AL-MAKTABAH
Not a member yet
200 research outputs found
Sort by
Pengembangan Profesionalitas Pustakawan Menghadapi Era 5.0 Melalui Knowledge Sharing (Sebuah Sistematic Review)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan profesionalitas pustakawan dalam menghadapi era 5.0 melalui knowledge sharing. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur, di mana data dan literatur yang relevan dikumpulkan, dikodekan, dan dianalisis untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya sharing dapat tumbuh dan berkembang dalam era 5.0 saat ini dengan beberapa cara, antara lain: 1) Perpustakaan menciptakan iklim yang mendukung keterbukaan: Perpustakaan perlu menciptakan lingkungan yang mendukung keterbukaan dan kerjasama antar pustakawan dalam berbagi pengetahuan. Hal ini dapat dilakukan melalui kebijakan yang mendorong kolaborasi dan pertukaran informasi di antara para pustakawan; 2) Perpustakaan menumbuhkan keinginan untuk terus belajar: Pustakawan perlu memiliki dorongan untuk terus belajar dan mengembangkan diri dalam menghadapi perubahan dan perkembangan teknologi informasi. Dukungan dari perpustakaan dalam menyediakan pelatihan dan sumber daya pendukung pendidikan akan membantu pustakawan untuk mengembangkan profesionalitasnya; 3) Perpustakaan terbuka terhadap kritik dan saran: Penting bagi perpustakaan untuk menjadi terbuka terhadap masukan, kritik, dan saran dari pustakawan lainnya. Ini menciptakan budaya di mana pustakawan merasa nyaman untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman mereka tanpa takut dihakimi atau dianggap kurang kompeten; 4) Adanya saling percaya dan saling mendukung di antara pustakawan: Membangun rasa saling percaya dan mendukung antara pustakawan sangat penting dalam mendorong knowledge sharing. Dalam lingkungan yang saling mendukung, pustakawan akan merasa lebih termotivasi untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman mereka; 5) Saling menghargai pendapat orang lain: Penting untuk menciptakan budaya di mana setiap pendapat dan kontribusi dihargai. Menghormati pendapat orang lain mendorong terciptanya lingkungan yang inklusif di mana pustakawan merasa didengar dan dihargai
Peran Pustakawan Referensi dalam Penelusuran Informasi Tercetak dan Digital di Perguruan Tinggi
Pustakawan referensi adalah pustakawan yang membantu pemustaka menelusur informasi dalam berbagai subjek. Pustakawan referensi (rujukan) masa kini perlu memiliki kompetensi khusus, baik kompetensi profesional maupun personal. Memiliki keterampilan dan kemampuan mengenai apa, bagaimana dan kapan suatu informasi diperlukan, serta keterampilan dan kemampuan untuk menemukan, mengevaluasi serta memanfaatkan informasi tersebut dengan baik dan bertanggung jawab. Pustakawan referensi sebagai perantara (intermediary) dalam penelusuran informasi, memerlukan strategi dalam pencarian informasi secara umum baik yang tercetak seperti mencari hadits dari sumber asli maupun yang online Kata-kat
Layanan Anak Perpustakaan Madrasah Tsanawiyah Jamilurrahman dalam Menumbuhkan Minat Baca Siswa
Perpustakaan merupakan sumber tempat informasi baik cetak maupun non cetak. Perpustakaan pada dasarnya memiliki fungsi sebagai sarana pendukung pendidikan. Perpustakaan memiliki manfaat untuk memelihara dan meningkatkan efisiensi dan efektifitas proses belajar-mengajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan apakah Perpustakaan MTs Jamilurrahman sudah berhasil atau tidak dalam menarik minat baca pada anak. Data penelitian ini diperoleh menggunakan metode kualitatif dengan sumber data sekunder. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Rangsangan yang diberikan layanan anak terhadap anak dalam menumbuhkan minat baca cukup maksimal
Persepsi Mahasiswa Terdahap Kualitas Layanan Referensi Virtual Perpustakaan Universitas Airlangga Surabaya di Era Covid-19
