JURNAL AKUNTANSI UNIVERSITAS JEMBER
Not a member yet
    159 research outputs found

    AUDIT QUALITY DURING THE PANDEMIC: AN EMPIRICAL STUDY OF THE INFLUENCE OF GENDER, TIME PRESSURE, AND INDEPENDENCE

    No full text
    ABSTRACTThis research examines the relationship between gender, time pressure, and independence on audit quality during the COVID-19 pandemic. The study was conducted with an auditor from the Public Accounting Office (KAP) in Semarang City, involving 77 respondents from 29 KAPs. Primary data was collected using a questionnaire and analyzed using multiple linear regression analysis. The results found that gender, time pressure, and independence affected the quality of KAP audits during the pandemic. The negative correlation of time pressure on audit quality means that the higher the time pressure the auditor faces, the lower the audit quality will be, and vice versa. Meanwhile, independence and audit quality have a positive correlation. It means that the more the auditor upholds an attitude of independence, the better the audit quality of the KAP will be, and vice versa. These findings confirm that attribution theory can explain internal factors, namely gender and independence, and external factors, namely time pressure, which can influence auditor behavior in producing quality audits. To enhance audit quality, KAPs should implement policies to reduce time pressure, leverage technology, support auditor independence, and ensure equitable treatment and compensation for male and female auditors.Keywords: Audit Quality; Gender; Independence; Time Pressure; the Covid-19 Pandemic ABSTRAKTujuan penelitian adalah menguji hubungan gender, tekanan waktu, independensi terhadap kualitas audit saat pandemi Covid-19. Penelitian dilakukan pada auditor yang bekerja di Kantor Akuntan Publik (KAP) Kota Semarang, dengan total sampel 77 responden yang tersebar pada 29 KAP Kota Semarang. Data primer dikumpulkan menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menemukan bahwa gender, tekanan waktu, independensi terhadap kualitas audit KAP saat pandemi. Korelasi negatif tekanan waktu terhadap kualitas audit memiliki arti semakin tinggi tekanan waktu yang dihadapi oleh auditor, maka kualitas audit akan turun, dan sebaliknya. Sedangkan, independensi dan kualitas audit memiliki korelasi positif. Ini artinya, semakin auditor menjunjung tinggi sikap independensi, maka semakin baik kualitas audit KAP, dan sebaliknya. Temuan ini mengkonfirmasi bahwa teori atribusi dapat menjelaskan faktor internal, yaitu gender dan independensi serta faktor eksternal, yaitu tekanan waktu dapat mempengaruhi perilaku auditor menghasilkan audit yang berkualitas. Oleh sebab itu, penting bagi KAP untuk menerapkan kebijakan yang mengurangi tekanan waktu dengan implementasi teknologi, mendukung independensi auditor, dan memberikan perlakuan dan kompensasi yang adil antara auditor laki-laki dan perempuan dalam rangka meningkatkan kualitas audit KAP.Kata Kunci: Gender; Independensi; Kualitas Audit; Pandemi Covid-19; Tekanan Wakt

