yang dapat digunakan sebagaimedia biofilter memiliki kriteria tertentu seperti inersitas tinggi, fraksi volume rongga tinggi, luas permukaanyang besar, bersifat hidrofilik, dan sebagainya.Beberapa sifat-sifat ini dapat ditemukan dalam botol plastikbekas.Penelitian dilakukan untuk mengamati kinerja dan efisiensi removal dari modifikasi botol plastik bekasPenelitian akan dilakukan dengan menggunakan 9 buah reaktor terbuka yang terbuat dari plastik tanpapenutup dimana setiap reaktor dilengkapi dengan aerator dan diisi dengan media yang berbeda dan air limbahsebanyak 4 liter dengan variasi waktu detensi (td) 3 jam, 6 jam dan 9 jam. Penelitian akan dilakukan denganmengamati efisiensi removal Chemical Oxygen Demand (COD), Biochemical Oxygen Demand (BOD) padasetiap media lekat.Berdasarkan hasil pengujian didapatkan karakteristik air limbah laboratorium kesehatanyakni COD 614,23 mg/l, BOD 197,05 mg/l, Fosfat 9,1 mg/l. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensiremoval tertinggi terjadi pada waktu detensi 3 jam yakni penurunan COD sebesar 86,89 % dan BOD sebesar75,18 %

    Perancangan Bag Filter pada Ruang Packing Industri Tepung Terigu

    Get PDF
    Ruang packing pada industri tepung terigu memiliki potensi tingkat pencemar partikulat yang tinggi dimanadebu dari kegiatan packing tepung berterbangan sehingga alat penangkap debu dan partikulat sangatdibutuhkan, debu hasil packing ini tidak memiliki efek khusus tetapi dikhawatirkan dapat menyebabkaninfeksi saluran penafasan pada pekerja yang terpapar oleh debu tersebut, penelitian ini bertujuan untukmerancang sistem pengendali pencemar partikulat menggunakan alat bag house atau juga bisa disebut bagfilter dimana udara yang mengandung debu di dorong menuju kain yang berfungsi menahan debu tersebutdan udara bersih lolos, pada perencanaan ini terdapat beberapa tahapan dalam melakukan perencanaan baghouse tersebut yaitu dimulai dari tahap perencanaan hood dan laju hisapnya, lalu menghitung diameter pipaduct utama dan duct cabang yang digunakan, menghitung air cleaner bag filter, menghitung filter lenght,menghitung jumlah bag filter. Berdasarkan analisa dan perhitungan didapatkan hasil hood yang digunakantipe plain multiple slot opening 2 dengan panjang x lebar x tinggi. 1.6m x 0.5m x tinggi 0,8 dan Q yangdihisap 12.99 m3/s dengan 3 hood dalam 1 ruangan, diameter pipa untuk duct utama sebesar 0.92m dan pipacabang 0.5m. Perhitungan bag filter didapatkan 110 bag filter dengan dimensi 3 x 0.15 m dan jarak antar titik0.254 m

    Perhitungan Emisi Karbon dan Kecukupan Ruang Terbuka Hijau di Lingkungan Kampus (Studi Kasus: Kampus Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya)

    Get PDF
    Kegiatan-kegiatan di kampus sangat beragam, mulai dari pembelajaran di kelas hingga praktek di bengkel,. Kegiatan-kegiatan tersebut tentunya tidak hanya memberikan dampak positif saja, tetapi juga akan menghasilkan efek samping negative bagi lingkungan yaitu limbah. Limbah banyak sekali jenisnya, salah satunya limbah dominan dari hasil kegiatan kampus adalah limbah gas berupa karbon dioksida (CO2) yang timbul dari penggunaan-penggunaan alat yang mengkonsumsi energi. CO2 merupakan gas rumah kaca yang kontribusinya terhadap pemanasan global mencapai lebih dari 60% dari total gas rumah kaca yang ada. Salah satu upaya alami yang paling efektif untuk mengurangi CO2 adalah dengan keberadaan ruang terbuka hijau (RTH). Penelitian ini bertujuan untuk menghitung emisi karbon dari kegiatan perbengkelan serta menganalisis kecukupan RTH, penelitian ini diawali dengan melakukan inventarisasi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) yaitu dengan cara identifikasi sumber-sumber penghasil emisi dan melakukan perhitungan besarnya masing-masing emisi tersebut. Selanjutnya dilakukan analisis kemampuan dan kecukupan RTH eksisting dalam menyerap emisi CO2 berdasarkan data kemampuan penyerapan emisi CO2 oleh tiap jenis pohon, penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rumus dan perhitungan emisi CO2 sesuai rumus dan ketetapan faktor emisi pada IPCC, (2006). Berdasarkan hasil penelitian, CO2 primer dan sekunder dari kegiatan perbengkelan PPNS sebesar 1129,806 ton CO2/tahun dan kebutuhan RTH sebesar 12,87 m

