1,720,981 research outputs found
PENGARUH CANGKANG KOPI SEBAGAI ADSORBEN DALAM MENURUNKAN KADAR BESI (Fe) PADA AIR SUMUR GALI
Sumber air merupakan suatu komponen yang mutlak harus ada, karena tanpa sumber air sistem penyediaan air tidak akan berfungsi. Dengan mengetahui akan karakteristik masing-masing sumber air serta faktor-faktor yang mempengaruhi penyediaan air bersih. Pemakaian air bersih yang tidak memenuhi standar kualitas tersebut dapat menimbulkan gangguan kesehatan, baik secara langsung dan cepat maupun tidak langsung dan secara perlahan. Kadar besi maksimum yang diperbolehkan ada di dalam air minum menurut Permenkes Nomor 32 Tahun 2017 sebesar 1 mg/liter. Jenis penelitian yang akan dilakukan aujdalah semi eksperimen (pre experiment), dengan rancangan penelitian pretest-posttest with control group ,data diperoleh melalui pengujian laboratorium, dengan jumlah sampel 3 dengan varian ketebalan yang berbeda (20 cm, 30 cm, 40 cm),dianalisis dengan univariat dan penyajian distribusi frekuensi. Lokasi penelitian pada air sumur gali warga Kelurahan Rawa Makmur Permai Kota Bengkulu dan diteliti di bengkel kerja (Workshop) Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Bengkulu. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa adanya penuruanan kadar besi (fe) pada air sesudah dilakukannya penyaringan menggunakan karbon aktif cangkang kopi sebesar 10% pada setiap 10 cm ketebalan. Hasil penelitian diperoleh bahwa semakin tebal adsorben maka semakin efektif penurunannya
ANALISIS DAN UPAYA PENGENDALIAN PENURUNAN KUALITAS AIR SUNGAI
Kualitas air yang menurun dapat mengganggu Kesehatan baik secara langsung maupun bertahap. Sungai Petai, Sungai Kulam dan Sungai Lake di Kabupaten Musi Rawas Utara dapat dijadikan sebagai alternatif sumber air baku untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar. Tujuan dari penelitian ini menganalisis dan melakukan Upaya strategis dalam pengendalian penurunan kualitas air Sungai Petai, Sungai Kulam dan Sungai Lake di Kabupaten Musi Rawas Utara yang ditinjau berdasarkan kriteria mutu air menurut Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001. Metode deskriptif dengan pendekatan purposive sampling dengan melakukan pengamatan pada parameter pH, TSS, BOD, COD, DO, Pospat, Nitrat, dan Fecal Coliform. Peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan sungai untuk mengurangi beban pencemar. Penegakan hukum terhadap pelaku usaha ataupun masyarakat yang melangar baku mutu lingkungan yang telah ditetapkan sebagai fungsi pengawasan dan kontrol terhadap pelanggar yang mencemari badan Sungai, Pembuatan IPAL Komunal dibutuhkan untuk mengurangi beban cemaran air sungai. Status mutu air Sungai Petai, Sungai Kulam, dan Sungai Lake di Kabupaten Musi Rawas Utara masuk dalam kategori cemaran ringan dengan nilai kisaran 0.803 mg/l–3.270 mg/l dan direkomendasikan sebagai sumber air baku dalam memenuhi kebutuhan dan pengolahan air bersih. Strategi dalam pengendalian cemaran status mutu air Sungai Petai, Sungai Kulam, dan Sungai Lake di Kabupaten Musi Rawas Utara dapat dilakukan dengan menjalin kerjasama antar instansi baik pemerintah maupun swasta dan masyarakat sekitar dalam upaya mengurangi beban pencemaran, membuat IPAL Komunal yang lebih efektif dalam teknis pengelolaannya, adanya penegakan hukum yang tegas terkait cemaran badan sungai tersebut serta adanya upaya dalam pemantauan terkait kualitas sungai tersebut secara berkesinambungan sehingga sumber-sumber cemaran dapat dikendalikan secara cepat