Universitas Airlangga merupakan salah satu lembaga pendidikan tinggi negeri yang bergerak di bidang jasa pelayanan pendidikan. Perpustakaan Universitas Airlangga menerapkan layanan Referensi Virtual untuk memenuhi kebutuhan intelektual para penggunanya. Dalam mengetahui bagaimana persepsi perlu dilakukan pengukuran kualitas menggunakan metode e-Servqual berdasarkan lima dimensi yang ada pada e-Servqual makalah ini untuk mengetahui bagaimana persepsi mahasiswa Universitas Airlangga pada layanan referensi virtual yang diberikan oleh Perpustakaan Universitas Airlangga selama pandemi covid-19. Makalah ini menggunakan metode penelitian kuantatif dan metode pengumpulan data dengan menyebarkan kuisioner servqual menggunakan google form. Hasil menunjukkan rata rata nilai yang diperoleh dari kuisioner servqual yang dibagikan meliputi Tangible(Bukti Fisik), Reliability(Keandalan), Responsiveness(Daya Tanggap), Assurance(Jaminan), dan Empathy(Empati) dalam layanan referensi virtual yang diberikan Perpustakaan Universitas Airlangga, persepsi mahasiswa sebagai pengguna layanan selama masa pandemi covid memasuki range “Baik”. Dengan memberikan bukti persepsi mahasiwa sebagai pengguna layanan referensi virtual selama pandemi COVID-19, penelitian ini membantu memenuhi sedikit perhatian empiris yang diberikan terhadap dampak krisis kebutuhan informasi civitas akademika dan sebagai data baru tentang layanan perpustakaan untuk meningkatkan dampak, efisiensi, dan nilai layanan
Power Dialectics in Managing Libraries
This paper was aimed at investigating the dialectics of power in library management in Islamic universities. The research used critical theory to understand power relations and ideology in the social dynamics of libraries. The research adopted a constructivist qualitative approach to examine the unique social phenomena of professional practices in which the power of ideology has taken place among library actors in a hidden way. The data collection technique employed interviews and observations validated through triangulation of sources, techniques, and time. The analysis technique used Miles and Huberman\u27s three stages: display, reduction, and data conclusion/verification. The research results illustrate three main findings, namely the dialectic of ideology in the interaction of library actors that can be seen in the contestation between pluralist and non-pluralist groups, both among library actors and in its implications for library collections. The second issue is the struggle between internal and external actors in the library. This issue includes relations between the library and other units or with other library institutions. Lastly is the contestation between libraries and other institutions, especially international relations, such as corners managed in libraries
Peran dan Fungsi Perpustakaan Masjid dalam Mencerdaskan Umat
Selain sebagai tempat sholah, masjid berpotensi berkembang menjadi lembaga sosial yang memiliki berbagai peran dalam pembangunan pendidikan, ekonomi, dan sosial politik. Salah satu dari sekian banyak fungsi masjid adalah sebagai lembaga pendidikan. Masjid dapat eksis secara mandiri dari perpustakaan karena merupakan lembaga pendidikan. Perpustakaan masjid merupakan salah satu jenis perpustakaan khusus yang melayani kebutuhan intelektual masyarakat yang tinggal disekitarnya. Masjid telah berfungsi sebagai pusat pendidikan hingga perpustakaannya, di mana anggota jemaah masjid dan masyarakat Muslim dapat belajar tentang peristiwa masa lalu dan mengikuti perkembangan informasi dan pengetahuan saat ini
Hambatan dan Tantangan Akuisi dan Akses Jurnal Elektronik di Perpustakaan Perguruan Tinggi
Akusisi dan pemanfaatan jurnal elektronik dalam pendidikan tinggi telah mengubah lanskap pembelajaran dan penelitian. Dengan memperluas akses ke literatur ilmiah, mempromosikan penelitian dan inovasi, memfasilitasi kolaborasi, dan mendukung pembelajaran yang fleksibel, jurnal elektronik telah menjadi alat yang sangat diperlukan bagi mahasiswa, fakultas, dan peneliti. Berdasarkan pengalaman mengelola jurnal elektronik, dan pembacaan atau reviu literatur yang dilakukan diperoleh pemahaman bahwa untuk memanfaatkan potensi jurnal elektronik secara maksimal, institusi harus berinvestasi pada infrastruktur digital yang kuat, memberikan pelatihan dan dukungan yang komprehensif, serta menumbuhkan budaya yang mendorong integrasi jurnal elektronik ke dalam praktik belajar mengajar
Analisis Peningkatan Kompetensi Pustakawan Dalam Berkomunikasi Dalam Bahasa Inggris: Tantangan dan Strategi Pengembangan