    EFFECT OF GENDER DIVERSITY AND THE AGE OF BOARD MEMBERS ON THE PERFORMANCE OF DEPOSIT MONEY BANKS IN NIGERIA

    No full text
    ABSTRACTThe study investigates the impact of gender diversity and the age of board members on the performance of Deposit Money Banks in Nigeria. Its primary objective is to discern how these factors influence bank performance, with specific aims including analyzing the effect of gender diversity and board member age on return on assets. Employing a descriptive research design, secondary data from 2013 to 2022 was collected from three selected banks: FCMB, Access Bank, and Zenith Bank. The analysis, conducted using econometric software (EVIEWS), involved regression analysis to test hypotheses. Results demonstrated significant effects of both gender diversity and board age on bank performance, underscoring their importance for Deposit Money Banks. The findings suggest that banks can enhance performance by fostering gender diversity and ensuring equitable opportunities for leadership roles. This study underscores the relevance of these variables for bank management and suggests avenues for improving financial performance through inclusive practices.Keywords: Age of The Board; Deposit Money Banks; Gender Diversity; Return on Assets ABSTRACTStudi ini meneliti pengaruh keragaman gender dan usia anggota dewan direksi terhadap kinerja Bank Simpanan di Nigeria. Tujuan utamanya adalah untuk memahami bagaimana faktor-faktor ini memengaruhi kinerja bank, dengan tujuan khusus termasuk menganalisis pengaruh keragaman gender dan usia anggota dewan terhadap imbal hasil aset. Dengan menggunakan desain penelitian deskriptif, data sekunder dari tahun 2013 hingga 2022 dikumpulkan dari tiga bank terpilih: FCMB, Access Bank, dan Zenith Bank. Analisis yang dilakukan menggunakan perangkat lunak ekonometrika (EVIEWS) melibatkan analisis regresi untuk menguji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh signifikan dari keragaman gender dan usia anggota dewan terhadap kinerja bank, yang menggarisbawahi pentingnya hal tersebut bagi Bank Simpanan. Temuan ini menunjukkan bahwa bank dapat meningkatkan kinerja dengan mendorong keragaman gender dan memastikan kesempatan yang setara untuk peran kepemimpinan. Studi ini menggarisbawahi relevansi variabel-variabel ini bagi manajemen bank dan menyarankan cara untuk meningkatkan kinerja keuangan melalui praktik-praktik inklusif.Kata Kunci: Usia Direksi; Bank Simpanan; Keragaman Gender; Return on Asset

    THE BUSINESS VALUE OF GOING GREEN: ASSESSING THE IMPACT OF ENVIRONMENTAL INNOVATION AND FINANCIAL INDICATORS IN INDONESIA’S ENERGY SECTOR COMPANIES

    No full text
    ABSTRACTThis research aims to examine the effect of green innovation, profitability, and firm size on the firm value of Indonesian energy sector companies during the 2018–2023 period. The research is motivated by the growing importance of green innovation for encouraging environmental sustainability in energy sector companies. This research combine green innovation and financial indicators for increasing firm value. Using a sample of 66 data, the study employs panel regression analysis through Eviews software. The findings reveal that green product innovation have a significant positive impact on firm value. In contrast, green process innovation, profitability and firm size do not show a significant effect. The practical implications of this research related to the sustainability of energy sector companies are the importance of product innovation to optimize resources and minimize the negative impacts of carbon and pollution produced.Keywords: Firm Value; Green process innovation; Green product innovation; Profitability; Corporate Sustainability ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh green innovation, profitabilitas, dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2018-2023. Penelitian ini dilakukan karena adanya pentingnya inovasi hijau terhadap keberlanjutan bisnis perusahaan sektor energi di Indonesia. Penelitian ini menggabungkan inovasi hijau dan kinerja keuangan untuk meningkatkan nilai perusahaan sektor energi di Indonesia Dengan menggunakan 66 sampel data, penelitian ini menggunakan analisis regresi data panel dengan software Eviews. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa green product innovation berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Green process innovation, profitabilitas dan ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Implikasi praktis dari penelitian ini terkait dengan keberlanjutan  perusahaan sektor energi adalah pentingnya inovasi produk untuk optimalisasi sumber daya dan meminimalkan dampak negatif dari carbon dan polusi yang dihasilkan.Kata Kunci: Nilai Perusahaan; Inovasi Proses Hijau; Inovasi Produk Hijau; Profitabilitas; Keberlanjutan Perusahaa