PENGARUH COMMUNITY LED TOTAL SANITATION (PEMICUAN) UNTUK MENINGKATKAN AKSES JAMBAN (PILAR PERTAMA) SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT DI KABUPATEN BENGKULU SELATAN
Pendekatan baru dalam pembangunan kesehatan dengan konsep pemberdayaan menuntut keterlibatan masyarakat mengidentifikasi masalah kesehatan dan menentukan keputusan-keputusan mereka sendiri terhadap kegiatan pembangunan di kesehatan khususnya di bidang kesehatan lingkungan. Kegiatan PAMSIMAS dilaksanakan dengan metode partisipatoris. pengelolaan kegiatan diserahkan sepenuhnya kepada masyarakat melalui Tim Kerja Masyarakat (TKM) didampingi fasilitator. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi program PAMSIMAS dengan uji “pengaruh†uji t dua sampel berpasangan (paired sampel t–test) untuk mengetahui pengaruh “pemicuan†terhadap peningkatan akses jamban. Proses fasilitasi CLTS (pemicuan) di masyarakat pada prinsipnya adalah pemicuan terhadap rasa jijik, rasa malu, rasa takut sakit, rasa berdosa dan rasa tanggung jawab yang berkaitan perubahan kebiasaan atau prilaku BAB di sembarang tempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Terdapat pengaruh yang signifikan pemicuan terhadap peningkatan akses jamban di desa sasaran PAMSIMAS di Kabupaten Bengkulu Selatan Tahun 2016
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STRES KERJA PADA PEKERJA BAGIAN DRYER PT. BUKIT ANGKASA MAKMUR (BAM) DI KABUPATEN BENGKULU TENGAH
Stres kerja dapat disebabkan oleh berbagai faktor, diantaranya adalah faktor diluar organisasi, faktor organisasi, faktor internal individu dan faktor kelompok. Berdasarkan survey awal di PT BAM diperoleh data kecelakaan kerja berat terjadi 2 tahun berturut-turut. Penelitian bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan stres kerja pada pekerja bagian dryer PT. Bukit Angkasa Makmur di Kabupaten Bengkulu Tengah. Jenis penelitian diskriptif bersifat analitik dengan pendekatan crosssectional. Populasi dan sampel berjumlah 90 pekerja (total sampling). Instrumen menggunakan wawancara dan kuesioner. Analisis data secara univariat dan bivariat dilanjutkan dengan uji multivariat Logistic Regression (α=0,05). Hasil uji bivariate diketahui bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara umur dengan stres kerja (p=0,045<0,05), tingkat pendidikan dengan stres kerja (p=0,025<0,05), masa kerja dengan stres kerja (p=0,014<0,05), dan psikososilal dengan stres kerja (p=0,00<0,05). Sedangkan hasil uji multivariate menunjukkan bahwa hanya psikososial yang masih mempunyai hubungan tingkat stress kerja p=0,00<0,05 dengan nilai Odds Ratio (OR) = 19,67. Disarankan perusahaan dapat menciptakan hubungan interpersonal yang baik dan dapat menciptakan situasi lingkungan psikososial yang baik agar individu merasa nyaman berada dalam kelompok dan organisasinya sehingga dapat menghasilkan produktifitas peningkatan mutu pekerjaan. 
