13 research outputs found

    Peningkatan Kualitas Minyak Jelantah Kelompok Pedagang Gorengan Di Abepura Kota Jayapura Menggunakan Zeolit Alam Termodifikasi

    No full text
    Kenyataan pada umumnya dikelompok masyarakat lebih memilih minyak goreng yang murah dan mudah didapat misalnya minyak sawit curah. Selain itu minyak goreng tersebut sering dipakai penggorengan makanan secara berulang. Pada penggorengan berulang akan menghasilkan asam lemak bebas dan bilangan peroksida serta senyawa seperti keton, aldehid, dan meningkatnya radikal bebas,dan akan terdifusi ke dalam bahan makanan dan selanjutnya sampai ke tubuh dan terakumulasi hingga menjadi pemicu berbagai penyakit antara lain penyakit kanker,    hipertensi dan obesitas. Berdasarkan hal ini    maka kita perlu mempertimbangkan faktor kesehatan   dalam pemilihan minyak goreng serta sedapat mungkin melakukan tindakan preventif terhadap suatu penyakit. Salah satu tindakan preventif  adalah  dicoba  melakukan  adsorpsi  pada  minyak  goreng  yang  dipakai berulang (minyak jelantah) menggunakan zeolit alam termodifikasi. Zeolit alam yang berlum dimodifikasi memiliki kandungan yang heterogen termasuk banyak pengotor yang terdapat dalam zeolit alam tersebut. Modifikasi dilakukan dengan beberapa perlakuan antara lain dealuminasi untuk menghilangkan pengotor-pengotor yang ada dalam zeolit. Setelah diperoleh zeolit hasil modifikasi zeolit tersebut dikarakterisasi menggunakan  XRD.  Zeolit  hasil  modifikasi  digunakan  untuk  adsorpsi  kandungan Asam lemak bebas dan bilangan peroksida yang ada dalam minyak jelantah. Adsorpsi dilakukan dengan perbadingan 5 gram terhadap 100 g minyak jelantah yang telah disaring terlebih dahulu. Hasil adsorpsi kemudian dilakukan uji asam lemak bebas dan bilangan peroksida secara gravimetric. Hasil yang diperoleh bahwa minyak jelantah sebelum diadsorpsi memiliki kadar asam lemak bebas 1,53% dan bilangan peroksida 2,32 mg O2 dalam 100 g minyak, sedangkan untuk minyak jelantah yang telah diadsorpsi memiliki kadar asam lemak bebas 0,61% dan bilangan peroksida 0,71 mek O2/Kg  atau mg O2 dalam 100 g minyak . Dari hasil ini menunjukan penurunan asam lemak bebas dan bilangan peroksida. Kata kunci :Minyak jelantah,modifikasi, zeolit alam, adsorps

    PENGARUH PERGAULAN TERHADAP PRESTASI BELAJAR KIMIA SISWA SMA KOTA JAYAPURA

    No full text
    Abstract This research aims to know the lowest and highest values of students\u27 chemicalachievement, as well as the influence of associationto chemical achievement of senior highschool students in jayapura city.The type of the research was non-experimental by describing the data obtained.Techniques used in data collection ie questionnaire, observation, and documentation. The object of this research were the pupil of high school students of Jayapura Cityin a total of 52. The lowest student chemistry report score is 75 and the highest is 95. The analysis used is statistical test SPSS Version 16.0. Theresult of research shows that association influences towardschemical learning achievement. Keywords: Influence, Association, Student, Chemical Learning Achievement

    Study of attitude of high school students in learning chemistry in jayapura city

    No full text
    The study aimed to analyze students\u27 attitudes and it’s factors influence. This research involved 36 students a public high school and 22 students a private high school class X sains in Jayapura city. This research applied observation, interviews, and questionnaires methods. The data obtained were analyzed descriptively. The results showed the attitudes of students in both schools were hard work, caring, tolerance, discipline, confidence, courtesy, responsibility, and honesty. The students\u27 attitudes mean scores showed that most of the students’ attitudes from both school in the good category, meanwhile the attitude scores categories for each indicator were different in the two schools. The factors  influenced students\u27 attitudes in both schools were intelligence, interests, talents, teachers, friends, rules, and school situation. Kata kunci: students’ attitudes;chemistry learning;descriptive researc

    Tingkat emosional peserta didik pada pembelajaran kimia di salah satu SMAN di Jayapura