    DETERMINANTS OF CARBON EMISSION DISCLOSURE IN ENERGY COMPANIES IN INDONESIA

    No full text
    ABSTRACTBy 2060, Indonesia has a goal of achieving net zero emissions. Indonesia has raised its carbon emission reduction target in the contribution statement determined nationally by the Nationally Determined Contribution and as a step to support the achievement of net zero emissions, the President of the Republic of Indonesia Joko Widodo officially launched IDXCarbon. This research is quantitative research that uses legitimacy theory and stakeholder theory. The focus of this research is on the energy producing industry as the largest contributor to greenhouse gas emissions. This research aims to examine the factors that influence the disclosure of carbon emissions by energy companies in Indonesia. Indonesia's carbon emission disclosure procedures are voluntary or self-driven. The independent variables used include carbon emission intensity, profitability, leverage and environmental performance. The research results show that leverage has a significant negative influence on carbon emission disclosure, while other variables such as carbon emission intensity, profitability and environmental performance have no effect on carbon emission disclosure. The relationship between carbon emission intensity, profitability, leverage and environmental performance and carbon emission disclosure is not always consistent. These factors are not always the primary predictors in a company's decision to report carbon emissions, and it is important to consider the company's specific context and external factors in analyzing carbon emissions disclosures.Keywords: Carbon Emission Disclosure; Environment; Net Zero Emission ABSTRAKPada tahun 2060, Indonesia memiliki tujuan untuk mencapai net zero emission. Indonesia telah menaikkan target pengurangan emisi karbon dalam pernyataan kontribusi yang ditentukan secara nasional oleh Nationally Determined Contribution serta sebagai langkah untuk mendukung pencapaian net zero emission ini Presiden Republik Indonesia Joko Widodo secara resmi meluncurkan IDXCarbon. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif menggunakan teori legitimasi dan stakeholder. Fokus penelitian pada industri sektor energi sebagai penyumbang terbesar emisi gas rumah kaca dengan tujuan menguji faktor-faktor yang memengaruhi pengungkapan emisi karbon perusahaan energi di Indonesia. Prosedur pengungkapan emisi karbon Indonesia bersifat sukarela. Variabel independen meliputi carbon emission intensity, profitabilitas, leverage, dan kinerja lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan leverage berpengaruh negatif yang signifikan terhadap carbon emission disclosure sedangkan variabel lain yaitu carbon emission intensity, profitabilitas, dan kinerja lingkungan tidak berpengaruh terhadap carbon emission disclosure. Hubungan antara carbon emission intensity, profitabilitas, leverage, dan kinerja lingkungan terhadap pengungkapan emisi karbon tidak selalu konsisten. Faktor-faktor tersebut tidak sepenuhnya menjadi prediktor utama keputusan perusahaan untuk melaporkan emisi karbon dengan penting mempertimbangkan konteks spesifik perusahaan dan faktor eksternal dalam menganalisis pengungkapan emisi karbon.Kata Kunci: Carbon Emission Disclosure; Lingkungan; Net Zero Emissio

    CASHLESS REVOLUTION: THE IMPACT ON REGIONAL ECONOMIC GROWTH

    No full text
    ABSTRACTThis study aims to examine the impact of non-cash payment systems on regional economic growth at the district and city levels in Indonesia. The variables analyzed include the transaction value of electronic money (e-money), ATM/debit cards, and credit cards. A quantitative approach was employed using secondary data from 984 districts and cities across Indonesia for the period 2020-2021, selected through purposive sampling. The data were evaluated using multiple linear regression analysis, which revealed that digital transactions particularly those using e-money and ATM/debit cards have a positive and significant influence on regional economic growth. In contrast, credit card usage was found to have no significant effect. These findings suggest that certain types of digital payment instruments can effectively stimulate local economic activity. Accordingly, local governments and regulators are encouraged to expand digital infrastructure and enhance financial literacy, with a particular focus on promoting inclusive and accessible non-cash payment tools such as e-money and debit cards. This research underscores the importance of adopting a region-based approach in designing economic digitalization policies and recommends that future studies explore the roles of social, cultural, and technological readiness factors in supporting the success of payment system transformation moving forward.Keywords: Economic growth; Non-cash payment systems; Electronic money; ATM/Debit cards; Credit cards ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak sistem pembayaran nontunai terhadap pertumbuhan ekonomi regional di tingkat kabupaten dan kota di Indonesia. Variabel yang dianalisis meliputi nilai transaksi uang elektronik (e-money), kartu ATM/debit, dan kartu kredit. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan menggunakan data sekunder dari 984 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia untuk periode 2020-2021, yang dipilih secara purposive sampling. Data tersebut dievaluasi menggunakan analisis regresi linier berganda, yang mengungkapkan bahwa transaksi digital khususnya yang menggunakan e-money dan kartu ATM/debit memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi regional. Sebaliknya, penggunaan kartu kredit ditemukan tidak memiliki pengaruh yang signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa jenis instrumen pembayaran digital tertentu dapat secara efektif merangsang aktivitas ekonomi lokal. Oleh karena itu, pemerintah daerah dan regulator didorong untuk memperluas infrastruktur digital dan meningkatkan literasi keuangan, dengan fokus khusus pada promosi alat pembayaran nontunai yang inklusif dan mudah diakses seperti e-money dan kartu debit. Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya mengadopsi pendekatan berbasis kawasan dalam merancang kebijakan digitalisasi ekonomi dan merekomendasikan agar studi masa depan mengeksplorasi peran faktor kesiapan sosial, budaya, dan teknologi dalam mendukung keberhasilan transformasi sistem pembayaran ke depannya.Kata Kunci: Pertumbuhan ekonomi; Sistem pembayaran non-tunai; Uang elektronik; Kartu ATM/Debit; Kartu Kredi