KOMBINASI TRAY AERATOR DAN FILTRASI DALAM MENURUNKAN KONSENTRASI FE PADA AIR SUMUR GALI DI KELURAHAN RAWA MAKMUR PERMAI
Air bersih merupakan salah satu sarana untuk meningkatkan kesejahteraan hidup dalam upaya peningkatan derajat kesehatan. Kebutuhan air bersih tersebut perlu dipenuhi dalam jumlah dan kualitas yang memadai. Berdasarkan survey awal yang dilakukan pada tanggal 07 Januari 2021 kondisi air sumur gali warga RT 04 RW 03 Kelurahan Rawa Makmur Permai Kecamatan Muara Bangkahulu Kota Bengkulu setelah dilakukan pengukuran diperoleh kadar besi (Fe) 3,972 mg/L. Dari hasil pengukuran pada survey awal diketahui bahwa air sumur gali warga RT 04 RW 03 Kelurahan Rawa Makmur Permai Kecamatan Muara Bangkahulu Kota Bengkulu masih melebihi ambang batas yag dipersyaratkan oleh Permenkes RI No.32 tahun 2017. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penurunan kadar Fe sebelum dan sesudah perlakuan dengan menggunakan variasi 3 Tray Aerator, 5 Tray Aerator, 7 Tray Aerator menggunakan kombinasi filtrasi dengan lama kontak 40 menit dalam menurunkan konsentrasi Fe pada air sumur gali serta untuk mengetahui variasi Tray Aerator dan filtrasi yang paling efektif untuk menurunkan kadar Fe. Jenis penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu (quasi experimental) dengan desain post test only control group design, dimana subyek dibagi menjadi 2 perlakuan. Pengukuran kandungan Fe air sampel dilakukan masing- masing sebanyak 3 kali pada kelompok perlakuan dengan 3 variasi tray yaitu 3 tingkatan, 5 tingkatan dan 7 tingkatan dengan lama kontak 40 menit. Hasil penelitian diperoleh variasi perlakuan paling efektif untuk menurunkan kadar Fe dengan menggunakan kombinasi 7 Tray Aerator dan Filtrasi dapat menurunkan kadar Besi (Fe) hingga 94,53 %. Hasil penelitian diperoleh bahwa semakin banyak tingkatan Tray Aerator maka semakin efektif penurunannya
EFEKTIVITAS PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI TAHU DENGAN METODE AERASI UNTUK MENURUNKAN KADAR BOD
The tofu industry is a food industry that uses raw materials from soybeans, where tofu is one of the processed products of soy extract done with the addition of vinegar. The liquid waste of tofu which is produced contains many suspended and dissolved solids, if the tofu waste is directly discharged into the body of water will affect the survival of biota in suangai and pollute the environment, if this is left, the waste will change color into black and foul smelling colat, also will pollute the soil and disrupt the living things around it.Jenis penelitian quasi experiment, desain penelitian pre-post test. Alat dan bahan kontainer plastik 90 lt, aerator, pompa air, selang, media pecahan batu bata. Penelitian ini dilakukan dengan variasi ketebalan media 10 Cm, 20 Cm, 30 Cm dan lama waktu kontak 3 hari, 6 hari dan 9 hari. Pengukuran parameter BOD dilakukan sebelum dilakukan perlakuan dan setelah perlakuan pada hari ketiga, keenam dan kesembilan. Hasil pengukuran dibandingkan dengan baku mutu air limbah berdasarkan PerMenLHRI No. 15 Tahun 2014. Data dianalisis secara univariat dan di sajikan secara deskriptif.Hasil Uji Statistik Kruskall Wallis didapatkan tidak ada perbedaan kadar BOD ketebalan media pecahan batu bata 10 Cm, 20 Cm, dan 30 Cm baik pada hari ke 3, 6 dan 9. Penurunan BOD yang paling efektif pada ketebalan 10 Cm hari ke 6 terjadi penurunan sebesar 64,27 %.Penelitian ini dapat dijadikan salah satu alternatif pengolahan limbah tahu dan penelitian ini dapat dilanjutkan dengan penambahan bakteri yang spesifik untuk meningkatkan efektifitasnya