    Identifikasi Emisi CO Kendaraan Bermotor di Jalan Jemur AndayaniJalan Raya Kendangsari Industri Kota Surabaya dengan Model Caline-4

    Get PDF
    Jalan Jemur Andayani hingga Jalan Raya Kendangsari Industri Kota Surabaya merupakan jalan arteri sekunder dua arah yang menghubungkan Jalan Ahmad Yani menuju kawasan industri SIER. Kawasan industri SIER merupakan kawasan industri terbesar di Kota Surabaya yang didominasi oleh industri skala besar. Banyaknya sarana – prasarana di lokasi penelitian mempengaruhi mobilitas kendaraan bermotor tinggi, dan menyebabkan terjadinya kemacetan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi besaran emisi CO dari kendaraan bermotor dengan model Caline-4. Lokasi penelitian dibagi menjadi 2 segmen, kemudian dilakukan identifikasi berdasarkan waktu yakni hari kerja, hari transisi, dan hari libur. Pengambilan data dilakukan pada 3 jam puncak yakni pagi pada pukul 07.00 – 08.00 WIB, siang pada pukul 12.00 – 13.00 WIB, dan sore pada pukul 16.00 – 17.00 WIB. Hasil dari penelitian menunjukkan volume lalu lintas rata – rata tertinggi sebesar 11.760 unit/jam di hari transisi dengan nilai beban emisi sebesar 45,77 g/km di Jalan Raya Kendangsari Industri. Volume lalu lintas tertinggi di Jalan Jemur Andayani sebesar 6.095 unit/jam di hari kerja dengan nilai beban emisi sebesar 21,46 g/km. Model Caline-4 menunjukkan besaram emisi CO hari kerja sebesar 3,2 ppm di wilayah segmen 1. Pada hari transisi sebesar 5,5 ppm di wilayah segmen 2, dan pada hari libur sebesar 1,3 ppm di wilayah segmen 1

    Studi Efektivitas Aplikasi Atap Rumah untuk Produksi Air Tawar dengan Metode Desalinasi Evaporasi

    Get PDF
    Aplikasi atap rumah untuk produksi air tawardengan metode desalinasi evaporasi ini cocok digunakan untukmasyarakat pesisir yang sulit akan air bersih, selama ini yangumum digunakan untuk menghasilkan air bersih dari bahanbaku air laut adalah menggunakan metode desalinasi reverseosmosis yang membutuhkan biaya yang besar dan perawatanyang cukup susah. Indonesia sebagai daerah lintasan equatordapat memanfaatkan matahari setiap hari sehinggapenerapannya desalinasi evaporasi menjadi lebih ekonomis.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan hasil desalinasievaporasi yang efektif dari beberapa bahan yang akandigunakan sebagai atap rumah. Penelitian ini dilakukan padaskala laboratorium dengan membuat maket atap rumahberbahan fiber dan polikarbonat dengan parameter yangdipantau adalah pH, suhu, TSS, TDS, klorida dan salinitas.Pengujian awal kualitas air laut dilakukan sebagai acuan tingkatefektivitas metode desalinasi evaporasi setelah membandingkanhasil dari atap berbahan fiber dan polikarbonat. Hasilpelaksanaan penelitian secara kuantitas menunjukkan untukatap berbahan polikarbonat menghasilkan debit air hasildesalinasi evaporasi sebesar 17,22 ml/hari dan atap berbahanfiber 53,37 ml/hari, dengan rata-rata suhu 33-34 oC. Berdasarkanhasil secara kualitas menunjukkan bahwa removal parametersesuai yang dibatasi diatas menunjukkan bahwa atap berbahanfiber lebih baik dari atap berbahan polikarbonat, dengan ratarataremoval sebesar 96% dan memenuhi kualitas baku mutu airbersih, sedangkan untuk bahan polikarbonat memilikiprosentase removal rata-rata 92% tetapi untuk parameterklorida masih belum memenuhi baku mutu air bersih

    Pengaruh Dosis Koagulan-Flokulan Dalam Menurunkan Kandungan Zinc Dan Fosfat Di Waste Water Treatment Plant (WWTP) PT POMI

