Teknofisika
Not a member yet
    38 research outputs found

    Desain Multichannel Analyzer Berbasis Programmable System on Chip

    Full text link
    Multichannel Analyzer (MCA) adalah instrumen untuk merekam data spektrum radiasi nuklir. MCA biasanya dibuat sebagai sebuah instrumen tersendiri yang dilengkapi dengan tampilan data grafis. MCA semacam ini dapat digunakan untuk melakukan beberapa analisis data spektrum. Analisis data spektrum radiasi nuklir yang lebih baik dapat dilakukan dengan menggunakan Personal Computer (PC). Oleh karena itu, ada kebutuhan akan MCA yang terintegrasi berbasis PC. MCA ini dapat dibangun dalam rangkaian sederhana dengan menggunakan komponen elektronik analog dan digital dalam Programmable System on Chip (PSoC) Microcontroller. Makalah ini melaporkan penelitian dalam pengembangan rangkaian MCA dengan menggunakan mikrokontroler PSoC. Kinerja sistem MCA berbasis PC yang dikembangkan diukur dengan menggunakan uji waktu mati, uji integral non-linearity (INL), dan uji differential non-linearity (DNL)

    Analisis Pengaruh Usia Terhadap Penurunan Kadar Hemoglobin Akibat Dosis Radiasi 2000 cGy pada Kasus Terapi Ca Nasopharynx dan Ca Cervix Menggunakan Radiasi Eksternal di RSUP dr. Sardjito

    Full text link
    Hasil pengukuran kadar Hemoglobin darah sebelum dan sesudah terapi radiasi ca nasopharynx dan ca cervix dengan dosis terapi radiasi 2000 cGy menunjukkan penurunan yang berarti. Kadar Hb pada saat terapi penting untuk dikontrol karena penurunan kadar hemoglobin dapat menyebabkan anemi pada pasien dan dapat menurunkan optimalisasi radioterapi. Perubahan kadar Hb darah setiap pasien berbeda-beda setelah menerima dosis radiasi yang sama pada rentang umur tertentu. Hal ini menunjukkan adanya korelasi antara perubahan kadar Hb darah dengan variasi umur pasien yang mendapatkan dosis terapi radiasi 2000 cGy pada pasien ca nasopharynx dan ca cervix.  Penelitian dilakukan untuk mendapatkan korelasi tersebut dengan menganalisis data hasil pengukuran kadar Hb 60 pasien terapi radiasi ca nasopharynx dan ca cervix. Pada pasien ca nasopharynx, kadar penurunan terbesar terjadi pada rentang umur >66 tahun yaitu 2,56 g/dL atau 20,16%, sedangkan penurunan kadar Hb terkecil terdapat pada rentang umur 66 tahun yaitu 1,8 g/dL atau 15,384%, sedangkan pada rentang umur <36 tahun mempunyai perubahan kadar Hb darah terkecil yaitu 0,46 g/dL atau 3,533%. Korelasi antara usia dengan perubahan kadar Hb darah yang diperoleh dari penelitian ini adalah semakin tua usia pasien maka perubahan kadar Hb darah semakin besar. Selain itu, secara garis besar pada rentang umur yang sama, mekanisme recovery jaringan pada kasus ca nasopharynx lebih lambat sehingga persentase perubahan kadar Hb darah pasien ca nasopharynx lebih besar daripada ca cervix

    Implementasi Identifikasi Sistem Kalang Tertutup untuk Asesmen Kinerja Pengendali Level pada Kondensor

    Full text link
    Identifikasi sistem kalang tertutup adalah pendekatan eksperimental untuk menentukan model dinamis suatu sistem kalang tertutup. Pada makalah ini, identifikasi kalang tertutup digunakan untuk melakukan asesmen kinerja dari pengendali level pada kondensor. Algoritma yang digunakan adalah algoritma closed-loop output error (CLOE).  Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa model sistem kondensor adalah sistem orde dua. Dengan menggunakan model yang didapatkan kemudian dapat dilakukan simulasi untuk mendapatkan analisis tanggapan pada keadaan transient dan keadaan tunak. Simulasi menunjukan sistem pengendalian terpasang mempunyai respon pengendali yang sangat responsif. Respon tersebut pada penelitian ini diperbaiki dengan melakukan penalaan ulang sehingga didapatkan respon pengendali yang lebih sesuai dengan sistem kondensor terpasang