    No full text
    This study aims to analyze the percentage of positive and negative emotional quotient of students in class XII IPA at one of the high schools in Jayapura City on chemistry learning. The techniques used in data collection were questionnaires, interviews, observation, and documentation involving 39 students as respondents. The questionnaire instrument used was 175 items in the form of a closed questionnaire which was compiled based on content validity and tasted for reliability with a reliability coefficient is r11 = 0.96 and included in the very high category. Research data shows that students have an average percentage of emotional quotient is 55.37% in the sufficient category. The average percentage oh positive emotions is 61.80% in the moderate category with the percentages of happy, brave, compassion, and love emotions respectively is 74.30, 47.86, 61.37, and 63.68%. the average percentage of negative emotions is 51.90% in the moderate category with percentages of anger, sadness, fear, embarrassment, and disgust respectively is 41.85, 49.44, 62.48, 54.65, and 51.07%. Keywords: Keywords: Analysis; chemistry learning; emotional quotient

    Analisis Tingkat Kecerdasan Siswa Kelas XI C pada Materi Hukum-hukum Dasar Kimia

    No full text
    Penelitian yang dilaksanakan bertujuan dalam mengidentifikasi tingkat kecerdasan siswa sehingga bisa menguasai materi dan tingkat kecerdasan siswa yang mengalami hambatan dalam menguasai materi Hukum-hukum Dasar Kimia. Pada studi yang dilaksanakan mempergunakan metode kuantitatif dengan menghubungkan data hasil belajar dengan data tingkat kecerdasan, minat dan bakat peserta didik kelas XI C SMA Negeri 2 Jayapura. Teknik dalam mengumpulkan data dalam studi yang dilaksanakan yakni observasi, wawancara, dokumentasi serta soal tes. Instrumen tes yang digunakan berupa tes kecerdasan, bakat, minat dan penguasaan materi. Siswa dikatakan menguasai materi bila memenuhi KKM yang ditetapkan di SMA Negeri 2 Jayapura yaitu 70. Data hasil penelitian pelajar kelas XI C dalam materi Hukum-hukum Dasar Kimia menunjukkan bahwa 48,6% siswa dengan rentang IQ 96 hingga 126 mampu menguasai materi dan 51,4% siswa dengan rentang IQ 62 hingga 94 mengami hambatan dalam menguasai materi. Perlu dilakukan penelitian yang lebih mendalam terkait faktor internal dan eksternal yang bisa memberikan dukungan atau hambatan pembelajaran.                                                                                                                        &nbsp

    Reduksi Koleterol Dalam Kuah Coto Makassar Yang Terdapat Di Abepura Jayapura Menggunakan Kitosan Dari Cangkang Kepiting (Syclla.SP) Asal Timika

    No full text
    Cangkang kepiting merupakan hasil samping dari pengolahan daging kepiting yang mengandung senyawa  kitin. Kitin dapat dideasetilasi sehingga menjadi senyawa kitosan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan kitosan dari cangkang kepiting bakau (Syclla sp.) sebagai penurun kadar kolesterol dalam kuah coto Makassar. Cangkang kepiting dikeringkan, ditumbuk/digerus hingga halus dengan ukuran 200 mesh. Kitin diisolasi menggunakan metode deproteinasi dan demineralisasi, kitosan disintesis menggunakan metode deasetilasi. Kitosan dikarakterisasi menggunakan Fourier Transform InfraRed  untuk mengetahui gugus fungsi. Pada bagian akhir penelitian ini,  dilakukan  absorpsi kandungan kolesterol dalam kuah coto Makassar yang berasal dari warung coto Makassar Abepura Kota Jayapura menggunakan kitosan pada berbagai variasi suhu terhadap jumlah kuah coto Makassar yang tetap. Uji kandungan kolesterol pada kuah coto Makassar hasil absorpsi menggunakan spektrofotometri. Hasil penelitian menunjukkan, dari 200 g serbuk cangkang kepiting diperoleh 30,41 % kitin dan 28,33 % kitosan dengan derajat deasetilasi 85,9 %. Dalam waktu 30 menit pada suhu penyerapan 35; 45; 60; 75; 85 dan 95ᵒC,  kitosan dari cangkang kepiting mampu menurunkan kadar kolesterol pada kuah coto Makassar berturut-turut sebesar 30,4; 51,7; 61,8; 36,7; 20,4 dan 7,4 %. Dengan demikian, penyerapan optimal kitosan hasil sintesis terhadap kadar kolesterol pada kuah coto Makassar berlangsung pada suhu penyerapan 60 ᵒC. Kata Kunci: Cangkang Kepiting, Kitosan, Coto Makassar, Suhu, Kolesterol