PENURUNAN KEKERUHAN DAN TSS PADA UNIT SEDIMENTASI DENGAN APLIKASI GRANITE PLATESETLLER DAN TANPA SETTLER INSTALASI PENGOLAHAN AIR BERSIH
Pengolahan air sederhana, sebenarnya sudah cukup lama pernah disosialisasikan. Namun, sampai saat ini akses air minum (bersih) di Indonesia masih saja rendah.Unit pengolahan air yang sangat penting adalah bak sedimentasi, karena unit ini berpengaruh besar terhadap unit proses sebelum dan setelahnya. Pengolahan air di perdesaaan, biasanya hanya menggunakan unit filtrasi sederhana berupa pasir dan ijuk. Jika kekeruhan air baku tinggi, penggunaan media pasir dan ijuk tidak efisien digunakan karena membutuhkan waktu lebih untuk pencucian ulang atau backwash media filternya.Penelitianinibertujuanmendesain model unit sedimentasi menggunakan settler modifikasi granite tile dan untuk mengetahui pegaruh “granite tile settler” dalam menurunkan total suspended solid dan kekeruhan pada unit sedimentasi pengolahan air bersih.HasilpenelitianmenunjukkanbahwaModel unit sedimentasi menggunakan settler modifikasi granite tiledapat dibangun dengan murah dan mudah diaplikasikan.Penambahan granite tile sebagai settler memberikan pengaruh terhadap penurunan kekeruhan dan TSS masing-masing dengan efisiensi 54,62% dan 61,82% sedangkan tanpa settler memberikan penurunan masing-masing dengan efisiensi 43,61% dan 43,83%
KOMBINASI LIMBAH BATU BARA DAN LIMBAH CANGKANG KOPI SEBAGAI ADSORBEN DALAM MENURUNKAN KADAR BESI (Fe) PADA AIR SUMUR GALI
Air merupakan kebutuhan dasar bagi kehidupan, khususnya bagi manusia yang selama hidupnya selalu memerlukan air. Air digunakan oleh manusia untuk keperluan sehari-hari seperti minum, mandi, cuci, kakus, dan sebagainya. Survey awal yang dilakukan pada tanggal 08 Februari 2018 di sumur gali warga RT. 04 RW. 03 Kelurahan Rawa Makmur Permai Kota Bengkulu setelah dilakukan pengukuran diperoleh Besi (Fe) 1,39 mg/L. Dari hasil pengukuran pada survey awal diketahui bahwa air sumur gali warga RT.04 RW.03 Kelurahan Rawa Makmur Permai Kota Bengkulu masih melebihi ambang batas yang dipersyaratkan oleh Permenkes RI No.32 Tahun 2017. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penurunan kadar Fe sebelum dan sesudah perlakuan dengan menggunakan variasi ketebalan kombinasi batubara dan cangkang kopi 20 cm, 30 cm, dan 50 cm serta untuk mengetahui variasi ketebalan paling efektif untuk menurunkan kadar Fe. Jenis penelitian ini menggunakan metode semi eksperimen (Quasi Experimental) dengan desain post test with control group, yaitu penelitian dilakukan sebelum dan sesudah perlakuan. Kemudian dicari perbedaan antara pengukuran dari keduanya dan perbedaan ini dianggap sebagai akibat perlakuan. Hasil penelitian diperoleh variasi ketebalan paling efektif untuk menurunkan kadar Fe adalah dengan ketebalan 50 cm yang dapat menurunkan kadar besi (Fe) hingga 51,79 %
VARIASI KOMBINASI KETEBALAN CANGKANG BINTARO DAN BIJI KAPUK DALAM PENURUNAN TINGKAT BESI (FE) DI SUMUR GALI WARGA RAWA MAKMUR, KOTA BENGKULU