    Validasi ETNA (Efficiency Transfer for Nuclide Activity measurement) untuk Analisis Sampel Radioaktivitas Lingkungan dengan Spektrometri Gamma

    Full text link
    Telah dilakukan penelitian mengenai validasi ETNA untuk analisis sampel radioaktivitas lingkungan dengan spektrometri gamma di Laboratorium Radioaktivitas Latar Rendah, Pusat Sains dan Teknologi Akselerator-BATAN. Tujuan utama penelitian ini adalah menentukan validitas penggunaan ETNA untuk menghitung efisiensi pengukuran dari sampel dengan geometri yang berbeda dari geometri kalibrasi, serta penggunaan geometri yang optimal dalam pengukuran maupun kalibrasi. Penelitian dilakukan dengan mengukur cacah sumber standar 152Eu dan 241Am bentuk titik dengan variasi jarak sumber-detektor 5, 10, 15, 20, 25, dan 30 cm, serta standar IAEA 373 dan IAEA 375 bentuk silinder dengan jarak sumber-detektor sejauh 0, 5, dan 10 cm. Efisiensi pengukuran dari masing-masing energi dan jarak pengukuran dihitung, kemudian dibandingkan dengan efisiensi hasil perhitungan ETNA sehingga dapat ditentukan perbedaan diantaranya. Pengukuran sumber menghasilkan perbedaan nilai efisiensi di atas 10% untuk jarak sumber-detektor 5 cm dan di atas 5% untuk jarak sumber-detektor 10 cm. Perbedaan terkecil, yaitu 0,03% - 4,6% didapatkan dengan menggunakan jarak sumber-detektor sejauh 25 cm sebagai geometri kalibrasi, dengan geometri pengukuran di atas 15 cm. Pada pengukuran sumber silinder, didapatkan perbedaan nilai efisiensi terkecil sebesar 9,34%, 2,70%, dan 2,80% untuk standar IAEA 373, serta 3,50%, 0,012%, dan 1,17% untuk standar IAEA 375 pada jarak pengukuran berturut-turut 0, 5, dan 10 cm denganmenggunakan geometri kalibrasi sumber titik dengan jarak sumber-detektor 5 cm

    Aplikasi Teknologi Isotop Alam untuk Analisis Pola Aliran Airtanah sebagai Studi Awal Pencemaran Airtanah yang Disebabkan Tempat Pemakaman Umum Kauman Kecamatan Demak

    Full text link
    Aplikasi isotop alam yang meliputi pemanfaatan deuterium (2H), oksigen-18 (18O) dan tritium (3H) banyak digunakan dalam penelitian hidrologi. Salah satu pemanfaatannya dalam bidang hidrologi adalah penentuan genesis dan pola aliran airtanah. Tujuan utama penelitian ini adalah pemanfaatan isotop alam untuk menentukan pola aliran airtanah menuju Desa Kadilangu dan mengetahui pengaruh pencemaran oleh Tempat Pemakaman Umum Kauman (TPU Kauman) terhadap kualitas airtanah di Desa Kadilangu. Pada penelitian ini dilakukan analisis deuterium (2H) dan oksigen-18 (18O) untuk menentukan genesis airtanah. Analisis indikator pencemaran dilakukan di dua titik yaitu, titik sebelum dan sesudah aliran airtanah melewati TPU Kauman. Indikator pencemaran yang digunakan adalah CaCO3, SO4-2 dan PO4-P. Hasil analisis menunjukan airtanah mengalir dari daerah resapan sekitar sumur Desa Mangunjiwan menuju sumur Desa Kadilangu mempunyai kesamaan genesis. Terjadi peningkatan kadar pencemar di sumur Desa Kadilangu dari aliran airtanah sumur Desa Mangunjiwan yang melewati TPU Kauman, tetapi hanya kadar CaCO3 yang melewati nilai batas ambang air minum yang ditetapkan pemerintah berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan nomor 492/MENKES/Per/IV/2010 yaitu 840 mg/L