    Analisis kecerdasaan emosional siswa dalam pembelajaran kimia pada emosi berani, bahagia, dan marah di kelas 12 Ipa 1 SMA di Kota Jayapura

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah hasil survei dilakukan pada siswa kelas XII Ipa 1 SMA YPPK Taruna Bakti Kota Jayapura, hasilnya menunjukan bahwa terdapat siswa yang bosan dalam mempelajari materi kimia dengan alasan materi kimia sebagai pelajaran yang sulit untuk di pahami dan ada mahaissiwa yang senang memiliki rasa ingin tahu mempelajari materi kimia . metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif deskripstif yang bertujuan untuk mendeskripsikan , menyajikan, dan menganalisis suatu keadaan yang terjadi dalam bentuk angka yang diperolah dari hasil angket kecerdasan emosional siswa kelas XII Ipa 1 SMA YPPK Teruna Bakti Jayapura

    The Effect of the COVID-19 Pandemic on the Attention, Attitude and Awareness Indicators of Senior High School Students When Learning Chemistry

    No full text
    The COVID-19 pandemic had an impact on students when learning chemistry because it affected their attention, attitude, and awareness. Therefore, this study aimed to determine students’ attention, attitude, and awareness when learning chemistry. This study used a non-experimental quantitative approach. Observation, interviews, questionnaires, and documentation were data collection techniques used in this study. A closed questionnaire was used and was compiled based on content validity and was tested for reliability. The data from the research showed that the student’s percentage for attention was 55.97%, attitude was 56.48%, and awareness was 54.85%. It was also found that factors that influenced students during the COVID-19 pandemic were level of intelligence, teacher’s creativity in teaching, and having certain methods of observation and learning have certain conditions. Good physical and health, and the teaching style of the teacher who did not provide examples of problems in solving them. Keywords: COVID-19 pandemic, chemistry, attention, attitude, awarenes

    Analisis kecerdasan emosional peserta didik dalam pembelajaran kimia pada emosi sedih, malu, dan cinta kelas xi-1 di sma sentani

    No full text
    The aim of this research was to analysis the level of emotional intelligence of on the emotions of sadness, shame and love in learning chemistry and the factors that influence the emotional intelligence of students in learning chemistry. Data collection was carried out by taking the final semester exam scores (UAS) of chemistry lessons obtained from the documentation of 30 students of class XI-1 SMA Sentani in the odd semester of the 2023/2024 school year and filling out a questionnaire list consisting of 38 statement items regarding the emotional intelligence of students. The results showed that the value of students\u27 emotional intelligence in chemistry learning was mostly in the sufficient category with an average score of 76.67%. While the percentage of the highest chemistry UAS scores in students in the class is in the less category with a total of 56.67%.  Analysis on the level of emotional intelligence found that students of class XI-1 SMA Sentani have emotional intelligence on the emotions of sadness, shame, and love. Judging from the results of the emotional value obtained, namely the emotion of sadness as much as 73.09, the emotion of shame as much as 69.12, and love as much as 64.21. Factors that affect emotional intelligence in learning chemistry consisted of internal factors and external factors. Internal factors consisted of factors of desire/willingness (interest) in learning and intellectual intelligence. External factors are factors of teachers, friends, class conditions, and situations and forms.Tujuan dilakukan penelitian ini untuk menganalisis tingkat kecerdasan emosional peserta didik pada emosi sedih, malu dan cinta dalam pembelajaran kimia dan faktor-faktor yang mempengaruhi kecerdasan emosional peserta didik dalam pembelajaran kimia. Pengambilan data dilakukan dengan mengambil nilai ujian akhir semester (UAS) pelajaran kimia yang diperoleh dari dokumentasi 30 peserta didik kelas XI-1 SMA Sentani pada semester ganjil tahun ajaran 2023/2024 dan pengisian daftar angket yang terdiri dari 38 butir pernyataan mengenai kecerdasan emosional peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kecerdasan emosional peserta didik pada pembelajaran kimia terbanyak yaitu berada pada ketegori cukup dengan rata-rata nilai 76,67% . Sedangkan persentase nilai UAS kimia terbanyak pada peserta didik di kelas tersebut berada pada kategori kurang dengan jumlah 56,67%.  Analisis pada tingkat kecerdasan emosional didapatkan bahwa peserta didik kelas XI-1 SMA Sentani memiliki kecerdasan emosional pada emosi sedih, malu, dan cinta. Dilihat pada hasil nilai emosional yang diperoleh yaitu pada emosi sedih sebanyak 73,09, emosi malu sebanyak 69,12, dan cinta sebanyak 64,21. Faktor-fator yang mempengaruhi kecerdasan emosional dalam pembelajaran kimia yaitu terdiri dari faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal terdiri dari faktor keinginan/kemauan (minat) dalam belajar dan kecerdasan intelektual. Faktor eksternal yaitu faktor guru, teman, kondisi kelas, serta situasi dan bentuk pembelajara