    EXPLORING DIVIDEND POLICY: A STUDY OF MICRO AND MACRO FACTORS IN BANKING COMPANIES LISTED ON THE INDONESIA STOCK EXCHANGE (2019-2023)

    No full text
    ABSTRACTThis research analyzes the influence of macroeconomic and microeconomic factors on dividend policy in financial sector companies, focusing on the banking sub-sector listed on the IDX from 2019 to 2023. The macroeconomic variables include inflation, exchange rate, and BI Rates, while microeconomic variables comprise ROE and Financial Distress. Using a quantitative approach, this study analyzes secondary data from 20 companies selected through purposive sampling. Multiple regression analysis is employed to evaluate the data. The findings reveal that ROE, Financial Distress, and Exchange Rate positively and significantly affect the Dividend Payout Ratio (DPR), whereas Inflation and BI Rates do not have a significant impact. These results highlight the greater influence of internal company factors on dividend policy compared to macroeconomic conditions. The study provides insights for banking management to formulate effective dividend policies by balancing internal and external factors. This research also contributes to finance literature and underscores the banking sector's potential to support Sustainable Development Goals (SDGs), such as fostering innovation and sustainable infrastructure (SDG 9), enhancing partnerships (SDG 17), and promoting inclusive economic growth (SDG 8)Keywords: Dividend Payout Ratio; Exchange Rates; Financial Distress; Inflation; and Return on Equity ABSTRAKPenelitian ini menganalisis pengaruh faktor makroekonomi dan mikroekonomi terhadap kebijakan dividen pada perusahaan sektor keuangan, dengan fokus pada sub-sektor perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2019 - 2023. Variabel makroekonomi yang diteliti meliputi inflasi, nilai tukar, dan suku bunga BI (BI Rate), sedangkan variabel mikroekonomi terdiri dari Return on Equity (ROE) dan Financial Distress. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menganalisis data sekunder dari 20 perusahaan yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Analisis regresi berganda digunakan untuk mengevaluasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ROE, Financial Distress, dan nilai tukar berpengaruh positif dan signifikan terhadap Dividend Payout Ratio (DPR), sedangkan inflasi dan suku bunga BI tidak memiliki pengaruh yang signifikan. Temuan ini menyoroti bahwa faktor internal perusahaan memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap kebijakan dividen dibandingkan kondisi makroekonomi. Penelitian ini memberikan wawasan bagi manajemen perbankan dalam merumuskan kebijakan dividen yang efektif dengan menyeimbangkan faktor internal dan eksternal. Selain itu, penelitian ini juga memberikan kontribusi terhadap literatur keuangan dan menekankan potensi sektor perbankan dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), seperti mendorong inovasi dan infrastruktur berkelanjutan (SDG 9), memperkuat kemitraan (SDG 17), serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif (SDG 8).Kata Kunci: Dividend Payout Ratio; Financial Distress; Inflasi; Nilai Tukar; dan Return on Equit