    Perancangan Karburetor untuk Bahan Bakar Biogas pada Generator Set 900 VA

    Full text link
    Biogas merupakan sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan dan mulai banyak dimanfaatkan di daerah pedesaan untuk keperluan memasak sebagai pengganti gas elpiji. Biogas di pedesaan dapat ditingkatkan pemanfaatannya sebagai sumber energi listrik. Untuk itu, karburetor generator set berbahan bakar bensin perlu dimodifikasi agar dapat beroperasi dengan bahan bakar biogas. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode perancangan karburetor pada umumnya. Pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan analisis teknik, análisis fungsional, proses modifikasi dan uji kinerja sistem. Hasil percobaan pada generator set 900 VA menunjukkan bahwa penggunaan biogas dapat menghasilkan daya listrik sampai 86% dibandingkan pada penggunaan bensin

    Analisis Kualitas Pencahayaan Menggunakan Pemodelan Numeris Sesuai SNI Pencahayaan, Data Pengukuran Langsung (On-Site) dan Simulasi

    Full text link
    Sektor bangunan berperan secara signifikan pada konsumsi energi nasional. Pada bidang pencahayaan, umumnya sebuah bangunan komersial biasanya menghasilkan beban 20% - 45% dari konsumsi energi total yang dibutuhkan dari gedung tersebut (UNEP, 2006). Untuk memaksimalkan pemanfaatan beban energi yang sebesar itu, sistem pencahayaan harus memperhatikan faktor performansi dan kenyamanan visual yang dihasilkan. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kualitas sistem pencahayaan pada dengan studi kasus Hotel Novotel Yogyakarta pada ruang pertemuan dan lobi dengan tiga metode, yaitu dengan perhitungan numeris dengan dasar acuan studi Standar Nasional Indonesia (SNI) tentang pencahayaan, metode pengukuran langsung, dan simulasi komputer dengan menggunakan DIALux. Berdasarkan hasil penelitian, nilai iluminansi rata-rata ruang pertemuan dengan perhitungan numeris 78,1 lux, pengukuran langsung 72,33 lux, dan simulasi 89 lux dengan nilai baku mutu SNI 300 lux. Nilai iluminansi rata-rata lobi pada malam hari dengan perhitungan numeris yaitu 49,05 lux, pengukuran langsung 48,02 lux, dan simulasi 70 lux dengan nilai baku mutu SNI 100 lux. Berdasarkan data tersebut diketahui bahwa nilai iluminansi rata-rata ruang pertemuan dan lobi pada malam hari belum berhasil memenuhi standar kenyamanan SNI. Nilai iluminansi rata-rata lobi pada siang hari yaitu dengan perhitungan numeris 151,3 lux, pengukuran langsung 91,37 lux, dan simulasi 222 lux. Hal ini berarti lobi pada siang hari berhasil mendekati standar kenyamanan SNI. Analisis perbandingan ketiga metode tersebut menunjukkan bahwa perhitungan numeris dengan dasar SNI dilakukan sebagai dasar dari perancangan sistem pencahayaan, simulasi dilakukan untuk memperoleh perhitungan yang optimal, dan evaluasi sistem pencahayaan dilakukan dengan pengukuran langsung di lapangan

    Perancangan Sistem Rain Water Harvesting, Studi Kasus: Hotel Novotel Yogyakarta

    Full text link
    Perhatian pada sektor air bersih semakin meningkat secara signifikan. Pada World Summit on Sustainable Development (WSSD) di Johanesburg, 2-4 September 2002, air bersih menjadi salah satu perhatian dari lima sektor yang dibahas, yaitu water, energy, health, agriculture, dan biodiversity (disingkat sebagai WEHAB). Air bersih memiliki tingkat kepentingan yang tinggi dalam perkembangan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Banyak upaya dilakukan untuk menjaga pasokan air, termasuk penghematan air, waste water management, dan rain water harvesting (RWH). Pada penelitian ini, dilakukan analisis terhadap perancangan sistem RWH pada bangunan publik dengan studi kasus Hotel Novotel Yogyakarta. Kegiatan utamanya yaitu melakukan studi kelayakan pada existing building condition dan menganalisis potensi penghematan dengan pemanfaatan sistem RWH.Air hujan yang biasanya langsung dibuang ke saluran drainase kota dikumpulkan, kemudian diberikan pengolahan agar sesuai dengan standar kualitas air minum yang dikembangkan oleh World Health Organization (WHO) sehingga dapat dimanfaatkan sebagai sumber air bersih pada hotel. Selain itu, perancangan sistem RWH ini juga mengacu pada Greenship Rating Tools yang dikeluarkan oleh GBCI (Green Building Council Indonesia). Dari perhitungan yang dilakukan, rata-rata air hujan yang dapat ditampung dalam satu bulan yaitu 478.820 liter dan dalam satu tahun dapat terkumpul sebesar 5.745.809 liter. Pada musim hujan, air hujan pada Hotel Novotel dapat memasok hingga 21% dari total kebutuhan air bersih dalam satu bulan. Rata-rata konsumsi air yang dapat ditangani oleh air hujan dalam setahun adalah 8,6%

