1,721,015 research outputs found

    Upaya Penanganan Masalah Konstipasi Ibu Hamil Trimester III

    Get PDF
    Result of WHO in 2016 with patients of stroke, reaching 15 million people worldwide every year her (3.5 million women and 3.1 million men). Stroke is a disorder of the central nervous system function that occurs suddenly can be a brain blood vessel blockage or rupture of blood vessels of the brain and is usually caused by impaired blood vessel in the brain. One of the problems of nursing that requires further treatment, namely physical mobility barriers, for stroke patients will feel the loss of power on one of the limbs. The author can provide an overview of nursing care to patients in Improving Stroke Physical Mobility with Haemorrhagic Stroke. The method used in the writing of scientific papers that dekskriptif with case study approach in stroke patients on 6 February 2017 to 8 February 2017. After the act of nursing for 3x24 hours in stroke patients with some monitoring vital signs, review the patient's ability to mobilize, teach families and patients about exercise range of motion (ROM), assist and help when the patient mobilization, teach patients how to change the position and provide assistance if needed, help the patient provide health education to patients' families about the importance of range of motion (ROM). Diagnosis physical mobility constraints are resolved in part, continued intervention such as ROM exercises, often change the position of patients. Conclusion: physical mobility constraints nursing problems resolved partially, thus requiring further treatment so that outcomes can be achieved

    Perbedaan Kadar Hemoglobin Sebelum Dan Sesudah Menstruasi Pada Mahasiswa DIII Keperawatan Universitas Muhamadiyah Surakarta

    Get PDF
    Masa pubertas remaja putri ditandai dengan munculnya menstruasi. Menstruasi adalah pengeluaran darah dan sel-sel tubuh secara periodik dari vagina yang berasal dari dinding rahim. Dampak dari menstruasi adalah timbulnya resiko anemia pada remaja. Kurangnya kadar hemoglobin atau yang disebut anemia akan berdampak pada kemampuan konsentrasi belajar, menganggu pertumbuhan sehingga tinggi badan tidak optimal, menurunkan kemampuan fisik,mengakibatkan muka pucat, sering pusing, pingsan, mata berkunang kunang. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan kadar Hemoglobin sebelum dan sesudah Menstruasi pada mahasiswa DIII Keperawatan Universtas Muhamadiyah Surakarta. Sampel penelitian sebanyak 30 mahasiswa DIII Keperawatan Universitas Muhammadiyah Surakarta dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data penelitian menggunakan cyanmethemoglobin. Teknik analisis menggunakan uji ttest. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka kesimpulan dari penelitian ini adalah: (1) kadar hemoglobin mahasiswa sebelum menstruasi sebagian besar adalah rendah, (2) kadar hemoglobin mahasiswa sesudah menstruasi sebagian besar adalah rendah, dan (3) terdapat perbedaan kadar Hemoglobin sebelum dan sesudah Menstruasi pada mahasiswa DIII Keperawatan Universtas Muhamadiyah Surakarta, kadar hemoglobin sebelum menstruasi lebih rendah (60%) dibandingkan kadar hemoglobin sebelum menstruasi(87%)

    Asuhan Keperawatan Pada Ny. Y dengan Post Sectio Caesaria Atas Indikasi Dystocia His Diruang Annisa RS PKU Muhammadiyah Surakarta