    GOOD CORPORATE GOVERNANCE AND TAX AVOIDANCE: EMPIRICAL EVIDENCE FROM PROPERTY AND REAL ESTATE COMPANIES IN INDONESIA

    No full text
    ABSTRACTTax avoidance is a strategy undertaken by companies to legally minimize their tax obligations, often by utilizing gaps or unclear provisions in existing tax laws. This study aims to investigate how executive traits, the audit committee, and institutional ownership relate to corporate tax avoidance practices. The research is focused on companies in the property and real estate sector that are listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the period 2019 to 2023. A total of 32 firms were selected using purposive sampling, each observed over a span of three years. Data used in the analysis were secondary in nature, obtained from annual reports available on the IDX’s official platform. To test the proposed hypotheses, the study employed multiple linear regression analysis, processed through SPSS version 26. The results show that executive attributes and audit committee characteristics do not have a significant effect on tax avoidance behavior. However, institutional ownership was found to be negatively associated with tax avoidance, suggesting that firms with higher institutional ownership tend to engage less in aggressive tax planning.Keywords: Tax Avoidance; Executive Characteristics; Audit Commitee; Institutional Ownership; CETR ABSTRAKPenghindaran pajak merupakan strategi yang dilakukan oleh perusahaan untuk menekan beban pajak secara legal, biasanya dengan memanfaatkan celah hukum atau ketidakjelasan dalam regulasi perpajakan yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah pengaruh dari karakteristik eksekutif, komite audit, serta kepemilikan institusional terhadap praktik penghindaran pajak. Objek penelitian difokuskan pada perusahaan properti dan real estat yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama kurun waktu 2019 hingga 2023. Sampel sebanyak 32 perusahaan dipilih menggunakan metode purposive sampling dan dianalisis selama tiga tahun berturut-turut. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang bersumber dari laporan tahunan perusahaan yang diakses melalui situs resmi BEI. Untuk menguji hipotesis, digunakan analisis regresi linier berganda yang diolah dengan perangkat lunak SPSS versi 26. Berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa baik karakteristik eksekutif maupun komite audit tidak berpengaruh secara signifikan terhadap tindakan penghindaran pajak. Sebaliknya, kepemilikan institusional menunjukkan pengaruh negatif yang signifikan, yang berarti semakin besar proporsi kepemilikan institusional, maka kecenderungan perusahaan untuk melakukan penghindaran pajak akan semakin menurun.Kata Kunci: Penghindaran Pajak; Karakteristik Eksekutif; Komite Audit; Kepemilikan Instutisional; CET

    MAINTAINING INTEGRITY: FRAUD HEXAGON ANALYSIS ENHANCING FINANCIAL STATEMENT FRAUD DETECTION

    No full text
    ABSTRACTThe objective of this study is to examine financial statement fraud through the lens of the fraud hexagon theory, which takes into account factors such as industry nature, CEO duality, external pressure, financial stability, ineffective monitoring, director changes, total accrual ratio, and political connections. Twelve securities that are listed on the Jakarta Islamic Index (JII) for before the pandemic (2018-2019) periods and the pandemic period (2020-2022) periods make up this research sample. This study applies Eviews 12 to panel data regression analysis techniques. According to this study, financial statement fraud is positively impacted by financial stability. Then, false financial statements are negatively impacted by the nature of the industry. External pressure, inadequate oversight, director changes, total accrual ratios, political ties, and CEO duality, on the other hand, do not appear to have any bearing on financial report manipulation. Based on this research, it is hoped that companies will disclose financial reports that reflect the real situation. Future researchers are advised to expand the sample scope and add different indicators to test factors in the hexagon fraud theory.Keywords: Fraud Hexagon; Financial Performance; Financial Report Fraud; Financial Stability; Non-Financial Performance ABSTRAKPenelitian ini bertujuan menganalisis kecurangan laporan keuangan melalui teori fraud hexagon, yang diukur dengan external pressure, financial stability, nature of industry, ineffective monitoring, change in director, total accrual ratio, political connection, dan CEO duality. Sampel penelitian ini terdiri dari 12 sekuritas yang tercatat di Jakarta Islamic Index (JII) periode sebelum pandemi (2018-2019) dan periode pandemi (2020-2022). Riset ini memakai teknik analisis regresi data panel dengan mengaplikasikan Eviews 12. Riset ini memperoleh hasil financial stability berpengaruh positif pada kecurangan laporan keuangan. Kemudian nature of industry memiliki pengaruh negatif terhadap kecurangan laporan keuangan. Sementara external pressure, ineffective monitoring, change in director, total accrual ratio, political connection dan CEO duality tidak menggambarkan adanya dampak atas manipulasi laporan keuangan. Berlandaskan riset ini, diharapkan perusahaan mengungkapkan laporan keuangan yang mencerminkan keadaan sesungguhnya. Peneliti berikutnya dianjurkan memperluas cakupan sampel dan menambah indikator berbeda untuk menguji faktor pada teori kecurangan hexagon.Kata Kunci: Fraud Hexagon; Performa Keuangan; Kecurangan Laporan Keuangan; Kinerja Non Keuangan; Stabilitas Keuanga

    DOES ROBUSTA COFFEE COMMONITY NEED A FUTURES CONTRACT?

