1,721,688 research outputs found
PREFERENSI PENEMPELAN, PERTUMBUHAN, DAN SINTASAN LARVA TERIPANG PASIR, Holothuria scabra PADA SUBSTRAT LAMUN YANG BERBEDA
Teripang pasir, Holothuria scabra merupakan komoditas hasil laut yang bernilai ekonomis tinggi. Penangkapan berlebihan stok di alam mendorong berkembangnya kegiatan budidaya. Penempelan merupakan fase kritis pada larva teripang karena terjadi peralihan sifat planktonis ke bentik yang memerlukan substrat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi penempelan, pertumbuhan, dan sintasan larva H. scabra fase penempelan pada substrat lamun yang berbeda. Penelitian menggunakan metode rancangan acak lengkap dengan perlakuan empat jenis daun lamun berbeda dan lima ulangan. Perlakuan terdiri atas Enhalus acoroides (L-1), Syringodium isoetifolium (L-2), Cymodocea serrulata (L-3), dan Cymodocea rotundata (L-4). Jumlah awal larva sebanyak 1.000 individu dan substrat dirangkai dengan luasan yang sama sebesar 12 cm x 17 cm untuk setiap unit penelitian. Hasil penelitian menunjukkan jenis lamun yang digunakan sebagai substrat berpengaruh secara nyata terhadap preferensi penempelan dan sintasan larva teripang pasir, namun tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan. E. acoroides menunjukkan hasil terbaik dengan preferensi penempelan 0,26 ind. cm-2 dan sintasan 10,66%; sehingga layak digunakan sebagai substrat penempelan dalam pembenihan teripang pasir, H. scabra.Holothuria scabra larvae on different seagrass substrates. By: Lisa Fajar Indriana, Yuli Afrianti, Sitti Hilyana, and Muhammad FirdausSandfish Holothuria scabra is marine commodities with a high economic value. Overfishing of natural stocks has compelled an interest to begin aquaculture practice. Settlement is a critical phase for the planktonic larvae as they will transform to benthic form in the presence of substrate. This study aims to evaluate the settlement preferences, growth, and survival rate of H. scabra larvae settled on different seagrass leaves. The research was conducted using the Completely randomized design with four different species of seagrass leaves and five replications. The treatments consist of Enhalus acoroides (L-1), Syringodium isoetifolium (L-2), Cymodocea serrulata (L-3), and Cymodocea rotundata (L-4). Initial number of larvae was 1,000 individuals and the substrate was set with same widthof 12 cm x 17 cm for each unit. Results of the experiment indicated that settlement preference and survival rate of H. scabra larvae was significantly affected by seagrass used as substrate while no significantly differences was observed for growth of larvae. E. acoroides showed the best result with 0.26 ind. cm-2 settelement preference and 10.66% survival rate, so that suitable to be used as settlement substrate in H. scabra hatchery
POTENSI QRIS DALAM AKSELERASI TRANSFORMASI INDONESIA SEBAGAI HUB FINTECH DIGITAL ASIA PASIFIK: ANALISIS MULTI-LEVEL DAN IMPLIKASI STRATEGIS
Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) secara multi-dimensi—mencakup dampak domestik pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), peran dalam integrasi keuangan regional, serta kontribusi terhadap kedaulatan digital—dalam memposisikan Indonesia sebagai hub fintech digital yang signifikan di kawasan Asia Pasifik. Dengan menggunakan pendekatan metode campuran (mixed methods) yang meliputi analisis kuantitatif data transaksi (Afrianti, Prasetiyo & Fauzi, 2025 ), tinjauan literatur sistematis (Afrianti & Prasetiyo, 2025 ), dan analisis komparatif, penelitian ini mengungkap bahwa adopsi QRIS oleh UMKM secara substansial meningkatkan efisiensi operasional dan memperluas inklusi keuangan (Afrianti, Prasetiyo & Fauzi, 2025 ). Lebih lanjut, ekspansi QRIS lintas negara terbukti memperkuat integrasi keuangan regional ASEAN dan mendorong penggunaan mata uang lokal. QRIS juga muncul sebagai instrumen penting dalam menegakkan kedaulatan digital Indonesia dengan mengurangi ketergantungan pada jaringan pembayaran global. Meskipun demikian, tantangan signifikan seperti keamanan siber, kebutuhan harmonisasi regulasi lintas batas, dan kepatuhan terhadap standar Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU-PPT) dalam konteks transaksi internasional perlu diatasi secara komprehensif. Kesimpulan utama menekankan bahwa realisasi penuh potensi strategis QRIS memerlukan upaya berkelanjutan dalam mitigasi risiko dan penguatan kerangka kerja kolaboratif untuk mendukung ambisi Indonesia dalam ekosistem fintech global.