    Get PDF
    PT POMI yang merupakan salah satu pembangkit di kawasan PLTU Paiton unit 3, 7 & 8 memiliki Waste Water Treatment Plant (WWTP) untuk mengolah limbah cairnya sendiri. Salah satu proses yang digunakan di WWTP adalah proses koagulasi-flokulasi yang terjadi di aeration tank dan flocculant tank. Proses koagulasi-flokulasi ini belum optimal dalam proses pengolahannya. Hal ini disebabkan dosis koagulan-flokulan yang digunakan kurang efektif untuk karakteristik air limbah yang akan diolah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi pengaruh pH, dosis koagulan-flokulan dan dosis optimum pada proses koagulasi-flokulasi dalam menurunkan parameter turbidity, fosfat dan Zinc. Pengolahan ini dilakukan untuk memperoleh kondisi effluent yang tidak melebihi baku mutu effluent yang ditetapkan untuk masing-masing parameter. Pengukuran terhadap parameter turbidity menggunakan turbidimeter, fosfat dan Zinc menggunakan spektrofotometer.  Proses koagulasi-flokulasi ini menggunakan metode jar test untuk skala laboratorium. Sampel ditambahkan dengan larutan  Zinc Phosphate  25 ppm. Jenis koagulan-flokulan yang digunakan organic coagulan, cationic flocculant. Variabel yang digunakan adalah pH (8 dan 8,5); dosis koagulan (1,3 ppm; 1,5 ppm; 1,7 ppm; 1,9 ppm; dan 2,1 ppm); dan dosis flokulan (0,5 ppm dan 1 ppm). Persen removal terbesar dari masing-masing parameter diantaranya parameter turbidity 96,92%; fosfat 29,47%; dan Zinc 62,08%.&nbsp

    Pemanfaatan Waste Sludge Treatment untuk Menurunkan Total Suspended Solid

    Get PDF
    Proses koagulasi-flokulasi di perusahaan pembangkit listrik menghasilkan limbah lumpur. Selama ini limbah lumpur belum dilakukan pemanfaatan secara optimal dan setiap 2 dua tahun diserahkan ke pihak ketiga untuk dilakukan pengolahan, oleh karena itu perlu diadakan riset tentang pengolahan dan pemanfaaatan limbah lumpur outlet dari proses Waste Water Treatment Plant (WWTP). Limbah lumpur digunakan sebagai bahan koagulan dikenal sebagai Sludge Reagent Product (SRP) dengan melakukan metode pengasaman yaitu menambahkan variasi konsentrasi HCl sebesar 1 N, 2 N dan 3 N dalam konsentrasi lumpur sebesar 1%. Metode jart test telah dilakukan dengan Penambahan variasi dosis SRP sebesar 4 ml/L, 6 ml/L, 8 ml/L, 10 ml/L. Parameter yang diuji dalam penelitian ini adalah Total suspended solid (TSS), yang mana dengan penambahan dosis SRP 10 ml/L untuk masing- masing konsentrasi SRP 1 N, 2 N, 3 N mampu meningkatkan efisiensi removal sebesar 53,94%, 69,69%, 79,39%. Penurunan TSS terbesar pada dosis SRP 3 N sebesar 10 ml/L. Semakin tinggi konsentrasi HCl dan dosis koagulan SRP semakin tinggi pula tingkat efisiensi removal TSS, dengan demikian SRP berpotensi menjadi bahan alternatif pengganti koagulan yang sebelumnya dipakai

    Pengaruh Penambahan Laju Udara dan Lumpur Aktif Dalam Meremoval Kandungan COD pada Pengolahan Limbah Cair Domestik PLTU PAITON

    Get PDF
    Perusahaan pembangkit listrik tenaga uap dengan bahan bakar batu bara menghasilkan air limbah, salah satunya adalah limbah cair domestik yang berasal dari kegiatan kamar mandi dan kantin atau kegiatan dapur. Limbah cair domestik yang dihasilkan, diproses pada Sanitary Wastewater Treatment Plant (SWTP). Proses pengolahan limbah domestik dilakukan secara aerob dengan penambahan oksigen (O2) menggunakan air blower dan terdapat mikroorganisme (bakteri aerobik) selama proses aerasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dari penambahan laju udara dan lumpur aktif yang ditambahkan dalam meremoval kandungan COD yang ada di dalam air limbah. Penelitian ini dilakukan dengan memvariasi penambahan laju udara, lumpur aktif dan waktu aerasi kedalam reaktor aerasi pada skala laboraturium, variasi penambahan sebagai berikut: penambahan laju udara: 366 cc/menit, 180 cc/menit, dan 90 cc/menit, penambahan lumpur aktif: 25%, 35%, 50%, dan waktu aerasi selama: 4, 6, dan 8 jam. Konsentrasi COD awal pada air limbah yang masuk adalah sebesar 331 ppm. Hasil dari penelitian ini menunjukkan penurunan konsentrasi COD yang tertinggi adalah pada penambahan laju udara 90 cc/menit dengan penambahan lumpur aktif 50% dan pada waktu aerasi selama 8 jam yaitu dengan konsentrasi COD sebesar 69 ppm. Prosentase (%) removal COD pada penambahan laju udara 90 cc/menit mencapai 79%. &nbsp
    corecore