    No full text
    ABSTRACTThe coffee commodity is faced with a major problem, namely significant world price fluctuations which create financial risks in international trade in coffee commodities. Coffee exporters must manage risks arising from fluctuations in the price of robusta coffee in the commodity market. On the commodity exchange, futures contracts are available on coffee commodities which can be used to hedge risks. The aim of this research is to analyze whether robusta coffee exporters should implement hedging strategies or not. The analysis method used is a Monte Carlo simulation approach. The simulation was carried out to estimate commodity prices at the maturity date of the futures contract based on 960 historical data on daily commodity prices. Based on 500 experiments (simulations) on spot prices, the simulation results show that hedging using futures contracts tends to be better not done. Coffee commodity transactions on the physical market are considered to generate better income for exporters.Keywords: Coffee; Futures Contract;Hedging; Simulation ABSTRAKKomoditas kopi dihadapkan permasalahan utama, yaitu fluktuasi harga dunia yang signifikan yang menimbulkan risiko finansial dalam perdagangan internasional komoditas kopi. Eksportir kopi harus mengelola risiko yang timbul karena fluktuasi harga kopi robusta di pasar komoditas. Pada bursa komoditas, tersedia kontrak futures pada komoditas kopi yang dapat digunakan untuk lindung nilai (hedging) atas risiko. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis apakah eksportir kopi robusta sebaiknya menerapkan strategi hedging atau tidak. Metode analisis data yang digunakan yaitu menggunakan pendekatan simulasi Monte Carlo. Simulasi dilakukan untuk mengestimasi harga komoditas pada masa jatuh tempo kontrak futures berdasarkan 960 data historis harga komoditas harian. Berdasarkan 500 kali percobaan (simulasi) pada harga spot, hasil simulasi menunjukkan bahwa hedging menggunakan kontrak futures cenderung lebih baik tidak dilakukan. Transaksi komoditas kopi pada pasar fisik dinilai menghasilkan pendapatan yang lebih baik untuk eksportir.Kata Kunci: Hedging; Kontrak Futures; Kopi; Simulas

    THE EFFECT OF ACCOUNTING INFORMATION SYSTEMS AND THE FINANCING QUALITY ON PUBLIC HEALTH CENTER REMUNERATION SYSTEMS

    No full text
    ABSTRACTThis study aims to analyze the effect of the Accounting Information System (AIS) and the Financing Management Quality on the Remuneration System Quality, involving samples of 53 Regional Public Service Agency of Public Health Centers (Puskesmas BLUD) in the former Ex. Regional of Madiun. This research is a quantitative study. The data were obtained from primary sources by distributing questionnaires and analyzed by Partial Least Square (PLS). The result of the study exhibit that the remuneration system quality at the BLUD Puskesmas can be affected by the accounting information system and the quality of financing management. Financing management system is proven to be able to mediate the influence of accounting information system on the remuneration system quality. As such, public health centers should consider this study to control the information comprehensiveness for the basis of employee remuneration.Keywords: Health Financing; Remuneration; Information System   ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Sistem Informasi Akuntansi (SIA) dan Kualitas Manajemen Pembiayaan terhadap Kualitas Sistem Remunerasi pada Puskesmas yang telah berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di Eks Karesidenan Madiun. Sampel penelitian berjumlah 53 BLUD Puskesmas. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Data penelitian diperoleh dari sumber primer melalui penyebaran kuesioner. Metode analisis data menggunakan Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian ini adalah kualitas sistem remunerasi pada BLUD Puskesmas dapat dipengaruhi oleh sistem informasi akuntansi dan kualitas manajemen pembiayaan. Kualitas manajemen pembiayaan terbukti dapat memediasi pengaruh sistem informasi akuntansi terhadap kualitas sistem remunerasi. Penelitian ini dapat menjadi pertimbangan puskesmas untuk mengontrol kelengkapan informasi yang menjadi dasar penerimaan remunerasi pegawai.Kata Kunci: Pembiayaan Kesehatan; Remunerasi; Sistem Informas

    139

    full texts

    159

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JURNAL AKUNTANSI UNIVERSITAS JEMBER
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