Observasi
Not a member yet
34 research outputs found
Sort by
PPID dan Transfer Informasi dalam Perspektif Keterbukaan Informasi Publik di Jawa Barat
Dalam membangun pencitraan PPID di Pemerintah Provinsi Jabar sebagai alat transfer informasi menuju pemerintah yang transparan dan akuntabel, perlu dibangun institusi publik yang user friendly yang memahami kebutuhan masyarakatnya serta dapat dengan mudah diakses oleh masyarakat. Hubungan tersebut dapat dibangun dengan pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia di bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK) sebagai agen penyedia, pengelolaan, dan penyebaran informasi publik, sehingga terwujudnya informasi yang lebih cepat dalam memfasilitasi manajemen pemerintah untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat. Kepentingan masyarakat tidak terbatas pada sistem pertanggungjawaban anggaran saja, tetapi dalam perspektif yang lebih luas lagi yang bisa meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Partisipasi masyarakat harus ditempatkan pada peran yang utama dalam setiap pembangunan yang bersentuhan dengan kepentingan publik. Pemprov Jabar sangat terbuka dalam menerima aspirasi masyarakat dan memberikan ruang seluas-luasnya untuk hal tersebut, namun partisipasi itu tidaklah optimal bila dimanfaatkan hanya oleh segmen masyarakat tertentu saja
Makna Keterbukaan Informasi di Ruang Publik Pada Program Bedah Editorial Media Indonesia di Metro TV
Editorial merupakan sikap dari sebuah media massa pada peristiwa atau wacana yang tengah berkembang di masyarakat. Format setiap editorial pada umumnya bersifat hak privat, berisi pendapat berdasarkan argumen-argumen yang merupakan sebuah kebenaran tunggal dari media massa tersebut. Berbeda halnya dengan Editorial Media Indonesia yang meneropong pada terobosan lain melalui visualiasi tajuk rencananya ke ruang publik televisi. Program yang diangkat ke layar kaca ini bernama Bedah Editorial Media Indonesia, pada akhirnya ‘benar-benar’ membedah konten editorial koran dengan membuka segmen dialog interaktif sebagai representasi dari era keterbukaan informasi. Program Bedah Editorial Media Indonesia yang mengusung tegas, lugas, dan jujur bersuara ini dalam dialog interaktifnya selalu berbasiskan grand teori dengan mengusung kenetralan dalam bersikap kritis dengan menyuarakan yang sebenarnya terutama ideologi tentang kebangsaan, Pancasila, empat pilar bangsa, serta nilai-nilai demokrasi pada khalayak luas
Pengelolaan Informasi oleh Badan Publik Pemerintah Paska Reformasi Birokrasi
Reformasi birokrasi lahir sebagai wujud dari keinginan berbagai pihak untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan transparan atau good governance. Konsekuensi dari hal tersebut adalah perlunya keterbukaan dalam memberikan informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat. Karena publik atau masyarakat mempunyai hak untuk mendapatkan informasi dan hak tersebut dijamin oleh Undang-Undang. Untuk mewujudkan hal tersebut maka diperlukan pengelolaan informasi agar mudah diakses oleh publik atau masyarakat. Dengan memanfaatkan perkembangan teknologi komunikasi dan informasi, Badan Publik bisa membangun sebuah sistem informasi berbasis TIK, namun hingga saat ini belum semua Badan Publik melaksanakannya. Keterbatasan infrastruktur dan sumber daya manusia di bidang TIK menjadi kendalanya
Sistem Informasi Dana Kampanye Partai Politik Berbasis Web di Era Keterbukaan
Pengelolaan dana kampanye pada pemilu legislatif sebelumnya banyak sorotan, karena kesannya ditutup-tutupi, tidak objektif, dan tidak dilaporkan sejujurnya atau tidak transparan. Untuk tidak terulang lagi, pada pemilu legislatif 2014 langkah antisipasinya dengan menerapkan sistem informasi dana kampanye berbasis web atau Campaign Fund Information System Web-Based (CFISWB). Kinerja sistem ini sangat efektif, seperti proses pengolahan data (penerimaan dan pengeluaran) dana kampanye mulai dari penyimpanan/pengarsipan, penganalisisan, dan pemublikasian dapat dilakukan secara objektif, terbuka, dan jangkauan pemublikasiannya sangat luas. Sehingga penerapan CFISWB yang mendapat dukungan dari pimpinan Parpol, layak dimanfaatkan dan banyak kontribusinya, dalam mendukung kejujuran, keobjektifan, dan keterbukaan. Pengawasan pun mudah dilakukan oleh siapa saja. Kemudian dapat menutup peluang, menghindari transaksi mencurigakan dan mendeteksi segala dana ilegal (dana titipan, investasi, pinjaman) yang masuk
Meneropong Produksi Media dan Idealisme Media dalam Keterbukaan Informasi
Media massa memiliki tugas dan kewajiban yang sangat penting bagi masyarakat. Tugas utama dari jurnalisme adalah menyampaikan kebenaran. Menyampaikan kebenaran tersebut bukan pekerjaan mudah, karena ada faktor yang menjadi penghambat misalnya berbentur dengan kepentingan pengelola media. Keterbukaan informasi yang didukung dengan perkembangan teknologi membuat pengelola media berlomba menyajikan informasi untuk masyarakat. Pengelolaan media tidak saja berbicara bagaimana perjalanan media massa itu sendiri sejak era konvensional sampai media interaktif saat ini, bagaimana media bisa menjalankan tugasnya seperti yang tergambarkan dalam perspektif teoretis media, seperti apa produksi media yang dihasilkan, bagaimana pengelola media memanfaatkan keterbukaan informasi dalam produksi medianya, serta bagaimana bentuk tanggungjawab media itu sendiri kepada masyarakat berkaitan dengan produksi yang mereka hasilkan kepada masyarakat