Air merupakan senyawa kimia yang sangat penting bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya serta fungsinya dalam kehidupan tidak akan dapat digantikan oleh senyawa lainnya. Hampir semua kegiatan yang dilakukan manusia membutuhkan air. Oleh karena itu pemenuhan kebutuhan air bersih bagi permukiman menjadi salah satu persyaratan. Berdasarkan survey awal yang dilakukan pada tanggal 13 Februari 2020 kondisi air sumur gali warga RT 13 RW 03 Kelurahan Rawa Makmur Kecamatan Muara Bangkahulu setelah dilakukan pengukuran diperoleh hasil kekeruhan 113 NTU, Ph 6,50 ; Besi (Fe) 4.830 mg/l; Mangan (Mn) 1.824 mg/l dan kesadahan 1,02 mg/L. Dari hasil pengukuran pada survey awal diketahui bahwa air sumur gali warga RT 13 RW 03 Kelurahan Rawa Makmur Kecamatan Muara Bangkahulu Kota Bengkulu masih melebihi ambang batas yag dipersyaratkan oleh Permenkes RI No.32 tahun 2017. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penurunan kadar Fe sebelum dan sesudah perlakuan dengan menggunakan variasi ketebalan kombinasi cangkang bintaro dan biji kapuk 20 cm, 30 cm, dan 50 cm serta untuk mengetahui variasi ketebalan paling efektif untuk menurunkan kadar besi (Fe). Jenis penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu (quasi experimental) dengan desain post test only control group design, yaitu penelitian dilakukan sebelum dan sesudah perlakuan. Kemudian dicari perbedaan antara pengukuran dari keduanya dan perbedaan ini dianggap sebagai akibat perlakuan. Hasil penelitian diperoleh variasi ketebalan paling efektif untuk menurunkan kadar besi (Fe) adalah dengan ketebalan 50 cm yang dapat menurunkan kadar besi (Fe) hingga 67,74 % .Hasil penelitian diperoleh bahwa semakin tebal adsorben maka semakin efektif penurunannya
PENURUNAN KADAR BESI (Fe) DAN MANGAN (Mn) DENGAN KOMBINASI LIMBAH BATUBARA DAN LIMBAH TEMPURUNG KEMIRI DI SUMUR GALI WARGA PADANG SERAI KOTA BENGKULU
Air merupakan kebutuhan dasar bagi kehidupan, khususnya bagi manusia yang selama hidupnya selalu memerlukan air. Air digunakan oleh manusia untuk keperluan sehari-hari, seperti minum, mandi, cuci, kakus dan sebagainya. Kegunaan air yang sangat penting bagi manusia adalah untuk minum. Oleh karena itu, untuk keperluan minum, termasuk untuk masak, air harus mempunyai persyaratan khusus agar tidak menimbulkan penyakit pada manusia. Survey awal yang dilakukan pada tanggal 08 Februari 2017 di sumur gali warga RT.08 Kelurahan Padang Serai Kota Bengkulu setelah dilakukan pengukuran diperoleh Besi (Fe) 2,28 mg/L; Mangan (Mn) 0,98 mg/L. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penurunan kadar Fe dan Mn sebelum dan sesudah perlakuan dengan menggunakan variasi ketebalan batubara 20 cm, 30 cm, dan 50 cm serta untuk mengetahui variasi ketebalan paling efektif untuk menurunkan kadar Fe dan Mn. Jenis penelitian ini menggunakan metode eksperimen murni (True Experimental) dengan desain Post Test with control group ,yaitu penelitian dilakukan sebelum dan sesudah perlakuan dan kemudian dicari perbedaan antara pengukuran dari keduanya, serta perbedaan ini dianggap sebagai akibat perlakuan. Hasil penelitian yang dilakukan mulai dari survey awal yang dibandingkan dengan baku mutu air bersih untuk sumur gali warga dikawasan RT. 08 Kelurahan Padang Serai belum memenuhi persyaratan atau melebihi ambang batas baku mutu yang dianjurkan. Setelah dilakukan Eksperimen terjadi penurunan kadar Fe dengan menggunakan kombinasi batu bara dan tempurung kemiri sebesar 84,21 % dan juga penurunan kadar Mn menggunakan kombinasi batu bara dan tempurung kemiri terjadi penurunan sebesar 69,38 %. Hasil penelitian diperoleh bahwa semakin tebal adsorben maka semakin efektif penurunannya
- …