    Get PDF
    Latar belakang :Salah satu penyebab langsung kematian ibu di Indonesia adalah persalinan lama. Salah satu yang mempengaruhi persalinan lama adalah tidak adekuatnya kontraksi uterus (his) selama kala I proses persalinan. Kala I persalinan yang lama akan menyebabkan ibu mengalami kelelahan sehingga kehabisan tenaga. Akibatnya, kontraksi uterus semakin tidak adekuat dan selanjutnya kondisi ini dapat menyebabkan kegagalan kemajuan persalinan. Tidak adekuatnya kontraksi uterus dapat menyebabkan terjadinya perdarahan intrapartum dan postpartum yang merupakan penyebab terbesar tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia. Metode :penulis menggunakan metode deskripsi, adapun sampelnya adalah Ny. Y, data ini diperoleh dengan cara yaitu wawancara, pemeriksaan, observasi aktivitas, memperoleh catatan dan laporan diagnostik, dan bekerjasama dengan teman sekerja. Tujuan :Untuk mengetahui asuhan keperawatan pada pasien dengan post sectio caesaria atas indikasi dystocia his meliputi pengkajian, intervensi, implementasi dan evaluasi keperawatan. Hasil :setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3 x 24 jam didapatkan hasil nyeri pasien sudah berkurang dari skala 6 menjadi 3, aktivitas sehari-hari meningkat, serta menyusui tidak efektif teratasi. Kesimpulan :diagnosa yang ditemukan pada kasus post sectio caesaria dengan indikasi dystocia his pada Ny. Y adalah nyeri berhubungan dengan terputusnya kontinuitas jaringan, menyusui tidak efektif berhubungan dengan terhambatnya produksi ASI dan resiko infeksi berhubungan dengan tindakan invasive .Semua masalah keperawatan teratasi. Pada penerapan asuhan keperawatan post sectio caesaria dengan indikasi dystocia his pada Ny. Y ini tidak ditemukan masalah keperawatan yang tidak atau belum teratasi

    Respon Dan Koping Petugas Kesehatan Selama Menghadapi Proses Persalinan Secara Normal Di Sukoharjo

    Get PDF
    Kehadiran petugas kesehatan selama proses persalinan merupakan momen yang sangat dinanti-nanti oleh ibu yang akan melahirkan, sebab pada saat persalinan terjadi serangkaian perubahan fisik dan psikologis pada ibu yang membuat ibu kesakitan, mengalami perilaku yang beraneka ragam dan mengalami kecemasan sehingga ibu merasa bahwa dirinya butuh kehadiran petugas kesehatan untuk memberikan perawatan, memberikan dukungan dan memberikan informasi terkait proses persalinan yang dilaluinya. Dalam menanggapi dan menyikapi berbagai macam peristiwa yang terjadi selama proses persalinan tersebut petugas kesehatan memiliki respon dan koping yang berbeda-beda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk respon dan koping petugas kesehatan selama menghadapi proses persalinan secara normal di Sukoharjo. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan rancangan penelitian menggunakan pendekatan fenomenologi. Jumlah partisipan dalam penelitian ini sebanyak 7 petugas kesehatan yang berpendidikan DIII dan DIV kebidanan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Metode : rancangan penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi dan pengambilan sampel dengan purposive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam (In depth interview), alat perekam, dan juga kamera. Hasil penelitian berupa respon petugas kesehatan ketika menolong persalinan berupa cemas, takut, tenang dan respon petugas kesehatan terhadap pasien berupa sabar, empati, jengkel, dan marah. Koping petugas kesehatan ketika menghadapi pasien selama proses persalinan adalah dengan berdoa, berfikir positif, mencari teman dan meminta masukan kepada teman. Koping petugas kesehatan ketika menghadapi pasien kesakitan, pasien yang memiliki perilaku beraneka ragam, dan pasien yang mengalami kecemasan adalah dengan melakukan tindakan-tindakan yang dapat membuat pasien nyaman dan rasa sakitnya berkurang, menunjukkan sikap kesediaan untuk menolong, menyesuaikan diri dengan karakter pasien, memberi motivasi, dan memberikan pengertian kepada pasien. Kesimpulan : petugas kesehatan memiliki respon dan koping yang berbeda-beda dalam menghadapi pasien selama proses persalinan normal

    Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kanker Payudara Di RSUD Dr.Moewardi