    Analisis Faktor Pendukung Dan Penghambat Pembelajaran Kimia Pada Materi Struktur Atom Kelas XI(C): Analisis Faktor Pendukung Dan Penghambat Pembelajaran Kimia Pada Materi Struktur Atom Kelas XI(C)

    No full text
    This research aims to analyze factors that support and hinder chemistry learning on atomic structure material in class XI(C). research method used is a qualitative descriptive method by describing the data obtained from test results and correlating them with IQ, aptitude, and interest tests. techniques used for data collection are observation, interviews, test questions, and documentation.Test instrument consists 42 items form multiple-choice questions that are arranged based on content validity and have been validated by experts.results obtained show that students with high IQ will also achieve high learning outcomes, namely, those with an IQ 126 achieve a learning result 95, and about 5.4% students with an IQ 117 achieve a learning result 85. Conversely, those with low intelligence will have low learning outcomes, as evidenced by 8.2% students having an IQ 62. having an IQ 62. Obtaining learning outcomes scores ranging from 54 to 58, despite some deviations, indicates that an increase in students\u27 intelligence levels will always be accompanied by increase in learning outcomes.Talent affecting students\u27 learning outcomes, namely scholastic talent, shows average score 17.5 learning outcomes 83, abstract thinking has average score 45 and achieves learning outcomes 83, and clerical speed accuracy has average score 42.5 with learning outcomes 83, while talents that hinder learning scholastic talent, abstract thinking,clerical speed and accuracy, as these will result in low ability scores low learning outcomes if their talent levels are low. Interest needed for learning chemistry on the topic atomic structure includes a science interest and a personal social interest.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang mendukung dan menghambat pemebelajaran kimia pada materi struktur atom di kelas XI(C) di. adalah Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan mendeskripsikan datayang di peroleh dari hasil soal tes dan hubungkan dengan tes IQ,bakat dan minat. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data ini yaitu observasi, wawancara, soal tes,dokumentasi. Instrumen soal tes digunakan sebanyak 42 butir soal dalam bentuk soal pilihan ganda yang di susun berdasarkan validitas isi dan telah di validasi ahli. Hasil yang di peroleh bahwa kecerdasan peserta didik yang memiliki IQ tinggi akan mendapatkan hasil  belajar juga tinggi yaitu 126 mendapatkan dan mendapat hasil belajar 95 dan sebanayak 5,4% peserta didik yang memiliki IQ 117 dan mendapatkan hasil belajar 85, begitupun sebaliknya kecerdasan yang rendah akan mendapatkan hasil belajar yang rendah yaitu 8,2% peserta didik mendapat IQ 62 dan mendapatkan nilai hasil belajar 54 hingga 58 walaupun ada beberapa penyimpangan, hal menujukan bahwa kenaikan tingkat kecerdasan peserta didik akan selalu di ikuti kenaikan hasil belajar. Bakat yang mempengarui hasil belajar peserta didik yakni bakat skolastik menunjukan rata-rata nilai 17,5 mendapat nilai hasil belajar 83, abstrak memiliki nilai rata-rata 45 dan mendapatkan hasil belajar 83, ketelitain kecepata klarikal memiliki nilai rata-rata 42,5 dan memiliki nilai hasil belajar 83 sedangkan bakat yang menghambat pembelajaran adalah bakat skolastik, abstrak dan ketelitian kecepatan klarikal itu sendir apabila nilai bakatnya rendah dan hasil belajar juga rendah. Minat yan
    corecore