17 research outputs found

    Penggunaan Metode PID Untuk Sistem Kontrol Gerak Zig-Zag Pada Pengujian Seakeeping Miniatur Kapal Cepat

    Get PDF
    Pada pengujian seakeeping miniatur kapal cepat gerak zig-zag mengalami overshoot sebesar 13,5° melewati jalur yang telah ditentukan 20°, sehingga tidak terwujud konsistensi kestabilan kapal dan kemiringan arah sudut yang berakibat pada hasil pengambilan data. Pada penelitian ini berfokus pada pembuatan sistem kontrol otomatis untuk mengendalikan gerak rudder. Metode yang digunakan yaitu PID dengan tuning Ziegler-Nichols. Sistem ini menggunakan teenseyduino sebagai mikrokontroler untuk mengontrol dua servo motor sebagai rudder kapal, HWT 905 sebagai sensor dan motor DC sebagai laju kecepatan pada miniatur kapal cepat. Sensor HWT905 akan mendeteksi kemiringan arah pada badan kapal akibat gelombang. Berdasarkan hasil pengujian didapatkan parameter gain yang mampu memberikan hasil terbaik yaitu pada saat nilai Kp = 1,1, Ki = 3,3, Kd = 0,09, didapatkan nilai error steady state sebesar 15% dan overshoot sebesar 3°. Nilai rise time yang diperoleh sebesar 3 detik dan settling time diperoleh sebesar 5 detik yang menunjukkan bahwa gerak dari motor servo mulai stabil pada waktu tersebut

    RANCANG BANGUN KONVERTER MULTI INPUT BUCK DC/DC PADA PEMBANGKIT LISTRIK HIBRIDA SURYA – ANGIN UNTUK PENGISIAN BATERAI

    Get PDF
    Pemanfaatan sumber energi terbarukan seperti energi angin dan surya menjadi listrik telah meningkat secara signifikan dikarenakan diversifikasi pembangkit energi listrik untuk memenuhi kebutuhan energi. Perlu dikembangkan teknologi pembangkit listrik hibrida yang berasal dari angin dan matahari sebagai solusi alternatif untuk dikombinasikan agar daya yang dihasilkan lebih optimal untuk disimpan pada baterai/akumulator. Penelitian ini merancang pembangkit hibrida menggunakan panel surya sebagai sumber utama dan turbin angin. Turbin angin didesain dengan model sumbu vertikal dengan keuntungan mampu mengekstrak energi angin dengan mengabaikan arah anginnya. Daya yang dihasilkan oleh panel surya dan turbin angin dikombinasikan dengan rangkaian konverter multi input buck DC/DC untuk meregulasi tegangan keluaran sesuai dengan batas pengisian baterai dan dikendalikan oleh mikrokontroler dengan modulasi sinyal PWM untuk mengatur nilai duty cycle agar tegangan keluaran sesuai dengan tegangan charging bateri. Konverter multi input buck DC/DC mampu meregulasi tegangan keluaran dalam rentang 13 V – 14 V untuk mengisi baterei dengan effisiensi lebihd dari 74%

    OTOMASI PENERANGAN PADA SOLAR TUBED ROOM YANG DIOPTIMASI DENGAN LIGHT TRACKER

    Get PDF
    Permasalahan umum pada penggunaan sistem penerangan untuk ruangan adalah kurangnya perhatian pada usia lampu. Lampu yang menyala 24 jam tanpa henti mengakibatkan umur lampu yang mulanya sekitar 2 tahun menjadi 6-7 bulan. Hal ini mengakibatkan kerugian terus menerus apablia tidak dicarikan solusi. Oleh sebab itu, pada penelitian ini dikembangan otomasi penerangan pada Solar Tubed Room yang dioptimasi dengan Light Tracker. Mikrokontroler yang digunakan adalah ESP8266 NodeMCU V2 dan Arduino Nano. Salah satu mode kendali manual alat pada penelitian ini terkoneksi ke perangkat smartphone melalui jaringan wireless. Pengendalian melalui smartphone hanya dapat dilakukan pada smartphone yang terkoneksi ke alat. Smartphone dapat mengendalikan sistem lampu penerangan secara manual ataupun auto (otomatis) dalam mode dimmer. Sistem lampu penerangan juga dioptimasi menggunakan Light Tracker berbahan Aluminium Flexible Ducting yang berfungsi secara otomatis mencari radiasi cahaya matahari terbesar pada siang hari dengan metode gerak single axis. Berdasarkan pengujian, besarnya intensitas penerangan rata-rata sebuah ruangan yang dilengkapi dengan alat ini adalah sebesar 469,9 Lux dengan error rata-rata sebesar 0,02 %