    Get PDF
    Kanker payudara adalah penyakit yang tidak menular dan kanker yang paling sering terjadi pada wanita, dengan penyebab utama karena faktor genetik, kanker payudara merupakan penyebab utama kematian pada wanita.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kanker payudara pada penderita kanker payudara di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitiananalitik observasional dengan pendekatan case control study. Sampel kontrol adalah: Pengunjung wanita yang tidak menderita kanker payudara yang melakukan Medical Checkup di Poli bedah RSUD Dr.Moewardi dan hasil pemeriksaan klinis oleh tenaga medis payudara normal. Sampel kasusadalah: Pengunjung wanita yang menderita kanker payudara diPoli bedah RSUD Dr.Moewardi. Pemilihan kontrol dilakukan dengan carapurposive sampling, dari status pasien atau medical record. Jumlah sampel penelitian adalah sebesar 66 orang, yang terdiri dari 33 kasus dan 33 kontrol.Pengujian hipotesis menggunakan uji chi square dan analisis regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara faktor riwayat keluarga yang berhubungan dengan kejadian kanker payudara pada penderita kanker payudara. Selain itu juga dapat diketahui bahwaada hubungan antara faktor riwayat menarche yang berhubungan dengan kejadian kanker payudara pada penderita kanker payudara dan juga diketahui bahwa ada hubungan antara faktor riwayat kontrasepsi hormonal yang berhubungan dengan kejadian kanker payudara pada penderita kanker payudara. Hasil analisis multivariat diketahui bahwa kekuatan hubungan dalam penelitian ini dari yang terbesar sampai yang terkecil adalah usiamenarche(OR = 7,239), riwayat keluarga yang mengalami kanker payudara (OR = 5,013) dan riwayat kontrasepsi hormonal (OR = 3,560). Simpulan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kanker payudara di RSUD Dr. Moewardi antara lain usiamenarcheriwayat keluarga yang mengalami kanker payudara dan riwayat kontrasepsi hormonal

    Asuhan Keperawatan Pada Ny. I dengan Post Sectio Caesaria Atas Indikasi Gemeli dan Ketuban Pecah Dini Dibangsal An Nisa RS PKU Muhammadiyah Surakarta

    Get PDF
    Latar belakang : dalam praktek obstetrik modern, kelahiran lewat perut dengan mudah dipilih bila kelahiran pervaginam akan membahayakan ibu, anak dan keduanya. Perbaikan yang meluas dalam hal anastesi, teknik pembedahan, antibiotik dan tranfusi darah menurunkan mordibilitas dan mortalitas akibat sectio caesaria sehingga menjadi pilihan yang relatif aman. Metode : penulis menggunakan metode deskripsi, adapun sempelnya adalah Ny. I, data ini di peroleh dengan cara yaitu : wawancara, pemeriksaan, observasi aktifitas, memperoleh catatan dan laporan diagnostik, bekerja sama dengan teman sekerja. Hasil : setelah dilakukan keperawatan 3 hari diagnosa yang muncul ada tiga yaitu nyeri akut berhubungan dengan adanya insisi pembedahan, resiko infeksi berhubugan dengan peningkatan kerentangan terhadap bakteri sekunder pembedahan, kurang pengetahuan berhubungan dengan kurang inf ormasi tentang perawatan payudara. Dalam implementasi sebagian besar telah sesuai dengan rencana tindakan yang telah diterapkan. Kesimpulan : masalah keperawatan Ny. I yaitu nyeri akut, resiko infeksi, dan kurang pengetahuan. Pada dasarnya dapat dilaksanakan dengan baik dan sebagian masalah dapat teratasi

    Asuhan Keperawatan Pada Ny. R Post Sectio Caesaria Atas Indikasi Presentasi Bokong Di Bangsal Annisa Rs Pku Muhammadiyah Surakarta

    Get PDF
    Latar belakang : Dalam praktek obstretik modern, kelahiran dapat dilakukan dengan cara sectio caesaria maupun pervagina. Setelah melahirkan tidak lepas dari masa nifas dan menyusui yang merupakan masa-masa pasca melahirkan krusial. Terjadi perubahan adaptasi fisiologi dan psikologi banyak faktor yang mempengaruhi dalam memproduksi ASI dan jika lalai dalam perawatan masa nifas dapat terjadi infeksi. Tujuan : Untuk mengetahui asuhan keperawatan pada Ny. R dengan post sectio caesaria atas indikasi presentasi bokong meliputi pengkajian, intervensi, implementasi dan evaluasi keperawatan. Hasil : Setelah dilakukan tindakan keperawatan 3 hari masalah keperawatan yang muncul ada tiga yaitu nyeri akut, resiko tinggi infeksi, kurang pengetahuan. Dalam implementasi sebagian besar telah sesuai dengan rencana tindakan yang telah diterapkan. Kesimpulan : Masalah keperawatan pada Ny. R mengenai nyeri akut, resiko tinggi infeksi, kurang pengetahuan pada dasarnya dapat teratasi dengan baik

    Asuhan Keperawatan Pada Ny. E P3A0 Post Sectio Caesarea Dengan Indikasi Serotinus Di RS T IV Slamet Riyadi Surakarta