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa kompeten Bahasa asing yang dimiliki Pustakawan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan bagaimana cara meningkatkan kompetensi Bahasa asing bagi Pustakawa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pendekatan ini akan memungkinkan peneliti untuk memahami secara mendalam kompetensi bahasa Inggris pustakawan dalam konteks pekerjaan mereka, serta faktor-faktor yang memengaruhi kompetensi tersebut. Peningkatan kompetensi pustakawan dalam berkomunikasi dalam Bahasa Inggris adalah tantangan yang dapat diatasi melalui strategi yang tepat. Pelatihan, penggunaan teknologi, praktek berbicara, dan kolaborasi adalah beberapa strategi yang dapat membantu pustakawan mengatasi tantangan ini. Salah satu produk yang peneliti buat pada penelitian sebelumnya adalah dengan membuat Kamus saku Bahasa Indonesia, Inggris dan Arab. Produk penelitian ini akan dievaluasi kembali pada penelitian selanjutnya. Berdasarkan hasil penelitian bahwa saat ini kemampuan Bahasa Inggris Pustakawan di Pusat Perpustakaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta masih kurang baik. Oleh karena itu peneliti membuat analisa kendala apa saja yang dihadapi oleh Pustakawan-Pusatakawan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Adapun kendala tersebut adalah: Keterbatasan Kemampuan Bahasa Inggris, Kurangnya Kepercayaan Diri dan Kurangnya Praktek Adapun strategi yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan atau kompetensi Bahasa Inggris Pustakawan adalah dengan strategi sebagai berikut: Pelatihan Bahasa Inggris, Penggunaan Teknologi, Praktek Berbicara dan Kolaborasi dengan Pustakawan Berbahasa Inggris
Promosi Perpustakaan Perguruan Tinggi Islam
Tulisan ini membahas mengenai promosi perpustakaan dalam kajian Islam, pelaksanaannya di perpustakaan perguruan tinggi Islam dan hambatannya, serta peran pustakawan sebagai agen promosi. Lokus dibatasi pada Perpustakaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan UIN Antasari Banjarmasin. Dengan metode kualitatif yang bersifat deskripstif, riset dilakukan melalui observasi dan wawancara kepada pimpinan dan pustakawan yang bertugas dalam kegiatan tersebut. Dari hasil riset diketahui bahwa promosi di kedua lokus tersebut belum dilakukan secara optimal. Beberapa bentuk yang telah dilakukan memiliki kesamaan yakni berupa program sosialisasi perpustakaan dan literasi informasi, promosi melalui media cetak dan media sosial khususnya instagram, youtube, dan website, melakukan desain tata ruang, dan menjadikan semua pustakawan/ staf perpustakaan sebagai agen promosi. Promosi perpustakaan merupakan implementasi nilai-nilai Islam dalam membudayakan literasi, khususnya literasi informasi, dengan didasari prinsip shiddiq, tabligh, amanah dan fathanah. Diharapkan perpustakaan perguruan tinggi Islam terus mengembangkan program promosi menjadi lebih terstruktur dan sistematis sehingga tujuan promosi dapat dicapai dengan lebih maksimal.
Pengembangan Repository Institusi dalam Perspektif Pemustaka
Setiap institusi pendidikan selayaknya memiliki repository yang handal dan berkualitas, sebuah repository perlu dikaji secara ilmiah dan mendalam. Hasil simpan dari semua karya yang dimiliki perguruan tinggi belum secara optimal dapat melayani kepentingan seluruh sivitas akademikanya dengan baik. Hal inilah yang mestinya mendapat jawaban dari berbagai persoalan berkenaan dengan repository agar dapat memberikan layanan bagi masyarakat ilmiah. Sebagus dan sebaik apapun sebuah perpustakaan, jika koleksi yang ada di dalamnya tidak dimanfaatkan oleh pemustaka tentu tidak berarti sama sekali. Secara nyata, yang merasakan manfaat repository perguruan tinggi adalah pemustaka. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pemanfaatan repository institusi antara UIN Raden Mas Said Surakarta dan Universitas Brawijaya Malang, keunggulan dan kelemahan masing-masing repository dari dua institusi perguruan tinggi, dan pengembangannya ke depan dalam perspektif pemustaka masing-masing. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari variabel pemanfaatan repository institusi oleh pemustaka di UIN Raden Mas Said Surakarta dan Universitas Brawijaya dapat dinyatakan bahwa repository Institusi telah dimanfaatkan oleh pemustaka. Dari Variabel Keunggulan dan Kelemahan repository institusi oleh pemustaka di UIN Raden Mas Said Surakarta dan Universitas Brawijaya dapat dinyatakan bahwa repository institusi memiliki keunggulan. Dari Variabel Deskripsi Pengembangan repository institusi oleh pemustaka di UIN Raden Mas Said Surakarta dan Universitas Brawijaya dapat dinyatakan bahwa repository institusi memiliki deskripsi pengembangan