Managemen Informasi Suatu Alternatif Ditinjau dari Perspektif Teori Efek Komunikasi Massa
Media televisi mempunyai fungsi utama mendidik, menghibur, memengaruhi. Fungsi inilah yang menjadi acuan oleh para pelaku media dan para produser untuk berlomba-lomba menarik khalayak dalam memilih channel program acara yang disajikan di televisi. Semakin banyak televisi lokal dan televisi swasta menjadi persaingan yang ketat dalam industri media. Hal ini sangat memotivasi para pelaku media dan para produser untuk semakin kreatif dalam membuat program acara di televisi dari film untuk anak hingga dewasa, sinetron, talk show, infotainment, dan program acara lainnya, tetapi yang disayangkan mereka tidak memerhatikan manajemen medianya yaitu aturan yang ada dalam KPI, P3SPSS, LSF, begitu pula dengan segmentasi, waktu, metode penyajiannya dan durasinya. Idiologi pasar seperti ini yang terjadi pada negara Indonesia. Sehingga tayangan-tayangan yang disajikan tidak menutup kemungkinan mempunyai efek negatif untuk khalayaknya. Analisis teori yang melandasinya adalah teori Efek Komunikasi Massa, Stimulus Respon, Agenda Setting, dan teori Kataris
Kebebasan Informasi di Era Media Online
Arus Informasi yang begitu derasnya kini menempa masyarakat kita. Masyarakat yang memiliki dua generasi yakni sebelum kemunculan media baru dan setelah kemunculan media baru. Keduanya menggunakan media internet dengan kadar berbeda. Dengan kemampuan yang dimiliki, masyarakat mencoba menyaring semua informasi yang menerpa. Namun mereka juga terkadang hanyut dengan situasi keruwetan informasi yang terjadi. Hal ini terjadi karena media internet menuju era digital. Era dimana bertemunya data dalam bentuk bit yang dapat dimanipulasi sehingga dengan mudah dapat dikurangi dan kemudian ditranfer. Namun tidak menutup kemungkinan data ditambah, bahkan kasus yang menempa artis adalah dimodifikasi dan disebarkan. Melek media dan cerdas media, menjadi senjata utama untuk menghadapi media baru yang harus dengan penuh waspada dan bijaksana kita hadapi
Perkembangan Surat Kabar Digital di Era Konvergensi
Surat kabar digital merupakan salah satu media online yang banyak digunakan dalam pencarian dan penyebarluasan informasi di era konvergensi. Selain faktor-faktor yang berasal dari pembaca dan organisasi media yang meningkatkan popularitas surat kabar digital, perkembangan teknologi internet juga turut memengaruhi perkembangan surat kabar digital, seperti: perkembangan media online, perkembangan perangkat mobile dan smartphones, akses mobile internet, teknologi jaringan selular (wireless broadband), dan perkembangan jaringan media sosial. Pada tulisan ini, ditinjau perkembangan dan penggunaan teknologi yang telah dilakukan oleh beberapa surat kabar digital. Popularitas yang tinggi menjadikan surat kabar digital memunyai tanggungjawab yang besar dalam menyampaikan dan mendistribusi informasi sesuai dengan Undang-Undang. Oleh karena itu, diperlukan regulasi yang menyeluruh terkait aplikasi, konten, teknologi mengenai surat kabar digital maupun media online lainnya di era konvergensi
Tubuh Perempuan Tambang Emas bagi Media Massa
Keterlibatan perempuan dalam perkembangan industri media tanah air saat ini belum menunjukkan persentase memuaskan. Terlalu bodohkan perempuan? Pertanyaan inilah seharusnya menjadi cambuk bagi kaum perempuan untuk lebih proaktif dalam kancah dunia media di negeri ini. Akibatnya pemberitaan media terhadap perempuan menjadi tidak objektif. Perkembangan media baik itu media cetak atau elektronik, perempuan lebih banyak menjadi bahan berita bagi sebuah media. Terlihat jelas selama ini perempuan hanya dijadikan media iklan komersial untuk pencapaian keuntungan. Tidak hanya sampai disitu, dalam tayangan sinetron pada media TV sering sekali menampilkan peran seorang istri yang selingkuh, ibu yang jahat, seolah mempertegas perempuan memang bertipikal buruk. Padahal jikalau kita mau mencermati, perempuanlah yang menjadi objek penderita. Perempuan hanya dijadikan sebagai tambang emas dan mesin pencetak uang bagi suatu golongan atau institusi dari eksploitasi dirinya
Pemanfaatan Internet dalam Mengangkat Budaya Lokal
Perkembangan teknologi selalu erat hubungannya dengan kebudayaan suatu masyarakat karena identitas lokal merupakan cerminan dari kepribadian suatu bangsa yang beradab. Namun, akibat kuatnya arus modernisasi dan globalisasi pada akhirnya dapat meminggirkan identitas dan kearifan lokal suatu daerah. Agar tetap bertahan semua identitas, pengetahuan lokal harus ikut aktif dan berkontribusi terhadap kemajuan teknologi. Hal ini dilakukan oleh komunitas masyarakat bawah tanah (underground) Ujungberung Rebels. Tanpa rasa peduli, cinta, bermusik dengan total, saling berbagi melalui internet niscaya keberadaan pegiat musik metal rasa lokal tak akan terjaga