    Get PDF
    Background: Sectio caesarea often found in hospital with the cause of one of them is serotinus, namely pregnancy lasting 42 weeks or more. Serotinus pregnancy is more common in young primigravida and old primigravida or on grandemultiparatis. Objective: To determine the client's nursing care on post sectio caesarea with serotinus indications include assessment, intervention, implementation, and evaluation of nursing. Results: After 3 x 24 hour nursing care for the results obtained, the client pain scale decreased from 7 to 2, no signs of infection occur, the milk can not be properly fulfilled. Conclusion: Cooperation between the health care team with the client / family is indispensable for the success of nursing care, therapeutic communication can encourage more cooperative clients, so the problem of nursing patients about pain, risk of infection, and the ineffectiveness of breastfeeding can be carried out in accordance with the intervention of good and most problems can be resolved. Keywords: sectio caesarea, serotinus, pain, risk of infection, ineffective breastfeedin

    Upaya Penanganan Nyeri Pinggang Pada Ibu Hamil Trimester Ke-III Di Puskesmas Grogol Sukoharjo

    Get PDF
    Background: Low back pain is a nuisance experienced by many pregnant women who do not only occur in a particular trimester, but can be experienced throughout the period of pregnancy until the post-natal period. Low back pain in pregnant women is influenced by several factors: changes in posture, edistribusi ligaments, your center of gravity shifts forward, and when combined with stretching of the abdominal muscles are weak. Objective: Authors can cope with back pain in the third trimester pregnant women in accordance with the standards of nursing care. Methods: The method used is descriptive case study approach, is to perform nursing care in patients with back pain in pregnancy trimester of three ranging from assessment, intervention, implementation, and evaluation of nursing. Results: After 3x24-hour nursing care in patients with back pain in pregnancy trimester back pain problems can be resolved partially and continued intervention. Conclusion: Nursing problems that occur in patients can be overcome in part so that interventions need to be in advanced

    Perbedaan Kesehatan Fisik Antara Lanjut Usia Yang Tinggal Di Panti Wreda Dengan Yang Tinggal Bersama Keluarga

    Get PDF
    Proses menua atau lanjut usia (lansia) adalah proses yang sangat alami yang dialami oleh semua makluh hidup. Lansia pada umumnya akan mengalami berbagai gejala akibat dari penurunan fungsi biologis, psikologis, sosial dan ekonomi. Berdasarkan survey pendahuluan di Panti Wreda Dharma Bakti didapatkan data tentang status kesehatan lansia yang sebagian besar lansia sehat ada sekitar 74% dan yang sakit 26 %, dimana jumlah lansia ada 95 orang, lansia yang sehat kondisi fisik masih begitu baik, mereka masih bisa melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri dan masih bisa mengikuti kegiatan seperti senam pagi, lansia yang sakit kondisi fisik kurang begitu baik dan untuk melakukan aktivitas sehari-hari membutuhkan bantuan dari orang lain. Berdasarkan hasil wawancara dengan 5 lansia yang tinggal bersama keluarga, mereka merasa lebih tenang menjalani masa tuanya, bisa berkumpul dengan keluarganya, wawancara dengan 3 lansia, mereka sering sakit-sakitan dan pernah mondok dirumah sakit, kondisi kesehatan fisik juga sangat lemah, meskipun begitu keluarga sangat peduli mau membantu dalam menjaga kesehatan lansia dan membantu dalam mendapatkan pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kesehatan fisik antara lanjut usia yang tinggal di Panti Wreda dengan yang tinggal bersama keluarga. Metode penelitiaan yang digunakan adalah deskriptif analitik comparatif dengan rancangan cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 30 lansia yang tinggal di Panti Wreda dan 30 yang tinggal bersama keluarga dengan teknik simple random sampling. Teknik analisis data yang digunakan dengan uji Indepenedent t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesehatan fisik pada kelompok lanjut usia yang tinggal di Panti Wreda mayoritas termasuk baik, kesehatan fisik pada kelompok lanjut usia yang tinggal bersama keluarga mayoritas termasuk baik, tidak ada perbedaan signifikan rata-rata nilai kesehatan fisik responden antara kelompok lanjut usia yang tinggal di panti werdha dan kelompok lanjut usia yang tinggal bersama keluarga (p = 0,372)
    corecore