Kata Kunci: QRIS, Hub Fintech, Asia Pasifik, Mixed Methods, UMKM, Efisiensi Operasional, Inklusi Keuangan, Integrasi Keuangan Regional, Kedaulatan Digital, Konektivitas Pembayaran Lintas Batas, Keamanan Siber, Harmonisasi Regulasi, Local Currency Settlement (LCS).
 
Tinjauan Tentang Asuransi Penjaminan Kredit Mikro Utama (Kmu) Pada Bank x Kantor Cabang Pembantu Ujung Berung
Vina Afrianti - NPM : B00120029 ;
Pembimbing : Mery Maulin, SH., M.Hum., M.Kn.Kredit merupakan salah satu alternatif yang banyak dipilih oleh masyarakat dalam mendapatkan modal yang sesuai dengan kebutuhannya. Untuk mendukung penyaluran kredit, bank memberikan berbagai jenis kredit, diantaranya adalah Kredit Mikro Utama (KMU). Untuk keamanan dan kenyamanan dalam penyaluran kredit, bank menggunakan jasa asuransi sebagai bentuk perlindungan terhadap kredit yang diberikannya.
Studi ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tinjauan tentang asuransi penjaminan Kredit Mikro Utama (KMU) pada bank bjb Kantor Cabang Pembantu Ujung Berung. Metode yang digunakan adalah metode studi deskriptif, yang didalamnya terdapat studi kepustakaan dan studi lapangan.
Dari hasil studi tersebut dapat diketahui bahwa pelaksanaan Kredit Mikro Utama pada bank bjb KCP Ujung Berung, calon debitur harus memenuhi semua persyaratan yang diajukan oleh bank untuk mendapatkan kredit dari bank. Salah satu ketentuan yang harus dipenuhi calon debitur adalah menggunakan jasa asuransi
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
FRAMING PEMBERITAAN VONIS BEBAS RONALD TANNUR DALAM KASUS KEMATIAN DINI SERA AFRIANTI DI MEDIA DARING
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui framing pemberitaan vonis bebas Ronald Tannur dalam kasus kematian Dini Sera Afrianti yang dilakukan oleh media daring CNNIndonesia.com, Jawapos.com, dan Beritajatim.com. Metode penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa teknik baca, simak, dan catat. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah framing model Robert N. Entman yang terdiri dari define problems, diagnose causes, make moral judgment, dan treatment recommendation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa define problems pada CNNIndonesia.com menekankan pada respons formal lembaga hukum seperti langkah kasasi yang akan diambil JPU, Jawapos.com fokus pada dampak emosional masyarakat dengan menyoroti aksi demonstrasi dan penderitaan korban dan keluarganya, sedangkan Beritajatim.com menggunakan pendekatan kelembagaan yang menekankan pertentangan antara bukti forensik dengan putusan hakim serta langkah-langkah koordinasi antar lembaga. Pada diagnose causes, ketiga media sama-sama menunjukkan bahwa akar masalah adalah manipulasi bukti forensik dan pengabaian fakta hukum oleh hakim. Dalam make moral judgment, ketiga media menempatkan hakim sebagai pihak yang bersalah dan mendukung JPU sebagai pihak yang benar. Sedangkan pada treatment recommendation, ketiga media memiliki pandangan yang sama bahwa solusi utama adalah kasasi, sanksi pemberhentian hakim, dan perbaikan sistem pengawasan peradilan. Kata kunci: Analisis framing, Robert N. Entman, Vonis bebas Ronald Tannur, kasus kematian Dini Sera Afrianti, Media daring ***** This research was conducted to find out the framing of the news of Ronald Tannur’s acquittal in the case of Dini Sera Afrianti's death carried out by the online media CNNIndonesia.com, Jawapos.com, and Beritajatim.com. The research method used in this study is a qualitative method with data collection techniques in the form of reading, listening, and recording techniques. The theory used in this research is Robert N. Entman's framing model which consists of define problems, diagnose causes, make moral judgment, and treatment recommendation. The results showed that define problems on CNNIndonesia.com emphasized the formal response of legal institutions such as the cassation steps to be taken by the prosecutor, Jawapos.com focused on the emotional impact of the community by highlighting demonstrations and the suffering of victims and their families, while Beritajatim.com used an institutional approach that emphasized the conflict between forensic evidence and the judge's decision as well as coordination measures between institutions. In diagnose causes, the three media both indicate that the root of the problem is the manipulation of forensic evidence and neglect of legal facts by judges. In make moral judgment, the three media place the judge as the guilty party and support the prosecutor as the correct party. While in treatment recommendation, the three media have the same view that the main solution is cassation, sanctioning the dismissal of judges, and improving the judicial supervision system. Keywords: Framing analysis, Robert N. Entman, Ronald Tannur’s acquittal, Dini Sera Afrianti death case, Online medi
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
- …