    Analisis Pengaruh Bayangan Sebagian Terhadap Karakteristik Daya Listrik pada PV Array

    Get PDF
    Fenomena Photovoltaic Array (PV Array) tertutup bayangan sebagian sangat berpotensi terjadi pada Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Fenomena tersebut dapat menyebabkan penurunan perolehan daya listrik pada PLTS. Penurunan daya listrik ini dipengaruhi oleh seberapa besar bayangan yang timbul pada area PV Array. Pada penelitian ini dilakukan pengujian melalui pendekatan simulasi (software) dan eksperimental (hardware) untuk mengetahui efek tertutup bayangan sebagian terhadap penurunan daya listrik keluaran PV Array. Penelitian ini melakukan pengujian secara praktis pada PV Array yang tersusun dari 25 modul PV 3-watt peak. PV Array ini memiliki konfigurasi 5 string dengan daya total 75-watt peak. Pada proses pengujian, digunakan beberapa skema tertutup bayangan sebagian dengan nilai persentase dan bentuk yang bervariasi. Pengujian dilakukan dengan mengambil data arus dan tegangan pada catu daya keluaran PV Array. Selanjutnya daya PV Array dihitung dengan mengalikan nilai arus dan tegangan. Perhitungan ini kemudian disajikan dalam bentuk kurva karakteristik P-V (Daya-Tegangan). Berdasarkan hasil pengujian, masing-masing skema tertutup bayangan sebagian memberikan dampak yang berbeda terhadap penurunan nilai daya listrik serta bentuk kurva karakteristik P-V yang dihasilkan selama proses pengujian. Pada kurva karakteristik P-V, ditemukan adanya sejumlah titik puncak daya (maksimum power point) dengan beragam variasi nilai puncak.Fenomena Photovoltaic Array (PV Array) tertutup bayangan sebagian sangat berpotensi terjadi pada Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Fenomena tersebut dapat menyebabkan penurunan perolehan daya listrik pada PLTS. Penurunan daya listrik ini dipengaruhi oleh seberapa besar bayangan yang timbul pada area PV Array. Pada penelitian ini dilakukan pengujian melalui pendekatan simulasi (software) dan eksperimental (hardware) untuk mengetahui efek tertutup bayangan sebagian terhadap penurunan daya listrik keluaran PV Array. Penelitian ini melakukan pengujian secara praktis pada PV Array yang tersusun dari 25 modul PV 3-watt peak. PV Array ini memiliki konfigurasi 5 string dengan daya total 75-watt peak. Pada proses pengujian, digunakan beberapa skema tertutup bayangan sebagian dengan nilai persentase dan bentuk yang bervariasi. Pengujian dilakukan dengan mengambil data arus dan tegangan pada catu daya keluaran PV Array. Selanjutnya daya PV Array dihitung dengan mengalikan nilai arus dan tegangan. Perhitungan ini kemudian disajikan dalam bentuk kurva karakteristik P-V (Daya-Tegangan). Berdasarkan hasil pengujian, masing-masing skema tertutup bayangan sebagian memberikan dampak yang berbeda terhadap penurunan nilai daya listrik serta bentuk kurva karakteristik P-V yang dihasilkan selama proses pengujian. Pada kurva karakteristik P-V, ditemukan adanya sejumlah titik puncak daya (maksimum power point) dengan beragam variasi nilai puncak

    SISTEM PENCATATAN DAN PELAPORAN DOWNTIME PADA AREA KONVEYOR DENGAN KOMUNIKASI WIFI

    Get PDF
    Pencatatan downtime di beberapa industri menengah masih menggunakan sistem manual (misalnya pada PT. Jatim Autocomp), yaitu berdasarkan perhitungan lama waktu terjadinya downtime di area konveyor menggunakan stopwatch dan dicatat pada papan laporan setiap 2 jam sekali. Untuk itu dibuatlah sistem yang mempermudah pegawai pada proses pemantauan waktu downtime pada konveyor secara otomatis. Metode yang digunakan untuk mendapatkan waktu selama downtime yaitu dengan cara menghitung selisih antara waktu selesai downtime dikurangi dengan waktu pertama mengalami downtime. Data yang didapat akan dikelola oleh Arduino Mega yang dilengkapi dengan Ethernet Shield dan akan ditampilkan dalam database pada web menggunakan komunikasi Wifi. Sensor yang digunakan yaitu proximity induktif yang diletakkan pada konveyor. Setelah dilakukan pengujian, hasilnya menunjukan bahwa jarak maksimal erthenet shield tanpa penghalang 50 meter dan menggunakan penghalang 40 meter serta lama pencatatatan waktu downtime ± 5 detik dalam pengiriman data ke web
    corecore