    Program Komputer Berbasis Delphi untuk Analisis Perhitungan Persebaran Dosis Radiasi Pesawat Sinar-X dalam Bentuk Kurva Isodosis

    Full text link
    Pada instalasi radiasi seperti instalasi radiologi, aspek keselamatan pekerja radiasi harus diperhatikan. Setiap pekerja radiasi harus mengenali medan tempatnya melakukan pekerjaannya dengan tersedianya informasi yang jelas mengenai tingkat radiasi, terlebih radiasi sekunder. Bentuk informasi medan radiasi tersebut divisualisasikan dalam bentuk kurva isodosis. Analisis persebaran dan besarnya dosis radiasi sekunder di sekitar pesawat sinar-X dilakukan dengan adanya visualisasi informasi tersebut. Pembuatan program komputer sebagai alat bantu peraga bertujuan untuk mempermudah melakukan analisis kurva isodosis. Pada penelitian ini, dilakukan pengukuran laju dosis radiasi sekunder menggunakan phantom air sebagai media penghambur pada sudut hambur 90° dengan tabung pesawat sinar-X diarahkan ke bawah tegak lurus meja pasien pada 7 arah sudut di sekeliling phantom air, di setiap arahnya divariasikan 3 jarak titik pengambilan. Selanjutnya data yang sudah terkumpul akan diolah dengan menghitung laju dosis di setiap sudutnya, kemudian menghubungkan laju dosis yang sama antar sudut dan menghitung laju dosis pada titik-titik tertentu. Berdasarkan tahapan tersebut selanjutnya dibuat program komputer berbasis Delphi. Pengujian dilakukan dengan analisa data hasil perhitungan laju dosis radiasi menggunakan program dibandingkan dengan pengukuran sebenarnya. Hasil pengujian program tersebut didapat selisih hasil laju dosis menggunakan perhitungan program dengan pengukuran berkisar pada rentang 10,830-32,050% dan selisih rerata sebesar 17,334%

    Pengaruh Sudut Peletakan dan Sudut Fase Pada Pipa Bersirip Terhadap Penurunan Tekanan

    Full text link
    Dalam instalasi pemipaan seperti instalasi penyediaan air, jalur minyak dan gas, fluida yang mengalir akan mengalami penurunan  tekanan  (pressure  drop). Efek penurunan ini akan sangat terasa pada instalasi pemipaan dengan jalur yang sangat panjang. Untuk mengurangi efek tersebut dipertimbangkan penggunaan sirip-sirip kecil pada permukaan dalam pipa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana efek variasi sudut peletakan sirip (α) dan sudut fase sirip (β) terhadap nilai pengurangan hambatan (drag reduction – DR). Variasi sudut peletakan adalah 6°, 10°, 14°, 186°, 190°, dan 194°. Variasi sudut fase adalah dari 0° sampai 120° dengan kenaikan sebesar 5°. DR teramati pada sudut peletakan dengan penyimpangan arah yang kecil (6° dan 186°) dengan sudut 6° memberikan DR yang lebih besar, baik dengan penggunaan 1 kubu maupun 2 kubu sirip. DR terbesar 5,73% bisa diraih dengan satu kubu sirip pada sudut peletakan (α) 6°. Kubu sirip kedua, dengan beragam sudut fase, tidak tampak memberikan kenaikan efek DR dari sirip kubu di depannya

    38

    full texts

    38

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Teknofisika
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